Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
204. Bei Zhao Sadar


__ADS_3

Sekitar 1 jam berlalu


Beishang merasa bahwa jari Bei Zhao sedikit bergerak sebelum akhirnya mata pemuda itu terbuka dan menunjukkan tatapan yang murni dan penuh dengan kewaspadaan.


"Beishang ? Apakah ini nyata ?" Tanya Bei Zhao dengan tidak percaya dan langsung berusaha untuk duduk.


Beishang membantu pemuda itu untuk duduk dengan dirinya sebagai sanggahan, setelah itu Bei Zhao memandang ke sekitar sebelum akhirnya melihat mayat Chu Yi yang terbaring disana dengan kaku.


Bei Zhao untuk sejenak membeku dan Beishang merasa bahwa jantungnya berdetak lebih cepat, mungkin karena panik.


"Aku yang membunuhnya, aku tidak akan peduli apabila kau membenciku atau apa. Aku melakukan-" Ucapan Beishang terputus karena sesuatu yang lembut menempel di bibirnya.


Beishang melihat Bei Zhao yang tiba tiba menjulurkan kepalanya dan menciumnya. Kedua tangan Beishang terangkat dan dikalungkan di belakang leher Bei Zhao.


Setelah beberapa saat, tautan mereka terlepas dan menyisakan tatapan yang mendalam di antara mereka.


"Aku tidak akan pernah membencimu bahkan jika kau menggali jantungku tanpa alasan, aku benar benar telah menjadi gila karena mu. " Ucap Bei Zhao dengan tatapan yang rumit.


"Kau tidak membenciku ?" Tanya Beishang dengan gugup.


"Bahkan jika kau tidak membunuhnya maka aku yang akan membunuhnya, aku akan menghukum bawahan yang tidak patuh bahkan jika itu adalah dia. Dia berusaha untuk melukai mu maka aku akan menyingkirkannya. " Ucap Bei Zhao dengan penuh tekad.


Beishang hanya menatap Bei Zhao dengan tatapan yang rumit.


"Bagaimana dengan perbatasan utara ? Maafkan aku, aku tidak hanya tidak bisa menjalankan rencana yang kamu buat tapi bahkan membuat semua prajurit terbunuh. " Ucap Bei Zhao dengan penyesalan.


"Baru kali ini aku merasa sebagai Jenderal aku merasa sangat gagal dan tidak berdaya. " Lanjut Bei Zhao sambil menunduk.


"Tidak apa apa, aku sudah memiliki firasat ini ketika aku ingin keluar dari Ibukota sehingga mengirim pesan pada Lan Xiang. Saat ini pasukan bantuan telah menekan musuh dan aku datang kemari bersama dengan Lan Xiang. " Ucap Beishang.

__ADS_1


"Hm, baguslah jika begitu. Baguslah, aku merasa lebih baik bahwa aku tidak mengacaukan mu. " Ucap Bei Zhao sambil bergumam berulang ulang.


"Jangan merasa begitu, dalam peperangan tidak akan ada kepastian. Yang aku bisa lakukan adalah memberikan persentase kemenangan sebesar yang aku bisa. " Ucap Beishang dengan tatapan yang berkaca kaca.


Beishang selalu menjadi gadis yang tangguh tapi jika itu telah menyangkut dengan Bei Zhao maka itu akan menjadikannya sebagai gadis yang rapuh.


"Aku telah mengecewakan mu, tapi aku yakin bahwa aku tidak akan pernah mengecewakan mu lagi di masa depan. " Ucap Bei Zhao sambil menangkup wajahnya.


"Baiklah, kalau begitu sekarang mari pergi ke perbatasan Utara. " Ucap Beishang sambil membantu Bei Zhao untuk berdiri.


"Hm." Balas Bei Zhao dan mulai bisa berjalan sendiri.


Lan Xiang yang memandang pemandangan romantis dari kedua majikannya hanya bisa menggigit jari.


"Aku berharap bahwa aku bisa seperti mereka di masa depan. " Keluh Lan Xiang sambil menangis dalam hati ketika melihat bahwa sebenarnya tidak ada yang suka dengannya.


Tapi, Lan Xiang diam diam senang dan berbahagia atas hubungan yang dimiliki oleh Nonanya. Baguslah jika Nonanya merasa senang dan melihat sikap Bei Zhao juga membuatnya merasa tenang.


Lan Xiang menghela nafas ringan dan berharap bahwa langit berbaik hati dan memberikannya seorang pasangan sebelum kematiannya.


Melihat bahwa Nonanya telah naik kuda, Lan Xiang keluar dari balik pepohonan dan menaiki kudanya. Beishang dan Bei Zhao naik di satu kuda sementara Bei Zhao di belakang.


Salah satu tangan Bei Zhao melingkari pinggang ramping milik Beishang sementara yang satu lagi memegang tali kekang kuda.


Sementara Lan Xiang yang berjalan di belakang kedua orang itu hanya bisa menggigit jari sebagai orang yang tidak pernah memiliki seorang kekasih.


Lan Xiang merasa ingin menangis karena terjebak di situasi yang canggung ini, lebih tepatnya hanya dia yang merasa canggung karena kedua orang di depannya sibuk dengan dunia mereka sendiri.


Tapi, sayangnya tidak ada air mata yang bisa mengalir dari kedua matanya. Lan Xiang hanya bisa pasrah dan berharap bahwa mereka bisa dengan cepat mencapai Perbatasan Utara dan disana akan ada banyak orang yang bisa diajak bicara bahkan jika tidak ada orang masih ada kuda yang bisa diajak bicara.

__ADS_1


Mereka bertiga terus berjalan dengan salah satu orang yang telah dilupakan akhirnya sampai di Perbatasan Utara, Lan Xiang langsung melompat turun dari kudanya dengan perasaan lega.


Sementara Bei Zhao turun terlebih dahulu dan membantu Beishang turun dari kuda bahkan orang orang disana hanya menatap dengan jengah terhadap keromantisan yang dimiliki oleh pasangan ini.


Beishang melihat sekitar, pasukan bantuan menderita banyak kerugian dan harus membayar mahal untuk memusnahkan ini semua bahkan Lin Yue tidak bisa menghindari luka tapi sekarang semua musuh telah di musnahkan.


"Semuanya telah selesai maka waktunya untuk kembali. " Ucap Beishang dengan tenang.


"Beishang, kau..... " Lin Yue tidak melanjutkan ucapan nya tapi Beishang mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Lin Yue.


"Aku akan kembali ke kediamanku bersama dengan Bei Zhao, kamu bisa mencariku disana kapanpun kau mau. " Ucap Beishang dengan senyum tipis.


"Kamu tidak akan ke istana ?" Tanya Lin Yue dengan ragu.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, untuk apa pergi ke Istana ?" Tanya Beishang dengan senyum tipis.


Lin Yue menatap ke arah Ye Xushi beberapa kali dan Beishang mengetahui itu, Beishang tiba tiba mendapat beberapa dugaan tentang Lin Yue.


"Ye Xushi, mulai sekarang kamu bertugas untuk menjaga saudariku, Lin Yue. Awasi dia dengan baik sama seperti kamu melayani ku. " Ucap Beishang.


"Nona !" Keluh Ye Xushi dengan tidak puas.


Sementara Lin Yue merasa bahwa wajahnya menjadi panas dan langsung menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Beishang hanya tertawa ringan melihat hal ini. Dia hanya bisa membantu dan sisanya harus dilakukan oleh Lin Yue sendiri, ada bagusnya juga untuk berpaling dari Yang Xin.


Walaupun Yang Xin memiliki hubungan yang dekat dengannya di masa lalu tapi perasaannya ketika bertemu dengan Yang Xin lagi, itu terasa seolah olah agak asing dan jauh sampai sampai dia tidak merasa bahwa itu adalah orang yang sama dengan orang yang di kenalnya di masa lalu.


Tapi, itu semua telah menjadi masa lalu dan tidak akan sama lagi dengan saat ini. Jika ada kesempatan maka Beishang sangat ingin untuk mengajak Yang Xin untuk berada di kubu yang sama dengannya.

__ADS_1


Kekuatan Sekte Pedang Surgawi benar benar tidak dapat diremehkan sama sekali, ada baiknya jika menawari mereka kerja sama.


Bonus Up : 1 / 3


__ADS_2