
Setelah beberapa saat mengurus dan melakukan basa basi dengan Kaisar, dia akhir nya kembali ke kereta kuda nya.
Sekarang sudah tengah malam dan kebanyakan orang sudah tidur, Kaisar ingin menyuruh nya untuk menginap di Istana.
Tapi, dia menolak dengan alasan bahwa obat nya ada di Kediaman Bei Wang. Dia masuk ke kereta kuda nya dengan lelah.
Dia sudah menghabis kan begitu banyak waktu di Istana bahkan harus menghibur Walikota Nanzhou yang sedang kesepian karena kepergian istri tercinta nya.
Tapi, dari yang dia ketahui, nasib Istri Walikota Nanzhou sama seperti nya. Istri Walikota Nanzhou adalah orang yang tidak di ingin kan, bagaimana mungkin Walikota Nanzhou langsung bermain peran menjadi suami yang baik?
Bukan kah itu sangat menjijikkan sampai sampai akan membuat nya muntah, dia bersandar pada jendela kereta kuda dan memejam kan mata nya.
Saat ini, langit sedang sangat gelap dan mereka tidak bisa melaju dengan kencang karena jalan yang licin. Mereka bisa saja tergelincir jika tidak hati hati.
Di samping nya, ada A Xiang yang siap untuk membantu nya kapan saja. Lebih baik di serang oleh sekumpulan bandit di banding kan menginap di Istana.
Setiap orang di Istana bisa saja menjadi musuh nya, baik dari pelayan maupun Kaisar. Semuanya bagaikan ular berbisa.
Bisa bisa, ketika dia sampai di kediaman Bei Wang, itu sudah pagi dan matahari sudah akan mulai terbit.
4 Jam kemudian
Seperti yang di perkirakan, matahari sudah mulai menunjuk kan diri nya meskipun baru sedikit. Dia dan rombongan nya baru saja sampai di Kota Wuming, belum di Kediaman Bei Wang.
Semua nya sudah kelelahan, termasuk diri nya sendiri, hanya perlu 1 jam lagi sebelum dia sampai di Kediaman Bei Wang.
Setelah sampai di kediaman Bei Wang, dia langsung tertidur dan melupakan semuanya.
3 hari kemudian
Sudah 3 hari sejak Bei Zhao pergi untuk berperang dan Zhou Beishang sibuk untuk menyirami tanaman tanaman nya yang berharga.
"A Xiang, apa kah ada kabar dari medan perang ?" Tanya nya dengan ringan.
"Belum nona, mungkin segera. " Ucap A Xiang.
__ADS_1
Dia mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut, di katakan bahwa seluruh orang yang tinggal di perbatasan Utara telah di ungsikan untuk sementara waktu.
Melihat dari luka yang di derita oleh para korban perang, seperti nya itu cukup parah, dia tentu saja tidak duduk diam di tengah kesulitan itu.
Dia diam diam menyalurkan 1 juta tael perak untuk para korban perang, dia juga telah meminta A Xiang untuk menyiapkan banyak anak panah.
"Nona, anak panah yang anda pesan telah datang. Ini seratus panah, tapi terlihat seperti lima puluh buah, ringan dan lentur, tapi sangat kuat. " Ucap A Xiang sambil memberikan nya sebuah wadah panah yang cukup besar.
Dia mencoba untuk menggunakan nya dan terasa cukup berat mungkin beberapa belas kilogram, tapi untuk seratus anak panah ini sangat ringan.
"Sangat bagus. " Ucap nya dengan sedikit kesulitan.
Besar wadah anak panah ini bahkan hampir menutupi seluruh punggung nya, dia benar benar sedikit canggung dengan hal ini.
Dia berjalan masuk ke dalam kediaman nya dan merendam kan seluruh anak panah keep Salam baskom bear yang berisi cairan kuning keemasan.
Ini adalah ekstrak Bunga Jin Zhan Hua yang di campur dengan beberapa macam bunga dan tanaman lain nya dan menghasilkan sifat korosi yang cepat beserta rasa sakit yang kuat.
Tangan nya masuk ke dalam air itu tanpa ada masalah sedikit pun, dengan bantuan dari tubuh yang di latihnya, racun semacam ini tidak akan menjadi masalah bagi nya.
Dia tersenyum tipis ketika memandang ini, dia adalah orang yang tidak bisa seni bela diri, sehingga hanya bisa menggunakan racun untuk bertahan hidup.
Dia duduk dan menyeka keringat nya, dia memandang ke luar jendela dengan tatapan yang penuh dengan semangat membara.
Waktunya telah datang !
Dia memandang ke arah luar yang menunjuk kan seekor burung Elang yang melesat dengan cepat ke arahnya. Elang itu perlahan lahan mendarat di tangan nya.
Dia melepaskan gulungan kertas yang ada di mulut Elang, Elang itu menatap nya dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, pulanglah ke tempat majikan mu. " Ucap nya dengan senyum lebar, dia memasukkan sepotong daging pada mulut Elang itu.
Elang itu tampak senang dan terbang kembali ke luar, sedangkan dia kembali duduk untuk membaca surat.
Dia membuka catatan itu dengan penuh ketenangan dan membaca satu persatu kata yang ditulis dengan sedikit acak acakan.
__ADS_1
' Nona, ini adalah bawahan mu, Chen Xiang. Perbatasan Utara sedang sangat kacau, separuh dari 1.000 pasukan Jenderal Xie telah tumbang. Beberapa ratus pasukan Kediaman Bei Wang juga telah memakan korban apalagi dua Jenderal lainnya. Kita juga kehilangan sebelas saudara kita, harap nona mengambil keputusan dengan segera. '
Dia menutup kertas itu dan menghela nafas , dia mengambil jubah hitam milik nya dan mengalungkan wadah anak panah.
Dia membawa sebuah busur dengan ukiran bintang emas di setiap sisi nya, senar nya sangat kencang dan kuat.
Dia berjalan keluar dan melihat A Xiang yang sedang berdiri dengan patuh di depan kediaman nya.
"Nona." Panggil A Xiang sambil menunduk kan kepala nya.
Dia menyerahkan surat itu dan A Xiang membaca nya dengan raut wajah serius.
"Kita tidak bisa membiarkan pasukan kita meninggal lebih banyak lagi, lebih baik untuk langsung pergi ke sana. " Ucap nya.
"Ya, nona. " Ucap A Xiang.
A Xiang bersiul dan sebuah kuda hitam gagah yang bisa di tumpangi oleh dua orang langsung datang, A Xiang membawa sebuah pedang panjang di pinggang nya.
"A Xiang, kau kendalikan kuda. Aku akan membidik musuh dari belakang. " Ucap nya.
"Aku mengerti. " A Xiang langsung naik ke atas kuda.
Dia mengikuti di belakang nya, A Xiang langsung memacu kuda dan sebagian besar kekuatan milik nya telah di alokasikan pada kediaman Bei Wang.
Dengan begini, dia bisa tenang dengan Kediaman Bei Wang. Kuda di pacu dengan begitu cepat, bahkan dengan kecepatan ini mungkin masih membutuhkan 6 jam tanpa istirahat untuk sampai di Perbatasan Utara.
Jika dengan istirahat untuk kuda maka itu hampir 7 atau 8 jam, kuda ini meskipun sudah di latih, akan kelelahan setelah 4 jam berlari.
8 Jam Kemudian
Sesuai dengan perkiraan nya, dia telah sampai di perbatasan utara dalam waktu 8 jam. Dia melihat arena yang begitu kacau dan penuh darah.
Ada begitu banyak hewan liar yang menghancurkan tenda serta cadangan makanan, ada babi hutan, kambing gunung, serigala , singa gunung, bahkan kuda besar.
Semua nya menjadi kacau dan kalah kekuatan, dia dengan cepat memanah sebuah kuda yang menyerang tenda milik Bei Wang.
__ADS_1
Kuda itu langsung jatuh dan mati, perlahan lahan daging di tubuh kuda itu menghilang dan hanya menyisakan tulang.