Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
227. Hancur


__ADS_3

Tangan Xie Jingyi terulur dan mengelus wajah Xu Lingyu dan tampak tersenyum dengan penuh kasih seperti ketika mereka baru pertama kali bertemu.


Pertemuan pertama mereka diberkati oleh bintang keberuntungan paling baik, tapi apa yang membuat mereka sampai ke titik ini ?


Sebenarnya, mereka tidak membenci satu sama lain, hanya saja terlalu banyak kesalahpahaman di antara mereka yang menyebabkan perpisahan mereka.


Di kehidupan ini mereka berpisah dan dikehidupan selanjutnya maka mereka akan menjadi kakak adik yang sesungguhnya.


Duarr !!


Petir hukuman menyambar Xie Jingyi yang menggantikan Xu Lingyu untuk menerima hukuman dan mendorong Xu Lingyu menjauh.


"Tidak!" Teriak Xu Lingyu dan kembali memeluk tubuh Xie Jingyi dan berusaha untuk melindungi Xie Jingyi.


"Jangan berbuat jahat lagi, berhentilah. Maafkan aku karena tidak bisa merawatmu dengan baik, padahal aku telah berjanji untuk menjagamu ketika kita pertama kali bertemu. Sekarang, pergilah. Berbuat baiklah, jika tidak untuk dirimu sendiri maka itu adalah untukku. " Ucap Xie Jingyi.


Air mata mengalir dari mata Xu Lingyu, dan memeluk tubuh Xie Jingyi yang perlahan lahan menjadi kabur sebelum akhirnya menjadi percikan api dan melayang di udara.


"Tidak ! Jangan pergi !!" Teriak Xu Lingyu dengan putus asa sementara sebuah pintu terbuka di belakang Xu Lingyu.


Xu Lingyu tersedot ke dalam pintu itu dan berusaha untuk memberontak dan ingin menggapai Xie Jingyi yang telah hancur menjadi ribuan percikan api.


Bagaimanapun, Phoenix terbuat dari api, mereka terlahir dari api dan ketika mereka hancur maka mereka akan kembali menjadi api.


"Tidak ! Kalian semua buta ! Yang melakukan kejahatan adalah aku, bukan Dage ! Kenapa kalian menghukumnya !!!" Teriak Xu Lingyu dengan marah dan menujuk ke arah langit dengan murka.


Pintu berhenti untuk menarik Xu Lingyu dan dari dalam pintu itu keluarlah seorang wanita dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya.


"Xu Lingyu, sampai kapan kamu akan menyusahkan Jingyi ? Dia ingin kamu hidup dengan baik. " Ucap Wanita itu dengan sedikit bergetar, walaupun berusaha untuk tampak tidak peduli.

__ADS_1


Untuk sejenak, peperangan menjadi hening dan melihat dua orang yang datang dari tempat yang jauh ini.


Semua keagungan yang dimiliki oleh Xu Lingyu telah sepenuhnya hilang dan yang tampak hanyalah seorang pemuda tanpa daya.


Xu Lingyu jatuh ke tanah dan berlutut lalu mengepalkan tangan, tampak ingin mengamuk lagi tapi memikirkan wanita yang baru keluar itu.


"Kau, aku, dan Jingyi telah tumbuh bersama sama sejak muda. Apakah kamu masih tidak menyadari betapa dia sangat menyayangi mu ? Kau turun dan membuat kekacauan, Jingyi membereskan semuanya dan menderita banyak penghinaan dari Tetua lain. Dimana kamu pada saat itu ? Kamu mengatakan bahwa kamu sangat menyayangi Jingyi, tapi nyatanya kamu hanya menyusahkan nya !" Ucap wanita itu.


Xu Lingyu tampak tersambar oleh Petir, bagaimanapun kakaknya adalah orang yang sangat disayangi di Klan Phoenix.


Bagaimana mungkin orang orang bisa mencela kakaknya ? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi ?


"Dia adalah orang yang dicintai banyak orang, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencelanya ?" Tanya Xu Lingyu dan hujan deras mulai turun membasahi dua orang abadi itu.


"Dia meninggalkan cinta banyak orang demi jatuh ke dalam lumpur dan menanggung aib bersama denganmu, apakah kamu puas setelah mendengarnya ? Itu adalah perempuan yang tepat untuknya. " Ucap Wanita misterius itu dengan kesal.


"Katakan padaku, siapa yang berani beraninya mencelanya ?! Aku akan membunuh mereka !" Teriak Xu Lingyu dengan posisi berlutut.


Suara tamparan yang keras terdengar, wanita itu tampak sedang menahan emosinya. Xu Lingyu yang ditampar dengan sangat kuat tampak terkejut.


"Apakah kamu tidak puas ?! Semua yang dilakukan oleh Jingyi adalah untuk kebaikanmu, kenapa kamu tidak bisa mengerti dirinya sekali saja ?!!" Tanya wanita misterius itu dengan putus asa dan mengguncang guncang tubuh Xu Lingyu.


"Sekarang....... kembalilah denganku, karena Jingyi telah pergi, aku akan menggantikannya menjagaku. Kumohon, tolong jangan bertindak sembarangan lagi, pikirkan tentang pengorbanan yang dibuat oleh Jingyi untukmu. " Ucap Wanita misterius itu sambil menahan isak tangis.


Lin Beishang yang melihat ini merasa bahwa perasaannya menjadi campur aduk, peristiwa ini menggambarkan dengan jelas bagaimana buruknya kesalahpahaman yang bisa terjadi.


Karena kurangnya kata kata dari satu pihak mengakibatkan semuanya menjadi kacau.


Meninggalkan semua cinta yang diberikan padanya untuk masuk kedalam lumpur dan menanggung aib bersamamu.

__ADS_1


Kata kata ini terus terngiang ngiang di kepalanya, seberapa besar pengorbanan yang dibuat oleh Xie Jingyi ini untuk Xu Lingyu ?


Tapi, tidak dapat menyalahkan Xu Lingyu juga jika melihat dari posisi mereka berdua maka keduanya adalah korban.


Pada akhirnya, keduanya sama sama hancur. Lin Beishang memandang sepasang orang yang tampak mengatakan sesuatu.


Tapi, Lin Beishang tidak dapat mendengar apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan karena mereka terlalu jauh dari posisi nya saat ini.


Lin Beishang hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka, Lin Beishang melihat bahwa situasi menjadi kacau sementara Lin Beishang merasa bahwa dadanya sangat sakit lalu memuntahkan seteguk darah.


Ini sepertinya efek samping setelah menyatu dengan Xie Jingyi, bagaimanapun saat ini Xie Jingyi telah dihancurkan menjadi abu.


Iblis Pemakan Jiwa akhirnya bangkit dan bertumpu pada wanita misterius itu lalu berjalan masuk ke dalam pintu yang tidak tahu dari mana asalnya itu.


"Aku meminta maaf kepada kalian semua karena telah membuat kekacauan ini. " Ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya dalam dalam lalu menyusul Xu Lingyu.


Keduanya menghilang di balik pintu dan pintu itu perlahan lahan menjadi kabur lalu hancur menjadi ribuan kupu kupu berwarna warni.


Pertandingan menjadi canggung tapi sudah tidak ada jalan mundur untuk mereka, tampaknya Chu Huli ditopang oleh kekuatan Xu Lingyu.


Dan saat ini kondisi Chu Huli juga tidak baik, membuat Bei Zhao unggu melawan Chu Huli. Lin Beishang tidak berani menunda walaupun rasa sesak didadanya enggan untuk pergi.


Chu Huli melawan dua orang Paviliun Qiao Yao dengan berani, dia adalah seorang Ahli Tahap Kaisar. Apa yang membuatnya takut pada seorang Ahli Tahap Penguasa ?


Bahkan ada sebuah pepatah, unta yang kurus masih akan jauh lebih besar daripada kuda gemuk. Jadi, walaupun saat ini dia sedang terluka , ini tidak menghambat nya untuk membunuh orang lain.


Suara dentingan besi terdengar dengan jelas dan hujan turun lebih deras daripada sebelumnya, seolah olah ingin menghentikan peperangan mereka.


Atau mungkin, bahkan langit menangis melihat sungai darah yang ada pada saat ini. Darah mengalir tampa bisa dicegah.

__ADS_1


Rambut Lin Beishang basah kuyup dan serangannya menjadi semakin brutal sebelum akhirnya berhasil membunuh salah satu, sisanya bahkan lebih mudah untuk dibersihkan.


Lin Beishang belum pernah melihat kedua orang dari Paviliun Qiao Yao ini, sehingga hampir tidak memiliki perasaan apapun ketika membunuh mereka.


__ADS_2