
Seorang prajurit sederhana mendekati Lin Beishang yang duduk di bawah hujan sambil memangku mayat Xia Zhong.
"Gongzhu , bawahan ini adalah asisten Jenderal Yu dan telah mengikuti nya selama 30 tahun, sejak Tuan masih menjadi Kaisar. Aku mengetahui hal ini sedikit. " Ucap prajurit itu dengan pelan.
Lin Beishang tidak menjawab dan menoleh ke arah prajurit yang sederhana itu dan menunggu pria itu untuk bercerita.
Sekitar lebih dari 20 tahun lalu,
Ketika Xia Ling dan Sha Xi, bawahannya. Ditangkap dan dibawa ke Istana Dinasti Tang yang megah, Xia Ling yang berpikir bahwa ayahnya dan seluruh keluarganya telah meninggal.
Tanpa diduga, itu ternyata salah. Lin Xi tidak sepenuhnya tidak memiliki hati seperti itu, Lin Xi mengingat ketika keluarga Xia menolongnya di masa lalu.
Sehingga memberikan posisi terhormat untuk Xia Zhong dan keluarga kecilnya, termasuklah kakak laki laki dan ibu Xia Ling.
Dengan syarat, mereka tidak boleh menemui Xia Ling dan mereka tidak boleh menunjukkan diri terang terangan sehingga hanya bisa menggunakan topeng sampai akhirnya Xia Ling kabur dari Istana Dinasti Tang.
Pada saat itu, tidak ada lagi yang tersisa. Putranya, istrinya, satu persatu meninggal bahkan putrinya tidak bisa ditemukan.
Kondisi tubuh Xia Zhong terus menerus memburuk sampai akhirnya menjadi seperti ini, jadi selama ini nama 'Jenderal Yu' hanyalah kebohongan belaka.
Awalnya, Keluarga Xia menolak untuk menjadi antek Lin Xi, yang pada saat itu adalah orang yang menghancurkan mereka sampai ke titik ini.
Tapi, Lin Xi mengancam mereka dengan putri mereka, dengan adik perempuan mereka. Jadi, sebenarnya tidak dapat diketahui.
Apakah Lin Xi masih mengingat hutang budi masa lalu atau hanya ingin memanfaatkan Keluarga Xia yang merupakan seorang pejuang handal.
Pada akhirnya, Xia Ling tidak pernah mengetahui hal ini sampai akhir. Jika Xia Ling tahu, maka mungkin Xia Ling tidak akan begitu tertekan dan mungkin masih hidup sampai sekarang.
Lin Beishang mendengarkan cerita dari prajurit itu lalu terdiam sejenak sebelum akhirnya tertawa kencang dan tampak sangat senang, tapi orang yang mendengarnya akan dengan mudah mengetahui bahwa itu mengandung kesedihan yang begitu berat.
Prajurit itu melihat bahwa Lin Beishang membutuhkan waktu untuk menerima semuanya sehingga mundur.
Lin Beishang terus tertawa dan air hujan serta air mata masuk ke dalam mulutnya secara tidak terkendali, tapi Lin Beishang seolah olah tidak merasakan itu semua.
"Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan lalu, sampai sampai harus menanggung ini semua !" Teriak Lin Beishang dengan marah.
__ADS_1
Lin Beishang memeluk tubuh kakeknya yang telah sepenuhnya kaku dan darah telah disapu oleh hujan, prajurit diam diam merasa berduka oleh kematian Jenderal yang telah menemani mereka selama ini.
"Orang orang mengatakan bahwa jika bersabar maka kebahagiaan akan datang, akan ada pelangi di balik hujan. Tapi, kenapa aku hanya melihat awan gelap dibalik hujan ?" Tanya Lin Beishang dengan lirih.
Tidak ada yang bisa membedakan apakah dia sedang menangis atau sedang tertawa, dengan sapuan air hujan, itu telah mengaburkan semuanya.
Tidak lama, derap kaki kuda terdengar dan pemimpinnya dengan pakaian yang bersimbah darah dan beberapa luka di tubuh langsung meloncat turun dari kuda dan memeluk Lin Beishang yang duduk dibawah hujan deras.
"Apa yang sedang kau lakukan disini ?!" Tanya Bei Zhao dengan putus asa.
Lin Beishang hanya tertawa dan melirik Bei Zhao yang terluka dan bersimbah darah.
"Semuanya telah pergi !! Apakah kau akan pergi juga dan meninggalkan ku sendiri disini ?!" Tanya Lin Beishang dengan tawa gilanya.
"Apa yang terjadi ?!" Tanya Bei Zhao dengan putus asa.
"Langit telah mempermainkan ku, orang ini dikenal sebagai Jenderal Yu yang hebat tapi pada akhirnya adalah keluargaku. Ketika aku baru mengetahui kebenarannya, semuanya telah terlambat ! Dia memblokir pedang terkutuk itu untukku dan mengatakan kebenaran pada nafas terakhirnya, seolah olah langit sangat senang melihat ku menderita, Ha ha ha ! Kalau begitu, maka aku akan membuatnya kecewa ! Aku akan tertawa sebanyak mungkin, aku akan menunjukkan bahwa aku sangat senang !!" Teriak Lin Beishang sambil tertawa terbahak bahak.
"Lin Beishang !! Jangan seperti ini !" Mohon Bei Zhao sambil mengguncang tubuh Lin Beishang.
"Jangan memanggilku dengan marga orang yang menjijikkan itu, itu telah membuat ku jijik sampai ke tulang. Aku tidak mengerti, aku telah memperlakukannya sebaik mungkin tapi dia membayar ku dengan ini. " Ucap Lin Beishang dengan tawa jijik.
Bei Zhao mengutuk Lin Xi yang memberikan terlalu banyak luka pada Beishang nya. Tapi, ketika akan berbicara lagi, Bei Zhao memuntahkan seteguk darah berwarna gelap dan jatuh berlutut ke depan.
Lin Beishang menatap darah gelap milik Bei Zhao dengan acuh tak acuh lalu mengambilnya sedikit dengan jarinya dan menghirupnya sedikit.
"Racun, racun kalajengking yang sama dengan di tubuhmu hari itu. " Ucap Lin Beishang dengan pelan sebelum akhirnya mengaitkan kedua tangannya di leher Bei Zhao.
Lin Beishang menarik kepala Bei Zhao ke depan sampai bibir mereka bersentuhan lalu Lin Beishang menggigit bibirnya sendiri sampai berdarah.
Darah mengalir ke dalam mulut Bei Zhao dengan cara yang agak mengejutkan dan Bei Zhao tampak linglung sementara Lin Beishang melepaskan kedua tangannya dan menyeka bibirnya yang berdarah.
"Aku tidak gila, musuh masih mengintai. Aku tidak bisa mengobati mu dengan cara terang terangan , aku hanya bisa mengobati mu dengan cara itu. " Ucap Lin Beishang dengan santai.
"Darimana kau mendapatkan racun ini ?" Tanya Lin Beishang.
__ADS_1
"Aku mendapatkannya ketika melawan seseorang dalam perjalanan kemari. " Ucap Bei Zhao.
FLASHBACK
Ketika Bei Zhao dan orang misterius itu telah bertarung, Bei Zhao tanpa sengaja menyibakkan tudung hitam gadis itu dan menunjukkan sebuah wajah yang menggunakan topeng perak.
Saat itu, Bei Zhao merasa bahwa wajah itu agak akrab dan merasa bahwa dia pernah melihatnya di suatu tempat.
Karena memikirkan hal ini, Bei Zhao menjadi lengah dan musuh mengambil kesempatan dalam hal ini lalu menggores tangan Bei Zhao dengan belati.
"Shh ! Kau !" Bei Zhao berteriak dengan marah tapi orang itu telah kabur dan ketika Bei Zhao ingin mengejar orang itu, rasa sakit yang besar menghantam dirinya.
Tapi, Bei Zhao memaksakan dirinya untuk tetap sadar sampai bertemu dengan Beishang.
"Ayo !" Teriak Bei Zhao sambil menekan rasa sakitnya.
FLASHBACK END
"Menurutmu, siapa orang ini ?" Tanya Bei Zhao dengan penasaran.
"Tidak tahu, kamu yang melihat rupanya. Aku tidak berani menduga duga. " Ucap Lin Beishang sambil tersenyum manis ditengah hujan.
Walaupun senyuman itu manis , tapi entah kenapa Bei Zhao merasa bahwa senyuman itu membawa terlalu banyak duka.
Seolah olah senyuman manis itu hanya digunakan untuk mengecoh orang , hanya untuk menipu bahwa pemilik senyuman itu baik baik saja.
Bahwa semuanya baik baik saja, tidak ada masalah sama sekali yang terjadi. Seolah olah kematian Xia Zhong tidak pernah terjadi.
"Wajah itu, aku yakin aku pernah melihatnya di suatu tempat. " Ucap Bei Zhao dengan kesal karena tidak bisa menemukan orang yang cocok.
"Aku memiliki beberapa dugaan yang mungkin terjadi, pertama adalah sepupumu, Chu Yi. Kedua, saudariku, Lin Yue. Ketiga, pelayanku, Lan Xiang. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.
...----------------...
Hello, ini agak pendek karena hari ini akan up 3 chapter sebagai bonus dari Like Challenge pertama yang berhasil dipenuhi.
__ADS_1
Up : 1 / 3
Note : Di komentar di bab bab awal, Author sudah pernah kasih spoiler bahwa Lan Xiang adalah karakter yang setia dan murni jadi kemungkinannya hanya ada di dua yang atas, he he. Silakan menebak di kolom komentar.