
Lin Beishang berdiri dengan Cambuk Yue Shan di tangannya, Yue Shan yang sekarang merupakan Senjata iblis tampak berkobar kobar.
Iblis Pemakan Jiwa yang diam sejak tadi tampak berusaha untuk mendekat ke arahnya tapi dihalangi oleh Yue Shan.
Lin Beishang melawan Iblis Pemakan Jiwa yang berusaha untuk menyerangnya, tapi kekuatan mereka setara.
Karena, bagaimanapun kekuatan Iblis Pemakan Jiwa telah lama dibiarkan menjadi kering, tidak akan bisa kembali menjadi seperti semula lagi.
Lin Beishang berputar putar bersama dengan cambuk nya dan menghindari serangan panah panah kecil dari sela sela jari Iblis Pemakan Jiwa.
"Tuan Chu harus mengenalkan padaku, siapa teman baru ini ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum tipis lalu melangkah mundur dan Iblis Pemakan Jiwa juga mundur.
Iblis Pemakan Jiwa mungkin menakutkan bagi orang lain, tapi bagi Lin Beishang, ini masih belum apa apa.
Saat ini, jika Iblis Pemakan Jiwa tidak dibiarkan untuk berkembang lebih jauh, maka dia akan bisa menghadapinya.
"Ini adalah teman ku, dia adalah seorang pemalu jadi namanya tidak akan ku sebutkan. " Ucap Chu Huli dengan canggung karena tidak menyangka bahwa kekuatannya setara dengan Iblis Pemakan Jiwa.
"Ah, Tuan Chu tidak tulus denganku. Tuan Chu mengatakan bahwa akan berhadapan langsung denganku, tapi temanmu ini menyelinap dan ingin menyerangku. Bukankah ini sangat tercela ?" Tanya Lin Beishang dengan seringaian dingin.
Iblis Pemakan Jiwa mungkin dapat menakuti siapapun dengan namanya dan tatapannya yang mematikan, tapi Lin Beishang tidak pernah takut apapun kecuali perpisahan.
Seorang Iblis Pemakan Jiwa tidak akan mampu untuk membuatnya mundur, Lin Beishang melemparkan seringaian dinginnya pada Iblis Pemakan Jiwa dan Iblis Pemakan Jiwa menatapnya dengan tajam.
Lin Beishang hanya memandang dengan acuh tak acuh seolah olah itu bahkan tidak layak untuk di pertimbangkan.
Karena Chu Huli berniat untuk bermain peran sama akhir maka Lin Beishang tidak mungkin menolak hal ini.
"Bagaimana mungkin aku bisa tidak tulus ?" Tanya Chu Huli sambil menyeringai.
__ADS_1
Mereka berdua melesat ke tengah dan bertarung dengan sengit sementara Bei Zhao dan Hui Fenghuang mengawasi Iblis Pemakan Jiwa.
"Apakah menurutmu itu benar benar adik seperguruan mu ?" Tanya Bei Zhao dengan ragu pada Huo Fenghuang.
"Yakin seratus persen , tidak akan salah. Bahkan dalam mata terpejam, aku bisa merasakan keadaan nya disini. Kami, Phoenix, memiliki indra yang jauh lebih tajam di bandingkan manusia. " Ucap Huo Fenghuang.
"Hm, aku percaya padamu. " Ucap Bei Zhao sambil mengangguk ngangguk.
Huo Fenghuang menoleh ke arah Iblis Pemakan Jiwa dan Iblis Pemakan Jiwa memberikan seringaian mematikan yang sangat menakutkan seolah olah ingin menelan Huo Fenghuang hidup hidup.
Huo Fenghuang hanya menanggapi dengan acuh tak acuh, Huo Fenghuang melihat sekitarnya dan menyadari bahwa dunia telah menjadi sangat indah dalam seribu tahun.
Sayang sekali bahwa dia tidak akan pernah bisa untuk menonton perkembangan selanjutnya lagi. Langit menjadi semakin gelap seiring banyaknya korban jiwa yang disebabkan oleh Iblis Pemakan Jiwa.
Pertarungan antara Lin Beishang dan Chu Huli menjadi semakin dan semakin sengit jika dilihat dari serangan mereka berdua.
Tidak tahu apa yang digunakan Chu Huli untuk meningkatkan kekuatan sampai ke titik ini sehingga bisa membantunya melawan orang dengan satu tingkat di atasnya.
Yue Shan melesat kedepan dan mencoba untuk membelit tubuh Chu Huli tapi sayangnya pedang Chu Huli adalah Senjata Iblis juga sehingga dengan cepat menepis Yue Shan.
Pedang Chu Huli terarah ke dadanya dan Lin Beishang langsung melompat lalu berdiri di atas pedang Chu Huli dengan satu kaki dan kedua tangan yang terentang ke kanan dan kiri.
Lin Beishang mengayunkan pedangnya dan mengincar kepala Chu Huli, Chu Huli dengan segera menarik pedangnya.
Lin Beishang melompat dan mendarat di tanah dengan sempurna, seolah olah telah latihan terlebih dahulu untuk melakukan ini.
Suara dentingan besi bergema dan memenuhi semua orang , bahkan orang yang tidak ikut bertarung ikut merasa tegang atas pertarungan yang tidak pasti ini.
"Tuan Chu, siapapun yang menang kali ini, adalah hasil akhir. " Ucap Lin Beishang dengan penuh makna.
__ADS_1
"Belum tentu , masih ada banyak kejutan yang jauh melebihi apa yang bisa kamu bayangkan. " Ucap Chu Huli.
"Oh ya ? Kalau begitu maka aku akan sangat menantikan untuk kejutan yang akan diberikan oleh Tuan Chu padaku, aku harap itu tidak mengecewakan karena aku telah berharap banyak untuk hal ini. " Ucap Lin Beishang dengan tenang.
Kata kata mereka ramah tapi setiap serangan mereka berusaha untuk saling membunuh satu sama lain.
"Tenang saja, kali ini Nona Lin tidak akan kecewa dengan hadiah yang aku berikan, karena ini tidak hanya akan mengejutkan mu melainkan memberi kejutan kepada sepupu ku yang baik juga. " Ucap Chu Huli.
Lin Beishang tampak agak membeku lalu tersenyum dan berputar dengan Yue Shan lalu memukul mundur Chu Huli ketika ada kesempatan.
"Tuan Chu, apakah kamu pikir kamu bisa menang kali ini ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum ramah.
"Tidak ada yang tahu, jika aku mengetahui hasilnya terlebih dahulu maka itu tidak akan menjadi seru lagi dan itu bukanlah sesuatu yang aku sukai. Aku menyukai pertaruhan, berada diambang keberhasilan dan kegagalan membuatku kecanduan. " Ucap Chu Huli dengan senyum lebar.
Lin Beishang yang mendengar ini tertawa dan menggunakan Yue Shan untuk menepis pedang Chu Huli.
"Kalau begitu maka aku benar benar kagum pada selera Tuan Chu yang tiada duanya, siapa lagi selain Tuan Chu yang berani untuk mempertaruhkan nyawa semua orang untuk kepentingan dirinya sendiri ?" Tanya Lin Beishang dengan sindiran.
" Ha ha ha, Nona Lin terlalu sarkas padaku. Aku tidak menaruh semua orang dalam pertaruhan, hanya orang orang yang menurutku layak dan yang tidak layak maka akan di bersihkan. " Ucap Chu Huli.
"Tuan Chu, apakah kamu pikir kamu memiliki kuasa untuk menilai apakah layak atau tidak ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum dingin.
"Kenapa tidak ? Selama mereka lebih lemah dariku maka mereka tidak layak untuk mengisi pandanganku. "Ucap Chu Huli dengan santai.
"Aku pikir, Tuan Chu telah kehilangan akalnya. Tuan Chu pasti telah menabrak sesuatu yang keras dan kehilangan otakmu di suatu tempat. " Ucap Lin Beishang dengan sarkas.
Keduanya tertawa tapi tawa mereka dingin lalu kembali menyerang satu sama lain dengan sangat agresif, orang orang yang menonton menjadi bingung.
Ini sebenarnya pertarungan antara kedua teman baik atau pertarungan antara kedua musuh bebuyutan ?
__ADS_1