Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
80. Kompetisi Xue Zhenzhu II


__ADS_3

"Yang Mulia, aku sangat menghargai pujianmu. Tapi, jika anda berbicara lagi maka kita akan segera terlambat. " Ucapnya dengan memaksakan diri untuk tetap tenang.


"Baiklah, ayo pergi. " Ucap Bei Zhao dengan acuh tak acuh.


Dia mengangguk dan memacu kudanya, dia berjalan berdampingan dengan Bei Zhao sementara dibelakang mereka berdua ada 3 kuda lain.


Kuda itu ditunggangi oleh Wen Yao, A Xiang dan A Ling yang menggunakan cadar untuk menutupi wajah mereka.


Ketiganya memiliki kepandaian yang sama dalam hal berkuda, sementara Zhou Beishang sendiri memiliki kemampuan yang baik dalam berkuda.


Jangan tanya kalau Bei Zhao yang sudah naik kuda bahkan ketika baru bisa berjalan, bagaimanapun Bei Zhao ditakdirkan untuk menjadi Jenderal sejak dia lahir.


Pada saat itu juga, Bei Zhao akan dilatih tentang segala hal yang berkaitan dengan medan perang termasuk dengan berkuda.


Zhou Beishang sendiri kagum dengan gaya berkuda milik Bei Zhao, meskipun dia pandai dalam berkuda tapi jika dibandingkan dengan Bei Zhao maka itu belum bisa di anggap sebagai sesuatu yang hebat.


Bei Zhao dan kudanya layaknya memiliki nyawa yang sama sehingga Bei Zhao hanya perlu berpikir ke kiri dan kuda itu akan berbelok ke kiri.


"Perhatikan kuda mu atau kau akan menabrak orang lain. " Tegur Bei Zhao.


Setelah mendengar teguran itu dia terkejut dan terbangun dari lamunan nya dan melihat bahwa kudanya sudah berlari keluar jalur.


Dia langsung mengembalikan kudanya je jalur awal atau dia akan secara tidak sengaja menginjak orang tak bersalah sampai mati.


Sampai akhirnya dia berada di Istana Kekaisaran yang megah dan dipenuhi oleh banyak orang, Kompetisi Xue Zhenzhu ini hanya bisa diikuti oleh wanita.


Wanita wanita dari kalangan pejabat yang memiliki rasa keagungan yang tinggi, mereka bahkan takut untuk terkena cahaya matahari.


Jadi, tidak peduli apakah mereka bisa melatih tenaga dalam atau tidak. Itu adalah hal yang sia sia karena pada nyatanya mereka tidak bisa melakukan apapun.


Dia melangkah turun dari kuda dengan gagah dan angkuh, setiap langkahnya seolah membawa 1 kilogram emas yang berkilau.


"Salam Kepada Yang Mulia, Permaisuri dan Huangtaihou, semoga selalu dilimpahi rezeki dan kesehatan. " Ucapnya dengan Bei Zhao.

__ADS_1


"Berdiri berdiri, tampilan Bei Wangfei sangat baik. " Ucap Kaisar dengan tawa kecil.


Sementara dia membalasnya dengan tawa kecil juga, pujian ini meskipun terdengar tulus tapi dia tidak terkesan sedikitpun.


Berbeda dengan perasaan ketika dipuji oleh Bei Zhao seperti sebelumnya, itu terasa sangat membanggakan.


"Yang Mulia terlalu memuji yang rendah ini, yang rendah ini tidak berani menerimanya. " Ucapnya dengan rendah hati.


"Ha ha ha, Bei Wangfei terlalu sungkan. Silakan duduk. "Ucap Kaisar sambil tertawa lantang dan menunjuk salah satu kursi.


Dia duduk dengan anggun, meskipun menggunakan pakaian zirah itu tidak mengekang gerakannya, malahan terasa sangat nyaman.


Kaisar dan Bei Zhao benar benar tidak bisa di bandingkan, dalam satu pandangan Bei Zhao dapat mengetahui bahan apa yang dia gunakan untuk baju zirah ini sementara Kaisar yang tampaknya berpengetahuan luas sebenarnya tidak tahu apa apa.


"Karena semuanya sudah datang, maka yang akan dimulai pertama adalah Menyulam, waktu yang akan diberikan adalah 2 dupa. Silakan pergi ke Halaman Utara. " Ucap Kasim Huo mewakilkan Kaisar untuk berbicara.


(2 dupa : setiap dupa memiliki waktu yang berbeda beda dan sulit untuk mengetahui waktu pasti, tapi di cerita ini author akan buat sekitar setengah jam jadi kalau 2 dupa itu setara dengan 1 jam atau 60 menit. )


Siapa yang tidak tahu bahwa dia bukanlah orang yang terpelajar ? Semua orang tahu bahwa dia hanyalah orang yang dibesarkan dengan liar.


Dia berjalan menuju halaman Utara dan duduk di kursi paling belakang, di depannya ada peralatan menyulam.


Dengan jarum dan benang, ada juga kain putih dengan penahan kain yang berbentuk bundar dan terbuat dari kayu.


"Bei Wangfei Niangniang, kenapa kamu duduk di belakang ? Apakah tempat duduk di depan sudah penuh ?" Tanya Putri Huayang dengan sombong.


"Yang rendah ini tidak terpelajar dan tidak memiliki kemampuan, aku takut jika aku duduk di depan maka akan mempermalukan diriku sendiri. " Jawabnya dengan acuh tak acuh.


"He he, Bei Wangfei Niangniang terlalu jujur bukan ? Kamu sepertinya harus mencari lebih banyak kemampuan atau Bei Wang akan kecewa dan mencari wanita lain diluar sana. " Ucap Putri Huayang dengan terang terangan.


Dia yang mendengar ini tertawa kecil dan hanya melemparkan tatapan yang tidak bisa diartikan pada Putri Huayang.


"Karena Putri Huayang tampaknya sangat mengerti tentang menyulam maka aku tidak akan berani berdebat lebih jauh. " Ucapnya dengan tawa kecil.

__ADS_1


"Pertandingan akan segera dimulai, harap mengambil tempat masing masing. " Ucap Kasim Huo.


Dia sendiri mempersiapkan benangnya dan mulai menyulam, dia memiliki keterampilan yang baik dalam sulam menyulam.


Setelah 2 dupa, dia berhasil menyulam sebuah pemandangan indah dengan 2 gunung, satu pohon bunga persik dan tanah yang lebar disertai dengan 1 burung Phoenix kecil yang sedang bertengger di dahan Pohon Bunga Persik.


"Di depan sudah ada 3 pengamat yang akan mengamati pekerjaan para Nyonya dan Nona yang terhormat, yaitu Seniman Mencapai Langit, Tian Fang. Lalu, ada Keindahan Bunga Persik, Tuan Muda Qing Xu. Setelahnya, Pelukis Bermata Satu, Sang Yi. " Ucap Kasim Huo.


Dia memandang ketiga orang itu dengan hati yang tenang, Tian Fang , Qing Xu, dan Sang Yi adalah kombinasi yang baik.


Ketiganya mengerti seni dengan sangat baik, bahkan lebih baik dari siapapun. Ketika di kombinasi kan maka itu akan sangat baik.


Mereka tidak memihak pada Kekaisaran dan dapat berkomentar dengan jujur, tapi tanpa ada yang mengetahui.


Sebenarnya salah satu dari mereka atau lebih tepatnya Keindahan Bunga Persik, Tuan Muda Qing Xu adalah salah satu orangnya.


Satu persatu orang maju dan mendapatkan tanggapan yang dingin tanpa antusiasme sedikitpun, dari semuanya akan dipilih 1 orang untuk menjadi pemimpin yang paling baik.


Ketika Putri Huayang maju dengan sangat bangga, wajah ketiga juri itu berubah menjadi sangat muram dan tidak mengatakan apapun untuk sementara waktu.


"Putri Huayang, apakah anda tahu bahwa menggambar burung gagak adalah hal yang tabu ?"Tanya Tian Fang dengan muram.


Burung gagak menggambarkan kesialan dan menyulam burung gagak bisa dianggap sebagai tindakan mengutuk seseorang.


"Aku tidak menggambar burung gagak ! Itu adalah sebuah Phoenix !" Ucap Putri Huayang dengan murka.


Mendengar ini membuat semua orang menahan tawa, dan Tian Fang yang diteriaki oleh Putri Huayang merasa kesal.


Tian Fang membalikkan sulaman itu dan membiarkan semua orang melihat hasil sulaman yang dibuat oleh Putri Huayang.


Dia tertawa kecil ketika melihat Burung 'Phoenix' yang gosong dengan sesuatu yang tidak berbentuk. Sulaman itu longgar dan tidak kencang, sangat buruk.


Bahkan lebih buruk daripada sulaman orang orang yang tidak belajar, bahkan penjahit penjahit pinggir jalan dapat menyulam lebih baik dari ini.

__ADS_1


__ADS_2