Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
164. Bertemu Kaisar Lin Xi


__ADS_3

Keesokan harinya


Zhou Beishang datang ke kediaman Bei Wang beberapa kali yang ada di Chang'an pada waktu tengah malam, tentu saja untuk mendiskusikan masalah bukan untuk melakukan hal yang melanggar moral.


Jika pagi atau siang maka sangat mudah bagi orang untuk memantau pergerakan nya, berbeda jika malam.


Bei Zhao sendiri masihlah seorang Bei Wang yang dapat di andalkan , untuk sementara masalah Lu Wang atau yang sering dikenal dengan Chu Huli, telah ditekan.


"Kapan kamu akan kembali ?" Tanya Bei Zhao dengan lembut.


"Tidak tahu, kapan baru bisa kembali. " Jawab Zhou Beishang dengan jujur.


Lebih baik untuk tidak memberi harapan, apalagi sekarang dia tahu dengan jelas bagaimana perasaan yang dimiliki oleh Zhou Beishang padanya.


Mengatakan akan kembali bulan depan, jika dia bisa kembali lebih cepat maka lebih baik, tapi jika dia tidak bisa kembali ?


Bukankah dia akan menjadi seorang penipu dimata Bei Zhao dan menimbulkan kekecewaan yang mendalam?


1 Minggu telah berlalu


Mereka telah sampai di Dinasti Tang jauh lebih cepat dibandingkan dengan yang di perkirakan oleh Lin Yue.


Sesampainya di Ibukota Dinasti Tang, Zhou Beishang memandang sekitarnya dengan penuh kekaguman yang nyata.


"Bagaimana menurutmu ? Bukankah Dinasti Tang jauh lebih baik dari Dinasti Qin yang membuat sesak itu ?" Tanya Lin Yue dengan bangga.


"Memang lebih baik, tidak dapat dibandingkan. " Ucap Zhou Beishang dengan senyum tipis.


Tanpa diduga duga, seorang wanita yang tampak mengenakan pakaian pengemis berhenti di sebelah kakinya.


"Yang Mulia, ini adalah barang anda. " Ucap pengemis itu sambil memberinya kotak kayu yang dilapisi oleh kain beludru tampak sangat mewah.


"Terima kasih, kamu bisa kembali. " Ucap Zhou Beishang.


Pengemis wanita itu menunduk dan berlari ke tengah tengah kerumunan, Zhou Beishang membuka tutupan nya dan melihat bahwa itu ada sepasang pakaian.

__ADS_1


"Itu adalah pakaian yang kamu katakan ?"Tanya Lin Yue.


"Itu benar. " Jawab Zhou Beishang.


"Kamu biasanya tidak suka mengenakan pakaian merah bukan ? Tapi itu berwarna merah terang, aku lihat bahwa itu adalah gaun merah yang indah bukan ?" Tanya Lin Yue sekali lagi.


"Ya, ini hanya untuk mengingatkan sesuatu pada Kaisar Lin Xi. Aku hari ini juga akan menggunakan riasan sederhana. " Ucap Zhou Beishang dengan senyum misterius.


"Kita sebaiknya lebih cepat, semakin cepat maka semakin baik. " Ucap Lin Yue.


"Sebenarnya, apa yang akan kamu lakukan ? Kamu tidak mungkin ingin merayu ayah bukan ?" Canda Lin Yue.


"Mungkin, tapi bukan sebagai diriku sendiri. Mari bertemu di depan istana. " Ucap Zhou Beishang.


"Datanglah saat matahari terbenam, pada saat itu aku akan menyebutkan hal ini terlebih dahulu pada ayah dan kamu datang. Masuklah menggunakan ini." Ucap Lin Yue sambil menyerahkan sebuah token dengan tulisan '月'。


Itu adalah tanda pengenal atau token identitas milik Lin Yue, Zhou Beishang tersenyum tipis dan memutar arah.


Lin Yue memandang kepergian Zhou Beishang dengan senyum sedih sebelum akhirnya langsung melesat menuju Istana.


Sesampainya di penginapan, Zhou Beishang langsung berganti pakaian menjadi gaun merah dengan sulaman Phoenix yang sangat indah.


Jika Lin Yue punya maka itu seperti merah tua, tapi tidak dapat dikatakan sangat tua. Setelah mengenakan pakaian ini, Zhou Beishang mulai menata rambutnya.


Rambutnya dikepang dalam jumlah banyak, layaknya pakaian orang perbatasan, di depannya ada lukisan seseorang yang sangat mirip dengan wajah nya.


Zhou Beishang memandang lukisan itu dengan senyum tipis dan tidak menunjukkan emosi apapun, ketika selesai menata rambutnya.


Bahkan, ketika ingin mengenakan riasan, Zhou Beishang merasa sangat ragu. Sepertinya ini sudah lebih dari cukup , bukan ?


"Tidak menyangka bahwa lebih mirip daripada yang dibayangkan. " Gumam Zhou Beishang dengan senyum tipis.


Tidak hanya wajah yang mirip, bahkan pembawaan dan aura yang mereka miliki sama persis seperti mereka adalah satu orang yang sama.


"Terkadang, kecantikan tidak selalu membawa keuntungan. Tidak ada kecantikan yang memiliki akhir yang baik, termasuk dirimu. " Gumam Zhou Beishang lagi ketika memandang lukisan yang indah itu.

__ADS_1


"Kali ini, biarkan aku menjadi orang lain untuk malam ini. " Lanjut Zhou Beishang lalu mengenakan cadar putih polos sama seperti dengan lukisan yang ada di tangannya.


Sementara disisi lain, matahari sudah akan terbenam dan Lin Yue akhirnya sampai di Istana Dinasti Tang lalu langsung menghadap ke arah Lin Xi.


"Salam kepada Huangfu (皇父) , Lin Yue telah selesai menjalankan misi yang Huangfu perintahkan. " Ucap Lin Yue sambil berlutut di depan Lin Xi.


(Huangfu (皇父) : Ayah Kekaisaran)


"Berdirilah putriku, kamu telah menjalankan tugas dengan baik. " Ucap Lin Xi dengan penuh kasih sayang.


Lin Yue berdiri dengan penuh sopan santun, tidak seperti sedang menghadapi Yang Xin, Lin Yue saat ini sangat pendiam.


Lin Yue berjalan naik ke atas tangga tahkta dan duduk di sebelah Lin Xi. Di sebelah Lin Xi , ada kursi yang lebih kecil dan lebih sederhana daripada milik Lin Xi.


"Dimana orang yang akan kamu tunjukkan pada ayah hari ini ?" Tanya Lin Xi dengan senyum tulus.


"Sebentar lagi dia pasti akan datang, Huangfu, Yue memohon agar Huangfu melepaskannya apapun yang terjadi. " Ucap Lin Yue.


"Apa yang kamu sembunyikan dari ayah, hm ? " Tanya Lin Xi.


"Aku sendiri tidak mengerti dia, aku tidak bisa menebak pikirannya. Dia terlalu dalam dan tidak bisa ditebak setelah mengalami berbagai badai dalam kehidupannya saat ini. Sangat menyedihkan untuk berdiri di tengah dunia yang kejam ini sendirian. Jika Huangfu tidak menyukainya, maka anggaplah dia sebagai kunjungan dari perwakilan Dinasti Song. " Ucap Lin Yue dengan nada memohon.


"Kamu sepertinya sangat dekat dengannya ?" Tanya Lin Xi dengan tatapan menyelidik.


"Dia memang sangat dekat denganku dan aku telah menganggap nya sebagai adik sendiri, sejak bersamanya aku telah mempelajari banyak hal seperti cara membaca tindakan orang orang dengan sangat baik. " Ucap Lin Yue dengan jujur.


Matahari telah sepenuhnya tenggelam dan Lin Yue tidak sabar untuk menunggu Zhou Beishang.


"Nona Zhou memasuki Aula !" Teriak Kasim Luo dengan suara lantang dan jelas.


Dari kejauhan, Lin Xi melihat Zhou Beishang yang mengenakan gaun merah darah dengan mata yang terbelalak.


Lin Xi memandang Zhou Beishang yang berjalan dengan kepala yang menunduk dengan tubuh yang gemetar.


Zhou Beishang berjalan dengan langkah percaya diri dan berlutut di depan Lin Xi.

__ADS_1


"Salam kepada Kaisar Lin Xi Yang Agung, orang rendah ini merasa beruntung karena bisa melihat Kaisar Lin Xi yang bijaksana. " Salam Zhou Beishang dengan suara yang sangat lembut dan menyegarkan.


Zhou Beishang tidak pernah mengenakan pakaian ini sementara Lin Yue sendiri berdiri dengan tatapan terkejut.


__ADS_2