Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
36. Melawan Manusia Gunung Bersama


__ADS_3

Dia sudah memacu kuda nya selama lebih dari 10 menit dan dada nya terasa sesak, dia hampir tidak bisa bernafas sekarang.


Dia berhenti sejenak dan memukul dada nya beberapa kali sebelum rasa sesak itu menjadi berkurang, dia menghirup nafas sebanyak mungkin.


Sebelum kembali memacu kuda nya, dia sudah memanah banyak orang barbar yang berniat untuk menyerang nya selama perjalanan ini.


Bagai mana pun dia saat ini sudah memasuki wilayah musuh dan menjadi lebih ketat, dia tidak dapat menemukan satu pun orang seperti yang di sebut kan oleh Wen Yao.


Dia melihat ada seseorang dengan gelang biru tipis di tangan kanan yang sedang di tawan oleh orang barbar.


Dia langsung memanah orang barbar itu dengan sekali tembakan, orang yang ditawan pun akhirnya terlepas.


"Kembali ke barisan mu, pergilah bersama A Xiang. " Ucap nya.


"Nona !" Ucap pria itu dengan terbatuk batuk.


"Tidak perlu formalitas, kembali lah. " Ucap nya dengan tegas.


Dia yakin pria itu tahu identitas diri nya karena panggilan nya terhadap A Xiang, gadis itu sendiri merupakan orang yang di segani di dalam pasukan.


Sehingga hanya dia yang berani memanggil A Xiang dengan begitu dekat.


Dia kembali memacu kuda nya sebelum menyadari bahwa dia dalam masalah, dia melihat bahwa dia sedang di kepung oleh dua manusia gunung dengan beberapa orang barbar.


Dia menggertak kan gigi nya dengan marah, dia tidak bisa mundur di sini. Bisa saja ada beberapa anggota nya yang ditawan seperti tadi.


Jenderal Xie dan banyak bawahan nya saja hanya bisa melawan satu manusia gunung, apalagi diri nya harus melawan dua manusia gunung.


Dia memanah orang barbar terdekat. Orang barbar itu terkejut dan mati di tempat, yang lain segera bereaksi dan menjadi satu barisan utuh.


Dia memacu kuda nya menuju arah yang sama dan menghadap ke belakang untuk terus memanah. Perlahan lahan, orang barbar mulai jatuh dengan cepat dan hanya menyisakan dua orang manusia gunung.


"Sial !" Umpat nya saat menyadari bahwa panah nya sudah digunakan setengah nya, dia memanah dengan tiga anak panah sekaligus.


Panah itu melesat dan menancap di tengah dahi beserta dua mata salah satu manusia Gunung, manusia gunung itu meraung kesakitan bersama dengan lolongan manusia gunung lainnya.

__ADS_1


Manusia gunung yang di panahnya jatuh dan mati, sedangkan yang satu lagi menjadi berlari untuk mengejar nya dan mengeluarkan lolongan mengerikan.


Tinggi nya jika dia turun dari kuda maka dia hanya akan setengah dari manusia gunung ini, tinggi manusia gunung ini lebih dari 3 meter yang membuat tanah bergetar ketika mereka lari.


"Berlarilah, jangan panik. " Bisik nya pada kuda yang di tunggangi nya.


Dia melihat seorang wanita dengan gelang biru yang sama lalu memanah orang barbar yang menahan wanita itu.


Dia menarik wanita itu untuk naik ke atas kuda nya, sementara dia kembali fokus pada manusia gunung yang terus mengejar di belakang nya.


"Nona ?" Tanya wanita yang di selamat kan nya dengan terkejut.


"Ini buruk , lolongan nya bisa memanggil lebih banyak manusia gunung. " Ucap nya dengan kesal.


Dia menarik tiga anak panah lagi dan memanah tepat di dada manusia gunung itu, karena kepala manusia gunung itu bergerak tidak tentu yang membuat nya sulit untuk membidik.


Salah satu anak panah di tangkap dan dipatahkan , sedangkan dua yang lain mendarat tepat di tempat yang di tujukan olehnya.


Dia mendengus, manusia gunung yang ini bahkan jauh lebih pintar di bandingkan yang sebelum sebelum nya. Dengan kecepatan panah yang dia lemparkan, maka seharus nya manusia gunung tidak akan bisa untuk menangkap anak panahnya.


Creshh


Darah hitam menyembur dan manusia gunung itu jatuh berlutut sebelum benar benar mati, ini adalah markas mereka.


Tidak baik untuk berdiam di satu tempat, siapa yang tahu masih berapa banyak lagi manusia gunung yang ada ? Sedangkan anak panah nya tidak sampai setengah lagi.


"Siapa nama mu ?" Tanya nya.


"Song Yu. " Ucap wanita itu dengan gugup.


"Tidak perlu gugup, oleskan obat ini. Ini akan membantu penyembuhan mu. " Ucap nya dengan ringan.


Dia menyerahkan botol obat lain nya, di sekitar nya begitu banyak pasir. Ini adalah padang pasir, dan udara panas membuat kulitnya terasa terbakar.


"Nona ? Apakah nona baik baik saja ?" Tanya Song Yu dengan khawatir sambil menahan tubuh nya yang lemah.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa, lihatlah di depan ada kuda tanpa arah. " Ucap nya.


Song Yu mengerti dan turun dari kuda lalu berusaha untuk menjinak kan kuda liar itu, setelah beberapa saat akhirnya itu membuahkan hasil.


"Ayo pergi !" Ucap nya dengan cepat.


"Nona , kenapa kita harus melakukan ini semua ?" Tanya Song Yu.


"Sederhana nya, aku juga tidak ingin berada di sini. Aku hanya tidak ingin mati muda, setelah percobaan bunuh diri ku gagal, aku tidak ingin mati dengan cepat setelahnya. " Ucap nya dengan tenang.


"Nona, kenapa anda mengatakan hal yang begitu mengerikan ? Apa hubungannya dengan keselamatan Bei Wang ?" Tanya Song Yu dengan penasaran dan wajahnya yang masih muda membuatnya tampak sangat lucu.


"Berapa umur mu ?" Tanya nya sambil berkuda.


Dia terengah engah, sangat melelahkan. Dia mungkin setelah ini bisa tertidur selama satu hari penuh untuk memulihkan energi nya.


"16 tahun. " Ucap Song Yu dengan polos.


"Kamu masih sangat muda dan sangat berbakat. " Puji nya dengan senyum tipis.


Song Yu tampak terlihat malu malu ketika mendengar pujian yang di berikan olehnya.


"Ada peraturan yang mengatakan bahwa ketika menjadi Bei Wangfei maka hidup dan mati nya adalah milik Bei Wang. Ketika Bei Wang meninggal maka Bei Wangfei juga harus menemani. " Ucap nya dengan tenang.


"Astaga ! Peraturan yang sangat mengerikan ! Aku tidak ingin menikah dengan pejabat di masa depan. " Ucap Song Yu dengan ketakutan.


"Ha ha ha tidak semuanya menerapkan peraturan semacam itu, hanya saja Bei Wang ini benar benar sulit untuk di pahami. " Ucap nya sambil tersenyum penuh arti.


Tanpa sadar, setelah mengobrol dengan Song Yu, nafas nya menjadi lebih stabil dan perasaan nya menjadi lebih tenang.


Dia memandang ke atas dan matahari tepat berada di atas nya, keringat mulai mengaliri wajahnya. Dia sudah berkuda mungkin selama 2 jam tapi masih belum menemukan posisi pria yang di carinya.


Sampai akhirnya dia melihat aliran darah merah yang artinya ada manusia di sekitar sini, dia mendengar suara pedang yang beradu.


Lalu melihat banyak mayat prajurit yang jatuh, dia tersenyum tipis kala melihat orang yang ingin di carinya. Dia mengangkat tinggi tinggi busur nya.

__ADS_1


Bonus like 1 , 5 k : 2 / 3


__ADS_2