Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
43. Serangan Mendadak


__ADS_3

"Wangye tidak akan membunuhku untuk saat ini. " Ucapnya dengan ringan.


"Bagaimana mungkin kau tahu aku tidak berani membunuhmu ? Hanya karena kau bisa memiliki penawar ku bukan berarti aku tidak berani membunuhmu. Jika kau mengancam keberadaan Dinasti Qin maka aku tidak akan segan untuk menyingkirkan mu. " Ucap Bei Zhao masih sama dinginnya seperti sebelumnya.


Dia menatap mata Bei Zhao dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


"Mereka yang membuatmu menjadi seperti ini, tapi kau masih melindungi mereka seperti mereka adalah harta milikmu. " Ucapnya dengan tatapan rumit.


"Apa yang kau maksud?" Tanya Bei Zhao dengan dingin dan berpura pura tidak tahu.


"Tidak perlu berpura pura tidak tahu, dia yang berusaha membunuhmu bukan ? Jawab aku !" Ucapnya dengan penuh penekanan.


"Zhou Beishang ! Jangan melewati batas mu !" Ucap Bei Zhao setengah menggeram.


" Kenapa ? Apakah aku salah ? Pada akhirnya, kau sendiri yang paling tahu dalam hatimu. " Ucapnya dengan dingin.


Pedang di lehernya semakin di tekan sebelum akhirnya di turunkan dan Bei Zhao menyenangkan pedang itu lalu memunggunginya.


" Apa yang merupakan urusan Yang Mulia ini, tidak perlu kau urus. " Ucap Bei Zhao.


Dia yang mendengar ini tertawa ringan dan tidak bergerak dari posisi nya.


"Wangye, jika ada yang terjadi pada mu maka aku yang akan repot. Aku hanya memperingati mu, jika kau ingin mati maka mati saja jangan membawaku. Jangan lupa kalau ada sebuah peraturan yang mengatakan jika Bei Wang meninggal maka Bei Wangfei harus ikut. " Ucapnya dengan dingin.


Tatapannya berubah menjadi tajam, seolah olah tatapan nya bisa menembus tubuh Bei Zhao.


"Wangye, jangan lupa kamu hanyalah serigala liar yang mengancam di matanya. Tidak peduli berapa banyak perbuatan baikmu, dia akan terus curiga bahwa kamu akan menerkam nya di saat dia sedang lengah. Pada dasarnya kalian di takdirkan untuk menjadi air dan api. " Ucapnya dengan datar.


"Siapa yang aku maksud, kamu sendiri yang tahu dengan jelas. " Ucap nya lagi dengan dingin.


Dia berjalan keluar dari ruang kerja Bei Zhao sebelum melihat sesuatu dari kejauhan, dia langsung berbalik dan menarik tubuh Bei Zhao kesamping.


Dalam hitungan detik, sebuah anak panah melesat ke samping Bei Zhao. Jika dia tidak menarik tubuh pria itu maka pria itu akan dipanah sampai mati.

__ADS_1


"Yang Mulia ini tidak perlu bantuan mu. " Ucap Bei Zhao melepaskan diri.


Dia juga melepaskan genggaman tangan nya dan berjalan dengan wajah acuh tak acuh.


"Wangye tentu saja tidak memerlukan bantuan ku , tapi efek samping dari racun itu adalah memperlambat gerak. Jadi, meskipun Wangye sudah menyadarinya. Sulit untuk menghindari anak panah itu. " Ucapnya dengan datar.


Dia mengambil anak panah itu dan kepala anak panah itu menggores jari nya. Darah mengalir ke atas kepala anak panah.


Dia mengambil busur yang di kalung kan di punggungnya, lalu mulai bersiap untuk memanah. Mata nya menyipit sebelum anak panah nya di lepaskan.


Dia berjalan keluar sambil membawa busur nya yang di ikuti oleh Bei Zhao, pria itu menarik tangan nya untuk meloncat ke atas atap.


Karena dia tidak bisa meringankan tubuh dan Bei Zhao sangat bisa, jadi mereka berlari dengan hati hati di atas atap agar tidak tergelincir dan jatuh.


Sebenarnya hanya dia yang hati hati karena dia tidak bisa meringankan tubuh, setelah itu mereka berdua melihat seseorang dengan pakaian serba hitam jatuh telungkup dengan panah di punggung nya.


"Bagai mana kau bisa tahu kalau anak panah mu akan mengenainya?"Tanya Bei Zhao dengan curiga.


"Hanya insting ku, aku tidak bisa bela diri sehingga aku harus melakukan sesuatu agar aku bisa melindungi diri ku sendiri. " Ucap nya dengan santai.


Ternyata, di bawah adalah kediaman walikota Yuzhou, dia menendang tepat di depan pintu kamar Walikota Yuzhou.


Yang berteriak adalah pelayan pelayan wanita milik Walikota Yuzhou.


"Wangye, seperti nya aku harus meminta bantuan mu untuk ini. " Ucap nya dengan senyum tipis.


Bei Zhao tidak menjawab dan menarik tangan nya untuk turun dari atap, di bawah Walikota Yuzhou sudah keluar dari ruangan karena mendengar teriakan pelayan wanitanya.


"Bei Wang, ini ada apa ?" Tanya Walikota Yuzhou dengan gemetar.


Walikota Yuzhou hampir pingsan sedangkan istri Walikota Yuzhou sudah pingsan dan sedang dirawat.


"Ini adalah pembunuh bayaran. " Jawab Bei Zhao dengan dingin.

__ADS_1


"Bawa dia untuk di periksa. " Ucap Bei Zhao lagi pada anak buah nya.


"Ya, Tuan !" Ucap bawahan Bei Wang dan membersihkan bekas mayat itu.


"Tuan, Yang Mulia sudah memberikan pangan lebih banyak dan akan ada tiga gelombang lagi yang akan sampai bertahap. " Ucap Wen Yao sambil berlutut di depan Bei Wang.


"Ya." Jawab Bei Zhao dengan datar.


"Yang Mulia, apakah kau tidak ingin masuk dulu ?Aku bisa memberi kan mu secangkir teh dari selatan. " Ucap Walikota Yuzhou berniat untuk menjilat kaki Bei Wang.


"Apakah menurut mu Yang Mulia ini tidak mampu untuk membeli teh dari selatan ?" Tanya Bei Zhao dengan dingin.


Walikota Yuzhou langsung gemetar dan terkejut dengan kata-kata itu, dia sendiri tidak terkejut. Ini adalah Bei Zhao, orang yang kesombongannya menutupi langit.


Mungkin kesombongan yang di miliki oleh pria itu tidak kalah dari milik Putra Surga, Kaisar.


"Bukan begitu, bukan begitu. Yang rendah ini tidak berani mengatakan seperti itu. " Ucap Walikota Yuzhou dengan keringat dingin.


Walikota Yuzhou berniat untuk memegang tangan Bei Zhao tapi pria itu sudah menghindar lebih dulu dari sentuhan Walikota Yuzhou.


"Wangye , lebih baik untuk melihat pembukuan pangan terlebih dahulu untuk menghindari tikus. " Ucap nya pada Bei Zhao.


"Ya." Jawab Bei Zhao dengan datar dan berjalan di depan nya.


Dia berjalan mengikuti punggung Bei Zhao dengan langkah ringan. Lebih baik untuk menghitung jumlah pangan daripada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Begitu sudah dekat dengan gudang penyimpanan, dia menggunakan sebuah cadar untuk menutupi wajahnya.


Bukan apa, hanya saja angin di sini kencang dan banyak pasir. Dia tidak ingin hidung dan mulutnya kemasukan pasir.


Dia memandang Bei Zhao dari kejauhan yang sedang mengatakan sesuatu dengan Wen Yao , dia tidak terlihat seperti seorang petarung.


Hanya seperti istri kebanyakan rumah pejabat, yang lemah lembut dan akan sakit parah apabila terkena cuaca dingin.

__ADS_1


Tapi, dia hampir mati rasa karena pada dasarnya, tubuhnya tidak pernah sembuh. Dia selalu sakit, bahkan sejak lahir.


Awalnya, ini tidak terlalu parah, tapi karena makanan berkualitas buruk yang diterimanya dah luka luka yang diterima nya sebelumnya, itu memperburuk keadaannya.


__ADS_2