
3 Hari kemudian
Lin Qiaofeng saat ini sedang bersiap siap untuk menjalankan rencana sempurnanya, tapi sebelum itu dia harus mengisi perutnya dengan sesuatu dulu atau rencana baiknya akan menjadi percuma.
"Mi di kedai ini adalah yang terbaik. " Gumam nya dengan semangat.
Sementara dia dan Lin Yue berpisah, Lin Yue sedang berusaha untuk mengejar Yang Xin sementara dia memiliki misi nya sendiri.
Lin Qiaofeng menghabiskan sisa kuah dengan satu kali tegukan sebelum akhirnya di datangi oleh seorang pria yang menggunakan topeng.
"Nona Lin, Tuanku ingin membahas kerja sama. "Ucap orang itu tanpa awalan atau akhiran.
Lin Qiaofeng yang mendengar ini hanya acuh tak acuh dan mengangguk seolah olah sudah memperkirakan hasil ini.
Bukannya dia licik, hanya saja dia menggunakan kesempatan yang ada dengan baik. Lin Qiaofeng secara tidak sengaja mendengar bahwa salah satu anggota Paviliun Qiao Yao terkena racun kalajengking.
Jadi, dia mengambil kesempatan dari hal ini, selain itu dia juga sudah memperkirakan hasil ini. Chu Huli pastilah memilih anggota Paviliun Qiao Yao nya dibandingkan Lan Xiang.
Ini adalah hal yang umum.
Lin Qiaofeng tidak terburu buru, bahkan dia dengan santai membayar lalu sedikit mengobrol dengan pemilik kedai.
"Paman, aku pasti akan datang kemari lagi di lain hari. " Ucapnya pada pemilik kedai.
"Ha ha ha, aku senang apabila nona datang lagi. " Ucap Pemilik kedai dengan antusias.
Tentu saja antusias, Lin Qiaofeng selalu membayar lebih ketika makan disini. Pemilik kedai mana yang akan menolak ?
Lin Qiaofeng yang mendengar itu tertawa dan berjalan pergi, orang utusan Chu Huli masih di belakangnya dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya mengikuti nya layaknya orang bisu.
"Hei, siapa namamu ?" Tanya nya pada bawahan Chu Huli itu.
Bawahan Chu Huli itu hanya diam dan memperlakukan nya seperti angin lalu, ini membuatnya kesal.
"Hei, aku bertanya padamu !"Teriak nya pada orang itu.
__ADS_1
Melihat bahwa bawahan Chu Huli tidak menjawab akhirnya dia menyerah dan tidak mengejar pria ini lagi.
"Aku tebak marga mu seharusnya Chu bukan ?" Tanya nya.
Orang itu hanya diam dan tidak mengatakan apapa, dia menghentak kan kaki nya dengan kesal. Dia ditemani oleh seseorang tapi merasa seperti jalan sendirian.
Pada akhirnya, Lin Qiaofeng sampai di Pelelangan Qinzhu dan pada saat itu dia langsung naik ke lantai paling atas untuk bertemu dengan Chu Huli.
Chu Huli telah duduk dan menunggu nya, dia melihat Chu Huli dengan senyum cerah dan duduk di depan Chu Huli.
"Jadi, apa maksud dari Tuan Chu untuk memanggil ku kemari ?" Tanya nya dengan pura pura tidak tahu.
"Jangan bermain layaknya orang buta, Nona Lin. : Ucap Chu Huli dengan senyum lembut.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang Tuan Chu katakan, harap maafkan kelambatan otakku ini dan aku memohon pada Tuan Chu untuk menjelaskan. " Ucapnya dengan menyesal tapi ekspresi nya tidak menunjukkan hal yang sama.
Lin Qiaofeng tersenyum penuh kemenangan, untuk membuat Chu Huli mengaku bahwa pria itu bersedia bekerja sama dengannya tentu saja adalah kepuasan tersendiri.
"Nona Lin, bukankah kamu telah menganiaya ku ?" Tanya Chu Huli dengan senyum tidak berdaya.
"Baiklah, aku menyerah, aku ingin bekerja sama dengan Nona Lin. Aku yakin, Nona Lin sudah menebak ini dari beberapa hari lalu, bagaimanapun darah lebih kental daripada air. " Ucap Chu Huli dengan senyum menggoda.
Bisa dibilang, wajah Chu Huli ini layak untuk mendapat penghargaan sebagai pria tertampan, pantas saja banyak wanita wanita dari tempat hiburan rela tidak dibayar untuk berhubungan dengan Rubah Cinta ini.
Lalu, dada bidang Chu Huli yang sangat menggoda tentu saja menjadi daya tarik , dengan pakaian merah darah yang menggoda tentu saja mampu memikat hantu wanita.
Rahangnya yang tegas dan tajam belum lagi dengan tatapan yang tajam, hidung yang tinggi dan mancung.
Itu adalah kesempurnaan.
Tapi, entah kenapa jika dia melihatnya, dia masih tidak bisa mengatakan bahwa Chu Huli adalah yang tertampan.
Di dalam hatinya, masih ada seorang pria yang lebih tampan dan berwibawa tapi sayangnya mereka tidak ditakdirkan untuk bersama bukan ?
Lin Qiaofeng menghela nafas dengan kesal dan menatap Chu Huli.
__ADS_1
"Karena sekarang kita adalah rekan, apakah aku boleh untuk mengikuti Tuan Chu dan mengobati ? " Tanya nya dengan penasaran.
Dikatakan bahwa racun kalajengking adalah racun dari segala racun, tapi menurutnya itu tidak benar. Yang paling berbahaya adalah Racun Gu.
Racun Gu dibuat dari segala hewan beracun yang bertarung, sebelum akhirnya mendapat satu hasil akhir yang paling baik.
Itu adalah raja dari segala racun. Darahnya sendiri mengandung racun Gu yang bisa mengobati segala jenis racun tapi juga bisa menjadi racun yang mematikan.
Tidak mudah untuk mengembangkan darah seribu racun atau darah racun Gu ini, seperti yang dilihat sebelumnya.
Harus menangani satu tahun penuh siksaan dan harus menjauhi beberapa jenis tanaman penawar yang berbahaya.
Chu Huli tampak ragu ragu dengan permintaan yang dia buat sebelum akhirnya mengangguk menyetujui.
"Terima kasih atas kemurahan Tuan Chu. " Ucap nya dengan senang.
Chu Huli kembali mengangguk dan memberi tanda padanya, mereka berdua berjalan turun menggunakan topeng.
Sesampainya dibawah, kereta kuda yang tidak kalah mewah dari milik Kekaisaran telah tiba di depan nya.
Chu Huli melangkah masuk sementara dia juga ikut, di dalam, dia menyerahkan sepuluh tetes darah seribu racun miliknya.
"Tuan Chu, sudah berapa lama anggota mu ini terkena racun ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Mungkin sekitar 1 bulan. " Ucap Chu Huli dengan jujur.
"Kenapa Nona Lin menanyakan ini ?" Tanya Chu Huli dengan senyum tipis.
"Tidak apa apa, aku pernah berlatih sedikit tentang racun, jika kondisinya terlalu kritis maka darah seribu racun saja tidak akan bisa menyembuhkan nya bahkan bisa memperparah kondisinya, jika memang separah itu maka aku akan membantunya dengan teknik akupuntur yang telah aku pelajari. " Ucapnya dengan tulus.
Karena mereka telah bekerja sama maka dia akan melakukan yang terbaik, lagipula dia penasaran dengan orang Paviliun Qiao Yao.
Sebenarnya, di depan Chu Huli kemarin di bertingkah layaknya sangat tahu tentang kondisi internal Paviliun Qiao Yao, nyatanya itu tidaklah benar.
Orang yang dia keyahui di Pavilun Qiao Yao hanyalah Chu Huli yang merupakan orang terkenal di kalangan rumah bordil dan mendapat julukan Rubah Cinta.
__ADS_1
Setelah melihat langsung, Lin Qiaofeng tidak merasa ada yang salah dengan julukan itu, sikap dan kata kata Chu Huli mampu membuat semua orang jatuh cinta dan tunduk padanya.