
Dia mengetuk pintu dengan perlahan, sebelum terdengar jawaban dari dalam.
"Masuk." Jawab suara berwibawa dari dalam.
"Bei Wang, lama tidak bertemu denganmu. " Ucapnya dengan tenang dan tanpa emosi.
"Kau sudah sadar ? Aku mendengar bahwa keadaan mu masih buruk tadi pagi. " Ucap Bei Zhao tanpa mengalihkan pandangan dari laporan keuangan Kediaman Bei Wang.
"Ini semua adalah keajaiban, buktinya aku sudah bisa berjalan ke tempatmu setelah bangun. " Ucap nya dengan tenang.
Dia berjalan menuju meja Bei Zhao dan menuangkan Teh ke cangkir milik pria itu, lalu menuangkan nya pada milik nya sendiri.
"Pertama tama aku akan berterima kasih pada Bei Wang karena telah membantuku mengurus pembunuh bayaran itu. " Ucapnya.
"Langsung saja katakan apa yang kamu ingin sampaikan. " Ucap Bei Zhao.
"Baik, kau tidak boleh pergi berperang. " Ucapnya dengan langsung sambil menghela nafas.
"Tidak boleh pergi perang ?" Tanya Bei Zhao sambil menatap nya dan mengangkat salah satu alis.
"Aku berpikir sebelum nya kalau satu bulan atau paling lambat tiga bulan sudah bisa menyembuhkan mu. Tapi, setelah kau membawaku di kuda mu kemarin, aku memeriksa denyut nadi mu dan menyadari kalau racun itu telah menyatu dengan darahmu. " Ucap nya dengan tenang.
"Mungkin akan menghabiskan waktu sampai satu tahun, aku juga tidak bisa hanya memberikan darahku untuk mu karena ini. Tubuhmu tidak akan kuat karena meminum darahku saja, aku akan mencampur nya dengan beberapa macam tanaman. " Lanjut nya sambil menatap mata Bei Zhao.
"Selama masa pengobatan maka kau tidak diperbolehkan untuk mengerahkan tenaga mu untuk sesuatu yang berlebihan apalagi pergi berperang. Jika kau ada peperangan yang harus di selesaikan maka lebih baik selesaikan terlebih dahulu sebelum aku mengobati mu. " Ucapnya.
Bei Zhao tampak menatap matanya dengan dalam, mungkin untuk memastikan apa kah dia berbohong aua tidak.
"Aku tidak bisa untuk tahun ini, sampai akhir tahun pun tidak bisa. Orang orang Utara akan kelaparan dan mencari cara untuk mencuri di perbatasan. " Ucap Bei Zhao.
"Perairan belakangan ini tampak tenang, tapi aku takut mungkin tidak sesederhana itu. Aku takut bahwa orang orang Dinasti Song hanya menunggu waktu untuk menyerang kita. " Balasnya dengan tenang.
"Sepertinya kemampuan menganalisa mu tidak buruk. " Ucap Bei Zhao sambil menyesap teh.
"Bei Wang terlalu memuji, dengan ingatan ku yang buruk. Aku hanya bisa mengingat beberapa hal kecil. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Dinasti Song memang akan selalu diluar perkiraan, tidak ada salahnya untuk berjaga jaga tapi aku memperkirakan bahwa dia tidak akan datang tahun ini. Dinasti Song menjalin kerja sama dalam bidang pertanian dengan Dinasti Long. Mereka tidak akan kelaparan lagi, kemungkinan besar mereka tidak akan datang. " Ucap Bei Zhao lagi.
__ADS_1
"Belum tentu, keserakahan seseorang tidak dapat di perkirakan. Dinasti Song mungkin sudah mendapatkan apa yang di inginkan nya. Tapi, masih belum puas apa lagi melihat Dinasti Qin yang seperti domba empuk. Di saat seperti ini, Yang Mulia Kaisar bahkan masih akan memilih untuk melemahkan kekuatannya sendiri. " Ucapnya dengan tawa kecil.
"Apa kau tidak takut bahwa aku akan mengatakan ini pada Kaisar ?" Tanya Bei Zhao.
"Itu tidak berguna bagimu, Bei Wang. Jika kau mengatakan itu maka penyakit mu tidak akan sembuh dan Yang Mulia Kaisar akan menjadi lebih waspada denganmu, bahkan menjadi tidak bisa tidur sebelum melihat mu lumpuh. " Ucap nya masih tenang.
Bei Zhao hanya mengangguk dengan wajah datarnya yang tidak pernah berekspresi.
"Jadi Wangye, jangan lupa untuk memberikan jadwal kegiatan mu padaku. Jika tidak, bagaimana aku bisa menebak atau menjadwalkan nya ?" Tanya nya.
"Baik, aku akan menyuruh bawahan ku untuk mengatur dan mengirimnya ke tempat mu. " Ucap Bei Zhao tanpa ekspresi.
"Bagus, lebih baik anda segera sadar jika kita saling membutuhkan. Aku membutuhkan mu untuk menjagaku dan kau membutuhkan ku untuk mengobati mu. " Ucapnya dengan senyum puas.
Dia sebenarnya takut, semakin dekat dia dengan Istana maka semakin berbahaya dia. Ada begitu banyak pria hidung belang yang ingin menjadikan nya sebagai salah satu boneka mereka.
"Dengan status Bei Wang ini, maka kau tidak perlu takut dengan semut semut itu. " Ucap Bei Wang dengan datar.
"Hm, lalu aku akan berbicara soal Istana dengan anda. " Ucapnya dengan senyum aneh.
"Ibu Suri mengambil pergerakan di belakang dengan hati hati, lebih baik untuk berhati hati dengan nya, Yang Mulia. " Ucapnya.
"Ya, anda jangan lupa kalau dia berasal dari sebuah keluarga besar dan kuno. Dia memiliki banyak koneksi kemana saja, daripada takut pada Kaisar. Aku justru lebih waspada pada Ibu Suri. Pergerakan nya sangat halus, dia seperti sedang bermain di atas papan catur. Kita semua adalah salah satu bidak nya, baik aku maupun kau. " Ucapnya.
Bei Zhao tampak terdiam sedangkan dia hanya tertawa kecil sebelum berdiri.
"Aku hanya ingin menyampaikan hal ini pada Bei Wang, lebih baik untuk berhati hati di masa depan. Ibu Suri sedang menargetkan panahnya padamu. " Ucapnya sebelum berjalan keluar.
Tidak terasa, dia menghabiskan hampir satu jam hanya untuk berbicara hal semacam itu pada Bei Zhao.
Sesampainya di depan, dia melihat A Xiang sudah menunggu.
"Nona, apakah anda memberi tahu rencana Ibu Suri pada Bei Wang ? " Tanya A Xiang.
"Ya dan tidak, Ibu Suri masih harus membayar banyak hal padaku. " Ucapnya dengan senyum yang tidak bisa ditebak.
"Ibu Suri menginginkan Kekaisaran, aku menginginkan Giok Phoneix Abadi. Kami saling menguntungkan satu sama lain. " Ucapnya dengan ringan.
__ADS_1
"Nona, bagaimana jika Ibu Suri kembali pada perkataan nya dan menggunakan Giok Phoenix Abadi untuk dirinya sendiri ?" Tanya A Xiang.
"Tentu saja, aku sudah mengantisipasi untuk hal ini. Aku telah menyiapkan pedang untuk menusuknya ketika dia memilih untuk kembali pada perkataan nya." Dia tersenyum misterius.
Tidak ada yang bisa menebak langkahnya, dia sudah memperkirakan bahwa ada seseorang yang akan mengirimkan nya pembunuh bayaran itu.
"A Xiang, pastikan siapa yang mengirim pembunuh bayaran. Aku akan membuat mereka membayarnya. " Ucap Zhou Beishang.
"Ya Nona. " Ucap A Xiang.
Dia berjalan lebih dahulu sedangkan A Xiang yang melihat punggung nona nya yang semakin menjauh menjadi termenung.
Dia sudah ikut dengan nona nya sejak lama, tapi sampai sekarang masih belum bisa menyadari apa yang ada di pikiran nona nya.
Zhou Beishang itu seperti air, bisa menyesuaikan diri dimana pun dan akan bertahan dalam bentuk apa pun.
Di sisi lain,
Zhou Beishang sudah di dalam paviliun nya, dia duduk di atas kasur dan memandang ke sekitarnya dengan hati hati.
"Semakin besar batu maka semakin dalam batu itu tenggelam. Semakin tenggelam maka batu itu semakin tidak disadari." Ucapnya dengan ringan.
(Maksudnya adalah batu adalah kemampuan seseorang. Semakin besar kemampuan seseorang maka semakin tidak disadari oleh semua orang dan bisa bermain di belakang layar dengan sempurna. )
Challenge untuk Bonus Like :
1,5 k like update 3 chapter
2 k like update 3 chapter
2,5 k like update 3 chapter
3 k like update 3 chapter
__ADS_1
Yang sudah membaca cerita author yang lain pasti mengerti dengan sistem bonus like yang ada di setiap cerita author.