Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
242. Petunjuk Pertama


__ADS_3

Lin Beishang berjalan bersama saling bergandengan dalam balutan pakaian tradisional, orang orang mengambil foto mereka dengan antusias.


Lalu keduanya duduk ke atas kuda, gerakan Lin Beishang sangat santai, berbeda dengan drama drama yang sering dilihat oleh orang orang dimana pemeran utama wanita sering kali naik kuda dibantu oleh pemeran utama pria.


Tapi, Lin Beishang bertindak seolah olah kuda itu menurut padanya dan dia adalah penguasanya. Bahkan, dalam balutan pakaian seperti itu sekalipun, Lin Beishang bisa naik dengan mudah.


Orang orang memuji Lin Beishang, dimana Lin Beishang tampak sangat luar biasa. Sayangnya, orang orang tidak tahu bahwa dimasa lalu, Lin Beishang adalah orang yang memimpin pasukan.


Naik kuda seperti ini adalah hal yang remeh bagi Lin Beishang, jadi melakukan seperti ini tidak ada gunanya.


Bei Zhao naik ke atas kuda yang berada di samping lalu menyerinyai ke arah Lin Beishang, di depan adalah lintasan pendek untuk kuda.


Hanya sekitar 3 kilometer, Lin Beishang yakin bisa menacapainya dalam 3 menit, jadi Lin Beishang membalas seringaian Bei Zhao.


"Ayo bertaruh, jika kamu menang maka aku akan menuruti perintahmu dan sebaliknya. " Ucap Lin Beishang dengan bangga.


Orang orang berseru dan menganggap ini adalah pertandingan yang seru, Bei Zhao mengangguk dan orang di depan membawa bendera.


Ketika bendera di kibaskan kebawah, kuda langsung melesat dengan cepat, Lin Beishang mengendalikan kudanya dengan baik.


Baik Bei Zhao maupun Lin Beishang telah ahli dalam mengendalikan kuda, jadi sulit untuk melihat perbedaan.


Lin Beishang terus melaju dengan sangat cepat, kedua kuda terus berlari sebelum akhirnya Lin Beishang berhasil menyelesaikan terlebih dahulu.


Pemilik taman bermain itu memberikan tepuk tangan dan menunjukkan dua pengukur waktu yang menunjukkan bahwa mereka selisih tidak sampai 1 detik.


"Nona ini sangat luar biasa. Kami sangat mengaguminya. " Ucap pemilik taman itu dengan bahagia.


"Tuan terlalu memuji kami karena kami memang sangat menyukai hal ini. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis, tapi orang orang bisa melihat kebanggaan dalam senyumnya.


Keduanya pulang dari taman bermain itu dengan bahagia, lalu memandang satu sama lain ketika berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Luar biasa, kamu benar benar meremehkan ku. Aku adalah Dewi Perang pada saat itu !" Ucap Lin Beishang dengan bangga.


"Baiklah, baiklah. Mohon maafkan aku. " Ucap Bei Zhao bercanda dan berpura pura marah.


"Ck, kamu sendiri juga hebat dalam berkuda. Aku hanya membual tadi, jangan marah. " Ucap Lin Beishang dengan menyesal.


Bei Zhao langsung tertawa dan mencubit kedua pipi Lin Beishang dengan bangga karena telah berhasil mengerjai gadis itu.


"Bei Zhao, tampaknya beberapa ratus tahun belakangan ini, tidak hanya kamu tidak mempelajari yang baik melainkan menjadi semakin buruk. " Ucap Lin Beishang sambil cemberut.


Cup !


"Maafkan aku, sayangku. " Ucap Bei Zhao tanpa rasa bersalah setelah mengecup bibir Lin Beishang.


Mata Lin Beishang menjadi bulat dan tampak ingin keluar karena kelakuan Bei Zhao lalu mengibaskan tangannya dengan kesal dan menatap ke arah kaca, tidak ingin menatap Bei Zhao lagi.


Tapi, sesaat kemudian, Lin Beishang menemukan bahwa tidak ada yang harus dikibaskan, pakaian pada saat ini berbeda dengan pakaian pada saat itu.


"Tuan muda, tidak ada mayat Lin Qi ditengah tumpukan itu. " Ucap Lin Beishang membaca pesan.


"Sepertinya kita harus mendatangi kediaman muda secara pribadi dan memeriksanya. " Ucap Bei Zhao langsung memutar arah.


"Aku menebak bahwa Lin Qi tidak semudah ini untuk meninggal, aku benar benar menyesal bahwa aku tidak mendapat kenanganku lebih awal, jika tidak maka aku tidak akan bertindak secara ceroboh seperti itu. " Keluh Lin Beishang.


"Hmph ! Kamu memang tidak akan bertindak se ceroboh ini tapi kamu akan melakukan hal yang lebih berbahaya lagi !" Ucap Bei Zhao dengan kesal.


Lin Beishang yang mendengar ini langsung tertawa terbahak bahak, apa yang dikatakan Bei Zhao sama sekali tidak salah.


Mereka pergi kerumah Lin Beishang yang sudah setengah hangus dan orang orang Bei Zhao berada disana , berbaur dengan polisi.


Lin Beishang berjalan masuk dan membolak balikkan mayat seolah olah sedang mengambil permen.

__ADS_1


"Nona kedua, sebaiknya anda tidak menyentuh mereka. Ini sudah beberapa hari dan menimbulkan bau yang menyengat. " Ucap salah satu polisi di dekatnya.


"Tidak apa apa, aku tidak keberatan dalam hal ini. " Ucap Lin Beishang dengan senyum acuh tak acuh lalu mulai mencari orang yang menjadi tangan kanan Lin Qi ketika Lin Qi masih hidup.


Lin Beishang menemukan orang itu lalu menggeledah pakaiannya, menemukan sebuah gantungan kunci berbentuk bunga teratai mekar yang berwarna merah darah.


Lin Beishang menyimpan itu dan bertindak seolah olah dia tidak menemukan apapun, lalu berdiri setelah pakaiannya basah oleh darah.


"Kebiasaan mu tidak pernah berubah, hm ?" Tanya Bei Zhao yang telah menunggunya di depan pintu.


"Jujur saja, kecuali orang terdekatku maka aku tidak akan mempercayai mereka apalagi untuk hal sepenting ini, aku lebih memilih untuk mengotori pakaianku sendiri. " Ucap Lin Beishang dengan suara rendah dan menggandeng tangan Bei Zhao.


Bei Zhao menatap ke arah tangannya yang sudah ada gantungan kunci berwarna merah darah dan berbentuk teratai, ini adalah petunjuk pertama mereka.


"Kita akan mencari tahunya tentang ini, kemungkinan, penjahat dikehidupan lalu dan dikehidupan ini sama saja. " Ucap Lin Beishang sambil berbisik dan tampak penuh dengan makna. Bei Zhao memikirkan kata kata Lin Beishang dengan serius.


Chu Huli tidak akan pernah bisa bereinkarnasi lagi, sementara itu berarti hanya ada 3 kemungkinan lain, Chu Linfei, Chu Yi, atau mungkin Bei Yi Fei.


Kenapa memikirkan Bei Yi Fei adalah karena obsesi yang dimiliki oleh Bei Yi Fei terlalu besar dan terlalu gila, tapi mereka belum memiliki bukti yang solid untuk menangkap mereka.


"Aku membutuhkan bantuan mu untuk mencari mereka saat ini. " Ucap Lin Beishang lalu melangkah masuk ke dalam mobil.


Lin Beishang berpikir sejenak lalu tersenyum dingin, pikirannya menjadi sibuk, bahkan tidak menyadari ketika Bei Zhao melangkah masuk ke dalam mobil.


'Siapapun yang berani membuat ini dan menyakiti keluargaku, maka aku akan membuat mereka menemui sesuatu yang lebih buruk daripada kematian. ' Pikir Lin Beishang dengan penuh kebencian.


Lin Beishang adalah orang yang penuh kebencian, jadi dendam ini tidak akan pernah hilang sampai dia membalaskan nya.


Orang yang telah merenggut kedua orang tuanya dan orang yang telah mencoba untuk membunuhnya, Lin Beishang tidak akan melepaskan orang ini dengan mudah.


"Apa yang sedang kamu pikirkan ?" Tanya Bei Zhao tiba tiba yang membuat Lin Beishang terkejut.

__ADS_1


__ADS_2