Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
35. Pergi Ke Perbatasan Utara


__ADS_3

Dia duduk di atas kuda nya dengan tatapan yang menembus tudung jubah nya, semua prajurit yang berniat untuk membunuh kuda itu langsung terhenyak.


A Xiang bersiul kuat dan beberapa orang berjalan mundur dari pertarungan, dia mulai kembali memanah beberapa hewan liar.


Ada ratusan orang dan penuh dengan asap di sini, dia tidak bisa melihat di mana keberadaan Bei Zhao di tengah kekacauan ini.


Sebuah panah melesat dari atas benteng musuh ke arah nya, dia yang melihat ini langsung menarik busur nya. Anak panah nya melesat dengan kecepatan tinggi.


Shttt


Suara desingan terdengar, panah musuh itu terbelah menjadi dua dan panah milik nya menancap ke pemanah itu.


Pemanah itu jatuh dari atas benteng musuh dan dia menatap dengan mata yang menyipit, asap di sini telah membuat mata nya sedikit perih.


Dia melihat sebuah kuda putih besar yang tampak panik di tengah kekacauan ini, dia melihat sebuah lambang yang bertuliskan 'Bei' di bagian kaki nya.


"Kuda yang bagus. " Ucap nya dengan semangat.


Dia dengan kemampuan meringankan tubuh nya yang sangat rendah, berpindah kuda. Dia menenangkan kuda itu dan tersenyum ceria.


"A Xiang, lihatlah kuda ini ! Sangat penurut. " Ucap nya dengan semangat.


"Nona, lain kali kamu harus berkata dulu pada ku. Gerakan mu yang tiba tiba membuat ku terkejut. " Kata A Xiang sambil mengelus dada nya.


"Ha ha ha, tidak perlu takut. Kau bawa mundur semua saudara, biarkan aku memberi waktu untuk mereka. " Ucap nya dengan senyum.


Mata nya tidak terlihat oleh orang, hanya hidung dan mulut nya yang terlihat.


"Apa nona yakin ? Biarkan aku ikut dengan mu, nona. " Ucap A Xiang.


"Tidak masalah, ini adalah hal mudah. " Ucap nya dengan penuh keyakinan.


Dia tidak bisa membiarkan orang orang nya meninggal lebih banyak lagi, kehilangan sebelas orang saja sudah membuat pukulan berat bagi kekuatan nya.

__ADS_1


Dia memacu kuda baru nya dengan riang, dia dari dulu hanya pernah sekali berkuda dan menemukan bahwa itu adalah tindakan yang menyenangkan.


Hanya saja, stamina nya buruk yang tidak memungkinkan nya untuk berkuda dalam jarak yang jauh.


Kuda itu tampak nya telah di takdir kan dengan nya, kuda itu sangat menurut dengan nya dan mulai berlari.


Dia mulai memanah dengan mata yang teliti, begitu banyak orang barbar di sini di sertai manusia gunung.


Dia melihat sebuah manusia gunung yang sedang bertarung melawan seorang pria gagah, pria itu di bantu oleh beberapa orang lain nya.


Dia menyipitkan mata nya dan menemukan bahwa itu adalah Jenderal Xie, dia memacu kuda nya untuk lebih dekat dengan Jenderal Xie.


Dia memanah bahu kiri manusia Gunung itu, panah nya melesat dengan tepat menancap di bahu manusia gunung itu.


Tapi, manusia gunung itu tidak langsung tumbang melainkan meraung penuh kemarahan. Beberapa orang memandang nya dengan keterkejutan.


Dia memanah sekali lagi, kali ini adalah dahi manusia gunung. Suara benturan anak panah dan tubuh Manusia Gunung membuat nya sedikit terkejut.


Itu seperti melawan besi dengan besi, untunglah dia menarik senar busur dengan sekuat tenaga. Dia memegang kepala kuda nya sambil terengah engah.


Kali ini, manusia gunung itu benar benar tumbang dan racun korosi mulai menjalar ke seluruh tubuh manusia gunung.


Jenderal Xie tampak terkejut dengan kedatangan nya yang tiba tiba.


"Aku berterima kasih pada pendekar, harap bisa mengetahui nama Pendekar ? Setelah ini berakhir aku harap bisa menjamu Pendekar dengan baik. " Ucap Jenderal Xie sambil menunduk kan kepala dengan sopan.


Dia bahkan tidak turun kuda ataupun membuka tudung milik nya, melainkan hanya menjawab dengan singkat.


"Jenderal Xie terlalu sungkan, yang lemah ini akan pamit terlebih dahulu. Dimasa depan, kita pasti bertemu lagi. " Ucap nya dengan ringan, dia memacu kuda nya.


Kuda nya terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke depan. Dia membantu beberapa orang lagi, dia melihat bahwa dia sangat dekat dengan benteng perbatasan.


Di depan adalah tenda musuh, bahkan tidak sampai setengah dari manusia gunung bertindak tapi situasi sudah sekacau ini.

__ADS_1


Dia takut, dia sendiri tidak akan membuat perubahan besar. Paling paling hanya akan menunda kekalahan. Ini akan berakhir dengan kekalahan telak apa bila Kaisar tidak mengalokasikan cadangan makanan lebih banyak untuk perbatasan.


Ini tidak bisa di biarkan lebih lama lagi, banyak sekali persediaan makanan yang telah di bakar oleh musuh. Untuk memindahkan seluruh pasukan dari Wuming juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Dia menghela nafas sebelum dia melihat orang yang familiar, ini adalah bawahan setia milik Bei Zhao , Wen Yao.


Dia sendiri tidak akrab dengan orang ini, dia bahkan tidak akan mengenal nya apabila A Xiang tidak mengatakan nya.


Dia memanah kedua orang barbar itu dengan tenang dan Wen Yao jatuh setengah berlutut sambil menggunakan pedang untuk bertumpu.


"Apa kau baik baik saja ? Gunakan ini pada luka mu. " Ucap nya sambil mengeluarkan sebuah botol giok kecil pada sela pakaian nya.


"Ini ? Bei Wangfei ?" Tanya Wen Yao dengan ragu.


Dia tidak menjawab, hanya menjulurkan obat itu lagi pada Wen Yao untuk di gunakan. Wen Yao dengan ragu ragu mengambil botol obat itu.


"Gunakan itu beberapa kali dan luka mu akan tertutup, sedangkan luka gores akan menghilang. " Ucap nya dengan dingin.


"Bei Wangfei Niangniang. " Ucap Wen Yao segera berlutut di depan nya.


"Di mana Bei Wang ?" Tanya nya masih dengan nada yang sama.


"Bei Wang sedang menyerang langsung ke salah satu markas Manusia Gunung sambil membawa pasukan terlatih milik Kediaman Bei Wang. " Ucap Wen Yao tidak berani berbohong.


Dia mendecak kan lidah nya dengan kesal, kenapa di dunia ini harus ada orang segila Bei Zhao ? Siapa yang ingin menyerang langsung ke markas musuh ?


Dia memacu kuda nya dan meninggal kan Wen Yao yang masih berlutut, dia tidak bisa membiarkan pria itu meninggal.


Mengingat salah satu peraturan yang harus di taati oleh setiap Bei Wangfei, jika Bei Wang meninggal maka Bei Wangfei juga harus menemani Bei Wang.


Bukankah itu berarti jika Bei Wang meninggal dia harus ikut juga ? Tentu saja dia tidak mau ! Terlepas dari sumpahnya tentang Bei Zhao, peraturan ini adalah apa yang paling di takuti nya setelah masuk ke dalam kediaman Bei Wang.


Bahkan, dia yang memiliki daya ingat yang buruk sekalipun masih mengingat peraturan itu dengan jelas.

__ADS_1


Bonus like 1,5 k : 1 / 3


__ADS_2