Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
27. Kediaman Ibu Suri


__ADS_3

Kereta kuda miliknya melesat dengan begitu cepat, dia dengan santai memejamkan mata nya.


"Nona, apakah anda yakin untuk masuk ke tempat Ibu Suri ? Sejak anda masuk ke sini maka tidak akan ada jalan mundur lagi. " Ucap A Xiang dengan khawatir.


"Sejak dulu, apakah aku memiliki jalan mundur ? Apakah aku memiliki kesempatan untuk memutar balik ? Semua orang disekitarku memaksa ku untuk maju dan maju. Sejak lama, aku tidak memiliki jalan mundur. " Ucapnya sambil tersenyum pahit.


Dia sedih mengatakan ini ,tapi ini adalah kenyataan yang tidak bisa dia hindari. A Xiang menatap nya dengan tatapan sendu , sedangkan dia hanya tersenyum tipis.


"Selalu ada hal baik di samping kesulitan. " Ucapnya dengan pelan.


Tidak ada yang berani untuk menghalanginya sampai akhirnya dia berjalan turun dari kereta kudanya. Kereta kudanya di parkir kan bersama dengan kereta kuda lainnya.


Dia berjalan masuk dan dua orang pelayan dengan wajah sombong menghalangi nya untuk masuk ke dalam kediaman.


"Siapa kalian ?! Tamu yang dikatakan oleh Ibu Suri sudah memenuhi batas, tanpa undangan maka kalian tidak bisa masuk. " Ucap salah satu pelayan.


"Seorang pelayan yang berani ! Ini adalah undangan yang diberikan oleh Ibu Suri !" Ucap A Xiang dengan marah.


"A Xiang, tidak perlu marah. Huangtaihou ternyata tidak serius untuk mengundangku, tidak masalah. Ayo kita pulang ! " Ucapnya dengan lembut.


"Kediaman Huangtaihou, tampaknya terlalu sempit untuk menampung ku. " Ucapnya dengan ejekan yang tersirat.


(Huangtaihou : Ibu Suri / Janda Permaisuri)


"Kau !" Ucap pelayan itu dengan marah.


Sampai akhirnya keluar seorang gadis yang lebih terawat, ini adalah putri kediaman Ibu Suri, dia merupakan gadis yang diangkat oleh Ibu Suri untuk menjadi putrinya.


"Ada apa ini ?" Tanya putri angkat Ibu Suri.


"Gongzhu, ada dua orang kampung yang memalsukan undangan milik Huangtaihou. " Ucap kedua pelayan itu dengan sopan.


(Gongzhu : Putri Kekaisaran. )

__ADS_1


Putri Angkat Ibu Suri memeriksa undangan, sedangkan dia terus berjalan menuju kereta kudanya tanpa peduli.


"Wangfei Niangniang !" Panggil Putri Angkat Ibu Suri, Xiao Yu.


Dia berpura pura tidak mendengar dan terus berjalan menuju kereta kudanya sebelum akhirnya ketika dia baru saja akan naik kereta kuda, sebuah tangan menahannya.


"Wangfei Niangniang, maafkan atas ketidaksopanan pelayan kediaman ku. Biarkan aku meminta maaf atas nama Huangtaihou, ini semua adalah kesalahanku. Harap Wangfei Niangniang memberikan hukuman padaku. " Ucap Xiao Yu.


(Wangfei Niangniang adalah panggilan untuk gelar milik Zhou Beishang karena telah menjadi istri dari pangeran. Bei Zhao adalah paman Kekaisaran dengan kata lain adalah saudara Kaisar, jadi secara tidak langsung Bei Zhao adalah seorang pangeran. Setelah menikah dengan Bei Zhao, gelar milik Zhou Beishang berubah menjadi putri. )


"Ternyata Xiao Gongzhu, aku mendengar bahwa tempat Huangtaihou telah penuh jadi aku akan pulang. " Ucapnya dengan tenang.


"Wangfei Niangniang, itu adalah kesalahan kedua pelayan kediamanku. Aku akan memberikan hukuman yang setimpal agar mereka dapat menyadari kesalahan mereka. " Ucap Xiao Yu dengan rendah hati.


Dia hanya diam dan tidak membalas, senyum ramah di wajahnya sama sekali tidak berkurang.


"Wangfei Niangniang ?" Xiao Yu bingung kenapa dia tidak bergerak.


Wajah Xiao Yu berubah menjadi muram, ini mempermalukan status Xiao Yu. Dia membuat seolah olah kata kata Xiao Yu tidak dapat dipercaya.


Tapi, dalam sekejap senyum ramah kembali di wajah Xiao Yu dan meminta pengawal untuk menyeret kedua pelayan itu.


"Bersujudlah untuk meminta pengampunan pada Wangfei Niangniang 20 kali ! Lalu cambuk mereka 30 kali di kaki, punggung dan tangan ! Setelah itu, bawa mereka ke tempat pencucian, tidak boleh keluar tanpa seizinku !" Ucap Xiao Yu pada pengawal.


Dia hanya mengangguk samar dan melihat kedua orang itu yang mulai bersujud sampai kepala mereka berdarah, dia hanya menatap dengan acuh tak acuh.


Dia sudah terbiasa untuk mendengar ratapan seseorang, tidak ada lagi yang bisa dia rasakan setelah mendengar ratapan seseorang atau bahkan ratapan milik dirinya sendiri.


"Maafkan kami Wangfei Niangniang, kami memiliki mata tapi tidak dapat mengenali gunung Tai. " Ucap kedua pelayan itu dengan menyedihkan.


( Maksudnya adalah tidak mampu mengenali orang dengan status yang sangat tinggi. )


"Wangfei Niangniang, sinar matahari yang terik akan membuat kulitmu rusak. Ayo masuk, aku pasti tidak akan membiarkan hal semacam ini terulang lagi. " Ucap Xiao Yu setelah kedua pelayan itu bersujud dua puluh kali.

__ADS_1


"Tentu saja, untuk hukuman sisa nya aku mempercayai Xiao Gongzhu untuk melanjutkan. " Ucapnya dengan sindiran.


Seluruh pelayan di kediaman ini dikenal dengan perawatan yang luar biasa karena dilatih secara pribadi oleh Xiao Gongzhu.


Dengan kata katanya, itu seperti Xiao Yu ternyata tidak melatih para pelayan itu dengan tidak baik atau dengan kata lain asal asalan.


"Tentu saja, Wangfei Niangniang bisa tenang. Yang kecil ini pastilah akan mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan. " Ucap Xiao Yu sambil menekan kemarahan.


Sesampainya di dalam, begitu banyak wanita wanita cantik dengan dandanan yang begitu mencolok. Mulai dari emas, perak, berlian, batu giok dan berbagai macam perhiasan lainnya.


Bisa dibilang bahwa pakaian nya adalah yang paling sederhana di antara orang orang ini. Dia menutupi wajah nya sendiri dengan kipas dan hanya menyisakan mata.


"Siapa ini ?"


"Apakah dia Bei Wangfei?" Gumam yang lain.


Dia berjalan ke depan dan berlutut di depan Ibu Suri yang duduk di tengah tengah dan menjadi pusat perhatian.


"Huangtaihou, maafkan atas keterlambatan yang kecil ini karena beberapa masalah. Untungnya Xiao Gongzhu membantuku untuk keluar dari masalah tersebut. " Ucapnya.


Saat dia sedang berbincang, sebuah tempat duduk lainnya serta hidangan segera disajikan dengan cepat.


"Bei Wangfei Niangniang , kenapa kau berpakaian begitu sederhana ? Apakah karena Bei Wang akan pergi berperang ?" Tanya suara nyaring dari sebelahnya.


Kata kata ini mengisyaratkan seolah olah dia adalah orang yang miskin dan Bei Wang tidak memberikannya uang.


"Zhang Wangfei Niangniang, pemeran utama disini adalah Huangtaihou. Aku takut bahwa aku merebut banyak perhatian orang lain dan membuat orang melupakan Huangtaihou. Lalu, orang orang di perbatasan Timur sedang kelaparan. " Ucapnya dengan lembut.


Zhang Wangfei ini adalah bibi Kekaisaran dan merupakan saudara perempuan Kaisar yang sudah menikah dengan Keluarga Zhang.


Kata katanya membuat suasana menjadi canggung dan Zhang Wangfei tidak dapat berkata kata lagi. Kata katanya secara tidak langsung mengatakan bahwa Huangtaihou tidak lebih menarik darinya.


Lalu, yang masalah orang orang kelaparan seolah olah menyindir semua orang yang ada di sini. Mereka datang dengan segala sesuatu yang mahal, tapi tidak memberikan kontribusi apapun untuk orang yang kelaparan di perbatasan akibat perang.

__ADS_1


__ADS_2