
"Qiaofeng, jangan berpikiran macam macam ! Atau aku akan mengatakan ini pada Bei Zhao. " Ancam Lin Yue dengan khawatir.
"Yue, kamu tenang saja sampai rencanaku selesai maka aku tidak akan pergi. Tapi, satu hal yang harus kamu ketahui, jika aku ingin pergi maka tidak akan ada yang bisa menghalangi jalanku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum dingin.
"Qiaofeng, jangan gila ! Masih ada banyak hal yang bisa di lakukan. " Ucap Lin Yue.
"Yue, tidak ada gunanya menangis disini. Mari kita lihat di masa depan, tidak ada yang bisa menebak masa depan mungkin saja aku diberi pencerahan. " Ucap Lin Qiaofeng dengan asal asalan.
"Sialan ! Kau bahkan masih bisa bercanda saat mengatakan hal sepenting ini. " Ucap Lin Yue sambil cemberut.
"Yue, jika kamu masih terus merengek layaknya bayi maka itu akan membuatku merasakan penyesalan besar. " Hela Lin Qiaofeng.
"Kenapa kamu merasa menyesal ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.
"Karena, telah memberitahu mu soal ini. Lain kali lebih baik aku simpan saja daripada menghadapi bayi besar sepertimu. " Canda Lin Qiaofeng.
Wajah Lin Yue berubah menjadi muram dan tampak cemberut dengan lucu, senyum di wajah Lin Qiaofeng mengembang kala melihat wajah saudarinha yang lucu.
"Dengan kecantikan mu ini, maka aku percaya bahwa kamu bisa menarik perhatian Ketua Muda Yang. " Godanya pada Lin Yue.
Lin Yue tampak berusaha untuk tetap tenang tapi tidak bisa menyembunyikan sepenuhnya bahwa gadis itu merasa tersipu, terlihat dari wajahnya yang sedikit memerah.
"Ayo Putri Mahkota, biarkan Selir ini mengajakmu untuk berkeliling. " Ucap Lin Qiaofeng sambil menahan tawa.
"Tentu saja. " Ucap Lin Yue sambil menyeka air mata.
Keduanya berjalan seolah olah tidak pernah ada adegan emosional di antara mereka sebelumnya, setelah itu tindakan mereka sangat normal agar tidak di curigai.
Setelah beberapa saat akhirny Putri Mahkota Dinasti Tang pergi sementara utusan Dinasti Tang masih tinggal, sebenarnya Lin Yue seharusnya juga tinggal di dalam istana untuk perlindungan.
Tapi, karena kekeras kepalaan Lin Yue untuk pergi keluar maka tidak akan ada yang bisa menghalangi. Lin Qiaofeng tiba tiba memikirkan tentang tugas yang diterima oleh Lin Yue untuk keluar dari Dinasti Tang.
Saat ini , Lin Yue sedang berbincang untuk basa basi dengan Kaisar untuk membahas hal yang sangat umum.
"Putri Mahkota karena anda saat ini sedang di wilayah Zhen, maka Zhen tidak akan tenang apabila Putri Mahkota berjalan sendirian di tengah kerumunan, bagaimana jika Zhen meminta beberapa pengawal yang cakap untuk menjaga Putri Mahkota ?" Tawar Kaisar.
"Yang Mulia, itu sungguh tidak perlu. Putri ini tidak akan tersesat karena berjalan sendiri, Putri ini tentu saja menghargai niat baik Yang Mulia tapi ini sungguh tidak perlu. " Tolak Lin Yue dengan halus.
Lin Qiaofeng yang melihat ini menyadari bahwa ada kesempatan untuk melakukan sesuatu.
"Yang Mulia, bagaimana jika Yanping yang menemani Putri Mahkota ? Bagaimanapun Yanping mempelajari seni bela diri dan mampu menjadi pelayan Putri Mahkota. " Ucapnya dengan sopan di samping Kaisar.
Kaisar mengangguk dan menawarkan ini pada Lin Yue, Lin Yue menatapnya sejenak dan mengangguk pada Kaisar.
"Yanping, selama ini kamu belum memiliki senjata secara resmi dan hanya menggunakan pedang pelatihan biasa. Pelayan ! Bawakan aku Pedang Embun Bulan !" Perintah Kaisar.
"Yang Mulia !" Ucap Permaisuri dengan cemas.
"Diam ! Yanping, jangan biarkan ada orang yang mencurigakan di sekitar Putri Mahkota. Bunuh mereka semua apabila ada yang mencurigakan, ingatlah bahwa nyawa Putri Mahkota adalah yang terpenting. " Perintah Kaisar sekali lagi.
__ADS_1
"Menerima tugas sepenting ini, Yanping tidak berani menjadi lengah. " Ucap nya.
Sejak dia menyamar menjadi seorang Selir Yanping, Yue Shan telah di sembunyikan olehnya di balik lapisan pakaian bagian luarnya dan orang orang tidak akan bisa melihat Yue Shan.
Lin Qiaofeng berlutut dengan kedua tangan yang terbuka, sebuah pedang dengan gagang putih seputih bulan ditaruh di tangannya dengan sarung yang memiliki warna senada.
"Yanping menerima niat baik Yang Mulia, percayalah Yanping tidak akan mengecewakan Yang Mulia. " Ucap Lin Qiaofeng.
Kaisar mengangguk dan mereka berdua pamit dari istana dan berjalan pergi, mereka menaiki kuda yang telah disiapkan dan melesat pergi.
"Apa yang kamu rencanakan ?" Tanya Lin Yue.
"Tidak ada, hanya saja udara di dalam istana itu terlalu pengap dan membuatku tidak bisa bernafas. Aku tidak mengerti bagaimana cara kamu bertahan hidup di dalam istana selama lebih dari 20 tahun. " Balas Lin Qiaofeng.
"Aku bahkan lebih tidak tahu bagaimana cara kamu bertahan dari semua penghinaan yang diberikan oleh Bei Zhao padamu selama lebih dari satu tahun. " Ucap Lin Yue tidak mau kalah.
"Tidak tahu, aku juga tidak tahu dengan apa yang ada di kepalaku pada saat itu. " Jawab Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh.
Lin Qiaofeng melepaskan kulit wajah palsu dan kembali menjadi seorang Lin Qiaofeng tapi wajahnya tertutupi oleh cadar.
"Bagaimana dengan misi mu untuk menyelidiki seorang bangsawan kecil bermarga Xi ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan bingung.
Mendengar kata kata yang terlontar dari bibir tipis Lin Qiaofeng, Lin Yue tampak bingung sejenak sebelum akhirnya memukul kepala sendiri.
"Sial ! Aku bahkan lupa dengan alasan ku pergi dari istana, jika aku tidak segera menyelesaikan ini maka ayah pasti akan marah. " Gumam Lin Yue.
"Tidak perlu khawatir, bagaimana jika selidiki hari ini ?Masih ada 14 hari yang dihitung mulai besok, sejak saat itu bom waktu akan mulai menghitung waktu yang tersisa. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Ikut aku , aku tahu tempat itu !" Perintahnya.
Dengan Pedang Embun Bulan yang tergantung di pinggangnya, Lin Qiaofeng tampak seperti Putri seorang bangsawan yang kaya.
Kebanyakan orang semacam itu hanya menggunakan pedang untuk menggertak dan tidak tahu bagaimana cara sebenarnya untuk mengayunkan pedang.
Sehingga ketika melewati gang yang agak sepi, jalan yang sengaja dipilih oleh Lin Qiaofeng agar tidak berdesak desakan.
Karena jika tidak mereka akan melewati sebuah pasar yang sangat ramai dan itu akan menunda waktu mereka yang sisa sedikit.
Sekelompok bandit muncul dengan pedang yang besar atau tombak, mereka dengan senyum jahat menghalangi kudanya.
Lin Yue sendiri yang di belakangnya menatap dengan acuh tak acuh pada sekelompok bandit liar ini.
"Apakah ini Selir Yanping yang terkenal ? Aku sangat penasaran untuk melihat wajah Selir Yanping ! Itu dibelakang adalah Putri Mahkota Dinasti Tang, sayang sekali bahwa kami tidak bisa menyentuh Putri Mahkota, atasan kami meminta untuk membawa Putri Mahkota. " Ucap salah satu bandit.
Dalam waktu sekejap ada selusin bandit lain yang datang dengan senjata, ini jelas jelas bukan bandit biasa.
Ada orang yang memerintahkan mereka untuk menghadang dia dan Lin Yue, kerutan di dahinya sudah nampak tapi dia mengangkat tangan yang melarang Lin Yue untuk turun dari kuda.
Lin Qiaofeng turun dari kuda dan menatap ke orang orang ini dengan senyum tipis dan cadar yang menutupi wajah aslinya terbang yang menunjukkan wajah nya yang sangat cantik, tidak seperti wajah Lien Hua yang tidak bisa dibandingkan.
__ADS_1
Seluruh bandit itu langsung terpesona ketika melihat senyum tipis nya, bandit bandit itu pun menjadi lebih bernafsu terhadap Lin Qiaofeng.
"Siapa yang memerintahkan kalian ?" Tanya nya dengan suara manja.
"Selir Yanping ! Anda tidak cocok untuk membawa pedang, cocoknya tangan kecilmu itu untuk menyentuh milikku !" Ucap salah satu bandit dengan vulgar.
Mendengar ini Lin Qiaofeng tidak marah melainkan hanya tersenyum tipis.
"Lihatlah, betapa senangnya Selir Yanping ! Pasti akan lebih nikmat jika melihat Selir Yanping meronta ronta sayang sekali bahwa Selir Yanping adalah bekas Kaisar , tapi tenang saja kami bisa dengan senang hati menerima Selir Yanping. " Ucap Bandit yang lain dengan wajah penuh harap.
"Tuan Tuan ini memiliki mulut yang sangat manis, aku bahkan tidak bisa menahan senyum. Sangat senang apabila bisa melayani Tuan Tuan ini dengan baik. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum lebar.
Ketika seluruh bandit terpanah dengan kata katanya, Lin Qiaofeng telah melesat dengan Pedang Embun Bulan yang menuju ke leher orang yang telah berbicara secara vulgar tadi.
Dengan gerakan yang cepat dan rapih, darah tumpah dan orang yang berada di tengah bermandikan darah, meskipun begitu senyumnya tidak hilang.
Lin Qiaofeng memutar pedangnya dan menusukkan pedangnya pada perut orang terakhir sampai mati, ini adalah orang yang pertama mengucapkan kalimat tidak pantas pada dirinya.
"Senang sekali bahwa aku bisa bermain dengan kalian, terima kasih karena telah menemaniku bermain. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum jahat.
"Kau wanita iblis !" Teriak bandit itu sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
Lin Qiaofeng memasang wajah acuh tak acuh dan mencabut pedang Embun Bulan, untuk membunuh orang orang semacam ini maka tidak perlu menggunakan Yue Shan.
Mereka tidak layak untuk membuatnya mengeluarkan Yue Shan, Lin Qiaofeng menjilati bibirnya yang basah oleh darah musuh lalu berbalik dan menatap seorang pria dengan tubuh penuh darah tapi tidak mati.
Lin Qiaofeng menendang pria itu karena pria itu pura pura mati, sampai akhirnya karena bosan Lin Qiaofeng mengambil pedang dan bersiap menusukkan nya.
Pria itu langsung bangun dan bersujud di depannya dengan ketakutan.
"Jangan ! Jangan bunuh aku ! Aku hanya ditugaskan dan hanya merupakan seorang pelayan kecil !" Teriak Pria itu dengan ketakutan.
"Jika tidak ingin mati maka menurut lah dengan ku, hm ?" Tanya Lin Qiaofeng sambil mengangkat dagu pria itu.
Pria itu langsung ketakutan dan Lin Qiaofeng tidak mengatakan apapun lagi, Lin Yue melemparkan sebuah tali padanya.
Lin Qiaofeng mengikatkan tali pada tubuh pria itu supaya pria itu tidak kabur sementara sisi satunya lagi diikat pada kaki kuda.
Lin Qiaofeng menaiki kuda dengan acuh tak acuh dan tidak memperdulikan jeritan pria yang terseret oleh laju kuda itu.
Lin Yue sendiri sama tidak pedulinya dengan adiknya, Lin Qiaofeng keduanya memiliki kepribadian yang mirip sehingga tentu saja mereka tidak akan mengurusi hal hal ini.
Apalagi Lin Yue yang di tangannya telah bersimbah darah ribuan orang ketika berada di medan perang, siapa yang bisa membantu pada saat saat seperti itu?
Sesampainya mereka di sebuah rumah kayu yang hampir hancur dan telah lama di tinggalkan, mereka membawa orang itu kedalam dan mengikat pria itu di kaki meja yang hampir hancur.
"Katakan siapa yang menyuruhmu jika kamu ingin hidup." Ucap Lin Yue.
Pria itu tampak ragu ragu dan tidak berani menjawab, Lin Yue bersiap untuk memukul pria itu dan memaksa pria itu.
__ADS_1
Tapi, Lin Qiaofeng menahan bahu Lin Yue, pria itu akan mati apabila dipukuli lagi, jadi Lin Qiaofeng berjalan ke depan dengan senyum andalannya.