Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
142. Paviliun Tianmei II


__ADS_3

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini adalah takdir yang di tetapkan oleh langit, tidak ada yang bisa mengubahnya. " Ucap Lin Qiaofeng dengan halus.


"Apakah namamu berubah dari sebelumnya ?" Tanya Zhao Ye Shi.


"Itu benar, aku tidak menyukai nama Beishang, jadi aku mengubahnya menjadi nama lain, yaitu Lin Qiaofeng. " Kata Lin Qiaofeng sambil tersenyum halus.


"Kamu menggunakan marga Lin ?" Tanya Zhao Ye Shi terkejut.


"Ya, tidak buruk bukan ? Aku telah mengetahu sebagian sebelumnya. Tapi, setelah ini aku mendapatkan sesuatu yang lebih jelas. Setelah mendengar kata katamu, aku bahkan ingin membuat nama lain untukku. " Canda Lin Qiaofeng.


"Qiaofeng, nama yang baik, sangat baik sekali. Nama Beishang itu diberikan oleh ibumu sebagai bentuk untuk menggambarkan betapa sulitnya perjuangannya untuk mempertahankan mu, menentang berbagai macam hal untuk terus bertahan hidup. 20 tahun, pada saat itu aku baru berumur 16 tahun, hanya seorang gadis bodoh, aku tidak mengerti betapa seriusnya masalah itu. Tapi, pada akhirnya aku mengerti bahwa saat itu adalah titik kritis, bodohnya aku pada saat itu bahkan tidak bisa membantu apapun. "


"Qiaofeng, dimasa depan kamu harus pergi menuju tempat Lin Xi dan meminta penjelasan lengkap darinya, dia pasti bersedia. " Ucap Zhao Ye Shi.


"Zhao Ye Shi, kamu terus berputar putar dan membahas hal tidak penting sejak tadi. Katakan saja langsung, berapa sisa umurku ? Berapa lama lagi tubuh fana ini bisa menahan siksaan ini ?"Tanya Lin Qiaofeng dengan terus terang.


Zhao Ye Shi menghela nafas berat kala tidak bisa mengecoh Lin Qiaofeng untuk tidak membahas hal tentang sisa umur.


"3 tahun lagi jika kamu tidak terus menerus bertarung, jika kamu terus menerus bertarung maka itu paling lama hanya bertahan 1 tahun dan paling lama 6 bulan. " Ucap Zhao Ye Shi sambil menunduk.


Mendengar hal ini Lin Qiaofeng tidak terkejut, dia adalah orang yang paling tahu tentang tubuhnya, kata kata Zhao Ye Shi hanya untuk membantunya mengetahui waktu pasti.


"1 tahun ya ? Itu semua sudah lebih dari cukup untuk menemui Lin Xi dan menyelesaikan ketidak puasan dari generasi masa lalu. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum puas.


"Qiaofeng, datanglah kemari lagi minggu depan. Aku akan menyiapkan obat untukmu, aku bisa membantumu memperpanjang nyawamu. Tidak tahu sampai kapan bisa bertahan dengan obat ini. " Ucap Zhao Ye Shi.


"Zhao Ye Shi, maaf karena telah merepotkan mu. Kamu tenang saja, aku pasti akan datang lagi, lihatlah matahari telah menampakkan diri aku harus segera kembali. " Ucap Lin Qiaofeng berdiri dan bersiap untuk pergi.


"Tunggu sebentar ! Qiaofeng, bisakah kau memanggilku sebagai bibi ? Aku tahu ini terkesan tidak tahu malu dan terlalu dipaksakan, jika kamu tidak mau maka tidak usah lakukan. " Ucap Zhao Ye Shi.

__ADS_1


"Bibi Zhao , Qiaofeng pamit dulu. " Salam Lin Qiaofeng sebelum akhirnya menghilang di balik rak buku.


Zhao Ye Shi terduduk di atas kursi dan air mata mengalir dari kedua belah matanya, air mata yang sejak tadi ditahan telah mengalir secara tidak terkendali.


Sementara di sisi lain, Lin Qiaofeng pergi tanpa mengucapkan apapun pada Ye Xushi dan pergi dengan langkah tergesa gesa, dia harus segera kembali ke istana.


Setelah sampai di lantai bawah, Paviliun Tianmei masih sangat ramai bahkan ketika matahari sudah menunjukkan wujud nya.


Orang orang ini, hanya tahu tentang keindahan dan keindahan benar benar menyakiti mata dan telinga ketika mendengar atau melihat hal hal terlarang.


Lin Qiaofeng berlari keluar dari Paviliun Tianmei sebelum akhirnya memandang ke belakang sekali lagi dan menghela nafas, terlalu banyak kejutan yang di dapatkan olehnya belakangan ini.


Mentalnya hampir tidak bisa menanggung ini semua dan merasa bahwa pertahanan nya hampir hancur, hanya saja ketika dia sedih seperti ini.


Lin Qiaofeng tidak ingin orang orang melihat kesedihan nya dan hanya bisa memendam nya sendiri atau melakukan hal hal ekstrim seperti ketika dia masih muda..


Masih banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang di dapatkan olehnya dan versi Zhao Ye Shi, sepertinya dia hanya bisa mencari Lin Xi untuk mengungkapkan segalanya.


Mau tidak mau, dia harus bertemu dengan pria tua yang telah hidup lebih dari setengah abad itu. Menyebalkan sekali, padahal dia tidak ingin bertemu dengan Lin Xi tapi saat ini keadaan tidak mendukung.


Dia ingin tahu apa yang terjadi pada ibunya pada saat itu dan apa hubungan yang dimiliki oleh ibunya degan Lin Xi, apakah kasim kepercayaan milik Lin Xi berbohong pada Lin Yue ?


Kenapa kasim itu harus berbohong ? Sepertinya masih banyak rahasia yang belum terbongkar, memikirkan ini membuat kepalanya seolah olah akan meledak.


Kepalanya berdenyut dengan menyakitkan dan Lin Qiaofeng berlari menjauh dari Paviliun Tianmei lalu duduk di bawah salah satu pohon dan menghela nafas.


Kesedihan semacam ini masih bisa di tanggung olehnya, tentu saja bisa ditanggung olehnya, dia adalah orang yang kuat.


Lin Qiaofeng terus mengulang ulang kalimat tersebut seolah olah menjadi mantra penenang dan menjadi sumber kekuatan bagi Lin Qiaofeng, benar benar luar biasa.

__ADS_1


Lin Qiaofeng adalah gadis yang tangguh, kehidupannya selama 21 tahun ini sama sekali tidak mudah, segala macam rintangan dan pengkhianatan telah di alami olehnya.


Lin Qiaofeng bersyukur dengan banyaknya luka yang ditorehkan di hatinya seiring berjalan nya waktu membuatnya merasa lebih berpengalaman dan tidak naif seperti dulu.


Setelah merasa lebih baik, Lin Qiaofeng kembali ke istana dan kembali menyamar melalui identitas Selir Yanping, pernikahan antara Bei Zhao dan Lin Yue menjadi semakin dekat yang membuat baik Lin Yue maupun Lin Qiaofeng sama sama sibuk.


Bei Zhao sendiri sudah mendapatkan kekuatan nya secara penuh dan Jenderal Xie telah mengendalikan Dinasti Song meskipun itu hanya palsu.


1 minggu berlalu, Kaisar mengadakan perjamuan kecil yang dihadiri oleh Lin Yue dan utusan dari Dinasti Tang, kondisi wajah Lin Yue tidak baik.


Selama 1 minggu belakangan ini, telah banyak hal yang terjadi antara Lin Yue dan Yang Xin, semuanya seperti air dan api sekarang.


Lin Yue telah menyerah untuk mengejar Yang Xin, dan Yang Xin mulai merasa kehilangan meskipun pada awalnya tidak merasakan apapun.


Lin Qiaofeng sendiri kebingungan bagaimana cara untuk menghibur Lin Yue yang sedih tapi menolak untuk mengakui bahwa gadis itu merasa sedih.


"Yue, apakah kamu sudah bersiap untuk pergi ke perjamuan ?" Tanya Lin Qiaofeng.


Lin Yue hanya diam dan menatap kosong ke arah lantai dengan wajah murung.


"Lin Yue ! Ayolah, aku bertanya apakah kamu sedih dan kamu menjawab tidak tapi tindakan mu mengatakan yang sebaliknya! Lin Yue, ceritakan padaku apa yang terjadi antara dirimu dan Yang Xin belakangan ini. " Perintah Lin Qiaofeng tanpa mau dibantah.


Lin Yue tidak menolak dan menghela nafas, lalu menatap adiknya yang tidak bisa diam ini.


"Kemarin, aku memutuskan segalanya. " Ucap Lin Yue dengan singkat.


FLASHBACK


Setelah menemani Lin Qiaofeng dan kembali ke Sekte Pedang Surgawi, sikap Yang Xin berubah menjadi sangat baik yang membuat Lin Yue merasa tidak nyaman, itu semua bukan tanpa alasan melainkan alasan dibalik perubahan sikap Yang Xin telah melukai Lin Yue.

__ADS_1


__ADS_2