
Bei Zhao tidak langsung menjawab nya melainkan menatapnya dengan tatapan penuh makna sementara Zhou Beishang sendiri merasa serba salah karena tatapan penuh makna milik Bei Zhao ini.
Tatapan Bei Zhao ini layaknya bius yang bisa membisu nya sampai mati, ini sangat mengerikan tapi Zhou Beishang menolak kenyataan bahwa dia kalah dari Bei Zhao dan terus mempertahankan kewarasan nya untuk tetap menatap mata Bei Zhao.
"Apakah kamu menyesal bahwa kamu tidak menikah 10 tahun lebih awal ?" Tanya Zhou Beishang sekali lagi.
"Aku tidak pernah merasa menyesal. " Ucap Bei Zhao dengan senyum tipis yang menghanyutkan.
Pada saat itu Zhou Beishang merasa bahwa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya dan nafasnya menjadi lebih berat.
"Kenapa kamu tidak menyesal ?" Tanya Zhou Beishang dengan senyum tipis yang sama.
"Karena , jika aku menikah 10 tahun lebih awal maka aku tidak akan menikah denganmu. Pada saat itu, kamu hanya seorang anak kecil yang bahkan tidak bisa berdiri sendiri, bukan ?" Tanya Bei Zhao dengan senyum lebar.
Pada saat melihat senyum lebar Bei Zhao , Zhou Beishang tahu bahwa itu tidak beres. Ya, jantungnya berdetak secara tidak terkendali.
Tapi, dengan pengendalian diri yang dia miliki dan dia latih selama ini, Zhou Beishang menolak mengakui kekalahannya ini.
"Kenapa kamu harus menikah dengan ku ?" Tanya Zhou Beishang dengan senyum acuh tak acuh.
"Karena, kamu dan aku adalah pasangan yang telah di takdirkan oleh langit, tidak baik untuk terlalu terburu buru. Aku sekarang tahu bahwa pepatah itu benar, ini adalah kesalahan ku karena telah menyia nyiakan mu di masa lalu. " Ucap Bei Zhao dengan lembut.
Sementara dari kejauhan, ada seorang gadis yang sedang menonton adegan romantis secara langsung itu hanya mendecakkan lidahnya dengan kesal dan berjalan pergi.
Itu adalah Lin Yue, Lin Yue yang sudah kesal karena Yang Xin tadi justru lebih kesal lagi karena begitu ingin datang dan melihat Zhou Beishang.
Ternyata Zhou Beishang dan Bei Zhao sedang melakukan pendekatan, Lin Yue menolak untuk menjadi lentera di antara mereka berdua.
Ada tapi dianggap tidak ada, itu akan sangat canggung jadi daripada menganggu adegan romantis sepasang manusia itu.
__ADS_1
Lebih baik Lin Yue pergi mencari makanan untuk mengisi perut nya dan menghilangkan kekesalannya karena masalah sepele.
"Huft, tarik nafas dan hembuskan. Aku adalah orang dengan hati yang besar, tidak bisa menjadi marah dengan hal hal kecil, tapi si sialan Yang Xin itu, aku benar benar ingin mencabik cabiknya sampai mati !" Umpat Lin Yue sambil menghela nafas kasar.
"Tidak baik untuk mengumpat di belakang orangnya." Ucap suara yang dia kenal dari belakang nya.
Lin Yue menghela nafas dan menoleh ke belakang dengan tatapan jengah hanya untuk melihat seorang pemuda dengan pakaian yang terhormat dan wajah tengil.
"Apa yang sedang Ketua Muda Yang lakukan disini ?" Tanya Lin Yue dengan kesabaran yang tersisa.
"Aku ingin makan disini tentu saja, untuk apa lagi jika bukan ?" Tanya Yang Xin dengan menyebalkan.
Yang Xin mendorong kudanya mendekati kuda milik Lin Yue, Lin Yue yang melihat ini hanya mendengus dingin.
Kedai di depan adalah kedai sederhana, yang hanya digunakan untuk singgah sebentar oleh padra pendekar yang akan berangkat menuju tempat jauh.
Ketua Muda Sekte Pedang Surgawi yang terlahir dengan sendok emas di tangannya tentu saja tidak akan pergi ke tempat semacam ini bukan ?
"Tentu saja bisa , kenapa tidak ? Bahkan Putri Mahkota Dinasti Tang yang terhormat bisa makan disini. " Ucap Yang Xin.
Dalam sekejap, semua orang yang ada disana menatap mereka dan seluruh perhatian tertuju pada mereka dengan serius.
Semua orang tidak berani berbicara dengan keras setelah mendengar identitas dari kedua orang terhormat ini.
Mereka, para pengembara sederhana bagaimana mungkin bisa menghadapi dua karakter raksasa seperti Ketua Muda Sekte Pedang Surgawi dan Putri Mahkota Dinasti Tang ?
Tapi, meskipun begitu mustahil bagi seseorang untuk menekan kebiasaan buruk mereka dalam membicarakan orang lain.
Jadi mereka hanya bisa menatap dan menyimpan lalu menahan diri sebelum membicarakan nya dengan beberapa bualan di tempat lain.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, di istana yang megah dan penuh dengan emas. Seorang pria paruh baya dengan Mahkota emas dan tempat duduk yang terbuat dari emas senada dengan berlian yang menghiasi setiap kaki kursi dengan sangat baik.
Seorang bawahan naik ke atas tahkta dan berlutut di depan Kaisar lalu memberikan sebuah gulungan kertas kecil.
"Bixia,ini adalah pesan yang diberikan oleh Putri Mahkota. " Ucap kasim itu.
Itu adalah Kaisar Lin Xi, ayah dari Lin Yue dan Zhou Beishang yang masih sangat gagah di umurnya yang telah menginjak hampir 50 tahun.
"Yue'er mengirim surat ?" Tanya Lin Xi dengan terkejut.
Lin Xi membuka surat itu dan kerutan terbentuk di wajahnya, itu tidak banyak kata tapi penuh dengan arti.
Lin Xi adalah seseorang yang ahli dalam hal ini, tidak diragukan lagi mengerti apa yang dimaksud oleh Putri Kesayangannya.
Tapi, yang membuatnya lebih terkejut putrinya mengatakan bahwa putrinya akan membawa seorang pelayan baru.
"Katakan siapa yang dekat dengan Yue' er belakangan ini !" Perintah Lin Xi.
"Putri Mahkota dikatakan bahwa dekat dengan seorang gadis yang lebih muda dari Putri Mahkota, dikatakan bahwa dia adalah Zhou Beishang, mantan istri Bei Wang. " Ucap Kasim itu.
Mendengar ini membuat wajah Lin Xi berkerut dengan tidak senang.
"Apakah karena ini Yue'er meminta pembatalan pertunangan dengan Bei Wang ? Selidiki pengganggu ini dan jika orang ini memiliki niat buruk pada Yue'er maka singkirkan dia. " Ucap Lin Xi dengan datar.
"Bixia ! Harap jangan terburu buru dalam mengambil tindakan !" Ucap Kasim itu dengan nada memohon.
Lin Xi mengerutkan dahi sekali lagi dan menatap Kasim itu dengan tatapan tidak senang, lalu menatap Kasim itu dengan tatapan menyelidik.
"Apakah kamu tahu sesuatu dan kamu memiliki sesuatu untuk di sembunyikan dari Zhen ?" Tanya Lin Xi.
__ADS_1
"Kasim kecil ini tidak berani untuk menyembunyikan sesuatu dari Bixia , tapi Putri Mahkota yang meminta ini, Kasim kecil ini berharap bahwa Bixia mengampuni nyawa Kasim kecil ini. Putri Mahkota hanya mengatakan bahwa tidak perlu ikut campur tentang masalah ini , Bixia bisa memutuskan ketika bertemu secara langsung. Zhou Beishang ini sendiri tidak buruk sama sekali, Putri mengatakan bahwa yang membantunya untuk menemukan pengkhianat kecil disini adalah Zhou Beishang. " Ucap Kasim itu panjang kali lebar.
Kasim itu merendahkan suaranya untuk kalimat terakhir dan Lin Xi akhirnya menghela nafas dengan tidak senang.