Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
272. Usaha


__ADS_3

Saat ini, Murong Yan dan Lan Xiang sedang duduk di mobil dengan ekspresi tenang, tapi pada akhirnya mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Lan Xiang telah memberikan semua usaha untuk melepaskan diri dari Yang Xin, saat ini mungkin hatinya berada di tempat Yang Xin.


Tapi, dia percaya bahwa dia akan berubah seiring berjalannya waktu. Ditambah lagi, mungkin takdir percintaan antara dia dan Yang Xin ditakdirkan hanya untuk bertemu sesaat sebelum akhirnya kembali berpisah.


Lan Xiang menolak untuk menjalani kehidupan percintaan yang begitu menyedihkan. Jadi, dia memutuskan untuk melepaskan Yang Xin.


Lagipula, Murong Yan sama sekali tidak kalah dari Yang Xin, baik dalam sikap maupun tindakan. Lan Xiang tidak sedang mencoba untuk membandingkan mereka berdua.


Lan Xiang hanya ingin mengikuti kata kata hatinya dan tidak ingin menyesal hanya karena keegoisan sesaat.


Inilah yang membuat Lan Xiang selalu berbeda dengan Lin Beishang. Jika Lin Beishang merasa bahwa suatu keputusan akan bisa membuatnya lebih baik.


Maka, Lin Beishang tidak akan pernah keberatan untuk mengambil keputusan itu tanpa keraguan bahkan jika itu harus memotong tangannya sendiri.


Lin Beishang adalah orang yang kejam, kejam pada dirinya sendiri. Dengan kejam pada diri sendirilah, baru bisa menjadi kejam pada orang lain.


"Aku." Keduanya berbicara pada saat yang bersamaan lalu saling menatap satu sama lain.


"Silakan kamu duluan yang berbicara. " Ucap Lan Xiang dengan canggung.


"Ehm, aku akan mengatakan bahwa sebenarnya. Jika kamu memang benar benar mencintainya, maka kamu harus pergi dan mengejarnya. " Murong Yan tampak ragu ketika ingin mengatakan ini.


Lan Xiang yang mendengar ini tidak meledak dan hanya menatap Murong Yan dengan tatapan yang tenang.


Tapi, ketenangan yang ditunjukkan oleh Lan Xiang telah membuat Murong Yan merasa gelisah. Apa yang sebenarnya sedang di pikirkan oleh Lan Xiang ?


Saat ini, satu satunya yang diperdulikan oleh Murong Yan adalah kebahagiaan orang yang dicintainya , bahkan jika tidak bersama dengannya.


Menurut pendapat Murong Yan , cinta tidak dapat di paksakan. Jika Lan Xiang benar benar mencintai Yang Xin , maka jangan membuang buang waktu dengannya yang tidak berguna.


Jujur saja , Murong Yan merasa tidak percaya diri ketika harus membandingkan diri dengan Yang Xin yang luar biasa.

__ADS_1


Yang Xin dilahirkan dengan sendok emas di mulutnya, bahkan dalam dua kehidupan sekalipun tetap sama.


Pertama tama menjadi Tuan Muda Sekte Pedang Surgawi sementara kedua, menjadi putra pengusaha terkenal.


Sementara dia, Murong Yan. Tidak memiliki apapun, memiliki status nya saat ini karena mencuri identitas seorang pemuda yang meninggal di usia muda.


Murong Yan merasa bahwa jika dibandingkan maka dirinya akan kalah dalam segala aspek dengan Yang Xin.


Yang Xin memiliki wibawa dan wajahnya tampan sementara Murong Yan merasa bahwa wajahnya biasa biasa saja.


Lan Xiang yang mendengar ini menatap wajah Murong Yan yang tampak gugup ketika menunggu untuk mendengar jawaban darinya.


Tanpa aba aba lain, Lan Xiang menarik wajah Murong Yan dan mencium bibir Murong Yan dengan agresif.


Ciuman itu sangat tidak terduga dan membuat Murong Yan terkejut sebelum akhirnya perlahan lahan membalas ******* dari Lan Xiang.


Keduanya berciuman dengan penuh frustrasi sebelum akhirnya perlahan lahan melepaskan diri satu sama lain dan memandang satu sama lain dengan emosional.


Tapi, Murong Yan telah terlebih dahulu menahan tangan Lan Xiang lalu menarik tubuh mungil Lan Xiang ke dalam pelukannya.


"Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu. Hanya saja, aku merasa bahwa aku kurang dalam segalanya dan tidak layak untukmu. Aku tidak ingin kamu hidup dalam penyesalan hanya karena kamu merasa kasihan padaku. " Ucap Murong Yan dengan sedih.


Keduanya berpelukan dan mencurahkan perasaan satu sama lain, sementara Yang Xin yang berdiri di dekat sana.


Memandang pemandangan tersebut lewat kaca mobil yang bening, lalu tersenyum pahit.


"Jika memang dia lebih layak untukmu, maka aku akan baik baik saja. Semoga kamu bahagia. " Ucap Yang Xin dengan senyum yang di paksakan.


Yang Xin berjalan berbalik dan bersiap untuk pergi dari sana sebelum akhirnya bertemu dengan Lin Beishang dan Bei Zhao disana.


"Tuan muda Yang ?" Tanya Lin Beishang dengan tatapan penuh tanda tanya kala melihat mata Yang Xin yang agak basah.


Lalu melihat mobil di belakang Yang Xin, hanya melihat punggung dan Lin Beishang bisa mengenali bahwa itu adalah Lan Xiang dan Murong Yan.

__ADS_1


"Beishang Jie, lama tidak bertemu. Tuan muda Bei, sangat senang untuk bertemu denganmu lagi. " Ucap Yang Xin dengan senyuman terpaksa.


"Kamu ?" Lin Beishang tampak terkejut dan memandang Yang Xin dengan tatapan tidak percaya.


"Ya, aku mendapatkan nya ketika aku sudah terlambat. Ketika aku sudah melakukan kesalahan besar, sekarang tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Lan Xiang telah menemukan pasangan baru untuk singgah, aku akan pergi. Sampaikan doa ku padanya, aku berharap bahwa dia bahagia selalu dengan pria pilihan nya. " Ucap Yang Xin sebelum akhirnya berjalan pergi.


"Tunggu sebentar. " Lin Beishang merasa bahwa matanya menjadi berkaca kaca.


Baik Yang Xin atau Lan Xiang adalah dua orang yang tumbuh bersamanya, melihat keduanya berada dalam posisi ini membuat Lin Beishang merasa sakit.


Tapi, juga tidak bisa menyalahkan salah satunya, apalagi menyalahkan Murong Yan. Murong Yan juga orang terdekatnya.


"Ya ?" Tanya Yang Xin dengan bergetar.


Lin Beishang berjalan ke arahnya dan memeluk Yang Xin, Yang Xin semula ragu sebelum akhirnya membalas pelukan Lin Beishang dan mulai menangis dengan keras.


Lin Beishang menepuk nepuk punggung Yang Xin.


"Aku sudah berusaha tapi pada akhirnya aku terlambat, aku benar benar ingin marah tapi tidak tahu harus marah pada siapa. " Ucap Yang Xin sambil menangis dengan sedih.


Lin Beishang merasa bahwa dirinya menjadi ikut sedih ketika mendengar hal ini dan merasa kasihan pada Yang Xin.


Bagaimanapun, semuanya, Yang Xin telah mengalami kegagalan. Pertama menyukai Lin Beishang, kedua menyukai Lin Yue, dan ketua adalah menyukai Lan Xiang.


Pada akhirnya, tidak ada satupun yang berhasil untuk menjalin hubungan dengannya dan membangun hubungan yang kuat.


"Jangan menangis, jangan menangis. Ada aku disini, aku adalah jie jie mu bukan ?" Tanya Lin Beishang dengan sedih.


Lin Beishang menenangkan Yang Xin sebelum akhirnya memutuskan untuk memerankan taksi online untuk Yang Xin.


Setelahnya, Bei Zhao memandang bagian baju Lin Beishang yang basah karena air mata Yang Xin.


"Aku hanya menenangkan nya, jangan cemburu. Aku menganggap nya sebagai keluargaku sendiri. " Ucap Lin Beishang dengan segera.

__ADS_1


__ADS_2