Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
167. Ingatan Masa Lalu II


__ADS_3

Lin Xi duduk di dalam kamarnya dengan air mata yang membasahi wajahnya, di tangannya ada lukisan seorang gadis dengan senyum cerah dan kecantikan yang luar biasa.


"Ini semua salahku bukan ? Kau pasti sangat membenciku bukan ? Kata kata yang dikatakan oleh putri kita dengan kata kata yang kamu katakan terakhir kali sama, kalian berdua membenciku sampai mati. Jika Yue'er mengetahui hal ini maka dia pasti akan melakukan hal yang sama. Seandainya, waktu bisa diulang lagi maka aku akan memilih untuk menjadi pemuda yang layak. " Gumam Lin Xi dengan senyum pahit.


25 tahun yang lalu


Ada sebuah Dinasti kecil yang ada di perbatasan Dinasti Tang, dikatakan bahwa itu disebut sebagai Dinasti Tang Utara.


Itu tinggal di perbatasan, walaupun terdengar sama dalam sekilas tapi itu berbeda. Orang orang yang tinggal disana sangat bebas dan sopan, tidak seperti orang orang di Dinasti Tang yang penuh dengan intrik.


Xia Ling, adalah putri dari Dinasti Tang Utara, ayahnya adalah seorang Kaisar dengan seorang kakak laki laki yang merupakan pewaris takhta.


Kaisar disini hanya diperbolehkan memiliki satu istri, dengan begitu meminimalkan perebutan tahkta atau perebutan kasih sayang Kaisar yang menurut mereka konyol.


Orang orang memperebutkan kasih sayang yang tidak penting, jadi mereka menciptakan ini untuk hubungan yang harmonis.


Tempat tinggal mereka di penuhi dengan orang berdarah pejuang, tapi bagaimanapun mereka tidak bisa melawan Dinasti Tang yang memiliki pasukan 3 kali lipat jauh lebih banyak dari mereka, mereka hanya bisa bertahan.


Saat ini, anggota keluarga kerajaan yang sederhana itu sedang berkumpul di ruang keluarga yang penuh dengan keceriaan dan kesederhanaan, sangat berbeda dengan aura Dinasti lain.


Yang penuh dengan kedinginan yang tidak berujung dan rasa asing bahkan diantara anak dan ayah, ini seperti keluarga biasa yang penuh dengan kehangatan.


Xia Ling yang baru berumur 15 tahun tersenyum dengan penuh semangat pada ayahnya, Xia Zhong.


"Ayah, bagaimana jika aku telah menemukan pria pilihanku ?" Tanya Xia Ling dengan senyum cerahnya.


"Jika begitu maka bawa anak laki laki itu dan biarkan ayahmu dan kakak laki lakimu ini yang memeriksa nya untukmu, apakah dia layak atau tidak !" Jawab Xia Zhong dengan semangat.


Xia Ling tertawa bebas sampai sampai matanya membentuk bulan sabit yang sangat indah, didalam hati Xia Ling yang polos, hanya ada ayahnya, ibunya, kakak laki lakinya, dan sahabat masa kecilnya, Sha Xi.


Semuanya terus berjalan normal sampai akhirnya Xia Ling menolong seorang pemuda yang tersesat di hutan dan jatuh cinta pada pemuda tampan itu.


Seperti apa yang diperintahkan oleh ayahnya, Xia Ling membawa pemuda itu pada ayah dan kakak laki lakinya.


"Ayah ! Kakak ! Tolong selamatkan dia !" Ucap Xia Ling dengan cemas.


Ibu Xia Ling, Xia Yin, pandai dalam pengobatan dan menyembuhkan pemuda tampan itu dengan beberapa ramuan, akhirnya pemuda itu sadar dan terpaku oleh kecantikan yang dimiliki oleh Xia Ling.


Mata bundar Xia Ling yang menatap dengan cemas, mengandung kemurnian yang tidak akan pernah ditemukan dimanapun.


(Note : Cerita tidak akan diperjelas dengan sangat jelas, hanya cukup untuk mengisi bagian kosong, karena cerita ini akan dibuat cerita sendiri untuk Legend Of Beishang ini. Siapa yang setuju kalau ada cerita untuk Xia Ling dan Lin Xi ?)

__ADS_1


Baik Xia Zhong dan Xia Yuan, kakak laki laki Xia Ling dengan sangat cepat menjadi akrab dengan Lin Xi muda yang mengaku sebagai Li Ying.


"Li Ying, apakah kamu sedang berlatih pedang ? Bagaimana jika kamu menemaniku ?" Tanya Xia Ling dengan semangat.


"Tentu saja. " Jawab Li Ying.


Li Ying atau yang sekarang dikenal sebagai Lin Xi bermain main dengan Xia Ling dan menjadi lebih dekat dari waktu ke waktu dan akhirnya menikah.


Sementara itu, Li Ying diangkat menjadi komandan kebanggaan keluarga Xia. Mereka semua sangat ramah dan akhirnya pernikahan antara Li Ying dan Xia Ling digelar.


Seminggu setelah pernikahan mereka, kabar yang buruk datang dan membuat Dinasti Tang Utara gemetar dalam kemarahan.


Xia Zhong memukul meja dengan marah sementara Xia Yin menenangkan amarah yang dimiliki oleh suaminya itu.


"50 ribu pasukan Dinasti Tang sedang menuju kemari, sementara kami hanya memiliki 40 ribu pasukan. " Ucap Xia Zhong dengan marah.


"Ayah mertua tenang saja, Li ini bersedia untuk mengabdikan kehidupan rendah ini untuk melindungi Dinasti Tang Utara. " Ucap Li Ying dengan gagah.


Xia Ling yang melihatnya tersenyum penuh semangat tapi merasa khawatir, di satu sisi merasa bangga tapi disisi lain juga khawatir.


"Ayah, biarkan Yuan ikut melindungi tanah air kita bersama dengan adik ipar. " Ucap Xia Yuan dengan penuh keberanian tanpa ada ketakutan sedikitpun.


"Baiklah karena kalian semua generasi muda telah memutuskan untuk turun tangan, aku yang sudah lama tidak mengangkat pedang ku akan ikut juga. " Ucap Xia Zhong tanpa di duga duga.


Xia Zhong dengan keras kepala mengikuti mereka ke medan perang sementara Xia Ling, Xia Yin dan Sha Xi menunggu dengan cemas.


"A - Xi, apa menurutmu ayah , kakak, dan suami akan baik baik saja ?" Tanya Xia Ling dengan lembut.


"Tuan Putri tenang saja, mereka pasti berhasil. " Ucap Sha Xi.


"Jika sesuatu telah terjadi, aku Sha Xi akan mengabdikan hidupku untuk menjaga putri dan Permaisuri. " Lanjut Sha Xi sambil berlutut.


"Sha Xi, berdirilah. Kamu sudah dianggap seperti putriku sendiri, kamu sangat dekat dengan A - Ling. Dengan begitu aku bisa mempercayakannya padamu jika terjadi sesuatu yang diluar kendali. Kami generasi tua tidak akan merepotkan dan membebani kalian. " Ucap Permaisuri Xia dengan lembut dan bijak.


Mata Xia Ling berubah menjadi berair dan tidak bisa menahan tangis lalu memeluk ibunya dan memeluk Sha Xi.


"Aku yakin, semuanya akan baik baik saja, aku percaya pada Li Ying, Kakak dan Ayah. " Ucap Xia Ling dengan gemetar dan berusaha untuk menahan tangis.


Awalnya perang berjalan dengan baik baik saja dan pasukan Dinasti Tang dipukul mundur sebelum akhirnya kesalahan terjadi.


Lebih tepatnya bukan terjadi sebuah kesalahan tapi memang ada seorang pengkhianat ditengah mereka, Xia Ling menatap dengan tatapan tidak percaya di atas menara.

__ADS_1


Orang yang dicintainya, orang yang sangat dipercayainya, telah menipunya selama ini tanpa dia sadari.


Xia Ling merasa bahwa ini mimpi dan tidak bisa tidak percaya, lalu dengan nafas terengah entah menatap pemandangan dibawah.


Bahkan, Permaisuri Xia tidak bisa bernafas dengan benar sebelum akhirnya dengan panik meminta Sha Xi untuk membawa Xia Ling pergi.


Sial sekali bahwa menara itu telah dikepung dan Xia Yin hanya bisa mengorbankan diri untuk keselamatan putri tercintanya.


"Ibu !!!!" Teriak Xia Ling dengan tangisan yang menyayat hati ketika melihat kejadian berdarah itu dengan kedua matanya sendiri.


FLASHBACK END


Lin Xi tersadar dari lamunan nya dan tersenyum pahit, pada akhirnya dia merasa bersalah dan merasa tidak tenang.


Bayangan kata kata yang dikatakan oleh Beishang dan oleh Xia Ling seperti tumpang tindih, bahkan wajah keduanya sangat mirip.


Yang berbeda adalah tatapan keduanya, jika tatapan Xia Ling sangat lembut dan penuh kasih sayang maka tatapan milik Beishang setajam pisau dan sangat kejam.


Tapi, selain itu, tidak akan ada yang berbeda sama sekali dari wajah Xia Ling dan Beishang, seperti mereka dibuat pada cetakan yang sama.


Berbeda dengan Lin Yue yang tidak terlalu mirip dengan Xia Ling, Lin Xi menghela nafas dan mencoba untuk tidur tapi tidak bisa melakukannya sebelum akhirnya pintunya diketuk.


"Masuk." Jawab Lin Xi dengan kesal.


"Bixia, maafkan bawahan ini. Bei Wang dari Dinasti Qin ingin menemui anda. " Ucap Kasim Luo dengan sopan.


"Bei Wang ada disini ?" Tanya Lin Xi dengan terkejut.


"Suruh Bei Wang untuk datang ke sini dan biarkan Zhen menyambutnya secara pribadi. " Lanjut Lin Xi.


"Ya, Bixia. " Ucap Kasim Luo dengan patuh dan langsung berlari pergi.


Tidak lama, Bei Wang dengan pakaian formal berwarna ungu tua dengan jubah yang memiliki warna senada dan pita yang mengikat pakaiannya dengan ungu muda, lalu ada rantai emas yang mengaitkan kedua belah jubah luarnya agar tidak terbuka.


"Salam kepada Yang Mulia !" Ucap Bei Zhao sambil berlutut dengan satu kaki.


"Ada keperluan apa Bei Wang mencari Zhen ini ?" Tanya Kaisar Lin Xi.


"Saya mungkin akan mengatakan beberapa kata kata dengan terus terang dan menyinggung Bixia, harap Bixia memaklumi kekasaran saya. " Ucap Bei Zhao.


"Bagus, aku suka pemuda yang terus terang. " Ucap Kaisar Lin Xi dengan tatapan yang cerah dan tajam.

__ADS_1


Note : Maaf kalau kemaren batal up satu lagi, karena ada urusan, sekali lagi author minta maaf sebesar besarnya karena tidak bisa memenuhi janji author 🙏


__ADS_2