
"Ah ternyata sulaman milik Putri Huayang sangat baik, bahkan burung gagak disana sangat nyata. " Ucapnya dengan ejekan yang nyata.
"Kau ?! Jika kau berani maka tunjukkan hasil sulaman mu !" Ucap Putri Huayang dengan percaya diri.
Putri Huayang dengan percaya diri merasa bahwa hasil yang dibuat oleh Zhou Beishang pasti lebih buruk darinya.
Tapi, tanpa diduga Zhou Beishang berjalan ke depan dengan anggun dan menyerahkan hasil sulaman nya pada para Juri.
"Benar benar bakat yang nyata. " Puji Tian Fang saat melihat hasil sulaman nya.
Putri Huayang mendekat dan terkejut ketika melihat hasil sulaman nya.
"Curang ! Dia curang !" Ucap Putri Huayang dengan marah.
"Putri, jika kau terus menerus berbicara omong kosong maka kau akan merusak reputasi ku. " Ucap suara dingin dari belakangnya.
Bahkan, tanpa menoleh dia juga bisa tahu bahwa itu adalah suara Bei Zhao.
"Paman Kekaisaran, keponakan ini tidak berani. " Ucap Putri Huayang sambil menunduk.
"Putri, setiap orang yang ada disini diawasi oleh Kasim tua ini dan tidak ada yang bertindak curang. "Ucap Kasim Huo.
Wajah Putri Huayang berubah menjadi muram dan menghijau seolah olah baru saja menelan kotoran, apalagi ketika melihat wajah ketiga juri yang bersinar cerah.
"Bei Wangfei Niangniang benar benar tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh orang orang. " Ucap Qing Xu dengan tawa kecil.
"Tuan Muda Qing Xu terlalu memuji. " Ucapnya dengan senyum kecil.
"Selama aku hidup , aku belum pernah melihat sulaman yang begitu indah dan nyata semacam ini. Aku pikir ini adalah Phoenix yang sesungguhnya. "Puji Sang Yi.
"Aku merasa senang karena mendengar Tuan Sang Yi memujiku seperti itu. " Balasnya dengan sopan.
Wajah Putri Huayang bahkan berubah menjadi lebih buruk sementara dia berjalan mundur dengan sopan dan mendekat ke arah Bei Zhao.
"Apakah kau benar benar orang yang menyulam itu ?" Tanya Bei Zhao padanya dengan suara yang rendah.
"Apakah Yang Mulia juga tidak percaya padaku ?" Tanyanya dengan tawa kecil.
"Yang Mulia, tolong perhatikan aku. Kau pasti akan terperangah melihatku nanti. " Ucapnya dengan kata kata yang rendah hati tapi sebenarnya sangat sombong.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia ini akan memperhatikanmu Zhou Beishang. Jangan kecewakan Yang Mulia ini. " Ucap Bei Zhao.
Mendengar ini dia tertawa kecil, lalu kembali menghadap ke arah tempat juri berada. Yang ikut dalam Kompetisi Xue Zhenzhu tidak banyak, mungkin hanya sekitar 49 orang atau 50 orang termasuk dirinya.
Tidak lama kemudian, semua orang sudah maju tapi tidak ada yang bisa mendapat tanggapan lebih baik darinya.
"Selamat pada Bei Wangfei Niangniang karena telah memenangkan babak pertama, selanjutnya adalah menari. " Ucap Qing Xu dengan senyum tipis.
Dia menunduk dan berjalan dengan anggun, setiap orang memiliki ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka.
Tidak mungkin bukan untuk menari dengan pakaian Zirah, sesampainya di ruangan miliknya dia terkejut saat melihat hanya ada beberapa pakaian yang sederhana.
"Putri Huayang, untuk berjalan sampai sejauh ini dan bertindak sekotor ini aku sangat meremehkan mu. " Gumamnya dengan senyum dingin.
Putri Huayang itu pasti telah menukar pakaiannya dengan pakaian sederhana ini, ini adalah pakaian untuk pelayan.
Dia tertawa kecil dan membuka baju zirahnya dengan santai, dibalik baju zirah itu ada gaun putih dengan sulaman bunga Peony di bagian dada.
Di belakangnya ada selendang putih yang tersangkut di kedua tangannya dan tidak akan jatuh, dia melepaskan ikatan rambutnya.
Rambutnya yang sebelumnya terikat seperti ekor kuda sekarang berubah menjadi terurai dengan bebas dan indah.
Lalu, dia melepaskan sepatu besi ringannya dan menggantinya dengan sepatu yang sudah dia sembunyikan di bagian dalam pakaian Zirahnya.
Dia membiarkan pakaian Zirahnya menggantung ditangannya dan begitu dia keluar dari tempat ganti banyak orang.
Dia melihat ada A Xiang dan A Ling, bersama dengan banyak pelayan lain. Dia menyerahkan satu set baju zirah itu pada mereka.
"Nona, apakah semuanya berjalan seperti apa yang anda perkirakan ?" Bisik A Xiang.
"Ya, seperti yang aku perkirakan. " Ucapnya dengan senyum tipis.
Lalu dia berjalan pergi menuju ruangan lain, ketika Putri Huayang dengan bajunya yang megah dan penuh dengan warna emas bertemu dengan gaun putihnya yang lembut.
Itu tampak sangat mencolok, miliknya elegan, anggun, dan cantik. Sementara milik Putri Huayang sendiri terlalu ramai dan menyakiti mata.
Dia berjalan dengan acuh tak acuh kedepan dan duduk di paling depan.
2 Dupa kemudian
__ADS_1
Setelah dua dupa semua orang sudah selesai menari dan miliknya adalah yang paling baik, semua orang tertuju padanya dan menatapnya dengan penuh kekaguman.
Hanya ada satu orang yang menatapnya dengan marah sejak awal pertandingan, siapa lagi kalau bukan Putri Huayang ?
Ada selir selir Kekaisaran yang ingin mencoba ikut, termasuk Selir Yanping, Yanli, dan Yanxie.
"Selamat kepada Bei Wangfei Niangniang untuk kedua kalinya. " Ucap Sang Yi sementara dia hanya tertawa kecil untuk membalas itu.
"Selanjutnya adalah permainan alat musik. " Ucap Tian Fang.
"Disini ada 3 alat musik utama, siapapun yang bisa memainkan ketiganya dengan baik maka dia akan memenangkan kontes. " Ucap Qing Xu.
Tempat itu jatuh kedalam kericuhan, semua orang merasa panik. Banyak yang tidak tahu tentang perubahan aturan ini.
Kebanyakan mereka hanya tahu satu alat musik dan tidak bisa memainkan alat musik lainnya.
"Astaga, ini sangat berbeda dengan tahun lalu. " Ucap salah satu selir.
"Kau benar. " Balas yang lain.
"Silakan Nyonya Xie. " Ucap Qing Xu.
Nyonya Xie yang merupakan saudara ipar Xie Bei Chuan maju dengan langkah yang angkuh tapi membawa kegugupan yang nyata.
Di depan nya ada Sitar, Guzheng, dan Guqin. Bagi orang orang yang tidak pernah bermain maka itu akan sulit.
Tapi, baginya yang sudah sering bermain ketiga alat musik itu , ini sangat mudah baginya.
Ketika senar Guqin ditarik, itu sangat jelek dan menyakiti telinga. Nyonya Xie merasa malu dan berjalan kembali ke tempat duduknya sambil menunduk.
"Bei Wangfei Niangniang, silakan. " Ucap Sang Yi.
Dia berjalan maju dan duduk di belakang Guqin, lalu mulai memetik Guqin dengan anggun dan penuh keseriusan.
Matanya terpejam dan menunjukkan bulu matanya yang sempurna dan tidak memiliki celah, tangannya yang halus dan lentik memetik senar Guqin itu seolah olah sudah menghafal setiap lekuk Guqin itu.
Disisi lain, dibawah pohon bunga Persik yang lebar, seorang pemuda tampan dengan tangan yang terlipat di depan dada sedang menonton pertunjukkan Zhou Beishang dengan hati yang tidak menentu.
Dia adalah Bei Zhao, saat ini dia sedang menonton Zhou Beishang dengan hati yang bergetar. Dia tidak tahu kenapa hatinya bergetar ketika melihat Zhou Beishang, apalagi ketika mendengar alunan nada yang dibuat oleh gadis itu.
__ADS_1
Harus dia akui, ketika melihat Zhou Beishang sedang bermain musik seperti ini. Ini benar benar mengejutkan nya, Zhou Beishang saat ini tampak seperti Dewi yang turun ke dunia fana dan ditakdirkan untuk dipuji dan dipuja oleh banyak orang.
Zhou Beishang tampak sempurna dan juga sangat......... cantik.