Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
179. Persiapan Perang


__ADS_3

"Ck, kamu telah meremehkan nya terlalu jauh dan kamu akan menyesal di masa depan. Kebencian kita berdua saat ini, tidak akan berhenti disini saja. " Ucap Chu Huli sambil menyeringai.


Setelah dilihat lebih jelas, kedua tangan Chu Huli terikat dengan kencang di tiang yang ada di belakang Chu Huli dan kakinya juga dirantai.


Dengan kata lain, Chu Linfei telah mengurung Chu Huli di tempat yang gelap dan penuh sesak ini. Siapa yang menyangka bahwa Tetua ramah seperti Chu Linfei sebenarnya memiliki hati yang hitam ?


"Bahkan jika kamu bereinkarnasi 10 kali lagi, kamu masih tidak bisa mengejar ketertinggalan mu dariku, Huli. " Ucap Chu Linfei dengan senyum sinis.


"Apakah kamu benar benar berpikir begitu ? Maka aku akan menunggu di mana bidakku bergerak dan membuatmu menyesal karena telah mengatakan ini padaku. " Ucap Chu Huli dengan senyum manis.


Wajah tampan Chu Huli tampak bercahaya di bawah kegalapan yang mematikan ini dan tampak sangat menakutkan.


"Baiklah, aku menunggu itu. Jangan mengecewakan ku , adikku. Biarkan kakak mu ini melihat sejauh mana kemampuan mu. " Ucap Chu Linfei dengan gila.


"Tentu saja, aku tidak mungkin mengecewakan kakak tertua ku yang telah lama bepergian. Tenang saja, hadiah itu tidak hanya tidak akan mengecewakan mu tapi juga akan membuatmu sangat senang. " Ucap Chu Huli dengan seringaian jahat.


Semua orang bisa melihat dengan jelas bahwa disini, kakak dan adik yang sedarah ini sangat gila dan ambisius.


Membunuh satu sama lain hanya untuk mendapatkan tahkta, mungkin pepatah memang benar bahwa satu gunung tidak dapat menampung dua harimau.


Salah satunya harus mati atau pergi jika tidak maka kedua nya akan terus bertarung tanpa peduli jika pertarungan mereka menganggu mahkluk hidup lain.


"Bagus, bagus sekali, kakak ini akan menunggu mu, adikku yang tersayang. " Ucap Chu Linfei lalu berbalik dan bersiap pergi.


"Kakak, tunggu dan lihatlah, bahwa apa yang kamu lakukan selama ini adalah kesia siaan. " Teriak Chu Huli.


Chu Linfei tidak terpengaruh dan tidak berbalik untuk melihat adiknya lagi dan berjalan pergi dengan acuh tak acuh.


Sementara Chu Huli yang dipenjara hanya tertawa dingin dengan penuh kebencian, siapapun yang mendengar tawa itu akan merasa bahwa dingin menusuk tulang mereka dengan kejam dan bulu kuduk mereka akan berdiri karena ketakutan.

__ADS_1


Wajah tampan Chu Huli menunjukkan senyum bengis yang tidak pernah ditunjukkan kepada siapapun.


"Apapun yang aku inginkan, maka tidak ada yang bisa mendapatkannya selain aku. Jika aku tidak mendapatkannya maka orang lain juga tidak boleh mendapatkannya. " Gumam Chu Huli disertai dengan tawa gila miliknya.


Chu Huli terus tertawa yang membuat kakinya bergerak yang menimbulkan suara gesekan rantai yang menyakiti telinga ditengah dinginnya ruangan gelap itu.


"Tidak akan ada yang bisa mendapatkan nya selain diriku ! Ha ha ha, aku adalah penerus Langit dan utusan Surga !" Raung Chu Huli dengan penuh kebanggaan di dalam ruangan yang gelap itu.


Keesokan harinya


Di Dinasti Tang , Lin Beishang pagi pagi telah bangun dan membantu Lin Yue untuk mengenakan pakaian Zirah.


"Hati hati, medan perang kali ini bukan hanya melawan kerajaan atau Kekaisaran kecil tapi suku barbar dan manusia gunung. " Ucap Lin Beishang dengan serius.


"Tenang saja, aku tidak akan meremehkan pertarungan kali ini. " Ucap Lin Yue.


"Yue, di medan perang, jangan terlalu melibatkan perasaan pribadi. " Pesan Lin Beishang dengan lembut dan memasang baju zirah Lin Yue.


"Aku akan menceritakan sebuah cerita padamu, dulu ada seorang jenderal yang merupakan jenderal paling hebat dan tak terkalahkan sampai akhirnya istrinya menjadi tawanan musuh dan musuh memintanya membuka gerbang untuk memberikan istrinya. Jika kamu menjadi dirinya maka apa yang kamu lakukan ? " Tanya Lin Beishang dengan lembut.


"Tentu saja membuka gerbang dan menyelamatkan keluarga ku. " Ucap Lin Yue tanpa ragu.


"Kamu salah, jenderal itu menolak untuk membuka gerbang dan menyuruh orang untuk mulai memanah musuh tanpa ampun termasuk dirinya, Jenderal itu memandang istrinya yang berubah menjadi papan panahan dan perlahan lahan jatuh dengan penuh air mata tapi menolak untuk membuka gerbang, bagaimana menurutmu ?" Tanya Lin Beishang.


"Itu terlalu kejam, aku tidak akan melakukan itu jika aku menjadi dirinya. Itu tidak layak untuk menjadi sebuah penghargaan. " Keluh Lin Yue.


"Kamu salah, jika aku menjadi dia maka aku akan melakukan hal yang sama. Jenderal itu telah melakukan yang terbaik dan ketenangannya ketika menghadapi musuh adalah yang terbaik. Menurutmu, jika gerbang dibuka maka apakah istrinya akan selamat ? Lalu, berapa banyak orang yang akan mati di bawah gerbang itu ? Satu nyawa yang dibayar dengan seribu nyawa , itu tidak sepadan. " Ucap Lin Beishang dengan lembut dan sabar, tapi tidak ada emosi di dalam suaranya.


Siapapun yang mendengar cerita ini akan merasa bahwa bulu kuduk mereka berdiri dan hati mereka terasa dingin.

__ADS_1


"Kenapa seperti itu ? Setelah itu, apakah hidup masih berarti ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.


"Kenapa hidup menjadi tidak berarti ? Semuanya adalah pilihan, yang membuatnya menjadi berarti atau tidak adalah kita sendiri. Anggaplah bahwa aku adalah orang yang berhati dingin karena mengatakan ini, tapi jika kamu ingin menjadi Kaisar masa depan, bagaimana mungkin kamu tidak bisa mengambil keputusan untuk ini ?" Tanya Lin Beishang dengan penuh pengertian.


"Aku.... aku.... " Lin Yue tidak memiliki cara untuk menjawab lagi.


"Kamu tidak bisa menyelamatkan semua orang, untuk mendapatkan sesuatu maka kamu harus membayarnya. Bayaran ini, bisa jadi sangat mahal atau sangat murah. " Ucap Lin Beishang.


Lin Yue terdiam dan tidak berani untuk menjawab lagi, Lin Beishang menghela nafas lembut dan tidak mendorong Lin Yue lebih jauh.


Lin Yue masih kurang mengerti tentang kekejaman manusia, orang dapat mengatakan bahwa mereka sangat mencintainya hari ini.


Tapi, orang itu bisa menikam nya di keesokan hari. Jadi, tidak ada yang bisa dipercaya kecuali diri sendiri.


Pada akhirnya, Lin Yue masih belum memahami prinsip ini, berbeda dengannya yang telah memahami ini semua, bukan hanya memahami tapi dia juga telah menjalani nya secara langsung.


"Jadi, secara tidak langsung kamu ingin jika ada sandera maka tidak perlu melihat mereka bukan ?"Tanya Lin Yue.


"Tidak begitu juga, kamu harus melihat situasi dan bisa memutuskan. Kamu pikir ayah melakukan ini tanpa alasan ? Ini tentu saja dilakukan agar kamu bisa mengambil keputusan. Apakah menurutmu ayah bisa mengambil posisi nya yang sekarang hanya dengan kelembutan yang dia tunjukkan padamu ? Tentu saja tidak, persaingan untuk tahkta sangat tajam dan menyakitkan. Harga yang harus dibayar sangat besar, lihatlah ayah yang kesepian dan ketakutan setiap saat, itu adalah bayarannya untuk mendapatkan posisi nya yang sekarang. " Ucap Lin Beishang dengan penuh kebencian.


Entah berapa banyak orang yang mati untuk posisi Kaisar ini, bahkan mungkin termasuk keluarga ibunya yang digunakan untuk membuka jalan menuju tahkta Kaisar milik Lin Xi.


"Apakah memang semenakutkan itu ? Jika memang semenakutkan itu, kenapa orang orang berebut untuk duduk di atas tahkta ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.


"Karena, mereka merasa bahwa jika menjadi Kaisar maka mereka akan menjadi pemimpin tapi mereka tidak tahu bahwa mereka hanyalah boneka. " Ucap Lin Beishang dengan dingin.


"Apakah kamu ingin menjadi Kaisar ?" Tanya Lin Yue.


"Aku tidak ingin menjadi Kaisar, aku ingin menjadi pengendali boneka bukan menjadi boneka nya. " Ucap Lin Beishang dengan tawa kecil dan suasana berubah menjadi hening dan canggung.

__ADS_1


Kedua orang itu tenggelam dalam pemikiran masing masing dan ambisi yang mereka miliki.


__ADS_2