Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
94. Dinasti Qin


__ADS_3

Sesampainya di Teras Liaoqu, dia dibantu oleh Lin Yue untuk menggali tanah di halaman belakang. Teras yang sebelumnya tampak sangat ramai itu berubah menjadi begitu sepi.


"Terima kasih karena telah membantuku. " Ucapnya pada Lin Yue dengan tidak enak, bagaimana pun ini bukanlah hal yang harus dilakukan oleh Putri Mahkota.


"Tidak masalah, meskipun aku tidak mengenal dia dengan baik, aku bisa melihat bahwa dia memiliki moral yang baik. Jika tidak, kenapa dia ingin menggantikan ayahnya ?" Tanya Lin Yue sambil menyeka keringatnya.


"Dia memang baik, pada awalnya aku ragu karena dia dulunya adalah seorang bangsawan. Tapi, sekarang dia telah mematahkan kecurigaan ku dan berhasil membuatku kagum padanya. " Ucapnya sambil menatap gundukan tanah itu.


"Kita akan berganti pakaian dulu, ikutlah denganku. " Ucapnya sambil menatap pakaian Lin Yue yang dikotori oleh tanah.


Dia membawa ke dalam ruangan pakaiannya dan disana banyak pakaian, dia memakai salah satu pakaian dengan asal, tanpa sadar bahwa itu adalah salah satu pakaian yang di beri oleh Bei Zhao.


Gaun itu, adalah yang dipesan oleh Bei Zhao setelah dia mengatakan bahwa dia tidak ingin menggunakan pakaian merah lagi.


Gaun itu , dengan sulaman bunga Peony di sepanjang gaun dengan warna putih yang indah, belum lagi dengan sulaman yang berwarna emas.


Dia menatap gaun itu sejenak dan menggunakannya tanpa berpikir dua kali, Lin Yue melihat gaunnya dan tertawa.


"Itu gaun yang sangat bagus, siapa yang memberikannya ? Aku tidak ingat bahwa kau suka warna putih. "Ucap Lin Yue dengan penasaran.


Dia memandang gaun itu sejenak dan baru sadar siapa yang memberikan gaun itu.


"Itu diberikan oleh Bei Wang. "Jawabnya dengan tenang.


"Kau pasti merindukannya dan secara tidak sadar menggunakan pakaian yang diberikan olehnya. " Goda Lin Yue.


"Kau berpikir terlalu banyak. " Ucapnya dengan datar.


"He he he, aku tidak pernah sesenang ini dalam hidupku, aku merasa seperti kuda yang terlepas dari kekangan setelah berusaha selama 20 tahun. " Ucap Lin Yue dengan bersemangat.


"Mendengar kata katamu membuatku ragu untuk datang ke Dinasti Tang. " Ucap nya dengan santai.


"Tentu saja kau harus datang, kau harus menunjukkan pada dunia bahwa kau adalah Putri Dinasti Tang. Dengan begitu, kau bisa membalaskan dendammu. " Ucap Lin Yue.


"Akan ku pikirkan lagi nanti. " Jawabnya dengan asal asalan.


Kedua orang itu tampak begitu berbeda seratus delapan puluh derajat, meskipun keduanya sama sama cantik itu berbeda.

__ADS_1


Jika Zhou Beishang cantik layaknya bunga yang beracun maka Lin Yue tampil seperti Api yang berkobar dengan liar.


Tampak begitu menantang dan menggoda, dan berapi api serta penuh semangat yang membara, berbeda dengan Zhou Beishang yang anggun, berkelas, dan kalem.


Memiliki perangaian yang tenang, kecantikan setenang air yang membuat semua orang mampu bertekuk lutut.


Keduanya tampak berlawanan, satu tampak seperti es yang beku dan yang lain tampak seperti api membara.


Pakaian Zhou Beishang atau sekarang yang dikenal sebagai Lin Qiaofeng, gaun putih dengan sulaman Peony yang berwarna merah terang, tampak begitu nyata dan menonjol.


Sementara Lin Yue menggunakan gaun merah terang yang polos dengan ikat pinggang putih yang sangat menonjol.


Keduanya tampak berlawanan, tapi satu yang sama adalah keduanya mengikat rambut mereka menjadi ekor kuda.


Lin Yue membawa pedang sementara dia membawa cambuk, keduanya berbeda tapi juga mirip. Dia mengenakan topi bambu dan Lin Yue juga melakukan hal yang sama.


Dia memandang sekitarnya dengan tatapan waspada, dia pikir tidak akan aman lagi untuk tinggal disini.


"Yue, ayo pergi. " Ucapnya.


"Ya, kemana kita akan pergi Qiaofeng ?" Tanya Lin Yue.


"Tidak masalah, aku juga merasakan hal yang sama. "Ucap Lin Yue.


Keduanya berjalan berdampingan dengan anggun, meskipun wajah keduanya tertutup topi bambu tapi tidak mengurangi pesona mereka sama sekali.


Dari postur tubuh, cara berjalan dan pakaian mereka, setiap orang pasti bisa menebak bahwa mereka berdua adalah gadis dari keluarga bangsawan.


"Apakah ada tempat di lantai dua ?" Tanyanya pada pelayan kedai.


"Tentu saja, tentu !" Ucap pelayan itu setelah sadar dari lamunannya.


"Silakan lewat sini, tamu terhormat. " Ucap pelayan itu dengan cepat tanggap.


Pelayan itu membuka jalan dan mengarahkan mereka ke lantai dua, lantai dua cukup kosong dan tidak memiliki terlalu banyak meja.


Hanya ada beberapa orang yang sedang makan, matanya tertuju pada meja yang dekat dengan jendela.

__ADS_1


"Kami akan duduk disini. " Ucapnya.


Dia menarik kursi dan duduk di sana, sementara Lin Yue menatap sekitar sebelum akhirnya ikut duduk dengannya.


"Ikan bakar dengan kuah asam manis satu, bola daging kuah kaldu ayam dua, tahu tumis buncis dua, nasi putih dua, teh utara satu poci. " Ucapnya dengan ringan.


"Ya, harap menunggu dengan sabar Nona. " Ucap pelayan itu dan turun untuk menyiapkan pesanan mereka.


Lin Yue tampak cemberut ketika menatapnya, dia sendiri hanya tertawa ringan karena tahu apa alasan dibalik wajah cemberut Lin Yue.


"Kenapa kita harus makan di tempat kumuh ini sementara restoran di depan jauh lebih baik ?" Tanya Lin Yue.


Dia yang mendengar ini tertawa dan tidak segera menjawab, dia menatap ke belakang untuk melihat restoran yang dikatakan oleh Lin Yue.


"Jika kau lihat, yang mana lebih ramai ?" Tanya nya.


"Disini." Jawab Lin Yue dengan jujur.


"Menurutmu, kenapa restoran itu lebih sepi dibandingkan kedai ini ?" Tanya nya lagi.


"Karena restoran itu pasti lebih mahal dan orang orang tidak sanggup untuk mendatanginya, sementara kedai ini murah. " Ucap Lin Yue.


"Benar tapi juga salah, orang orang di kota Wuming tidak kekurangan uang sama sekali. Mereka bisa datang ke restoran itu setiap hari. Tapi, kenapa mereka memilih kedai yang hampir hancur ini ?"


"Jawabannya adalah karena makanan di kedai ini sangat baik, jauh lebih baik di bandingkan rasa masakan restoran seberang yang terlihat bagus.


Dulu, ketika aku tinggal di kota ini aku telah mencobanya dan memutuskan untuk tidak kembali lagi. Rasanya terlalu mengerikan, beberapa makanan terlalu asin dan yang lain hambar, tidak memiliki rasa apapun. " Ucapnya dengan santai menjelaskan pada Lin Yue.


Lin Yue tampak mengerti dan mengangguk ngangguk dan tidak cemberut lagi.


"Jika begitu, kenapa kedai ini tidak berganti tampilan ? Aku yakin itu pasti akan menarik orang lebih banyak lagi. " Ucap Lin Yue dengan penasaran.


"Karena, ini sudah diturunkan selama 3 generasi, tentu saja ada rasa berat dalam hati ketika mengatakan bahwa mereka harus mengubah sesuatu yang telah diturunkan sejak lama, aku tentu saja tidak perlu menjelaskan hal sepele ini padamu bukan ?" Tanyanya.


Tidak lama teh di antarkan dan dia menuangkan teh untuk Lin Yue dan tentu saja untuk dirinya sendiri, dia meniup teh itu dan menghirupnya sedikit.


"Hiruplah aromanya, teh ini sangat baik untuk memulihkan tenaga. Aku pikir kita telah berjalan cukup jauh jadi akan sangat baik apabila meminum teh ini. " Ucapnya.

__ADS_1


"Hm, kau sungguh pengertian. Aku akan mencobanya. " Ucap Lin Yue sebelum akhirnya menghirup sedikit.


__ADS_2