Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
41. Menarik Mundur Pasukan


__ADS_3

"A Xiang, kau keluarlah dulu. Aku akan beristirahat di sini untuk beberapa waktu. " Ucap nya dengan suara lemah.


"Tentu nona, aku akan berjaga di depan tenda. Nona bisa memanggilku jika membutuhkan sesuatu. " Ucap A Xiang tanpa ragu dan berjalan keluar.


Dia memejamkan matanya sekali lagi, dia merasa lelah, lelah dengan semua ini. Tapi, dia tahu kalau ini adalah konsekuensi dari menikah dengan seorang anggota Kekaisaran.


"Aku lelah sekali, tapi sejak aku memilih jalan ini maka tidak akan ada jalan mundur untuk ku. " Ucap nya sambil tertawa pahit.


Dia berdiri dan menghilangkan seluruh rasa sakit dari racun yang diminum oleh dirinya tadi, tatapannya dingin dan tidak ada kehangatan sedikitpun.


Jika orang yang tidak mengenal nya, maka akan mengira bahwa dia adalah orang yang berbeda. Sebelum dia meminum racun nya, dia lembut dan lebih toleransi terhadap sesuatu.


Tapi, ketika dia sudah meminum racun itu maka dia berubah menjadi seseorang yang tegas dan licik, dia tidak takut dengan apapun.


Keesokan harinya


Semua pasukan mundur ke Kota Yuzhou seperti apa yang dikatakan nya, dia dia menetap di kediaman Walikota Yuzhou.


Beberapa jam kemudian setelah dia menetap di kota Yuzhou, seperti yang dikatakan olehnya. Kaisar mulai panik dan sakit sakitan.


Dia memperkirakan bahwa umur Kaisar tidak akan lama lagi, tidak akan melewatkan Tahun baru ini. Kalaupun Kaisar tidak meninggal sebelum tahun baru ini, maka dia yang akan membantu Kaisar untuk menemui kematian nya sebelum tahun baru.


Ada tiga kandidat yang akan naik takhta, yakni Putra Mahkota, Pangeran ketiga dan Pangeran Ketujuh.


Pangeran Mahkota, bukan seseorang yang lahir dari Permaisuri tapi memiliki bakat yang mencengangkan, sehingga Kaisar sangat menyayanginya.


Pangeran Ketiga, putra Permaisuri yang didukung oleh Ibu Suri dari belakang layar.


Pangeran Ketujuh, seorang putra dari seorang selir kesayangan Kaisar yang memiliki banyak istri untuk memperkuat kekuasaannya.

__ADS_1


Pangeran Ketujuh ambisius dan tanpa ampun, sangat mengerikan. Dinasti Qin tidak akan bertahan lama dibawah kendali orang semacam itu.


Dia sendiri masih memilih untuk mendukung Putra yang mana, dari ketiga kandidat tersebut. Yang paling lemah terhadap dukungan adalah Putra Mahkota.


Setelah Kaisar meninggal, maka tidak akan ada lagi pendukung bagi Putra Mahkota. Dia sendiri mengerti hal ini dengan sangat baik.


Dia masih memilih, tapi yang pasti tidak akan mendukung Pangeran Ketujuh. Pangeran Ketujuh ini adalah sepenuh nya seorang bajingan yang membuatnya marah.


Dia kesal ketika mengingat ingatan buruk dengan Pangeran Ketujuh, intinya pangeran Ketujuh berniat untuk menikahinya karena kecantikannya dan menjalin kerja sama dengan Perdana Menteri Zhou.


Tapi, entah karena apa, ayahnya menolak pernikahan itu bahkan mengusir Pangeran Ketujuh. Dia diam diam berterima kasih karena hal itu.


"Nona, apa yang Anda pikirkan ?" Tanya A Xiang yang berdiri di belakangnya.


Dia mendapat satu kamar pribadi untuk tinggal, Bei Zhao sendiri tinggal di sebelahnya. Tapi mereka tidak bertegur sapa sejak kejadian kemarin.


"Tidak ada, hanya berpikir tentang kenangan buruk. Apa kau ingat masalah Pangeran Ketujuh ?" Tanya nya pada A Xiang.


"Pria bajingan itu ?" Tanya A Xiang dengan jijik.


"Benar, pria bajingan itu. Aku sedang memutuskan untuk mendukung Putra Mahkota atau Pangeran Ketiga. " Ucapnya.


"Kenapa tidak menunggu keputusan Bei Wang untuk menaruh pedang pada Pangeran yang mana ?" Tanya A Xiang dengan bijak.


"Keputusan yang baik, aku akan melakukan semacam itu. Tapi aku sebenarnya akan mendukung Putra Mahkota, pria itu memiliki sifat yang lumayan baik, dan sebenarnya alasan kenapa aku tidak mendukung Pangeran Ketiga adalah karena aku dan Ibu Suri sudah tidak di perahu yang sama lagi. " Ucapnya dengan tawa kecil.


Dia sudah meminum racunnya lagi dengan rutin, itu adalah bubuk racun yang hanya perlu di beri air hangat, itu selalu dibawa oleh A Xiang setiap saat dan kapanpun.


"Tapi , tidak ada salahnya untuk menunggu Bei Zhao menunjukkan pilihannya. " Ucapnya dengan dingin.

__ADS_1


"Nona, kenapa aku tidak bisa memahamimu ? Di satu sisi, Nona sangat baik pada Bei Wang tapi disisi lain Nona juga yang ingin menjatuhkan Bei Wang. " Ucap A Xiang dengan ragu.


"Aku tidak pernah ingin menjatuhkan Bei Wang, yang aku lakukan hanyalah membuatnya menjadi senjataku. Lagipula, kami saling menguntungkan satu sama lain. Kapan lagi aku bisa mengendalikan seorang Jenderal hebat ? Setelah dia sembuh, maka hubungan ku dengannya hanya lah sebatas orang asing. " Ucap nya sambil tertawa pahit.


"Nona, apakah dia adalah orang yang nona bilang dulu ?" Tanya A Xiang dengan ragu dan takut.


Dia menoleh ke arah A Xiang dan tidak langsung menjawab.


"Aku tahu aku telah salah dan lancang, A Xiang tidak akan mengulanginya lagi. Harap nona memberikan hukuman pada A Xiang. " Ucap A Xiang segera berlutut di depannya.


Dia membantu A Xiang untuk berdiri dan menghela nafas.


"Tidak ada salahnya kamu tahu, kamu sudah ku anggap sebagai adikku. Jika tidak ada kamu maka aku sudah akan lama jatuh dan terbunuh. " Ucapnya dengan tatapan sendu.


"A Xiang tidak berani menerima pujian semacam ini, tanpa bantuan nona maka A Xiang hanya akan mati kelaparan di jalan. " Ucap A Xiang dengan sopan.


"Hm, pertanyaan mu tadi akan ku jawab. Ya, memang dia adalah orangnya. " Ucap nya tanpa beban.


"Apakah nona akan melepaskan nya begitu saja setelah menyembuhkan nya ? Kondisi tubuh nona akan memburuk dan mungkin akan..... " A Xiang tidak melanjutkan kata katanya.


"Huft, dia sudah tidak sabar untuk mengusir ku, kenapa aku harus bertahan lebih lama ? Yang kulakukan hanyalah memenuhi sumpahku, masalah sentimen lama tidak perlu dianggap lagi. Anggap saja itu tidak pernah ada. " Ucap nya dengan hati yang keras.


"Nona......... anda telah berkorban sebanyak ini. Kenapa anda tidak mendapatkan seseorang yang baik ? Kenapa harus mendapatkan seorang bajingan seperti Bei Wang ?" Tanya A Xiang sambil menahan isak tangis.


"Anak bodoh, apa yang kau tangisi ? Aku tentu saja sudah mendapatkan orang yang baik sepertimu. Paling tidak, aku tidak sendirian. " Ucap nya sambil memeluk tubuh A Xiang.


"Tidak apa apa , lihatlah aku masih berdiri di sini dengan sehat meskipun agak lemah. Apa kau tahu ? Melihatmu tampak begitu sedih seperti ini membuatku merasa sakit. "Ucap nya sambil menyeka air mata A Xiang.


"Jangan menangis, di masa depan akan ada saatnya dimana kau hidup sendiri tanpaku. Di masa depan kau akan menemukan orang yang cocok denganmu dan menikah. Pada saat itu, kau akan memiliki kehidupan mu sendiri. " Ucapnya dengan sabar pada A Xiang yang masih muda.

__ADS_1


__ADS_2