Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
21. Berurusan dengan Xie Bei Chuan


__ADS_3

Begitu dia berjalan keluar, A Xiang memasangkan mantel bulu di tubuhnya lalu mengikatnya di leher. Meskipun sudah menggunakan mantel bulu yang begitu tebal, dia masih merasa sangat kedinginan.


Seluruh tubuhnya gemetar, dia berusaha untuk terus berjalan dengan kokoh seolah olah tidak ada apapun yang terjadi.


Xie Bei Chuan sedang berdiri dengan antek antek pelayan nya dan menatap nya dengan tatapan permusuhan.


"Kau hanya menyapa ayahmu tanpa menyapa ibumu, apakah ini yang di ajarkan oleh Bei Wang pada mu ?" Tanya Xie Bei Chuan dengan anggun.


"Nyonya Xie, tampaknya anda telah lupa. Ibuku telah lama meninggal, kamu sendiri yang mengatakan itu bukan ? Apa kah kamu sudah lupa ? Kebetulan aku membawa serangkaian obat untuk menunda kepikunan mu. " Ucapnya dengan lembut tapi tajam.


"Mulut yang tajam, seseorang yang ditinggalkan di hari pertama pernikahan berani beraninya menantang ku !" Ucap Xie Bei Chuan.


"Lalu, bagaimana Nyonya Xie bisa tahu kalau aku ditinggalkan ? Apakah ini artinya Nyonya Xie menaruh mata mata di kediaman Bei Wang ? Haruskah aku mengatakan ini pada Wangye ku ?" Tanya nya dengan senyum dingin.


"Lalu, aku sudah memiliki ini sebagai bukti bahwa aku tidak di tinggalkan oleh Wangye. Bahkan kami sangat menikmatinya pada saat itu. " Ucap nya dengan senyum kebanggaan.


Dia mengeluarkan sapu tangan putih yang ada bercak darah di atasnya. Biasanya, para pejabat atau pun keluarga Kekaisaran akan menggunakan ini sebagai bukti bahwa mereka telah melakukan hal tersebut.


Ini tentu saja bukan miliknya, dia mendengar bahwa salah satu anggota nya baru menikah jadi dia meminta bantuannya.


Untunglah mereka tanpa segan segan membantunya untuk hal ini. Bagi mereka , ini adalah hal kecil. Tapi, baginya ini adalah alat untuk mempertahankan harga diri.


"Jangan berbohong ! Bei Wang pergi saat malam pernikahan kalian ! Ini pasti bukan milikmu." Ucap Xie Bei Chuan.


"Sepertinya, Keluarga Xie benar benar ingin ikut campur dalam urusan rumah Tangga Bei Wang ? Aku mewakili kediaman Bei Wang, apakah kamu bisa mewakili kediaman Xie ?" Tanya nya sambil mengangkat token yang di dapatkan nya dari Bei Zhao sebelumnya.


Xie Bei Chuan merasa gemetar dan keringat dingin ketika melihat token milik Bei Zhao, ini sama saja dengan melihat langsung Bei Zhao.


"Salam kepada Bei Wangfei. " Ucap Xie Bei Chuan menunduk dengan hormat dan menggertakkan gigi.


"Bagus kalau kamu masih tahu posisimu, mulai sekarang maupun di masa depan. Lebih baik untuk mengetahui posisi mu sendiri. " Ucapnya dengan sinis.


Dia berjalan menaiki kereta kuda nya dan membiarkan Xie Bei Chuan untuk melihat keagungan nya. Begitu dia masuk ke dalam kereta kuda, seluruh wajah tegasnya telah sepenuhnya menghilang.

__ADS_1


Hanya menyisakan kelelahan yang tak berujung.


Hanya untuk mengatakan kata kata itu, apakah itu benar benar kata kata yang tulus ? Bolehkah dia berharap pada kata kata itu ?


"A Xiang, pergi menuju Pasar Timur. " Ucapnya dengan suara pelan.


"Baik nona. " Ucap A Xiang dari samping tirai jendelanya.


Dia menghela nafas dan memejamkan matanya sebelum terbangun dengan terengah engah. Dia bermimpi di mana saat saat dia sudah akan bunuh diri sebelumnya.


"Nona, anda baik baik saja ?" Tanya A Xiang dengan hati hati dari luar.


"Baik." Jawab nya dengan singkat.


Dia mengatur pernafasan nya dan membuka sedikit tirai, kuda berjalan menuju sebuah tempat yang sangat padat dan sempit.


Terasa begitu bau dan kotor, sampah berserakan di mana mana. Bau amis darah ayam, ikan dan yang lainnya bercampur menjadi satu dan memasuki indra penciuman nya.


Dia merasa kepalanya pusing hanya dengan mencium semua ini. Sebelum ada sepuluh kuda hitam yang menghalangi kereta kudanya.


"Kenapa kalian menghalangi kereta milik Bei Wangfei ku ?" Tanya A Xiang.


"Bei Wangfei diminta oleh Bei Wang untuk kembali ke kediaman dan di larang untuk menginjak kan kaki ke dalam pasar timur. " Ucap kesepuluh orang ini dengan pelan dan tegas.


Dia tertawa ringan dalam hati, seperti yang di harapkan. Pemuda itu terlalu mementingkan harga dirinya, jadi tidak bisa membiarkan nya untuk berjalan jalan disini.


Seperti yang di harapkan dari Paman Kekaisaran yang angkuh. A Xiang tampak mendekatinya dan berniat untuk mengatakan apa yang akan di lakukan.


"Putar kembali. " Ucapnya dengan senyum lebar.


Dia sedang dalam suasana hati yang baik.


"Nona sudah mengetahui bahwa Bei Wang akan melarang anda datang ke Pasar Timur ?" Bisik A Xiang.

__ADS_1


"Ha ha ha, hanya menebak. Aku membuat pertaruhan untuk diri ku sendiri. Tidak masalah, jika dia tidak menghalangi maka aku juga akan memutar kembali. " Ucapnya dengan suasana hati yang baik.


A Xiang mengangguk dan segera memutar arah kereta kuda menuju jalan yang di lewati oleh mereka, dari belakang kesepuluh orang itu memantau kereta kudanya.


Di bagian depan kereta kuda, ada seorang kusir yang mengendalikan kuda. Sedangkan A Xiang membawa kuda sendiri di sebelahnya yang bisa melindunginya kapan saja.


Kusir ini masih baru dan belum pernah di lihat nya sebelumnya. Dia terkejut ketika kuda tiba tiba meringkik secara tidak terkendali.


Dia mengerutkan dahi dan saat dia menoleh sudah ada seseorang yang menaruh pisau di lehernya. A Xiang pun sedang menahan seseorang, dia tahu itu adalah kusir nya.


"Lepaskan Bei Wangfei maka aku akan melepaskan temanmu !" Ucap A Xiang dengan marah.


Kesepuluh orang kediaman Bei Wang pun menerima serangan tiba tiba dari sekumpulan orang yang tidak dikenal.


"A Xiang, jangan bunuh dia. " Ucapnya dengan lembut dan tenang.


Meskipun benda dingin yang tajam tertempel di lehernya, dia tidak merasakan kepanikan sedikitpun. Paling paling hanya meninggal.


Dia melirik ke arah sekumpulan orang orang yang sedang menyerang orang orang Bei Wang, jumlahnya cukup banyak tapi bukan seseorang yang terlatih.


Orang orang kediaman Bei Wang pasti bisa menangani orang orang ini.


"Bei Wangfei sudah sejak lama dikenal sebagai seseorang kecantikan yang rapuh dan memiliki hati yang lembut. " Ucap orang di belakang nya sambil tertawa mengerikan.


"Ha ha ha tuan terlalu memuji, aku justru tidak merasa diriku sebagai orang yang baik hati. " Ucapnya sambil tertawa anggun.


Dia mengipasi diri nya sendiri dengan kipas yang di bawanya, sebelum keluar mata pisau dari setiap lipatan kipas.


Orang di belakangnya telat bereaksi, pisau pisau itu telah menembus tangan orang yang menahan lehernya, pisau di tangan pria itu terjatuh.


Dia terbebas, dia tidak menoleh dan hanya mengayunkan tangannya. Kipas itu memotong tenggorokan pria itu tapi tidak membunuhnya.


Pria itu memegang lehernya dengan tatapan yang kesakitan.

__ADS_1


"Membunuhmu hanya merupakan tindakan yang sia sia. " Ucapnya dengan senyum.


__ADS_2