Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
208. Jiwa Phoenix


__ADS_3

"Kamu tidak harus begitu pesimis. Umurmu tidak sependek yang dilihat. " Ucap Lin Beishang sambil menilai kondisi Lin Xi.


(Mulai sekarang pake Lin lagi karena sudah baikan. )


"Kamu tidak tahu, uhuk. Bahwa aku memiliki luka dalam di usia muda yang membuatku memiliki umur yang lebih pendek. " Ucap Lin Xi.


"Ayah !" Ucap Lin Yue sambil menepuk nepuk punggung Lin Xi.


"Saat ini, di bagian bawah kamar ini ada sebuah ruangan dengan patung Phoenix yang besar. Kalian, generasi ke 7 dari Keluarga Lin harus meneteskan darah kalian. " Ucap Lin Xi dan berhenti sejenak karena terbatuk batuk.


"Teteskan darah kalian di atas mangkuk emas yang ada disana dan memohonlah, 'Generasi ketujuh Keluarga Lin memohon Leluhur Phoenix untuk membantu mengusir penjahat'. Tapi, ini hanya perlu digunakan untuk darurat saja. Jika tidak terpaksa maka tidak perlu melakukannya. " Ucap Lin Xi.


"Harga apa yang harus dibayar untuk hal ini ?" Tanya Lin Beishang dengan terus terang, tidak mungkin untuk kekuatan sebesar ini tanpa bayaran yang mahal.


"Kamu selalu berterus terang seperti ini. " Ucap Lin Xi sambil tersenyum lebar.


"Aku tidak akan meminta sesuatu tanpa bayaran dan orang lain akan melakukan nya dengan sama. " Ucap Lin Beishang dengan tenang.


"Memang, sebagai bayaran maka itu akan menyerap masa hidupmu karena kekuatannya yang tak tertahankan, tidak hanya itu. Jiwa Phoenix sangat pemilih, dikatakan bahwa hanya orang yang cocok dengannya barulah bisa mendapatkan kekuatan penuhnya. "Ucap Lin Xi.


"Lalu, bagaimana jika tidak ada yang cocok dengannya ?"Tanya Lin Yue.


"Maka, hanya setengah kekuatan yang ada, itupun jika memang sangat terpaksa. Setelah melakukan ini , kekuatan yang sangat besar akan menimpa tubuh kalian. Seluruh Kota akan dibakar oleh api Phoenix yang suci, orang yang memiliki niat jahat untuk Istana ini akan dibakar sampai habis. " Ucap Lin Xi.


"Sedahsyat itu ? Sangat hebat !" Seru Lin Yue.


Beishang menggelengkan kepalanya dengan ringan dan tampak tidak tertarik.


"Entah kenapa, aku merasa bahwa itu hanya jiwa tua yang rakus. " Ucap Lin Beishang dengan senyum acuh tak acuh.


"Kamu benar, walaupun Jiwa Phoenix bersedia untuk melayani Keluarga Lin kita, tapi sebenarnya dia sangat rakus dan ingin menelan darah murni Keluarga Lin kita. " Ucap Lin Xi.


"Jika begitu, kenapa kita masih mengandalkan kita ?" Tanya Lin Yue dengan bingung.


"Karena leluhur tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri, ini hanyalah kerja sama yang saling menguntungkan dan tidak merugikan salah satu pihak. " Ucap Lin Beishang dengan datar.


"Apa yang dikatakan oleh Beishang tidak salah. Memang dikatakan bahwa leluhur menggunakan kekuatan Jiwa Phoenix beberapa kali untuk menyelamatkan Kekaisaran ini. " Ucap Lin Xi.


"Masalahnya, apakah ada yang bisa menjamin pisau tajam yang telah lama didiamkan dalam dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas masih setajam pada masa kejayaan nya ?" Tanya Lin Beishang dengan tajam.


"Untuk hal itu, tidak akan ada yang bisa mengatakan nya kecuali takdir. " Ucap Lin Xi.


"Di antara kalian, harus ada salah satu yang berkorban untuk Kekaisaran ini. " Ucap Lin Xi lagi.


"Biarkan aku, aku yang akan mengambil tugas ini, bagaimanapun Beishang telah banyak berkorban sebelumnya untuk Istana ini. " Ucap Lin Yue.


"Hm, kalian bisa memutuskan hal ini dengan berdiskusi. " Ucap Lin Xi dengan pasrah.


"Aku mungkin tidak dapat merawat kalian dengan baik sepanjang umur hidupku, terutama Beishang, ini adalah kesalahanku. Dalam kehidupan ini, aku tidak memiliki banyak perbuatan baik, hanya berharap bahwa kalian memiliki belas kasihan dan memaafkan ku. " Ucap Lin Xi dengan senyum sedih.


"Ayah, aku tidak pernah membenci mu, tidak akan pernah bisa membenci mu !" Seru Lin Yue sambil menggenggam tangan Lin Xi.


Sementara Lin Beishang meremas pakaiannya sendiri karena menahan berbagai emosi yang ada di dalam dirinya.


"Aku juga tidak menyimpan dendam padamu, hanya karena kemarahan sesaat sebelumnya dan membuatmu kecewa. " Ucap Lin Beishang dengan tenang.


"Hm, baguslah jika begitu maka aku bisa menyusuri Sungai Kuning dengan santai. " Ucap Lin Xi dengan senyum tulus lalu senyum itu berangsur angsur berkurang.


"Ayah !" Teriak Lin Yue dengan panik sementara Lin Beishang terdiam melihat kondisi Lin Xi yang tiba tiba jatuh dan menghembuskan nafas terakhir.


Lin Beishang memeriksa Lin Xi dan itu benar benar tanpa denyut nadi, Lin Yue menangis dengan keras dan memeluk tubuh Lin Xi.

__ADS_1


"Ayah ! Ayah !" Panggil Lin Yue dengan tangisan yang tidak tertahankan.


Sementara, Lin Beishang sendiri hanya berdiri dengan pikiran yang kusut lalu menahan diri untuk bertindak berlebihan.


Saat ini, dia sudah berusaha mati matian untuk menekan kedua racun mematikan dalam tubuhnya, kesedihan atas meninggalnya Lin Xi akan membuat usahanya hancur menjadi serpihan.


Lin Beishang hanya memandang Lin Yue yang terus menangis dan berdiri tanpa mengatakan apapun sebelum akhirnya melihat bahwa Lin Yue tertidur.


Lin Beishang melepaskan mantel bulu cerpelai nya dan menaruhnya di atas tubuh Lin Yue lalu berjalan keluar, diluar ada tiga orang yang menunggu nya.


Pertama adalah Bei Zhao, kedua adalah Ye Xushi, dan ketiga adalah Kasim Luo. Masing masing menatapnya dengan tatapan ingin tahu.


"Kaisar telah pergi. " Ucap Lin Beishang dengan suara yang nyaris tidak ada.


Ketiga orang itu tampak tersambar petir setelah mendengar 3 kata yang keluar dari bibir tipis Lin Beishang.


"Kamu tidak bercanda bukan ?" Tanya Bei Zhao.


Lin Beishang hanya menatap Bei Zhao dengan tatapan datar tanpa emosi yang bergejolak sama sekali.


"Jangan masuk. " Ucap Lin Beishang mengulurkan tangan untuk menghalangi Kasim Luo.


"Putri Mahkota sedang tertidur di dalam dengan mendiang Kaisar, Kasim Luo urus penobatan ku sebagai seorang putri secepat mungkin dan pemakaman Mendiang Kaisar. Semuanya harus sebelum pernikahan Putri Mahkota. " Ucap Lin Beishang.


"Tapi, Gongzhu. Ini, tidak baik bukan ? Jika Bixia meninggal, kita harus menunggu 3 tahun sebelum pengangkatan Kaisar baru. " Ucap Kasim Luo.


"Saat ini, kondisi sedang tidak baik. Apakah masih memiliki waktu untuk memikirkan ini ? Siapapun yang menentang boleh menaruh kepala mereka di atas papan pemotongan !" Perintah Lin Beishang.


Kasim Luo yang sudah tua menahan nafas ketika melihat aura mendominasi milik Lin Beishang, ini bahkan lebih kuat daripada milik Mendiang Kaisar.


"Ye Xushi, kamu temani Lin Yue. Dia terlalu sedih, jangan biarkan dia melakukan hal yang bodoh. " Ucap Lin Beishang.


"Kesedihan ? Hak apa yang dimiliki olehku untuk merasakan kesedihan dan mengeluh ? Sudah aku peringatkan, jangan panggil aku dengan sebutan Nona lagi. " Ucap Lin Beishang dan berjalan pergi meninggalkan kamar Kaisar dan Bei Zhao mengikuti.


Dengan perintah dan koordinasi Lin Beishang, bahkan perdana menteri sekalipun tidak memiliki informasi atas kematian Kaisar.


Semuanya aman terkendali berkat kerja keras Lin Beishang dan hari ketiga dari bulan kesembilan, Lin Beishang kembali dinobatkan sebagai Putri Yingfei.


Pada hari keempat dari bulan kesembilan, kematian Kaisar diberitahukan dan menimbulkan kegemparan dan kesedihan.


Lin Yue duduk di atas tahkta dan disebelahnya berdiri Ye Xushi dengan Lin Beishang, di bagian bawah tangga menuju tahkta ada peti mati yang sangat megah dan seluruh pejabat Istana telah datang.


"Hamba ini sangat sedih melihat kepergian Bixia !" Ucap salah satu pejabat dengan air mata yang dibuat buat.


"3 hari lagi adalah pernikahan Calon Pewaris Takhta, pada saat itu semua pita putih akan dicabut menjadi pita merah !" Ucap Kasim Luo mengumumkan.


Lin Beishang mengenakan gaun putih biasa yang tidak terlihat spesial tapi justru membuatnya tampak seperti Malaikat.


"Bagaimana ini semua mungkin ? Kita harus melakukan 3 tahun masa berkabung dan memastikan apakah penerus layak atau tidak !" Ucap Pejabat tua.


"Kita harus melakukan masa berkabung jika tidak ingin ditimpa oleh kesialan !" Teriak pejabat yang lain.


"Kalian mengatakan bahwa kalian adalah pejabat yang beretika, tapi berteriak dan mengutuk, apakah ini satu satunya kemampuan kalian para belut tua ?" Tanya Lin Beishang dengan jengah.


"Saat ini, Istana sedang mengalami krisis untuk melawan musuh luar, serangan tidak seperti biasa lagi dan harus berjaga jaga. Tanpa Kaisar, bagaimana ini semua harus dijalankan ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum dingin.


"Ini menyalahi aturan dan menantang leluhur !" Teriak yang lain dengan tergagap.


"Kau dasar keturunan yang tidak sopan !" Teriak pejabat tua yang pertama.


"Aku ingat, nama keluarga mu adalah Lu , bukan ? Bagaimana aku harus menangani mu ? Aku mendengar bahwa kamu memiliki hubungan yang dekat dengan Pejabat Xue yang telah melanggar banyak kejahatan sebelumnya. " Ucap Lin Beishang.

__ADS_1


Wajah Pejabat Lu itu berubah menjadi pucat dan Lin Beishang menyeringai, wajahnya yang cantik bagaikan Bunga Persik dengan senyuman yang mempesona membuatnya sangat disegani.


"Gongzhu ini tidak akan mengatakan banyak hal, tapi Gongzhu ini yakin bahwa kalian semua adalah orang yang pintar menilai keadaan. Saat ini, bukan waktunya untuk memperhitungkan sikap bakti pada leluhur melainkan untuk mempertahankan diri. Jika kalian semua masih ada yang menentang, maka Gongzhu ini secara pribadi akan memenggal seluruh keluarga kalian, bagaimana ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum ramah.


Tapi, kata katanya telah membuat para pejabat tua itu menjadi ketakutan sampai basah oleh keringat dingin.


Di antara mereka ada pengkhianat, itu sudah dapat dipastikan , maka dari itu Lin Beishang mengatakan ini.


Lin Beishang bukanlah orang yang impulsif seperti ini, hal semacam ini bukanlah keahlian Lin Beishang tapi untuk menunjukkan kesan sebagai wakil Kaisar baru yang ceroboh dan masih muda, Lin Beishang sengaja memainkan peran ini.


Iring iringan dilakukan untuk mengantar kepergian Mendiang Kaisar yang akan dimakamkan di bagian belakang halaman Istana yang merupakan tempat Pemakaman Leluhur.


Setelah itu, semuanya hujan dan para Pejabat berjalan pergi. Hanya menyisakan Lin Beishang dan Lin Yue.


"Kembalilah Yue, masih ada banyak hal yang menunggu mu. Ini bukanlah akhir dari perjalanan mu melainkan awal dari perjalanan mu. " Ucap Lin Beishang sambil memeluk Lin Yue lalu berjalan pergi dan meninggalkan Lin Yue di bawah hujan.


Lin Beishang dengan gaun putih sederhana miliknya sebagai bentuk tanda berkabung membuatnya tampak menyedihkan karena berjalan sendirian dibawah hujan.


Wajahnya menunjukkan senyuman tapi matanya mengatakan bahwa itu salah, tindakannya berlaku seolah dia baik baik saja tapi hatinya menolak.


Lin Beishang berpikir sejenak, jika dia juga runtuh seperti Lin Yue, lalu siapa yang akan menjadi pegangan untuk Lin Yue.


Siapa yang akan menjadi pendukung untuk saudarinya yang berhati lembut itu ? Jika orang melihat sekilas maka akan dengan mudah menyimpulkan bahwa Lin Yue adalah orang yang kejam.


Tapi, kenyataannya itu adalah salah. Jie jie nya, satu satunya keluarganya yang tersisa didunia ini, adalah orang paling lembut di dunia ini.


Orang paling polos, orang paling tulus, hanya saja dipaksa oleh keadaan untuk berjalan sampai ke titik ini.


"Dunia ini kejam, tanpa bayaran bagaimana mungkin bisa mendapatkan sesuatu. " Gumamnya ditengah hujan dan berjalan pergi dari sana.


Tidak peduli seberapa hancurnya dia, tidak ada gunanya untuk terus menangis dan meratapi kepergian ayahnya.


Sebentar lagi adalah pernikahan dan Lin Beishang memiliki firasat bahwa musuh akan mengambil kesempatan, dia tidak akan membiarkan musuh untuk mengacaukan pernikahan saudarinya, bahkan jika harus menggunakan Jiwa Phoenix yang dikatakan.


Kematian dan kepergian, terasa seperti angin yang berlalu, sangat cepat dan ketika dicari lagi, itu telah sepenuhnya menghilang ke udara yang luas.


Tiba tiba, Lin Beishang merasa bahwa dirinya telah kehilangan pijakan nya dan menjadi limbung lalu terduduk di halaman yang sepi itu dengan air hujan yang membasahi seluruh wajahnya atau bahkan seluruh tubuhnya yang kurus.


Lin Beishang merasa ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang bisa mengalir. Selama ini, bukan karena dia ingin menahan tangis melainkan memang tidak ada air mata yang tersisa.


Semuanya hanya menyisakan rasa sesak yang menyakitkan tanpa bisa melepaskannya, ternyata yang terburuk bukanlah menangis tanpa henti.


Melainkan berdiri dengan kesedihan yang memenuhi hati tapi tidak bisa menangis bahkan untuk satu tetes pun, itu menjadi rasa sakit yang tidak terlukiskan.


Lin Beishang duduk dan tampak memejamkan matanya membiarkan wajahnya dibasuh oleh air hujan seolah olah itu bisa menggantikan air mata.


Langit seolah olah tahu bahwa Lin Beishang adalah orang yang menyedihkan, membuat hujan menjadi jauh lebih deras dari sebelumnya.


Membuat siapapun dari jarak 5 meter tidak akan pernah bisa melihat keberadaan Lin Beishang yang mengerikan dan menyedihkan.


Seorang gadis dengan kepala yang terangkat ke atas dan mata yang terpejam dan gaun putih yang polos serta rambut yang terurai bebas.


Lebih mirip dengan roh pendendam yang kembali datang ke dunia untuk meminta keadilan, tapi Bei Zhao yang berada di Istana merasa khawatir dan mencari Lin Beishang dengan panik di bawah guyuran hujan yang sangat lebat.


Saat ini, bahkan payung kertas minyak tidak akan sanggup untuk menahan hujan sederas ini apalagi tubuh yang terbuat dari daging dan darah.


"Beishang, dimana kamu ?" Gumam Bei Zhao dengan tubuh yang dibasahi oleh hujan lebat.


Sementara di sisi lain, Lin Beishang telah berganti posisi menjadi tidur telentang di tanah, membiarkan seluruh emosinya dilarutkan oleh hujan ini dan tertawa dengan bahagia.


"Aku merasa lebih baik. " Gumam Lin Beishang sambil tertawa, tapi tawanya tidak terdengar seperti tawa penuh kebahagiaan melainkan tampak seperti tawa penuh kesedihan dan menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2