
Wen Yao segera berlari untuk mengikuti langkah Zhou Beishang dan melihat seorang pria yang terbaring dengan wajah yang tertutup topeng dan dijaga oleh A Xiang dan Song Yu.
Dia berjalan dan membuka topeng itu dengan tenang, wajah yang tidak asing tampak di bawah dia mendengus dingin ketika menatap wajah orang ini.
"Bawa dia ke penjara !" Perintah Wen Yao pada dua pengawal muda di belakang pria itu.
Kedua pengawal itu tidak berani menunda sedetik pun dan langsung membawa tubuh pria yang pingsan ke dalam penjara.
"Apa kau sudah menyuruh orang untuk mengirim surat ?" Tanya nya pada Wen Yao.
"Sudah, Bei Wangfei. " Ucap Wen Yao dengan sopan.
Dia mengangguk dan berjalan mengikuti kedua prajurit muda itu sementara Wen Yao masih mengekor di belakangnya bersama dengan A Xiang dan Song Yu.
Dia berjalan masuk kedalam penjara yang lembab dan bau, dia melihat banyak tahanan yang bahkan tidak berbentuk sebagai manusia lagi.
Mereka masih hidup tapi sangat mengenaskan, hatinya mendingin dan tidak memiliki rasa iba yang tersisa.
Dia melihat cambukan yang tersusun rapi di dinding lalu mengambil salah satunya.
"Bei Wangfei, tempat ini tidak cocok untuk anda. " Ucap Wen Yao dengan ragu.
"Tidak ada tempat yang tidak cocok untukku. " Balasnya dengan dingin.
Dia membawa cambukan itu dan berjalan menuju sel yang berisi orang yang berusaha untuk membunuhnya tadi.
Kaki dan tangannya, bahkan lehernya dipasang rantai supaya tidak lari.
"Kalian bisa pergi. " Ucapnya pada kedua prajurit muda yang merantai pembunuh itu.
Dia menghirup bau lembab yang familiar ini, dia kembali mengingat hari dimana dia dikurung didalam gudang tanpa makanan selama 1 hari.
Senyumnya mengembang dan jari telunjuk nya menelusuri cambuk ditangannya, lidahnya membasahi bibirnya yang kering.
Merasa masih ada orang yang berdiri di luar sel penjara, dia masih belum melakukan aksinya.
"Apa yang kalian tunggu lagi, pergi !" Perintahnya.
__ADS_1
"T... tapi... " Wen Yao tidak ingin langsung pergi, bagaimanapun ini tidak ada perintah langsung dari Bei Wang sehingga pria itu bingung bagaimana harus bertindak.
"Pergi !" Ucapnya dengan penekanan dan nada dingin.
"Tuan Wen, sebaiknya kita segera keluar. " Ucap A Xiang dengan datar.
Wen Yao mau tak mau berjalan keluar, akhirnya hanya menyisakan dirinya dan berbagai tahanan yang ada disini.
Dia menepuk nepuk pipi orang itu dengan sedikit kuat.
"Waktunya bangun. " Ucapnya.
Tidak ada jawaban dari orang yang ditepuk olehnya.
"Kau masih tidak mau bangun, kau yakin ? Apa kau pikir aku tidak bisa menemukan cara bagaimana membuatmu bangun ? Atau kau ingin tidur selamanya ?" Bisiknya di telinga pria itu.
Pria itu segera membuka matanya dan menatapnya dengan tatapan marah, pria itu meludah dan dia segera melompat mundur.
"Jadi kau tidak ingin tidur selamanya. " Ucapnya dengan nada mengejek.
"Tidak peduli apa yang kau lakukan, aku tidak akan mengatakan apapun. Kau bisa membodhi semua orang, tapi aku sendiri paling tahu bahwa Bei Wang tidak mencintaimu !" Ucap pria itu sambil meludah.
"Lalu, kenapa jika Bei Wang tidak mencintaiku ? Apakah aku mencintainya ? Tidak. " Ucapnya dengan nada mengejek yang sama.
"Hubungan kami saling menguntungkan, apa kau iri ? Biar aku tebak, kau pasti putra pertama Sang Yun Fang yang melarikan diri bukan ?" Tanya nya sambil berjalan mendekat.
"Sang Xun, putra pertama Sang Yun Fang yang sedang dalam pencarian. Aku tahu, bukan karena kau menyamar begitu hebat sampai sampai kau tidak ketahuan. Melainkan kau berada di naungan Ibu Suri untuk berlindung, aku akui itu pilihan yang cukup bagus. Paling tidak itu bisa mempertahankan nyawamu untuk sementara. " Ucapnya.
"Kau tidak tahu apa apa, diam !" Teriak Sang Xun yang tidak mau mengaku.
"Mari kita lihat apakah aku benar. "Ucapnya dengan tatapan yang kelam, dia dengan paksa mengcengkram rahang Sang Xun yang membuat pria itu memberontak tapi tidak bisa.
Dia memasukkan bubuk racun kedalam mulut Sang Xun dan racun itu dengan cepat meluncur. Dia melepaskan cengkraman nya dengan kasar.
Lalu kembali tersenyum seperti biasa.
"Kebetulan, aku sedang dalam suasana hati yang baik. Mari lakukan dengan perlahan. " Ucapnya dengan senyum dingin.
__ADS_1
Pah !
Tangan nya berayun yang membuat cambuk itu menghantam bahu Sang Xun tanpa ampun, bahkan merobek pakaian pria itu.
Darah mulai mengalir dari bahu pria itu dan pria itu mendesis karena merasakan sakit sekaligus perih dari luka terbuka itu.
Tidak lama, racun yang diberikan olehnya beraksi yang membuat luka Sang Xun menjadi tidak tertahankan.
Pah !
Tangannya kembali berayun dan mencambuk bahu lain milik Sang Xun, kali ini pria itu tidak bisa menahan dalam diam lagi.
"Arghh !!" Teriakan ini sangat keras sampai sampai membuat tahanan lain membulatkan mata mereka dengan ketakutan.
Dia tidak berhenti dan terus melanjutkan aksi nya seolah olah dia tidak mendengar sama sekali. Dia tampak seperti pembunuh berdarah dingin.
"Sebutkan nama mu maka aku akan memberi pil ini, pil ini akan membuatmu kehilangan rasa sakit selama 5 menit. Selama kau bisa menjawab pertanyaan ku, maka aku akan memberimu 1 pil lainnya. " Ucapnya setelah beberapa saat.
"A... aku.... adalah Sang Xun !" Ucap Sang Xun sambil meraung.
"Bagus, makan ini. " Ucapnya.
Dia memberikan sebuah pil berwarna merah muda yang sangat kecil untuk ditelan oleh Sang Xun. Dia menjatuhkan ke dalam mulut Sang Xun.
Dalam sekejap, rasa sakit dalam tubuh Sang Xun segera menghilang.
"Bagaimana menurutmu ? Kamu ingin aku menunggu waktu 5 menit atau kau ingin bekerja sama denganku untuk memberikan jawaban ? Semuanya ada ditanganmu, lagipula aku memiliki banyak waktu luang. " Ucapnya dengan senyum dingin.
"Lebih baik untuk bermain dengan mu daripada menghabiskan waktu ku dengan kegiatan tidak berguna. " Lanjutnya lagi dengan lembut.
Sang Xun tidak menjawab nya dan hanya menundukkan kepala dengan kedua tangan yang terantai.
Jadi, posisi Sang Xun seperti sedang dalam posisi berlutut tapi dengan kedua tangan yang ditarik ke belakang, kedua kaki yang dirantai dan leher yang diikat dengan kencang.
Orang orang disekitar menatap Sang Xun dengan tatapan ngeri, seolah olah penyiksaan Sang Xun ini sangat mengerikan.
Sedangkan dia hanya biasa saja, untuk seseorang yang mencoba untuk membunuhnya. Maka dia tidak bisa melepaskan ini begitu saja.
__ADS_1
Siapapun dalang dibalik ini, maka dia akan membuat mereka membayar. Dia pikir, selama ini dia telah bertindak dengan pasif, sekarang sudah waktu nya untuk bertindak dengan agresif dan menyingkirkan seluruh musuh nya.