
"Tidak ada yang penting, aku hanya memikirkan bagaimana cara menangani orang yang usil ini. " Ucap Lin Beishang dengan seringaian lalu menoleh ke arah Bei Zhao.
Bei Zhao menghela nafas dan mengelus kepala Lin Beishang dengan penuh kasih sayang, seolah olah sedang mengelus kucing kesayangannya.
"Tidak perlu memikirkan hal semacam ini, kamu hanya harus tahu bahwa aku berdiri disini untuk membalaskan semua dendammu. " Ucap Bei Zhao dengan senyum percaya diri.
"Kenapa aku harus menunggu mu membalaskan dendam ku ? "Tanya Lin Beishang dengan bingung dan tidak mengerti.
"Jadi, biarkan aku yang menanggung semua dosa dan ain ini untuk mu. Biarkan semua dunia tahu bahwa aku adalah orang yang jahat dan mereka tetap tahu bahwa kamu adalah orang yang baik. " Ucap Bei Zhao.
Lin Beishang yang mendengar ini merasa hatinya menjadi hancur, bagaiamana mungkin dia bisa membiarkan ini semua ?
Membiarkan Bei Zhao menanggung sendirian semua aib dan kesalahan ini ? Lin Beishang lebih memilih kematian dibandingkan harus membiarkan Bei Zhao melakukan hal semacam itu.
"Bei Zhao, bahkan jika menanggung aib, itu harus dilakukan bersama. Aku tidak akan membiarkan mu melakukannya sendiri. " Ucap Lin Beishang dengan penuh kasih.
"Tapi, orang orang akan mencerca mu dan menghujat mu sama seperti di kehidupan sebelumnya, aku tidak tahan dan tidak bisa untuk tidak menyalahkan diriku sendiri karena tidak melakukan semua hal kotor itu untukmu !" Ucap Bei Zhao dengan frustrasi.
"Tidak perlu terlalu memusingkan nya, karena tidak peduli apa yang dunia katakan. Aku masih berdiri disini dengan baik, aku tidak bertahan hidup disini karena kata kata dari dunia melainkan dari usahaku sendiri dan bantuanmu atau mungkin bantuan dari seluruh teman temanku. " Ucap Lin Beishang sambil menggelebgkan kepalanya dengan ringan.
Bei Zhao menatap Lin Beishang dengan tatapan yang dalam dan tidak ada yang mengerti apa arti dibalik tatapan itu.
Lin Beishang tersenyum tipis dan membelai wajah Bei Zhao yang tampan dan dihiasi oleh rambut rambut tipis di bagian dagu.
Tanpa memegangnya maka orang orang tidak akan pernah menyadarinya dan tidak banyak orang yang memiliki keberuntungan untuk menyentuh wajah Bei Zhao.
"Tidak peduli apapun yang semua orang katakan, aku akan selalu disini dan berdiri selama kamu dan yang lainnya memberi dukungan padaku. " Ucap Lin Beishang.
"Kamu bisa tenang, aku akan selalu berada di sampingmu dalam keadaan apapun. Jadi, jangan pernah merasa bahwa kamu hanya sendirian disini karena masih ada aku dan teman temanmu. " Ucap Bei Zhao.
Lin Beishang tersenyum dan mobil meninggalkan area pemakaman dengan damai, Lin Beishang memandang keluar yang masih hujan deras.
Tiba tiba Lin Beishang melihat ke kaca spion dan menyadari bahwa ada mobil yang hitam pekat dibelakang mereka.
Semula, Lin Beishang tidak curiga akan apapun tapi perlahan lahan menjadi lebih curiga daripada sebelumnya.
"Bei Zhao, lakukan jalan yang berkelok. Kita tampaknya telah diikuti. Mari memastikan apakah yang aku pikirkan benar atau tidak. " Ucap Lin Beishang dengan waspada.
Bei Zhao bahkan tidak bertanya apapun dan hanya menuruti Lin Beishang tanpa syarat , mereka langsung berbelok ke kiri dan berjalan berbeda dari tujuan mereka semula.
Bei Zhao terus berbelok sampai akhirnya , ketika melihat ke belakang, mobil itu masih mengikuti dalam jarak yang sama.
Wajah Bei Zhao berubah menjadi muram tapi tidak membuatnya menjadi panik, jika hal semacam ini bahkan bisa membuat Bei Zhao panik.
Maka Bei Zhao tidak layak dengan berbagai gelar yang dimiliki oleh nya itu, Bei Zhao kembali ke jalan besar dan berbaur diantara mobil mobil.
Tapi, tiba tiba lampu lalu lintas ditembak oleh sesuatu dan sepenuhnya hancur.
"Jika kalian semua ingin selama maka turun dari mobil kalian sekarang juga !" Teriak seorang pria botak yang turun dari mobil hitam itu dengan dua pistol yang teracung ke atas.
Lin Beishang memandang ini dengan tatapan tajam dan menatap ke arah Bei Zhao dengan tatapan serius.
"Bei Zhao, apakah mobilmu ini memiliki kaca anti peluru ?" Tanya Lin Beishang dan Bei Zhao mengangguk.
Lin Beishang ikut mengangguk dan memahami hal ini, Bei Zhao memandang Lin Beishang yang telah melepaskan alas kakinya.
"Bertukar tempat lah denganku, maka aku akan melakukan sesuatu yang gila. " Ucap Lin Beishang sambil menyeringai.
__ADS_1
"Percayalah padaku. " Lanjut Lin Beishang.
Bei Zhao mau tidak mau berpindah tempat dari tempatnya dan Lin Beishang duduk di kursi kemudi lalu mengambil sebuah permen osmanthus dari saku pakaiannya lalu mengunyah nya tanpa terburu buru.
Orang orang mulai turun dari mobil mereka dengan ketakutan tapi ada juga yang melawan dan tidak ingin turun seperti mereka , yang tidak menurut maka akan langsung ditembak sampai mati di tempat.
Lin Beishang memandang dengan seringaian lalu memandang ke arah Bei Zhao.
"Apakah kamu siap untuk melakukan sesuatu yang gila denganku ? Kencangkan sabuk pengaman mu. " Ucap Lin Beishang dan tatapannya menjadi tajam.
"Cepat turun !" Teriak pria dari luar yang menggedor kaca mobil Bei Zhao.
Lin Beishang menyeringai dan menekan pedal gas dengan sekuat tenaga lalu mengganti pengaturan kecepatan mobil, mobil ini tanpa diduga duga naik ke atas mobil di depannya sampai hancur sepenuhnya.
Mobil Bei Zhao menggunakan mobil lain sebagai jembatan penyeberangan dan sampai di sisi lain dengan sangat cepat, Lin Beishang tampak tertawa kecil sementara wajah Bei Zhao telah menjadi pucat.
Mereka terguncang berkali kali dan ini tampak gila ! Orang orang yang mengejar mereka tidak menyangka bahwa Lin Beishang akan segila ini dalam membawa mobil.
Lin Beishang mengarahkan mobil ini ke arah lurus dan dari kanan dan kiri muncul dua mobil lain yang mengejarnya.
Lin Beishang mengambil jalan memutar menuju markas aparat keamanan, hanya dengan cara ini mereka bisa meloloskan diri.
Lin Beishang melakukan drifting seolah olah dia adalah profesional sementara Bei Zhao sendiri sudah akan muntah karena hal ini.
Semakin lama menjadi semakin cepat dan semakin banyak yang mengejar sehingga Lin Beishang tidak bisa melarikan diri hanya dengan track lurus yang biasa.
"Beishang.... jangan mengebut lagi !" Ucap Bei Zhao dengan wajah yang sepenuhnya pucat.
"Sudah, tutup mulutmu dan tunggu ! Ini adalah penampilan terbaikku ! Sebelum aku menjadi penulis cita citaku adalah menjadi pembalap !" Ucap Lin Beishang dengan bahagia.
Lin Beishang memperlakukan ini seolah olah sedang berada di taman kanak-kanak, tapi Bei Zhao menganggap ini tampak seperti sedang berada di dalam Neraka yang sangat berbahaya dan menyakitkan.
Semua lalu lintas menjadi kacau sementara mereka semakin dekat dengan aparat keamanan, jadi mobil yang mengejar mereka juga telah berkurang, dari 7 mobil menjadi 3 mobil.
Kebanyakan juga bertabrakan satu sama lain karena ulah Lin Beishang yang mengebor dimana mana.
Untunglah mobil Bei Zhao mendukung untuk melakukan ini, maka jika tidak Bei Zhao takut bahwa mobil itu akan rusak setelah hal ini.
Beberapa tembakan dilayangkan ke arah mereka tapi tidak ada yang berhasil menembus dengan adanya kaca anti peluru milik Bei Zhao.
Hanya saja, hati Lin Beishang masih ada kecemasan jadi dia sangat waspada akan hal ini. Lin Beishang memutar laju kemudi nya dengan sangat cepat dan menerobos tempat aparat keamanan.
Dimana ada para aparat keamanan telah bersiap siaga karena orang orang Bei Zhao telah memberitahukan hal ini terlebih dahulu sebelumnya.
Musuh ditembak dengan cepat karena berbagai laporan kemacetan dan tindakan ilegal yang dilakukan oleh kelompok ini telah dilaporkan oleh banyak pengguna jalan lain, bahkan sampai memakan korban.
Aparat keamanan tidak berani untuk lengah dalam menghadapi hal ini, Lin Beishang dan Bei Zhao turun dari mobil setelah mereka telah memarkirkan mobil di belakang formasi.
"Apakah kamu baik-baik saja ?" Tanya Lin Beishang dengan rasa bersalah ketika melihat Bei Zhao yang muntah muntah ketika turun dari mobil.
"Baik... baik. " Ucap Bei Zhao menenangkan nya tapi tetap terus muntah, beberapa orang Bei Zhao yang telah bersiap disana langsung membantu Tuan mereka.
Tanpa diduga duga, sebuah tembakan diarahkan kepada mereka dari kejauhan. Lin Beishang menarik Bei Zhao yang sedang muntah menjadi duduk bersama ditanah, sebuah peluru melewati atas kepala mereka.
Tidak lama kemudian, semua keributan berhasil untuk diredakan dan semuanya menjadi lebih tenang dan bisa menarik nafas lega termasuk Lin Beishang dan Bei Zhao yang telah bermain kejar kejaran sejak tadi.
"Beishang, jangan membawa mobil seperti tadi karena aku takut kita tidak terkena tembakan justru terkena penyakit jantung. " Ucap Bei Zhao dengan terengah engah dan wajah yang pucat.
__ADS_1
"Kamu harus lebih mempertahankan diri di masa depan, kemampuan membalap ku ini sangat penting untuk menghindari banyak hal. He he, kamu tidak bisa menjadi begitu berlebihan bukan ? Siapa yang menyangka bahwa kamu akan muntah dengan begitu parah ?" Tanya Lin Beishang tanpa rasa bersalah.
Bei Zhao hanya menggelengkan kepalanya, jadi mereka mengurus hal ini dan mereka harus membayar kerugian yang mencapai beberapa juta Yuan.
Tapi, baik bagi Lin Beishang dan Bei Zhao, itu bukan angka dimana mereka tidak sanggup untuk membayarnya.
Jadi mereka membayarkan nya dengan sepenuh hati, dan merasa lega bahwa mereka masih selamat.
Tidak lama, telepon Bei Zhao berdering dan menunjukkan nama Xia Ling. Lin Beishang tertawa kecil dan menatap ke arah Bei Zhao.
"Bibi Sha pasti telah mendengar hal ini. " Ucap Lin Beishang sambil tertawa nakal.
"Halo, Ibu. " Ucap Bei Zhao dengan lemas.
"BEI ZHAO !! APA YANG KAU LAKUKAN ?!!" Bentak Sha Xi didalam telepon dengan murka.
Bei Zhao tampak terkejut dengan teriakan Ibunya dan tampak mengeluh tapi tidak langsung melarikan diri.
"Ibu, tenang ... " Ucap Bei Zhao.
"Bagaimana Ibu bisa tenang ? Kamu membawa Beishang pergi dengan gila gilaan seperti itu !!" Teriak Sha Xi dengan murka.
Lin Beishang tidak bisa menahan tawanya setelah mendengar ini, siapa yang menyangka bahwa semua orang akan mengira kalau Bei Zhao yang membawa mobil ini.
"Halo, Bibi Sha, ini aku, Beishang. Aku baik baik saja, terimakasih karena telah mengkhawatirkan kami tapi kami sedang dikejar oleh pembunuh tadi. " Ucap Lin Beishang mengambil alih telepon.
"Beishang ? Kamu baik baik saja ? Syukurlah !" Ucap Sha Xi dengan lega.
"Bibi Sha tenang saja, jangan memarahi Bei Zhao karena aku yang membawa mobilnya. "Ucap Lin Beishang pada Sha Xi.
Setelah itu telepon tampak terdiam sejenak dan Lin Beishang dengan Bei Zhao saling bertatapan satu sama lain dan menduga duga bagaimana reaksi Sha Xi.
Apakah akan memarahi Lin Beishang seperti yang dilakukan olehnya ketika memarahi Bei Zhao tadi di telepon.
"Apakah itu benar benar kamu, Beishang ? Kamu bukan hanya melakukan ini untuk melindungi Bei Zhao bukan ?" Tanya Sha Xi.
"Bibi Sha, ini memang aku yang melakukan ini. Saat ini kondisi Bei Zhao tidak baik, dia bahkan muntah muntah. " Ucap Lin Beishang dengan sedikit gugup tapi tidak berani untuk menyembunyikan fakta ini pada Sha Xi.
"Bagus sekali !!" Tanpa diduga duga, Sha Xi berteriak dengan bahagia dan tampak sangat semangat.
"Kamu adalah orang yang sangat hebat, sejak aku masih muda, aku sangat ingin menjadi seorang pembalap. Kamu adalah contoh yang hebat dan seharusnya aku tahu hal ini lebih cepat dan menyadari bahwa anakku yang tidak meyakinkan itu tidak akan bisa melakukan hal seperti ini. " Ucap Sha Xi dengan nada yang lebih santai sementara Bei Zhao memasang wajah yang terluka setelah mendengar ini.
"Ibu, kamu anggap aku ini apa ? Aku ini adalah putramu atau bukan ? Aku bahkan lulus dengan nilai terbaik setiap tahun. " Ucap Bei Zhao sambil cemberut.
"Ya, ya , ya, setiap hari kamu hanya membanggakan hal itu tanpa hal lain yang bisa dibanggakan. " Ucap Sha Xi dengan bosan.
"Jadi, Bibi Sha apakah kamu tidak marah padaku ?" Tanya Lin Beishang dengan sedikit gemetar.
"Tentu saja ! Bagaimana mungkin aku bisa marah padamu ? Kamu adalah penyelamat, kamu melakukan ini dan akan membuat rekor baru ! Kamu sangat luar biasa ! Aku hanya ingin meminta mu untuk merawat putraku yang merepotkan. " Ucap Sha Xi sambil bercanda.
"Ha ha, kalau hal ini Bibi Sha tidak perlu ragu karena aku akan menjaga Bei Zhao dengan baik. " Ucap Lin Beishang dengan bahagia.
"Tentu saja, kalau begitu maka aku akan mematikan telepon. Pada saat ini, tidak akan ada yang akan menganggu kalian berdua. " Ucap Sha Xi dan telepon dimatikan.
Lin Beishang memandang kearah Bei Zhao lalu memeluk pria yang tampak cemberut itu karena kata kata ibunya.
"Jangan marah, Bibi Sha pasti hanya bercanda. " Ucap Lin Beishang padaa Bei Zhao.
__ADS_1
"Tentu saja , aku tahu. Tapi maksudku adalah, aku adalah putranya tapi dia lebih menyayangi mu. Tapi, aku juga sangat senang karena kamu memiliki seseorang yang menyayangi mu sama seperti kedua orang tuamu menyayangimu. Jika begini, maka aku akan rela untuk terus diperlakukan seperti ini. " Ucap Bei Zhao dengan senyum yang sangat manis dan lebar.
"Terima kasih karena telah memperhatikan ku selama ini, aku merasa sangat bahagia dan merasa sangat beruntung karena memiliki orang sepertimu yang selalu menjagaku dia setiap saat. " Ucap Lin Beishang dan menatap ke arah mata Bei Zhao.