
Semua orang langsung berlari tanpa arah, bahkan beberapa barang dagangan orang di injak tanpa pandang bulu.
Tidak ada yang peduli apakah ada orang yang terinjak atau tidak, mereka hanya berusaha sekuat tenaga untuk kabur karena ucapan nya.
Dia hanya mendengus dingin pada pemandangan yang menurutnya menjijikkan dan merusak pemandangan nya.
Dia membuang wajah dan menatap ke arah orang yang sedang bersujud di depannya. Tatapannya dingin tapi tidak ada tatapan jijik seperti sebelum nya.
"Tunjukkan padaku bahwa kamu memang memiliki seorang putri, setelah nya aku akan memutuskan bagaimana menghukum mu. " Ucapnya dengan datar dan tanpa emosi.
Tinggal cukup lama dengan Bei Zhao, secara tidak langsung telah mengubah kepribadian nya yang paling dasar.
Yaitu, dalam berbicara dan mengungkapkan perasaan dalam kata kata. Dia berubah menjadi lebih kaku dan lebih pendiam, layaknya Bei Wang.
Setelah dia tinggal beberapa waktu di kediaman Bei Wang, dia seperti seorang pelayan jelek yang sedang tertidur dan tiba tiba disiram dengan air dingin agar dia terbangun dari mimpinya.
Mimpi indahnya berubah menjadi mimpi buruk baginya dan seluruh angan angan indahnya membuatnya terluka, layaknya pedang bermata dua.
Dia, seseorang yang menyukai Bei Zhao dengan tulus, pada akhirnya mengetahui bahwa ketulusan adalah hal yang tidak berguna.
Yang berguna disini adalah kekuatan, kekuasaan, kecantikan, dan posisi. Dia seorang putri Perdana Menteri kecil yang tidak di inginkan, bagaimana mungkin layak untuk di sandingkan dengan orang paling penting nomor dua di Dinasti ini ?
Bagaimana mungkin dia layak untuk dibandingkan dengan Putri Mahkota Dinasti Tang yang diberkati Surga ?
Dia tertawa miris dalam hati ketika dia dulu sempat berpikir bahwa dia akan membuat Bei Zhao jatuh cinta padanya, sekarang dia tahu bahwa itu semua tidak berguna dan sia sia.
Setelah tahu bahwa itu adalah angan angan semata , dia telah bertekad untuk mengubur perasaan nya dalam dalam.
Tidak ada gunanya, ketulusan yang di miliki nya tidak berguna. Tatapannya berubah menjadi tatapan rumit yang membawa duka.
Lalu kenapa bahkan jika dia hidup dengan cinta yang tak terbalas ? Apakah hanya Bei Zhao satu satunya pria yang ada di muka bumi ini ?
__ADS_1
Setelah memikirkan pertanyaan ini, dia berubah menjadi lebih baik. Dia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.
Harga dirinya tidak boleh terinjak dengan cara apapun, dia memilih untuk mengubur perasaan nya dalam dalam daripada mengemis cinta pada orang yang sudah jelas tidak menyukainya.
"Jie, apa kau tidak apa apa ?" Suara Yang Xin terdengar dari belakangnya yang membuatnya langsung tersadar dari tumpukan pemikirannya.
Dia langsung tersadar dari lamunan nya dan menatap dengan acuh tak acuh pada pencuri kecil yang dari tadi belum menjawab ini.
"Berapa umurmu ?" Tanya nya.
"26 tahun. " Ucap pemuda itu.
Dia melirik pada Yang Xin sebentar lalu kembali memandang pencuri kecil itu.
"Bawa aku untuk menemui putrimu, kebetulan aku memiliki sedikit kemampuan tentang pengobatan." Ucap nya pada pemuda itu.
"Terima kasih, terima kasih. Jika Nyonya ingin menyelamatkan putriku maka aku tidak memerlukan kantung uang ini lagi. " Ucap pemuda itu sambil menyerahkan kantung uang nya.
"Siapa namamu ?" Tanya nya pada pemuda itu.
"Fang Xiong. " Ucap Pemuda Fang itu.
Dia mengerut kan dahi tapi tidak mengatakan apapun dengan pemuda itu sampai akhirnya berada di sebuah rumah gubuk kecil yang sangat sempit dan hanya bisa memungkinkan dia dan Fang Xiong yang masuk, sementara A Xiang dan Yang Xin berada di luar.
Dia memandang benda benda di sekitar dengan sedikit kerutan di dahi. Tapi, memilih untuk memusatkan perhatian nya pada gadis kecil yang sangat kurus, pucat dan lemah.
Dia mengecek nadi gadis kecil yang mungkin bari berumur 7 atau 8 tahun itu. Dan langsung mengetahui bahwa itu adalah racun dingin yang lumayan sulit.
Tapi, dia sebagai ahli racun tidak kesulitan sedikit pun untuk menyembuhkan racun semacam ini dan memberikan sebuah pil ke dalam mulut gadis kecil itu.
Tabib biasa akan kesulitan untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh gadis kecil ini.
__ADS_1
"Pejabat Fang, aku tidak menyangka bahwa akan bertemu denganmu disini. " Ucapnya tanpa menoleh.
Orang di belakang nya terkejut dan tidak bisa berkata kata. Sebuah bilah pisau tertempel di lehernya.
"Fang Xiu Han, seorang putra Kepala Biro Pertahanan, Fang Jiu Qing. Dihukum mati untuk seluruh keluarga Fang, kecuali putranya dan cucunya. Menantu nya sendiri telah memeluk kaki Kaisar dan menjadi salah satu anggota harem anggota Kekaisaran sekarang, apakah aku benar ?" Tanya nya dengan tenang.
"Apakah kau tidak merasa dendam dan benci pada mantan istrimu, Pejabat Fang ? Putrimu dalam kesulitan, tapi istrimu bahkan tidak membanty sedikit pun. Tidaklah kamu ingin balas dendam ?"Tanya nya dengan seringaian.
"Diam ! Jangan panggil aku dengan nama itu ! Aku bukan Fang Xiu Han atau Pejabat Fang, aku adalah Fang Xiong !" Ucap pria di belakangnya dengan gemetar.
"Menjadi kura kura yang sembunyi dalam tempurung, apakah kau tidak merasa malu pada leluhur mu ? Seluruh keluargamu adalah pejabat yang terkenal berani layaknya raja hutan, tapi untuk memiliki seorang keturunan seekor anjing. Apakah kau tidak merasa malu ?" Tanya nya dengan tawa kecil.
Tringg
Bilah pisau itu jatuh ke tanah dengan cepat dan pemuda di belakangnya mundur dengan cepat dan ketakutan.
"Untuk apa balas dendam ! Selama aku bisa hidup dengan putriku, maka aku tidak masalah untuk menanggung aib ini. " Ucap Fang Xiu Han dengan keras kepala.
"Bagaimana kalau bekerja sama denganku ? Aku akan membantu mu untuk membalas dendam, kebetulan kita semua memiliki dendam untuk istana. " Ucapnya dengan lembut tapi entah kenapa membuat semua orang ketakutan.
"Siapa namamu ? Apa yang membuatku harus percaya pada mu ?" Tanya Fang Xiu Han dengan bergetar.
"Zhou Beishang. " Ucapnya dengan tawa kecil.
"Bei Wangfei ? Apakah kau akan membawaku menuju tempat Bei Wang, maka aku akan menolak ! Aku juga tidak mau mengikuti Perdana Menteri Zhou. " Ucap Fang Xiu Han tampak ketakutan.
"Siapa bilang aku akan membawamu menuju Bei Wang atau Perdana Menteri Zhou ? Kamu akan menjadi pasukan ku, setelah menjadi pasukan ku maka kau tidak perlu hidup dengan kesulitan seperti ini lagi. Kau bisa menggunakan topeng untuk menutupi identitas mu. " Ucapnya dengan ringan.
"Masuk ke dalam pasukan ku tidak memerlukan uang, aku hanya memerlukan kesetiaan kalian. Jika kalian berkhianat maka aku akan mengukir kalian hidup hidup. " Ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Fang Xiu Han.
Pemuda itu tampak ragu sejenak sebelum akhirnya muncul sebuah tekad di mata pemuda itu.
__ADS_1