
"Lagipula, aku tidak tertarik padamu tidak peduli seberapa hebat dia. " Ucap Lin Yue dengan tulus.
"Jika dia mendengar ini di masa lalu maka aku takut maka dia akan bunuh diri setelahnya. "Ucapnya sambil tertawa ringan.
"Tidak juga, dia sebenarnya menyukaimu. Jika kau perhatikan lagi, dia sebenarnya menyukaimu sejak lama tapi tidak memiliki kesempatan untuk memastikan dan tidak yakin dengan perasaannya. " Ucap Lin Yue.
"Tidak mungkin, itu adalah angan angan. Aku telah bertanya padanya berulang kali tapi dia selalu menjawab dengan dingin. Aku tidak ingin menjadi boneka penghibur di depannya, aku memiliki harga diri. Jika dia tidak ingin, maka aku akan menjauh, aku tidak akan memaksa. " Ucapnya dengan pahit.
Itu adalah kenyataan yang tidak bisa ditolak olehnya sementara Fang Ling dari belakang hanya mendengarkan ucapan mereka dengan bingung.
Dia sekarang mengerti kenapa wajahnya sama sekali tidak mirip Zhou Yi Nian, dia ternyata lebih mirip dengan Lin Xi.
Itu bisa dilihat dari wajahnya yang mirip dengan Lin Yue.
"Beishang, apakah kau tidak ingin mencari nama baru ? Nama Beishang sangat tidak bagus, kau harus merubahnya menjadi nama yang lebih bagus dan memiliki arti baik. " Ucap Lin Yue.
"Tentu saja aku ingin, tapi aku tidak bisa memikirkan nama yang baik. Bagaimana jika kamu yang memikirkan nya ?" Tanyanya pada Lin Yue.
"Bagaimana kalau Qiaofeng ? Lin Qiaofeng !" Ucap Lin Yue dengan semangat.
(Qiaofeng : Perempuan gesit, anggun, dan cerdas )
...(Source : google)...
"Nama yang bagus, tidak ada masalah untuk menggunakan dua nama. " Ucapnya dengan santai.
"Apa kau tidak akan kembali ke tempat ini sekali lagi ?" Tanya Lin Yue dengan santai.
"Kenapa kita tidak kembali lagi ? Bagaimana dengan Lan Jie dan Lin Ge ?" Tanya Fang Ling tidak tahan lagi untuk tidak bertanya.
Pada saat itu lah dia baru ingat bahwa masih ada Fang Ling yang mengikutinya dengan setia dan dia hanya bisa meringis.
"Fang Ling, yang terlihat baik belum tentu benar benar baik, tidak ada gunanya untuk kembali lagi, semuanya sudah terlambat. Aku harap kau tidak membenciku dan melakukan hal yang sama dengan mereka. " Ucapnya dengan lembut.
__ADS_1
Dengan kecerdasan Fang Ling, pasti gadis kecil itu telah menangkap apa yang dimaksud dalam kata katanya.
Benar saja, Fang Ling terdiam dan tidak bisa mengatakan apa pun sebelum akhirnya meneteskan air mata.
"Apakah ayah juga ikut ?" Tanya Fang Ling dengan suara yang sangat pelan seolah olah suaranya habis.
Dia tidak menjawab dan hanya tersenyum penuh makna, Fang Ling merasa dirinya jatuh kedalam jurang yang penuh kedalaman.
"Nona, harap maafkan ayahku, aku harap kamu memberi keringanan pada ayahku. " Ucap Fang Ling dengan cepat dan meloncat turun dari kuda.
Fang Ling berlutut di depannya yang membuatnya terdiam, dia tidak bisa mengatakan apapun dan menatap Fang Ling.
"Nona, aku harap kamu memaafkan ayahku, aku memohon maaf atas nama ayahku. Aku akan menebus kesalahan ayahku. " Ucap Fang Ling sambil bersujud padanya.
Fang Ling tiba tiba mengeluarkan pedang pendek yang selalu digunakannya dan menggunakannya untuk memotong lehernya sendiri.
Dia membelalakkan matanya dengan terkejut dan menarik Yue Shan dengan segera, Yue Shan menarik pedang pendek itu menjauh tapi sudah terlambat, Fang Ling sudah terkulai.
Dia menahan tubuh kecil itu di dalam pelukannya.
"Fang Ling ! " Panggilnya dengan putus asa.
Air mata mengalir dari kelopak matanya dan membasahi wajah Fang Ling, Fang Ling tersenyum sedih sebelum akhirnya menutup matanya.
Tubuh Fang Ling tiba tiba berhenti berdetak dan kehilangan detak , dia terdiam dan air mata mengalir lebih deras tanpa suara.
Tubuhnya dipenuhi darah Fang Ling dan dia terisak ketika memeluk tubuh dingin dan kaku milik Fang
Ling.
Dia kembali mengingat dimana Fang Ling baru saja tampak sangat senang karena dipilih olehnya sebagai rekan perjalanannya.
Fang Ling tampak sangat bersemangat yang membuatnya sangat senang, Fang Ling yang menjaganya dengan serius ketika dia sedang melakukan pelatihan tertutup.
__ADS_1
Berbagai kenangan indah membanjiri pikirannya yang membuatnya kembali terisak lagi dan lagi, tanpa bisa menahannya.
Sebuah tepukan di bahunya terasa, dia tidak perlu melihat untuk tahu siapa orang itu. Dia masih terduduk disana tanpa daya dan menatap orang di pelukannya dengan penuh kasih.
"Dimana kamu berencana untuk menguburkannya ?" Tanya Lin Yue.
"Disini dekat dengan Kota Wuming, aku akan pergi ke Teras Liaoqu untuk memakamkannya. " Ucapnya.
"Apakah disana aman ? " Tanya Lin Yue.
"Harusnya aman, pada dasarnya aku adalah pemimpin sebenarnya di Teras Liaoqu. Kunci tempat itu berada di genggamanku dan tidak ada yang bisa masuk kesana tanpa sepengetahuan ku. " Ucapnya dengan senyum dingin dia menyeka air matanya dengan dingin dan membawa tubuh kaku Fang Ling keatas kuda.
Sementara Kuda Fang Ling dibiarkan olehnya untuk pergi, dia tampak kosong dan kehilangan jiwanya. Dia tampak kesepian dan penuh kebencian.
"Hidup dan mati seseorang tidak bisa diduga, siapa yang akan menyangka bahwa gadis kecil cantik semuda ini akan menemui kematiannya di umur yang sangat muda. " Ucap Lin Yue sambil menghela nafas.
"Pengkhianat memang harus dibersihkan, mereka mengambil Fang Ling dari pelukanku, apa yang harus aku lakukan pada mereka ?" Tanyanya sambil tersenyum mengerikan.
"Qiaofeng, kau tidak boleh menghadapi mereka dalam kemarahan seperti ini. " Ucap Lin Yue sambil menghela nafas.
"Aku tidak marah, aku senang, tidak kah kamu melihatku sedang tersenyum lebar seperti ini ?" Tanyanya dengan tawa kecil.
"Qiaofeng, kamu membuatku sedih jika kamu seperti ini. Jangan seperti ini lagi, ayolah. " Ucap Lin Yue.
"Aku tidak ingin menjadi seperti ini, tapi mereka yang memaksaku. Yue, kau pasti tahu tentang perasaan ku bukan ?" Tanyanya dengan ratapan.
"Ya, aku tahu. Oleh karena itu jangan seperti ini, jangan terpuruk seperti ini. " Ucap Lin Yue.
"Aku tidak terpuruk tentu saja, aku masih harus hidup dan menjadi mimpi buruk bagi mereka yang mengkhianati ku. "Ucapnya dengan mata yang menyipit.
Lin Yue menghela nafas pasrah melihat dirinya yang tampak sangat terpukul oleh tindakan yang diambil Fang Ling.
Dia menggendong tubuh Fang Ling tanpa peduli walaupun pakaiannya menjadi basah oleh darah, untuk masuk ke dalam perbatasan, membutuhkan beberapa hal.
__ADS_1
Tapi, dengan bantuan Lin Yue semuanya menjadi lebih mudah, bagaimanapun Lin Yue lebih berpengalaman terhadap hal semacam ini karena telah tinggal di dalam istana selama puluhan tahun.