Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
250. Sakit II


__ADS_3

Lan Xiang memasang wajah muak setelah mendengar kata kata ini, Lan Xiang merasa di tipu oleh keadaan atau bahkan oleh Yang Xin.


Apakah mungkin dalam pandangan Yang Xin, dia , Lan Xiang adalah seorang wanita jahat yang bodoh dan tidak masuk akal ?


Membayangkan ini bahkan membuat Lan Xiang menjadi lebih sedih lagi, dia tidak melakukan kesalahan apapun dalam kehidupan ini, bagaimana takdir begitu kejam padanya ?


"Kenapa seperti itu ? Apakah kamu lebih memilih kekuasaan dan harta mu saat ini daripada aku dan putri mu ?" Tanya kekasih kecil Yang Xin sambil cemberut.


"Tentu saja tidak ! Hanya saja jika aku tidak memiliki uang maka aku tidak akan bisa membiayai keluarga kecil kita nanti, bertahanlah dan aku akan merawat mu dengan baik di masa depan. " Ucap Yang Xin.


"Tunggu sebentar sayang, kamu duduk disini dan aku akan ke toilet sebentar. " Ucap Yang Xin lagi dengan penuh perhatian.


"Ayo pergi, aku akan membicarakan ini dengannya. " Ucap Lan Xiang sambil menggandeng tangan Murong Yan.


Murong Yan menuruti Lan Xiang layaknya anak kecil seumurannya yang sesungguhnya dan ketika Yang Xin keluar dari toilet lalu melihat Lan Xiang berdiri di depan pintu tampak terkejut dan tidak bisa berkata kata.


"A.. aku... aku..... aku bisa menjelaskan ini padamu, aku tidak bisa keluar kota hari ini dan tidak jadi, jadi itu akan di tunda. " Ucap Yang Xin dengan gemetar.


"Tidak perlu berbohong lagi, selamat untukmu dan kekasih kecilmu. Aku mendoakan kelahiran putrimu dalam keadaan selamat, aku akan mengatakan pada Paman Yang untuk membatalkan tunangan kita karena aku tidak menginginkan nya. Jaga kekasih kecil mu baik baik dan rawat dia dengan baik. Katakan padanya bahwa aku bukan wanita murahan karena aku tidak akan merebut calon suami orang lain. " Ucap Lan Xiang dengan terus terang di depan wajah Yang Xin lalu berjalan pergi.


Yang Xin menatap kepergian Lan Xiang dengan cemas dan merasa bahwa wajahnya telah disiram oleh air dingin, dinginnya kenyataan ini membuat Yang Xin membeku.


Yang Xin tiba tiba merasa bahwa dirinya telah keterlaluan dalam hal ini, gadis itu, Lan Xiang, tidak tahu apa apa dan harus menjadi baru loncatan baginya.


Siapapun yang di jadikan batu loncatan akan marah, tapi reaksi Lan Xiang terlalu tidak alamiah, gadis itu tidak hanya tidak mengamuk melainkan juga tidak memiliki kemarahan dalam matanya.

__ADS_1


Yang Xin tiba tiba merasa gugup dan takut dengan sesuatu lalu langsung berlari ke arah Lan Xiang yang sedang berjalan pergi dengan Murong Yan.


Yang Xin menarik tangan Lan Xiang dan Lan Xiang menoleh ke belakang dengan tatapan dingin. Lan Xiang tidak mengerti apa lagi yang akan dilakukan oleh Yang Xin kali ini.


"Aku akan menikah dengan mu ! Jangan sakiti Ji Yue dengan putri kami !" Ucap Yang Xin dengan buru buru.


Lan Xiang yang mendengar ini tampak terperangah untuk sejenak sebelum akhirnya tertawa kuat seolah olah sedang melihat pertunjukkan komedi.


"Apakah aku seburuk itu di matamu ? Aku tidak akan melakukan apapun dan kamu berpikir bahwa aku akan menyakiti kekasih kecilmu ? Jika aku ingin membunuhnya, maka aku bisa membuatnya menemui kematian saat ini ! " Ucap Lan Xiang sambil menampar wajah Yang Xin dengan penuh kebencian.


Dada Lan Xiang bergerak naik dan turun karena amarah yang membakar hatinya, Murong Yan menarik tangan Lan Xiang berulang kali dan memperingatkan gadis itu bahwa ini masih di rumah sakit.


Banyak orang yang dirawat disini, tidak baik untuk menggunakan nada yang terlalu tinggi atau mereka akan di usir oleh satpam penjaga disini.


"Tunggu sebentar! Putra siapa itu ?!" Tanya Yang Xin dengan suara yang bernada tinggi pada Lan Xiang.


Lan Xiang menghela nafas dengan kasar dan melihat ke arah Yang Xin dengan penuh kebencian.


"Apa pedulimu tentang putra siapa ini ? Lagipula, hubungan pertunangan kita akan segera berakhir maka kita tidak perlu melakukan hal seperti ini lagi seperti melakukan keperdulian palsu lagi. "Ucap Lan Xiang sambil menahan diri untuk tidak menangis.


"Jika kamu benar benar memiliki putra maka aku akan menerimanya, setelah kita menikah, kamu bisa berhubungan dengan pria yang kamu sukai sementara aku mengurus keluarga kecil ku. " Ucap Yang Xin yang merasa bahwa telah menemukan jalan tengah.


Padahal, itu bukan jalan tengah melainkan telah membawa mereka ke dalam hubungan yang lebih buruk.


"Seorang pria tanpa otak seperti mu, tidak layak untuk menjadi pasangan ku. Pergi !" Perintah Lan Xiang dengan tatapan yang memerah.

__ADS_1


Benar kata Lan Xiang, bisa di bilang Yang Xin ini benar benar tidak memiliki otak. Bagaimana seorang siswi seperti Lan Xiang bisa memiliki seorang putra yang begitu besar seperti Murong Yan ?


Akan lebih masuk akal jika mengatakan bahwa Murong Yan adalah adiknya , sepupunya, atau keponakan nya.


Jika itu adalah putranya, bukankah itu terlalu bodoh ? Lan Xiang tidak tahan lagi dengan kebodohan yang dimiliki oleh Yang Xin jadi berjalan pergi sambil menarik Murong Yan, bukan menarik lebih tepatnya melainkan menyeret.


"Hei ! Aku tahu bahwa kamu marah pada pria bajingan itu, tapi kamu tidak bisa menyeret ku seperti ini ! " Teriak Murong Yan dengan putus asa.


"Tutup mulutmu, aku sedang sedih dan kamu harus diam !" Ucap Lan Xiang dengan kejam.


Murong Yan menutup mulutnya dan memasang wajah menderita. Sementara disisi lain, di dalam ruang ICU, berdiri Bei Zhao di samping ranjang Lin Beishang yang sedang menggunakan masker oksigen.


Denyut jantung Lin Beishang sangat lemah dan rendah seperti yang terlihat di monitor dan ini membuat Bei Zhao dengan dokter lain merasa khawatir.


"Kami benar benar tidak bisa menemukan penyakitnya dan ini agak aneh. " Ucap Salah satu dokter yang menjadi tekan Bei Zhao.


Bei Zhao tidak bergerak dan tidak berniat untuk bergabung dalam pembahasan ini, lagipula tidak ada yang tahu apa yang di alami oleh Lin Beishang kecuali dirinya.


Percuma untuk memberitahu karena mereka tidak akan percaya dengan keajaiban seperti adanya Murong Yan atau Darah Seribu Racun.


Jadi, Bei Zhao hanya membutuhkan mereka untuk membantunya tetap mempertahankan nafas Lin Beishang.


Bei Zhao memandangi Lin Beishang lalu mencium punggung telapak tangan gadis itu yang dingin seperti mayat.


"Kapan kamu akan sadar ? Aku sangat merindukan mu. " Ucap Bei Zhao dengan kesedihan yang sangat mendalam dan itu bisa terdengar dalam suaranya.

__ADS_1


__ADS_2