
Disisi lain, Beishang bertarung dengan sangat sengit melawan para orang barbar sebelum akhirnya melihat bahwa ada kesempatan.
Beishang menarik sebuah wadah berisi minyak tanah dengan korek yang ada di tangannya, Beishang seperti mesin penyapu.
Membunuh orang yang melihatnya dalam sekali serangan dan ketika sampai di tempat musuh, Beishang menyiramkan minyak tanah dan menghidupkan korek.
Api dengan sangat cepat menyambar bahkan terdengar suara ledakan di belakang, Beishang pergi secepat mungkin dengan ilmu meringankan tubuhnya.
Sesampainya di tempatnya, para orang barbar dengan manusia gunung merasa panik dan beberapa mati terbakar.
"Ini tidak akan menyelesaikan semuanya. " Ucap Ye Xushi sambil menggelengkan kepala.
Beishang tertawa kecil dan menunjuk ke depan, dimana itu terus meledak. Karena, bukan hanya dari minyak tanah yang meledak melainkan peledak yang mereka miliki, semuanya dipicu oleh api yang dihidupkan olehnya.
"Ini memang tidak akan menyelesaikan segalanya karena tujuanku bukan menyelesaikan nya melainkan menundanya. Kita telah bertarung disini selama hampir 1 hari penuh, seharusnya menghitung keberadaan orang itu, maka dia tidak akan lama. " Ucap Beishang sambil menyeringai.
Tiba tiba, suara kaki kuda terdengar dan itu terdengar banyak. Beishang tidak menoleh untuk melihat.
"Pasukan bantuan cadangan telah datang. " Ucap Beishang dengan bangga.
Orang di belakangnya turun dari kuda dan berlutut di belakangnya.
"Ah - Xiang memberi hormat kepada Nona !" Ucap suara di belakang dengan lantang.
"Lan Xiang, kamu datang tepat waktu. Saat ini, jika aku memperkirakan maka Chu Linfei tidak akan mengira bahwa aku memanggil Lan Xiang untuk membawa pasukan. " Ucap Beishang dengan tawa kecil.
Lan Xiang berdiri dan 750 pasukan berdiri di belakang, menyerbu manusia gunung dan orang suku barbar yang telah berhasil memadamkan api.
"Kenapa orang orang Bei Zhao lama sekali ? Apakah ada sesuatu yang diluar perkiraan ku ?" Tanya Beishang dengan cemas.
Lan Xiang sendiri hanya berdiri dan menatap nona nya dengan tatapan bodoh, Nonanya selalu berubah jika telah berkaitan dengan Bei Zhao, jadi Lan Xiang agak bingung.
Flashback
Lan Xiang sedang duduk santai di kediaman yang di sewanya di Dinasti Tang, sementara urusan Dinasti Song di serahkan kepada Jenderal Xie dan saudara kembar Lin.
Ketika Lan Xiang sedang mengenang masa lalu, tanpa sadar Lan Xiang mengingat masa lalunya dengan Nonanya, Beishang.
Dalam kehidupan ini, dia telah banyak mengecewakan orang lain tapi satu satunya orang yang tidak sanggup untuk dikecewakan olehnya adalah Nonanya.
Melihat betapa kecewanya Nona padanya ketika dia berusaha untuk menyingkirkan Fang Ling telah melukai hatinya secara mendalam.
Kadang kadang Lan Xiang berpikir, apabila waktu bisa berputar kembali dan memberinya kesempatan maka dia akan kembali ke mana ?
Lan Xiang akan tanpa ragu memilih kembali ke masa masa ketika mereka begitu dekat dan tidak canggung seperti saat ini, ketika mereka belum bertemu dengan ayah dan anak Fang.
Ketika Lan Xiang mengikuti Nonanya kemana mana seperti anak angsa yang mengikuti induknya berenang ke mana mana dengan bebas.
Tanpa sadar, Lan Xiang tenggelam dalam kenangan masa lalu dan tersadarkan oleh kedatangan seekor merpati pembawa pesan.
Tapi, itu bukan merpati yang spesial, bukan merpati yang dilatih oleh pasukan Nonanya jadi Lan Xiang agak curiga.
Tapi, ketika melihat tulisan yang ada di dalam pesan itu, Lan Xiang tidak berani untuk curiga lagi dan langsung serius.
Mustahil bagi Lan Xiang untuk tidak mengenali tulisan ini, tulisan yang mirip dengan miliknya. Tulisan ini adalah tulisan yang dibuat oleh Nonanya, sudah pasti.
Nonanya dalam kehidupan ini, hanya mengajari dua orang untuk menulis, yaitu dia dan Fang Ling. Masing masing dari mereka memiliki satu ciri khas yang sama, yaitu memiliki tulisan yang mirip dengan Nona.
Lan Xiang langsung bergegas untuk melakukan apa yang diminta oleh Nonanya dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nonanya di dalam surat tersebut.
Ternyata pesan yang dibuat oleh Beishang sebelum keluar dari Ibukota adalah untuk Lan Xiang, pada saat itu Lan Xiang tinggal di dekat Ibukota dan tidak perlu waktu selama Bei Zhao untuk mencapai Gerbang Utara.
Tapi, Nonanya meminta untuk membawa pasukan lewat jalan yang memutar dan karena itu mereka membutuhkan waktu yang lebih lama.
__ADS_1
Lan Xiang tidak berani menunda lagi ketika mendapat pesan dari Nonanya, langsung dengan cepat memerintahkan orangnya pergi. Hanya beristirahat selama setengah jam dan tidak menunggu apa apa lagi.
"Kalian semua harus mengusahakan yang terbaik !" Perintah Lan Xiang.
"Ya !" Teriak para Prajurit dengan kompak.
Flashback End
5 Ahli Tahap Penguasa dan 1 Ahli Tahap Kaisar berkumpul bersama benar benar keajaiban di dalam dunia persilatan, tidak akan pernah terlihat di tempat lain.
Menyatukan kekuatan untuk mengusir penjahat, tatapan Beishang sangat tajam dan penuh dengan kekejaman berbeda dengan Lin Yue yang tampak lebih pasrah.
Sementara yang lain sangat pasrah dan mengikuti kata kata Tuannya, orang orang mungkin lupa dan tidak akan mengingat.
Bahwa orang yang dianggap Dewi di dunia nyata ini adalah orang yang pernah diremehkan oleh orang orang, orang yang pernah diejek sebagai orang tanpa harapan.
Tidak memiliki masa depan dan tidak akan pernah menginjak umur 20 tahun, Beishang membuktikan bahwa masa depannya tidak bergantung dari kata kata orang lain.
Orang lain menyebutnya sebagai orang yang gagal tanpa harapan dan masa depan, maka dia akan membuktikannya dengan kemampuannya dan menampar orang itu dengan prestasi miliknya.
Rambut Beishang berkibar dengan angkuh dan tatapannya yang penuh dengan keteguhan seolah olah penuh dengan perhitungan.
Tapi, kedatangan dari pasukan bantuan cadangan tetap saja tidak bisa membuatnya tersenyum senang melainkan tampak cemberut dengan hal ini.
Sudah 2 jam sejak kedatangan Lan Xiang, tapi tidak ada tanda tanda bahwa pasukan Bei Zhao akan datang.
Kekhawatiran meluap ke dalam hatinya, Lin Yue tampaknya juga menyadari kegelisahan nya. Jadi langsung menoleh ke arahnya.
"Kamu ingin melihat ke adaan Bei Zhao bukan ? Pergilah, kalau perlu bawalah beberapa orang orang mu, dengan pasukan yang kamu bawa maka pertandingan ini akan berada di tangan kita. " Ucap Lin Yue.
"Tidak perlu, aku hanya perlu Lan Xiang. " Ucap Beishang dengan senyum tipis.
"Lan Xiang, ayo pergi ! " Ucap Beishang sambil melompat ke atas kuda, dengan kebakaran yang dipicu olehnya dan pasukan bantuan cadangan maka semuanya akan berakhir dengan baik.
"Kalian bertiga ! Lindungi Nona Lin dengan baik, perlakukan dia sebagaimana kalian melayani ku !" Perintah Beishang sebelum akhirnya memacu kudanya.
Lan Xiang sendiri mengetahui dengan baik bagaimana kebiasaan yang dimiliki oleh Nonanya jadi tidak menunda lagi.
Beishang memacu kudanya dengan cemas dan sampai akhirnya masuk ke dalam Ibukota, tidak sulit untuk mencari keberadaan pasukan Bei Zhao.
Itu adalah sekelompok orang dengan 1.000 pasukan bukan 100 . Jadi, dengan mudah Beishang menemukan pasukan tersebut.
Tapi, yang ditemukan oleh Beishang adalah setumpuk mayat yang sangat banyak, Beishang langsung melihat dengan waspada karena tidak melihat Bei Zhao.
"Racun." Desis Beishang.
"Ha ha ha ! Nona Beishang sangat pintar ! " Ucap suara wanita dengan melengking dan Chu Yi turun sambil memeluk tubuh Bei Zhao yang pingsan.
"Chu Yi ? Benar benar kau ? Kau meracuni Bei Zhao ?" Tanya Beishang dengan tatapan tajam seolah olah itu adalah tatapan macan yang sedang melihat domba gemuk.
"Lan Xiang, melangkah mundur. " Perintahnya, Lan Xiang walaupun tidak mengerti juga melangkah mundur.
"Aku tidak berani meracuni kakak sepupu tercinta ku hanya bisa memberinya obat tidur ketika dia lengah dan dia tidak akan terbangun dalam waktu 3 jam. " Ucap Chu Yi sambil tertawa gila.
Beishang melompat dari kuda dan tertawa ringan membuat Chu Yi waspada, karena orang di depannya ingin mengalahkan nya dengan kegilaan maka dia akan menjadi orang gila juga.
"Chu Yi, apakah kamu menyukai kakak sepupu mu dan tidak ingin orang lain mendapatkan kakak sepupumu ?" Tanya Beishang dengan nada mengejek.
Chu Yi tidak menjawab hanya menatapnya dengan waspada, melihat persetujuan yang diberikan oleh Chu Yi secara tidak langsung, dia langsung tertawa terbahak bahak.
"Apa yang sedang kau tertawakan ?!" Bentak Chu Yi.
"Apa yang sedang ku tertawakan ? Sedang menertawakan badut yang mencoba untuk menjadi putri. Kamu pikir kamu bisa mengalahkan ku, dilihat dari segi kemampuan kamu masih kalah jauh darimu, dari penampilan dan sikap, aku tentu saja berada di atasmu. " Ucap Beishang.
__ADS_1
Beishang biasanya tidak sepercaya diri ini dan tidak se narsis ini tentu saja, tapi dengan menusuk titik sakit lawan dan membuat lawan menggila, barulah dia memiliki kesempatan untuk mengambil Bei Zhao.
Walaupun tidak dijabarkan secara jelas, Beishang memiliki garis besar yang terjadi antara Chu Yi dan Bei Zhao.
Beishang menghela nafas dengan ringan dan berjalan ke arah depan mendekati Chu Yi yang tampak gila setelah mendengar kata katanya.
"Chu Yi, menurutmu jika kamu bahkan bisa membawa nya pergi, apakah dia akan menyukai mu sama seperti dia menyukai ku ?" Tanya Beishang dengan senyum dingin, tatapan Beishang angkuh seolah olah dengan sengaja menghancurkan harga diri yang dimiliki oleh Chu Yi.
Seolah olah ingin lihat Chu Yi hancur sampai kehilangan akalnya dan tidak menyisakan apapun lagi.
"Aku tidak akan melepaskan nya ! Jika kau memaksa maka aku akan membunuhnya dan bunuh diri setelah itu ! Kami akan bahagia bersama di Sungai Kuning ! " Teriak Chu Yi dengan ancaman dan tampak panik.
"Lalu ? Aku juga akan bunuh diri bersama kalian dan pada saat itu, aku dan Bei Zhao akan kembali bersatu dan jiwa mu akan dimurnikan di Neraka Tingkat Ketujuh, bagaimana ?" Tanya Beishang dengan senyum sinis, kepercayaan diri yang dimiliki Beishang telah menghancurkan Chu Yi dengan habis habisan.
"Jangan mendekat ! Aku tidak akan membiarkan mu mendapatkannya ! Jika aku tidak mendapatkan nya maka tidak ada yang boleh mendapatkan nya selain aku !!!" Teriak Chu Yi dengan amarah yang tidak terkendali.
"Seperti itukah ? Maka aku tidak ada pilihan lain. " Ucap Beishang.
Beishang mengeluarkan belati yang telah menjadi Senjata Iblis, kecuali diperintahkan olehnya, itu tidak tampak berbeda dengan senjata biasa.
"Jika kamu tidak ingin melepasnya maka aku akan membunuh diriku sendiri dan ketika dia sadar, dia akan semakin membencimu karena menganggap mu sudah membunuhku. Kamu semakin jauh dari mendapatkan hatinya. " Ucap Beishang sambil melangkah maju terus menerus dan menaruh belati itu di lehernya.
"Jangan ! Jangan lakukan itu ! " Teriak Chu Yi dengan panik tapi Beishang tidak menyerah dengan begitu mudah.
Gertakan ini belum cukup untuk membuatnya membunuh Chu Yi dengan satu pukulan yang mematikan.
Belati lebih di tekan dan darah mengalir dari lehernya tapi wajah Beishang bahkan tidak menunjukkan kesakitan bahkan tertawa dengan ceria.
Seolah olah dia telah gila dan sangat ingin mengakhiri hidupnya, melihat ini membuat Chu Yi semakin menggila dan menerkam ke arahnya dengan Bei Zhao di pelukannya.
Tanpa diduga, belati di tangannya melesat keluar dari genggamannya dan menusuk tepat di jantung Chu Yi.
Beishang menatap senjata yang melayang sendiri itu, itu adalah senjata iblis sejati. Memiliki roh di dalam senjata dan dapat bergerak layaknya benda hidup dalam perintah pemiliknya.
Chu Yi memandangnya dengan tatapan tidak percaya dan memuntahkan darah, Bei Zhao jatuh dari genggaman Chu Yi dan Beishang langsung memeluk Bei Zhao yang tidak sadar.
"Senjata....... iblis. " Ucap Chu Yi sebelum akhirnya tumbang ke tanah dan masih tidak percaya bahwa akan kalah dengan begitu menyedihkan.
Beishang mengambil senjatanya dari tubuh Chu Yi dan menghela nafas , kepercayaan dirinya yang ada sebelumnya langsung menghilang.
Walaupun sama sama di Tahap Kaisar tapi kekuatan Chu Yi tidak sebanding dengan kekuatan Bei Zhao dan Beishang.
Tidak sulit untuk Bei Zhao membunuh Chu Yi sebelumnya tapi pastilah Bei Zhao ragu ragu dan sekarang Beishang telah membunuh satu satunya sepupu Bei Zhao yang dibesarkan oleh pria itu secara pribadi.
Tidak tahu bagaimana menjelaskan hal ini pada pria itu, apakah pria itu akan membencinya karena hal ini ?
Beishang menekan kegelisahan nya dalam hati dan memeriksa kondisi Bei Zhao, Beishang menyiapak hati apabila Bei Zhao bangun dan membencinya.
Hati seseorang sulit di tebak, terkadang kadang bahkan jika dia sangat dekat dengan Bei Zhao. Dia masih tidak bisa menebak pikiran pria itu dengan sempurna.
"Nona, bagaimana dengan ini ? Bagaimana jika aku memeriksa sekitar ?" Tanya Lan Xiang dengan canggung melihat keintiman yang dimiliki oleh Beishang dan Bei Zhao.
"Ya, tapi jangan pergi terlalu jauh. " Peringat Beishang tanpa menoleh.
Lan Xiang memberi hormat dan memeriksa sekitar untuk memastikan bahwa tidak ada mata mata yang tersisa , Beishang duduk dan tubuh Bei Zhao bertumpu pada dirinya.
"Cepatlah sadar, jangan membenciku. " Ucap Beishang sambil menyeka rambut yang menutupi wajah tampan Bei Zhao.
Beishang membawa Bei Zhao ke bawah pohon yang rindang untuk menghindari cahaya matahari langsung, wajah Bei Zhao tampak pucat tapi pernafasan nya stabil jadi Beishang merasa sangat tenang.
Beishang duduk dengan punggung menyandar di batang pohon yang lebar dan nyaman, lalu membiarkan kepala Bei Zhao berbaring di kakinya.
Beishang menatap wajah Bei Zhao dengan tatapan yang rumit lalu kembali menghela nafas dengan pasrah.
__ADS_1
...----------------...
maaf agak malam upnya tapi chapter nya agak panjang hari ini, terimakasih