Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
271. Melepaskan Masa Lalu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan acara makan bersama, Lin Beishang berjalan menuju ke kamarnya dan duduk di baikon untuk menghiruo udara segar.


Lin Beishang pada akhirnya sadar bahwa selama ini, yang mencekik dirinya bukanlah musuh atau masalahnya.


Melainkan dirinya sendiri.


Ya, dirinya sendiri yang membuatnya merasa sesak nafas selama ini.


Lebih tepatnya, kenangan masa lalu yang tidak sanggup dilepaskan olehnya selama ini telah mencekik dirinya selama bertahun-tahun panjang.


Kenangan masa lalu itu seperti sulur yang mengikat seluruh tubuhnya, dan tidak membiarkannya untuk menghirup nafas dengan bebas.


Seperti burung tanpa sayap.


Lin Beishang berdiri disana dan menatap dengan tatapan rumit ke arah luar, tampak penuh dengan pikiran yang kusut.


Lalu dia tersenyum sendiri dan berjalan ke bagian dalam kamarnya lalu mengambil gunting. Lin Beishang berdiri di depan cermin dan memandang dirinya sendiri.


Bayangan di depannya tampak sangat akrab tapi juga asing, terasa sangat dekat tapi juga jauh. Lin Beishang memandang dirinya sendiri dengan senyum aneh.


Lalu mendekatkan gunting yang berkilauan itu didekat kepalanya.


"Sepanjang dua kehidupan, aku selalu ketakutan untuk memotong rambutku , karena memotong rambutku sama saja dengan memotong semua kenangan yang aku miliki. " Gumam Lin Beishang.


"Kali ini, aku bertekad untuk meninggalkan semuanya, aku ingin melihat, ketakutan macam apa yang bisa menghentikan ku kali ini. " Lanjut Lin Beishang.


Gunting mendekati rambut Lin Beishang dan memotongnya tanpa keraguan, Bei Zhao yang baru saja masuk ke dalam terkejut dengan tindakan Lin Beishang.


Bei Zhao melihat Lin Beishang yang duduk memunggungi nya dengan rambut yang pendek, tidak sampai ke bahu.


Benar benar pendek dan tidak rata di beberapa sisi, tapi itu bahkan membuat rahang Lin Beishang tampak lebih tajam dan lebih tegas, benar benar seperti Dewi Perang.


Jika Lin Beishang berambut panjang bisa dikatakan sangat cantik, maka jika Lin Beishang berambut pendek maka harus dikatakan luar biasa !


Bei Zhao memandang dengan penuh kekaguman sampai akhirnya Lin Beishang menoleh ke belakang dan menaruh guntingnya di atas meja.

__ADS_1


Lalu mengulurkan tangannya dan mengaitkan kedua tangannya dibelakang leher Bei Zhao, yang memangkas jarak di antaranya dengan pria itu.


"Bagaimana ? Yang mana yang kamu sukai, apakah aku yang dahulu atau aku ?" Tanya Lin Beishang dengan berani.


"Aku menyukai semua bagian darimu, selama itu dirimu, maka aku akan menerima segala bentuk. " Ucap Bei Zhao sebelum akhirnya ******* bibir Lin Beishang dengan penuh semangat.


Lin Beishang membalas ******* Bei Zhao dengan api yang membara di dalam hatinya, Lin Beishang memeluk Bei Zhao lebih erat untuk memperdalam tautan mereka.


Bei Zhao tidak ingin kalah , dan merangkul pinggul Lin Beishang lebih dan lebih kuat, seolah olah tidak ingin melepaskan Lin Beishang sama sekali.


Suhu ruangan yang semula sangat dingin dan sangat penuh dengan aura kematian, seketika menjadi begitu hidup dan panas.


Benar benar luar biasa.


Bei Zhao mendorong Lin Beishang ke atas kasur, dan dengan kedua tangan yang bertumpu di sebelah kanan dan kiri tubuh Lin Beishang, mereka terus berciuman dengan panas.


Tangan Lin Beishang tidak hanya berhenti disana, dan meraba tubuh Bei Zhao yang penuh otot dan ingin menanggalkan pakaian pria itu.


Tapi, Bei Zhao menghentikan tangan Lin Beishang dan Lin Beishang tidak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bei Zhao.


"Aku tidak akan menyentuhmu sampai kita mencapai hubungan yang resmi, aku tidak ingin merugikan mu. " Ucap Bei Zhao dengan terengah engah.


"Baiklah kalau begitu, apakah kita akan menikah sekarang ?" Tanya Lin Beishang.


"Kita akan menikah setelah semuanya selesai. Kita akan menggelar pernikahan yang sangat mewah sampai sampai semua orang tahu bagaimana pernikahan kita berlangsung. " Ucap Bei Zhao.


Lin Beishang tersenyum dan memeluk lengan Bei Zhao, aroma daun mint yang lembut ini selalu bisa menenangkan nya.


"Aku ingin dua acara, satu adalah untuk umum sementara yang kedua akan dilakukan secara tertutup, dimana yang datang hanyalah keluarga." Lin Beishang menyuarakan keinginannya.


Bei Zhao yang mendengar ide manis dari Lin Beishang langsung mengusap kepala kekasihnya dengan sangat gemas.


"Baiklah, akan ku lakukan semua yang kamu katakan. Bahkan jika kamu memintaku pergi ke lautan api atau gunung pisau, aku akan pergi untukmu. " Ucap Bei Zhao dengan penuh keyakinan.


Lin Beishang bisa tenang, karena Bei Zhao tidak pernah mengingkari kata katanya sendiri. Lin Beishang merasa bahwa karena satu tindakan sederhana darinya tadi , telah meringankan lebih dari setengah beban di hatinya.

__ADS_1


Sekarang , hanya ada Chu Yi yang harus ditangani sebelum akhirnya mereka bisa menikah dan menjalani kehidupan yang baik dengan Bei Zhao.


Disisi lain , Lan Xiang sedang berjalan sendirian di mall dan menunggu Murong Yan yang sedang pergi ke toilet sebelum akhirnya seorang pria mendatangi Lan Xiang yang sedang berjalan jalan.


"Tunggu sebentar. " Panggil pria itu.


Lan Xiang menoleh ke belakang dan terkejut dengan siapa yang memanggilnya lalu menatap pria itu tepat dimata, dengan perasaan canggung, Lan Xiang berusaha untuk tetap tenang.


"Apa yang diinginkan dari Tuan Muda Yang dengan memanggilku disini ?" Tanya Lan Xiang dengan tenang.


"Maafkan aku, aku benar benar tidak bisa mengendalikan diriku pada saat itu. " Ucap Yang Xin.


Lan Xiang yang mendengarkan ini memaksa diri untuk tertawa, walaupun tidak ada yang lucu. Daripada menertawakan Yang Xin, ini seperti menertawakan dirinya sendiri.


"Apa yang dilakukan oleh Tuan Muda Yang sampai sampai harus meminta maaf padaku ?" Tanya Lan Xiang.


Dari belakang, Murong Yan yang baru datang melihat pemandangan ini dan berhenti sejenak, memilih untuk menjadi pendengar.


"Aku, aku... aku ingin kembali denganmu. " Ucap Yang Xin.


"Tuan muda Yang, kamu harus tahu bahwa sekarang aku sudah memiliki kekasih, kamu harus menyerah. " Ucap Lan Xiang memotong hatinya sendiri.


Murong Yan datang dan merangkul pinggang Lan Xiang lalu berbisik.


"Pergilah padanya, aku tahu bahwa selama ini hatimu masih berada padanya. " Ucap Murong Yan dengan ikhlas.


Jika orang yang dicintainya memang lebih bahagia dengan pria lain maka dia harus mundur, bukannya memaksakan diri.


Tanpa diduga duga, Lan Xiang menatap Murong Yan lalu melepaskan rangkulan Murong Yan dan melangkah menuju Yang Xin.


"Tuan muda Yang, aku awalnya memang cinta padamu bahkan sampai saat ini. Tapi, pengkhianatan memang tidak bisa ditoleransi. Aku lebih memilih untuk belajar mencintai orang yang bersedia untuk menungguku dan menjagaku dengan sepenuh hati. Hari ini, hatimu ada pada diriku, bagaimana dengan besok, bulan depan, atau tahun depan ? " Tanya Lan Xiang dengan bijak.


Lan Xiang menyeka air matanya dengan kasar dan berlari untuk memeluk Murong Yan.


"Kamu bertanggung jawab padaku untuk membuatku jatuh padamu tanpa bisa pergi lagi." Ucap Lan Xiang sambil memantapkan pilihannya.

__ADS_1


"Apa kau yakin untuk melepasnya ? Jangan memaksakan dirimu sendiri. Aku tidak apa apa. " Ucap Murong Yan dengan khawatir.


"Ajari aku bagaimana cara mencintaimu, dengan begitu maka aku akan merasa lebih baik. Aku tidak keberatan untuk melepas seseorang dan aku tidak memaksakan diriku sendiri, aku hanya menentukan pilihan terbaik untuk diriku sendiri. Jangan kecewakan pilihan ku dan kepercayaan aku. " Gumam Lan Xiang sebelum akhirnya membenamkan kepalanya di dalam pelukan Murong Yan.


__ADS_2