
"Nona Lin dan Nona Lan, jika kalian tidak ingin mati maka sebaiknya kalian pergi !" Bentak Hua Jin.
"Jika aku tidak ingin ? Apakah kamu bisa menghalangi ku ?" Tanya Lin Beishang dengan seringaian nakal, seolah olah sedang mengelabui anak kecil.
Hua Jin menatap Lin Beishang dengan geram dan Lin Beishang menatap ke arah pintu yang terbuka lalu melihat para pengawal tadi yang membawa senjata.
Lin Beishang menatap dengan lembut lalu menyapu pandangan ke arah lawan, disana ada puluhan pengawal yang membawa pedang lalu tertawa terbahak bahak.
"Pada zaman apa ini ? Membawa pedang ? Apakah orang di belakang layar bahkan tidak bisa memberikan senjata api ?"Tanya Lin Beishang mengejek.
Sementara Hua Jin dengan kedua orang tuanya tampak terkejut dengan kata kata Lin Beishang yang terlalu berterus terang.
Lin Beishang menoleh ke arah Lan Xiang yang telah mengikat rambut dengan mantel bulu yang telah jatuh.
"Apakah kamu masih ingat cara memegang pedang ?" Tanya Lin Beishang dengan penuh makna.
Tanpa diduga duga, Lan Xiang berlutut di belakang Lin Beishang dengan sepenuh hati.
"Aku tidak berani melupakan nya. " Ucap Lan Xiang dengan penuh keyakinan.
Lin Beishang tersenyum puas dan mengulurkan tangannya untuk membantu Lan Xiang berdiri. Lan Xiang menatap ke arah Lin Beishang dan berdiri.
Sementara terdengar jeritan dari atas panggung, kedua orang tua Hua Jin telah dilumpuhkan secara diam diam oleh dua orang pria.
Lin Beishang melihat Lin Wei dan kembarannya yang sedang menekan ayah dan Ibu Hua Jin yang ketakutan.
Hua Jin yang melihat ini menjerit dan menekan pisau lebih kuat leher Yang Xin dengan kejam. Lin Beishang yang melihat ini tidak ragu lagi dan langsung mengambil pistol miliknya.
Pistol miliknya menembak tepat di dahi Hua Jin, Hua Jin jatuh ke belakang sementara Yang Xin tampak menjerit dan melihat Hua Jin yang terjatuh ke belakang tanpa nyawa.
Yang Xin menatapnya dengan tatapan yang rumit sementara Lin Beishang menatapnya dengan acuh tak acuh.
"Kamu ! Kenapa kamu harus membunuhnya ! Dia tidak bersalah !" Teriak Yang Xin.
"Yang Xin ! Kamu telah di sihir oleh wanita itu !" Teriak kedua orang tua Yang Xin sambil menangis dan menahan putranya.
__ADS_1
"Kamu tidak harus membunuhnya ! Dasar pembunuh yang jahat !" Teriak Yang Xin.
"Tutup mulut mu !" Teriak Lan Xiang dengan murka.
Lan Xiang tidak masalah dengan pengkhianatan Yang Xin tapi karena Yang Xin telah berani menghina Lin Beishang membuat Lan Xiang murka.
Kedua orang tua Yang Xin menahan putranya agar tidak membuat kemarahan Lin Beishang meningkat.
"Aku melakukan ini untuk diriku sendiri. " Ucap Lin Beishang dengan datar.
Yang Xin menatap Lin Beishang dengan penuh kebencian sementara Lan Xiang melindungi Lin Beishang seolah olah seekor anjing penjaga.
Lin Beishang menembak beberapa penjaga tanpa perasaan, lalu berjalan maju dan menghindar dengan baik.
Lin Beishang menendang sebuah pedang pada Lan Xiang dan Lan Xiang mengambilnya dengan sigap dan menyerang ke depan.
Lin Beishang melihat bahwa pelurunya telah habis lalu mengambil pedang yang ada di kakinya dan menyerang penjaga di depannya dengan pedang.
Keterampilan pedangnya memukau semua orang, bahkan Lan Xiang. Lan Xiang meneteskan air mata secara diam diam, sangat merindukan Nona nya yang sangat gagah dan tidak terikat ini.
Dengan kerja sama antara Lin Beishang dan Lan Xiang, maka siapa yang bisa menghalangi mereka ? Apalagi hanya penjaga yang tidak terampil ?
Bahkan, hanya dengan mereka berdua bisa menerobos masuk ke dalam sebuah Dinasti pada kehidupan lalu.
Lin Beishang membuang pedang yang telah tumpul itu dengan acuh tak acuh, apapun yang di inginkan oleh dalang di balik layar ini. Itu psdtilah tidak baik.
Mencoba untuk melawannya dengan pedang ? Apakah ingin menunjukkan bahwa di dunia ini bukan hanya dirinya sendirian yang mengingat kenangan di kehidupan lalu ?
Lin Beishang merasa bahwa kasus ini terlalu aneh dan harus mengawasinya sendiri, pakaiannya penuh dengan darah dan Lin Beishang menatap ke arah Yang Jin dengan Fu Xin.
Itu adalah nama orang tua Yang Xin, Lin Beishang menatap pria tua yang gemetar itu.
"Tuan dan Nyonya Yang tentunya tahu apa keterangan yang harus diberikan kepada aparat keamanan bukan ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut tapi mengancam.
"Aku akan melaporkan mu ! Kamu telah membunuh calon istriku dan calon anakku !" Teriak Yang Xin dengan gila.
__ADS_1
Plakk !!
Yang Jin menampar putranya dengan ganas, tidak ada kelembutan dalam tamparan itu.
"Lihat dirimu sendiri ! Nona Lin dan Nona Lan telah membantu kita !" Teriak Yang Jin dengan murka.
"Kamu tentu saja boleh melaporkan ku setelah menonton video ini. " Ucap Lin Beishang dengan santai dan melemparkan teleponnya ke arah Yang Xin.
Lin Beishang melihat gaun putih polosnya yang telah berubah warna menjadi warna merah darah , ruang pernikahan yang semula berwarna merah terang yang menunjukkan kebahagiaan berubah menjadi kedukaan.
Yang Xin menangkap telepon Lin Beishang dan menonton video yang diberikan oleh Lin Beishang dengan tatapan tidak percaya.
"Bagaimana mungkin ? Bagaiaman mungkin Ah - Jin mengkhianati ku ?!" Teriak Yang Xin.
"Tuan Yang, tampaknya mental Tuan Muda Yang tidak stabil. " Ucap Lin Beishang dengan acuh tak acuh dan mengambil teleponnya kembali.
Lin Beishang semula menduga ada yang tidak beres setelah melihat gagang pisau dibalik jas formal ayah Hua Jin.
Lalu , awalnya Lin Beishang menduga bahwa orang orang ini akan menyerang dengan senjata api dan berniat untuk membiarkan Lan Xiang pergi terlebih dahulu.
Siapa yang menyangka bahwa musuh nya hanya menyerang dengan pedang ? Ini adalah permainan anak anak baginya.
Tapi, di tempat yang ketat dan penuh dengan hukum seperti ini, siapa yang bisa menempa pedang dalam jumlah banyak seperti ini ?
Tampaknya, orang di balik layar memiliki koneksi yang kuat, jika dilaporkan kepada maka sudah bisa dipastikan bahwa aparat keamanan akan menghentikan kasus di Hua Jin dengan kedua orang tuanya.
Lin Beishang memberi tanda pada si kembar Lin untuk membawa kedua orang tua Hua Jin pergi dari sana.
"Katakan pada aparat keamanan bahwa kedua orang tua Hua Jin melarikan diri dan senjata api ini di dapatkan dari seorang penjaga hotel. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
"Aku harap, kalian berdua tidak mengecewakan ku. " Lanjut Lin Beishang.
"Nona Lin bisa tenang ! Kami tidak akan mengecewakan anda, terima kasih karena telah membantu kami. Hanya saja, kami benar benar tidak tahu apa motif mereka. " Ucap Yang Jin dengan gugup.
"Apakah Tuan Yang mengingat masalah Perusahaan Shu ?" Tanya Lin Beishang sementara Yang Jin membulatkan matanya setelah mendengar nama perusahaan yang disebutkan oleh Lin Beishang.
__ADS_1