
"Menurutmu ?" Tanya Bei Zhao dengan acuh tak acuh dan datar sambil menjalankan kuda yang ditumpangi oleh mereka berdua.
"Tidak banyak kekuatan yang setara dengan pria itu, jadi aku menebak kalau itu berasal dari kelompok pembunuh nomor satu, ehm...... Kelompok Serigala........ Kelompok Serigala....... " Dia sedang berpikir tentang nama pembunuh bayaran nomor satu di Kekaisaran ini.
Dia sendiri merasa lupa dan hanya mengingat nama depannya.
"Kelompok Serigala Gunung." Jawab Bei Zhao dengan datar.
"Ya ! Kelompok Serigala Gunung, tapi aku masih tidak tahu siapa dalangnya dan tidak bisa memikirkannya. " Ucapnya dengan suara yang tidak stabil sebelum jatuh pingsan.
Kegelapan menelan kesadarannya, darah mengalir dari sudut bibirnya. Tubuh lemah milik Zhou Beishang jatuh ke dalam pelukan Bei Zhao.
Bei Zhao mempercepat laju kudanya dan memeluk Zhou Beishang dengan erat, seolah olah takut kalau gadis itu jatuh dari atas kuda.
(Luka internal disini sama dengan luka dalam ya. )
Hanya membutuhkan tidak lebih dari satu dupa untuk sampai di kediaman Bei Wang.
(1 dupa : 30 menit. Bei Wang itu gelar yang dimiliki oleh Bei Zhao. )
"Panggil tabib !" Perintah Bei Zhao pada bawahannya.
"Ya, Tuan !" Ucap mereka dengan cepat.
Bei Zhao menggendong tubuh kurus milik Zhou Beishang yang tampak seperti tulang berbalut kulit. Dia membawa tubuh Zhou Beishang ke kediamannya.
Lalu membaringkan Zhou Beishang di tempat tidurnya, seumur umur ini adalah pertama kalinya seseorang selain dia , menempati tempat tidur ini.
Tapi, dia tidak peduli, dia merasa panik dan khawatir. Saat dia memeriksa denyut nadi Zhou Beishang, itu sangat lemah dan hampir tidak ada denyut yang tersisa.
Tidak lama, dua orang tabib datang dan memeriksa tubuh Zhou Beishang. Dia adalah seorang pemimpin pasukan paling besar.
__ADS_1
Kaisar sudah berulang kali untuk menjebaknya ke peperangan yang mematikan dan berharap bahwa dia tidak kembali.
Kaisar telah melakukan segala cara untuk melumpuhkan kekuatannya, tapi pada akhirnya itu adalah tindakan sia sia.
Kaisar berusaha untuk menurunkan anggaran yang diberikan pada Prajurit Kekaisaran yang membuat semua Prajurit kelaparan, dia terpaksa mengambil jalan memutar untuk hal ini.
Sebagai pemimpin pasukan paling besar, pastinya memiliki beberapa tabib untuk mengobati prajurit yang terluka.
Tabib yang ada di kediamannya ada dua orang, sedangkan yang berada di perbatasan bersama dengan pasukannya ada sekitar sepuluh orang.
Tentu saja masing masing dari mereka bukanlah seorang tabib yang sembarangan, masing masing memiliki nama dan reputasi yang sangat baik.
Kedua tabib itu dengan telaten memeriksa denyut nadi milik Zhou Beishang, wajah keduanya tidak baik. Ini membuat jantung Bei Zhao menjadi berdetak jauh lebih cepat, tidak peduli bagaimanapun dia ingin menolaknya.
"Keadaan Bei Wangfei sangat buruk, mungkin hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan nya. Seluruh organ internal nya hampir berhenti bekerja dan keadaan nya sudah ada di ujung tanduk. " Ucap salah satu tabib.
"Aku tidak peduli bagaimana kalian melakukan nya, tapi kalian harus membuat Bei Wangfei untuk tetap bertahan. Jika Bei Wangfei tidak bertahan maka kalian tidak perlu bertahan juga. " Ucapnya dengan tatapan yang mengerikan.
Zhou Beishang terbaring dengan wajah yang pucat pasi dan tubuh yang lemah, bahkan nafasnya pun hampir tidak terdeteksi.
Zhou Beishang saat ini seperti boneka porselen yang akan hancur dalam sekali sentuh. Kedua tabib itu mengambil puluhan macam obat sebelum mulai membuat nya sebagai wewangian di ruangan ini.
Tidak lama, A Xiang masuk dan melihat obat obatan ini. A Xiang berjalan menuju Zhou Beishang dan memasukkan sebuah pil ke dalam mulut Zhou Beishang.
"Apa yang sedang kau lakukan ?!" Tanya nya dengan dingin sambil menaruh pedang di sebelah leher A Xiang.
"Nona ku pada dasarnya memiliki tubuh dasar racun, jika tidak memakan pil khusus maka tubuhnya akan semakin hancur karena obat obatan disini. " Ucap A Xiang.
"Aku akan kembali lagi dalam waktu 3 jam untuk membawakan minuman yang harus nona minum. " Ucap A Xiang dengan dingin.
A Xiang berjalan pergi, dia juga memilih untuk tidak menahan A Xiang dan hanya meminta bawahan nya untuk mengawasi A Xiang.
__ADS_1
Di sisi lain, A Xiang sedang meracik racun racun milik nona nya dengan mata yang memerah.
"Bajingan sialan ! Dia jelas jelas ada di sana sejak lama, tapi memilih untuk keluar dengan keren dan mengabaikan nyawa nona ! Apakah dia pikir nyawa nona tidak lebih penting dari reputasinya ?!" A Xiang dengan marah memukul meja.
"Tidak tahu apa yang dibuat oleh bajingan itu sampai sampai mendapat nona ku yang baik seperti malaikat untuk hidup bersamanya. Sialan, dia bahkan tidak menghargai nona ku sama sekali. Jika bukan karena menghargai nona maka aku akan memimpin semua orang untuk meratakan tempat ini. " Dengus A Xiang dengan marah.
A Xiang meracik racun milik nona nya sambil meneteskan air mata, siapa yang tidak sakit melihat nona nya begitu menderita ?
Jika bukan karena nona nya memohon padanya untuk tetap memberikan racun sialan ini padanya meskipun sedang sakit sekalipun , maka dia tidak akan melakukan ini.
"Perjuangan nona sudah mendekati akhir, aku tidak boleh egois dan membuat usaha nona satu tahun belakangan ini menjadi sia sia. Tidak ada jalan mundur lagi untuk ini. " Gumam A Xiang sambil menyemangati dirinya sendiri.
A Xiang membuat racun tersebut sambil menyeka air mata nya dan mulai fokus untuk merebus tanaman tanaman beracun itu dengan teliti.
Sedangkan di sisi lain, Bei Zhao sedang duduk di ruang kerjanya dengan tatapan kosong dan bingung.
"Tuan, Dinasti Liang Barat sedang menunggu keputusan anda soal surat yang diberikan olehnya. " Ucap bawahan Bei Zhao dengan hati hati.
"Lupakan, aku sedang tidak ingin membahasnya. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
Bawahan itu gemetar secara tidak terkendali kala mendengar nada Bei Zhao yang sangat dingin dan mematikan.
" Mana catatan pengeluaran kali ini ? Selidiki siapa yang mengirim pasukan pembunuh bayaran !" Perintah Bei Zhao.
"Ya Tuan. " Ucap bawahan itu sambil mengeluarkan kertas yang panjang dan berisi angka angka yang memusingkan kepala.
Bei Zhao menerima kertas itu dan membacanya dengan seksama sedangkan bawahannya pergi untuk menyelidiki kasus pembunuh bayaran yang menyerang Bei Wangfei.
Dia melakukan ini karena siapapun yang telah melakukan ini telah melukai harga dirinya. Dia tidak peduli dengan Zhou Beishang, baginya wanita itu hanyalah penghalang bagi rencana besarnya.
Yang dia lakukan selama ini hanyalah untuk menjaga reputasi yang telah di bangun olehnya selama ini.
__ADS_1
(Note : Coba komen siapa yang kesal dengan karakter Bei Zhao ? Author sendiri kesal, hahaha. )