
Dia melihat bahwa orang orang yang terkena penyimpangan Qi itu mulai menjadi kacau dan bersiap untuk bertarung.
Keduanya mulai mengeluarkan pedang dan saling menyerang satu sama lain, dia dengan cepat meloncat kebawah kala orang orang disamping hampir terkena.
Terutama seorang anak kecil yang berdiri di dekat sana dan tidak bisa berlari, dia meloncat dari jendela dan menginjak atap sebelum akhirnya mendarat di atas meja kosong.
Dia meraih anak kecil itu kedalam pelukannya, semua orang menjerit ketakutan dan berlari menjauh dari kedua orang yang sedang mengalami Penyimpangan Qi itu, sementara dia langsung membawa anak itu kedalam pelukannya.
Kedua orang itu mengejarnya dan dia mengeluarkan Yue Shan, dari pinggangnya dan layaknya ular yang hidup, Yue Shan maju dan menyerang kedua orang itu dengan ganas.
Kedua orang itu terlempar dan memuntahkan darah sebelum akhirnya menutup mata mereka, dia tampak terkejut.
Dia tidak menggunakan banyak kekuatan dalam pukulannya dan tidak berniat membunuh kedua orang itu, tapi nyatanya kedua orang itu meninggal.
Dia terdiam untuk sejenak dan tidak bisa mengatakan apa pun, tapi dia menatap kearah anak laki laki yang ada di pelukannya.
Itu mungkin baru 6 atau 7 tahun, mungkin hanya sedikit lebih muda dari Fang Ling. Itu sangat tampan dan mata yang bulat itu, benar benar seperti kristal paling baik.
Tidak ada tangisan atau ketakutan diwajah anak laki laki itu, hanya ada senyuman tulus ketika menatapnya.
Tidak lama, Fang Ling juga turun dan menatap keributan yang dibuat olehnya.
"A Ling, tolong bantu aku untuk bereskan. " Ucapnya pada Fang Ling dengan tidak nyaman.
Dia tidak berniat untuk membunuh kedua orang itu, siapa yang menyangka bahwa kedua orang itu akan meninggal di bawah serangannya.
Tidak lama, seorang ibu paruh baya tampak mendekatinya dan memandangnya dengan marah.
"Apa yang kau lakukan terhadap putraku , pembunuh ?!" Tanya ibu itu dengan marah.
Dia yang mendengar ini tertawa kecil dan menyerahkan anak laki laki itu pada ibu itu, sementara dia tidak mengatakan apa apa lagi dan berbalik.
"Apa yang kau maksud dengan pembunuh ?! Jaga ucapanmu ! Nona ku sudah berbalik hati untuk menolong putramu !"Teriak Fang Ling dengan marah.
"A Ling, tidak perlu mengurusi masalah sepele. Kata katamu tidak layak untuk mereka. " Ucapnya dengan tawa kecil sebelum akhirnya meloncat ke satu tempat ke tempat lain sebelum akhirnya kembali kedalam kamarnya dan menutup jendelanya.
Dia melepaskan topi bambu miliknya, dia masih tertawa tapi perlahan lahan tawa itu hilang yang menyisakan kedinginan di wajahnya.
"Manusia memang tidak tahu terimakasih, tidak terkecuali siapapun. Terkadang orang orang yang kita perlakukan dengan tulus merasa dirinya paling baik, bukankah begitu ?" Tanyanya dengan dingin, hanya dia sendiri yang tahu apa maksud dari kata katanya.
"Aku telah merawatmu sejak masih muda, kamu telah mengecewakanku terlalu jauh. " Ucapnya dengan tawa lagi.
Dia menuangkan arak yang disediakan oleh penginapan , lalu menuangkannya ke lantai bersama dengan gelasnya.
Tatapannya berubah menjadi lebih tajam daripada sebelumnya. Dia marah, sangat marah pada saat ini, disisi lain istana sendiri telah berubah begitu jauh.
__ADS_1
Susunan tempat memang tidak ada yang berubah tapi, orang yang duduk telah berubah dan orang yang telah menggunakan mahkota juga telah berubah.
"Kalian melakukan semuanya dengan baik. " Ucap pemimpin baru itu, itu adalah Lan Xiang.
Ya, A Xiang melakukan pemberontakan dan selama ini telah menjalin kesepakatan bersama dengan banyak pejabat.
"Orang bodoh itu pastilah tidak tahu dengan hal ini. " Ucap Lin Wei.
"Tentu saja, dia berpikir bahwa kita benar benar bersedia untuk tunduk padanya selama ini. Dia pasti merasa terkejut dengan hal ini. " Ucap Lin Yang sambil tertawa lantang.
Mereka telah melakukan dan mempersiapkan ini selama bertahun-tahun panjang, dan masalah Dinasti Tang dan Bei Wang hanyalah akal akalan mereka.
Mereka ingin Zhou Beishang menjauh dari Bei Zhao yang memiliki kekuatan militer besar dan sangat mengagumkan.
Lalu, pengkhianat yang mereka bunuh atas perintah Zhou Beishang sebenarnya adalah pengikut setia Zhou Beishang.
Sekarang, yang tersisa adalah bawahan mereka yang setia dan Zhou Beishang seperti singa dengan taring yang dipatahkan.
Sekarang, Zhou Beishang pasti telah meninggal di Penginapan, mereka telah bekerja sama dengan orang orang Penginapan untuk memasukkan Daun Anshu kedalam minuman Zhou Beishang dalam jumlah tinggi.
Dengan begitu, Zhou Beishang pasti akan menemukan kematiannya bersama dengan pelayannya yang setia.
Fang Ling, gadis kecil itu ternyata benar benar setia terhadap Zhou Beishang dan sangat polos. Akhirnya mereka berada di titik ini.
Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya Zhou Beishang telah melihat ini melalui mereka sejak beberapa hari lalu.
Zhou Beishang sedang tertawa lantang dan membanting seluruh benda yang ada di dalam kamarnya.
Pecahan cangkir teh dan poci membuat itu tampak berbahaya, Zhou Beishang begitu marah sampai sampai merasa bahwa dia akan berasap.
"Untuk begitu berani pada Putri ini, kalian terlalu berani bukan ?" Gumamnya sambil menjilati bibirnya, dia tersenyum dingin.
"Kata kataku berlaku untuk siapapun, siapapun yang berkhianat. " Lanjutnya lagi dengan senyum dingin.
Dia memiliki rencananya sendiri, bahkan Dinasti Song sudah tidak menarik perhatiannya lagi. Tapi, rencananya untuk menyerang Kediaman Bei Wang tentu saja tidak bisa ditunda.
Tatapannya menggelap, karena dia tidak bisa mendapatkan Giok Phoenix Abadi terakhir dengan cara baik baik maka dia akan menggunakan paksaan.
Kebetulan, dia sudah curiga sejak lama dan telah menyusun rencana dengan orang ini. Orang ini dulunya adalah orang yang sempat dibencinya , tapi dia ternyata memiliki ke cocokkan dengan orang ini.
Orang ini akan menjemputnya besok dan mereka akan pergi bersama ke Ibu Kota Dinasti Qin, Chang'an.
Keesokan harinya,
Dia bahkan tidak repot repot untuk makan pagi dari penginapan itu, Fang Ling sendiri merasa bingung tapi tidak berani bertanya saat melihat wajahnya yang muram sampai akhirnya seorang gadis dengan pakaian merah darah yang mempesona datang dengan seekor kuda jantan yang gagah.
__ADS_1
"Lin Yue, akhirnya kamu datang. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Mustahil bagiku untuk mengkhianati janjiku sendiri. " Ucap Lin Yue, Putri Mahkota Dinasti Tang.
"Haruskah aku memanggilmu sebagai Zhou Beishang atau Lin Beishang ? " Tanya Lin Yue dengan senyum seringaian.
"Terserah dirimu, sesuka mu saja. " Ucapnya dengan asal asalan dan naik ke atas kudanya dengan santai.
Dia tidak pernah membayangkan hal ini juga sebelumnya, bahkan dalam imajinasi terliarnya. Dia sebenarnya bukan putri Zhou Yi Nian.
Ah, tidak bisa dikatakan seperti itu juga atau lebih tepatnya dia memiliki dua ayah. Karena, ketika Kaisar Dinasti Tang, Lin Xi, datang ke Dinasti Qin.
Lin Xi bertemu dengan ibunya, dan memperkosanya, itu adalah saat ketika ibunya sudah menikah dengan ayahnya.
Dia tahu ini semua dari Lin Yue, Lin Yue sendiri tahu dari kasim kepercayaan Lin Xi yang selalu ada disamping Lin Xi.
Satu bulan kemudian, ibunya mengandung dirinya. Jadi, sulit untuk mengatakan sebenarnya dia putri siapa.
Dia sendiri tidak ingin susah dengan itu tapi sejak itu dia memiliki hubungan baik dengan Lin Yue.
"Bagus sekali bahwa Bei Wang menolak pernikahan itu. " Ucap Lin Yue sambil menghela nafas lega.
"Aku dengar kamulah yang memaksanya untuk menikah denganmu ?" Tanyanya dengan penasaran.
"Huft, itu semua atas paksaan ayahanda. Jika tidak maka aku lebih senang mengembara layaknya kuda liar. " Ucap Lin Yue sambil memandang kedepan dengan penuh harapan.
Sebenarnya, hidup dalam istana juga bukan hal bagus, penuh dengan intrik politik yang mengerikan dan siapapun bisa menjadi pembunuh.
Tidak memandang status, siapapun bisa dibunuh untuk kepentingan pribadi apalagi Lin Yue yang merupakan satu satunya putri Lin Xi yang berharga.
Sejak kecil, telah dilatih dengan keras dan penuh dengan darah, tidak ada yang peduli dengan tangisannya.
Sebenarnya, mereka berdua, Zhou Beishang dan Lin Yue mirip. Mereka berdua sama sama tertekan sejak muda dan dikhianati berkali kali.
"Bei Wang akan melarikan diri dari pernikahan itu. "Ucap Zhou Beishang dengan lelah.
"Ya, aku tahu, aku telah mendengar hal itu dengan jelas. " Ucap Lin Yue.
"Kau suka dengannya bukan ? Kenapa kau tidak mengejarnya ? Aku menduga bahwa dia suka padamu. " Ucap Lin Yue lagi.
"Apakah kau pernah menyelidiki bagaimana perlakuannya padaku selama aku tinggal disana ?"Tanyanya sambil tersenyum pahit.
Lin Yue tampak terdiam sebelum akhirnya memasang senyuman penuh semangat.
"Kalau begitu maka aku salah dalam kata kataku sebelumnya, maka biarkan dia mengejarmu ! Kamu berharga, kamu adalah putri Dinasti Tang kita, kamu adalah Putri yang berharga. " Ucap Lin Yue dengan senyum dan mengacak ngacak rambutnya.
__ADS_1
"Kamu berlebihan, ini semua berbeda. Aku hanyalah orang yang tidak di inginkan sejak lama, dia menyukaimu. " Ucapnya dengan lembut.
"Jika dia menyukaiku maka dia tidak perlu menentang sejauh ini. " Ucap Lin Yue dengan senyum pahit.