Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
138. Bekerja Sama


__ADS_3

Ujung pedang Lin Qiaofeng mengalirkan darah segar milik Xi Qi, hanya satu goresan tapi dalam dan kejam, serangan semacam ini bukan sesuatu yang bisa di pelajari oleh semua orang.


Untuk melakukan nya memerlukan banyak tekad dan kebanyakan orang orang masih merasa ragu untuk membunuh musuhnya.


Tapi, Lin Qiaofeng sama sekali tidak ragu, jika sejak awal dia telah mengatakan bunuh , maka tidak ada yang bisa merubah keputusannya.


Itulah dia , orang orang akan mengejeknya sebagai orang yang berdarah dingin dan keras kepala, tapi dia tidak peduli karena dengan cara inilah dia bisa bertahan hidup.


Jika dia penuh dengan keragu raguan sejak awal, apakah dia bisa berdiri sampai ke titik ini ? Tentu saja tidak !


"Kenapa kau membunuhnya ?" Tanya Lin Yue masih menatap ke depan.


"Karena dia tidak memiliki kegunaan lain lagi, karena sudah tahu siapa saja yang berkhianat dan siapa yang tidak maka sebaiknya untuk mengumpulkan pasukan dan membentuk sebuah fraksi. " Ucap Lin Qiaofeng.


"Tapi, apakah itu tidak akan terlambat ?" Tanya Lin Yue dengan ragu.


"Kaisar Lin Yi tidak selemah yang kau bayangkan, dia masih bisa memimpin sebuah perang. Apakah sebuah racun lemah bisa membunuhnya ? Racun yang bekerja lambat paling cepat hanya bisa berfungsi setelah 6 bulan. Berapa lama Pangeran Pertama sering mengunjungi ayahmu ?" Tanya Lin Qiaofeng.


Lin Yue tampak berpikir dan memikirkan semuanya dengan keras.


"Mungkin 3 bulan lalu. " Ucap Lin Yue.


"Maka dari itu, masih ada 3 bulan, tidak perlu khawatir. Kita harus membuat pertaruhan, hidup ini selalu penuh dengan pertaruhan. Kamu harus mempertaruhkan sesuatu untuk mendapatkan yang kamu inginkan. " Ucap Lin Qiaofeng dengan tenang memandang keluar lewat jendela.


Meskipun tampak tenang dan tidak tersentuh atau terganggu, sebenarnya hatinya juga merasa tidak tenang.


Orang orang ini memiliki kemampuan yang sangat kuat, Lu Wang ini memiliki umur lebih tua darinya 8 tahun. Untuk memiliki kemampuan sebesar ini, sungguh tidak mengecewakan.


Otaknya terus berputar sampai akhirnya berhenti di satu nama, seluruh petunjuk dengan sangat sesuai mengarsh pada orang yang di pikirkan olehnya ini.


Tapi, tidak ada bukti yang lebih kuat dan ini hanya kecurigaan nya. Jika memang orang itu yang melakukan ini maka dia harus berhati hati di masa depan.


"Kamu benar benar mirip dengan ayah, ayah juga mengatakan hal yang sama dengan nada yang sama padaku ketika aku berumur 10 tahun. " Ucap Lin Yue sambil cemberut.


Lin Qiaofeng hanya menanggapi dengan senyum tipis, memiliki hubungan rumit dengan Kaisar Lin Yi ini membuatnya merasa bingung cara untuk menanggapi nya.


Jika orang orang yang mendapatkan ini maka mereka akan sangat bahagia seolah olah mereka mendapat hadiah dari undian dan ingin segera mengklaim hadiah mereka.


Tapi, Lin Qiaofeng berbeda, dia memiliki harga diri yang tinggi, tidak tergoyahkan dan selalu hidup menyendiri. Hanya saja, melihat reaksi keras milik Lin Yue membuat nya ragu untuk apa yang harus di lakukan nya di masa depan.


"Apakah kamu memiliki beberapa dugaan tentang siapa Lu Wang ini ?" Tanya Lin Yue saat melihat ekspresi Lin Qiaofeng yang berkerut.


Lin Qiaofeng berpikir sejenak dan tidak langsung menjawab Lin Yue, tidak tahu harus memberi tahu dugaan nya pada Lin Yue atau tidak.


Sebelum akhirnya memajukan kepalanya dan membisikkan sesuatu pada Lin Yue, setelah mendengar siapa yang menjadi dugaan nya, Lin Yue membulatkan mata dan tampak terkejut.


"Kau yakin dengan dugaan mu ?" Tanya Lin Yue dengan terkejut.


"Tidak yakin, hanya saja beberapa bukti dan kemungkinan mengarah padanya. Dia kuat dan berbakat tapi sayangnya kurang dalam pasukan, aku takut itu memang dia hanya saja aku tidak tahu bahwa selama ini dia adalah Pangeran. Kita kekurangan bukti untuk mengatakan ini, hanya saja aku sendiri paling tidak memiliki keyakinan sebesar 50 persen. " Ucap Lin Qiaofeng dengan tatapan serius.


Lin Yue menghela nafas berat dan menatapnya dengan tatapan serius juga.

__ADS_1


"Apakah kamu memiliki cara untuk hal ini ?" Tanya Lin Yue.


"Satu satunya jalan adalah mengumpulkan kesetiaan dari seluruh Pilar istana, dengan begitu kita memiliki kesempatan untuk menang jauh lebih besar. " Ucap Lin Qiaofeng.


"Tapi, ini akan menggagalkan rencana mu sebelumnya. Apakah kamu yakin untuk melakukan hal semacam ini ?" Tanya Lin Yue.


"Kenapa tidak ? Aku telah terbiasa melepaskan hal kecil untuk hal yang lebih besar, bagaimana pun jika perang pecah maka gunungan mayat dan lautan darah akan terlihat dimana mana. Dibandingkan dengan rencana balas dendam ku, yang mana yang lebih penting ?" Ucap Lin Qiaofeng dengan penuh tekad.


"Aku tidak menyangka bahwa kamu akan memilih jalan ini, aku pikir sebelumnya kamu akan tetap berdiri teguh dengan pendirian mu. " Ucap Lin Yue dengan tidak percaya.


"Aku bukan orang bodoh yang dibutakan oleh balas dendam, tidak terlambat bagiku untuk membalas dendam di masa depan. " Balas Lin Qiaofeng sambil memandang kejauhan.


"Hati orang orang tidak bisa ditebak, jika memang orang itu adalah pelakunya maka aku akan menyesal karena telah mempercayai nya sebelumnya. " Lanjut Lin Qiaofeng.


"Kamu tidak mengatakan padaku bahwa kamu bekerja sama dengannya. " Rajuk Lin Yue.


"Itu bukan hal yang bisa dibangga kan saat ini, aku pikir sebelumnya bahwa aku bisa meminta bantuannya di masa depan tidak menyangka bahwa keadaan telah berubah 180 derajat seperti ini. Lalu, sepertinya aku telah menyinggung salah satu bawahannya. " Balas Lin Qiaofeng.


"Siapa ? Siapa yang kau singgung ?" Tanya Lin Yue dengan antusias.


"Kepala Biro Perbendaharaan, Yue Huo. Pada saat itu dia diam diam berjalan menuju ruang harta milik Kaisar dan aku menegurnya. Sekarang, dia pasti sedang mencari cara untuk membalas dendam padaku. Aku harus lebih waspada di masa depan, karena bagaimanapun identitas sebagai Selir Yanping ini masih sangat berguna bagiku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan tenang.


"Dia pasti ingin mengusir mu tapi tidak bisa melakukan nya, karena kamu menyamar sebagai Selir Yanping yang merupakan Selir Kesayangan Kaisar. Pria tua jahat itu hanya bisa melakukan satu hal padamu, yaitu meracuni mu. " Lin Yue berkata dengan serius seolah olah ini adalah masalah yang sangat penting.


"Aku pikir Yue Huo tidak akan sebodoh itu dan mengambil cara itu, meskipun racun sangat mudah dan efektif untuk membunuh musuhnya tapi masihlah meninggalkan jejak dan Selir Yanping akan meninggal dengan kesan terbaik di hati Kaisar, pada saat itu dalam kedukaan Kaisar akan memeriksa segalanya dengan jelas dan pada saat itu Yue Huo pada akhirnya akan tertangkap. " Jelas Lin Qiaofeng panjang lebar pada Lin Yue.


"Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh bajingan tua itu lagi selain memberi racun ? Membunuhnya langsung ?" Tanya Lin Yue dengan bingung.


Mendengar ini membuat Lin Yue membelalakkan mata sebelum akhirnya mengangguk.


"Tidak ada kesan baik lagi dalam pikiran Kaisar, bahkan Yue Huo akan mendapat nama baik karena mengungkapkan kejahatan keji tersebut, sangat mengerikan. " Ucap Lin Yue segera mengerti dengan apa yang di maksudkan olehnya.


"Aku memiliki sebuah ide , di sini nama Yue Niang ada di sini itu artinya Permaisuri adalah salah satu antek kekuatan jahat ini. Bagaimana jika kita membelokkan arah serangan ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan senyum jahat.


"Kamu akan melakukan hal yang sama ? Bagaimana mungkin ?!" Tanya Lin Yue.


"Mereka telah begitu kejam , kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang sama ? " Tanya Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh.


"Siapa yang menurutmu akan menjadi pria dalam drama yang melelahkan ini ?" Tanya Lin Yue mengalihkan topik pembicaraan.


"Kemungkinan adalah.......... Utusan dari Dinasti Tang. Hal ini seperti yang aku perkirakan, hanya perlu menunggu tanggal mainnya. Aku menjadi sangat bersemangat untuk menunggu hal ini. Permaisuri yang begitu arogan pada akhirnya tidak akan bisa menahan penghinaan ini." Ucap Lin Qiaofeng dengan kejam.


"Jika memang seperti itu, bukankah utusan dari Dinasti Tang itu juga adalah orang mereka ? Kenapa mereka membuatnya menjadi kambing hitam ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.


"Karena, mereka pasti telah menebak bahwa kita akan mendapatkan informasi dari Xi Qi. Jadi mereka sengaja melakukan ini seolah olah mereka tidak pada pihak yang sama, rencana semacam ini sebenarnya sangat baik tapi sangat sulit untuk di jalankan. " Ucap Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh.


"Qiaofeng, apa yang akan kita lakukan pada keluarga Xi Qi ?" Tanya Lin Yue.


"Bawa mereka ke tempat persembunyian, kejahatan seorang suami tidak bisa dilimpahkan pada anak dan istrinya. Lihat apakah mereka memiliki tindakan yang baik atau tidak, jika menurutmu tidak maka biarkan saja dan jika menurutmu mereka tidak memiliki hubungan dengan orang orang itu maka bawa mereka ke salah satu gunung untuk bersembunyi. " Ucap Lin Qiaofeng.


"Tapi, bukankah ada pepatah yang berbunyi bahwa kita harus memotong rumput sampai ke akar akarnya agar tidak menimbulkan masalah di masa depan. " Keluh Lin Yue.

__ADS_1


"Mereka tidak tahu bahwa kita membunuh Xi Qi, jika bisa menjadi penyelamat kecil bagi mereka, mereka mungkin akan memberikan beberapa hal yang kita inginkan." Ucap Lin Qiaofeng dengan kedua tangan yang bertaut di belakang.


"Hal yang kita inginkan ? Apa ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.


"Aku mendengar bahwa Bangsawan Xi dari Tang sangat pandai dalam membuat senjata, aku ingin mereka menempa senjata bagi pasukan kita. " Ujar Lin Qiaofeng dengan wajah acuh tak acuh.


Mendengar kata katanya, Lin Yue kembali terkejut akan kepintaran adiknya, Lin Qiaofeng.


"Ya, mereka adalah pandai besi terbaik di Dinasti Tang. Benar katamu, sangat sayang apabila di sisa siakan begitu saja. " Ucap Lin Yue dengan antusias.


Lin Qiaofeng hanya menghela nafas ringan sebelum akhirnya meloncat lewat jendela dan tidak ingin lewat pintu depan.


Lin Yue yang sedang berpikir diam diam dan tidak menyadari bahwa saudarinya telah menghilang dalam kegelapan.


Sekali sadar, Lin Yue menatap ke sekeliling dan hanya bisa menemukan mayat Xi Qi dan ini membuat Lin Yue kesal.


Tapi, meskipun kesal karena di tinggal sendirian oleh saudarinya yang kurang ajar, Lin Qiaofeng. Lin Yue tetap tidak melupakan janji nya pada pemilik rumah bordil ini dan menaruh 20 Tael Emas sebagai rasa terima kasih nya.


"Qiaofeng, kamu kejam sekali dan meninggalkan ku sendirian disini. " Gumam Lin Yue sambil cemberut dan ikut keluar dari jendela lalu menghilang dalam gelapnya malam.


Lin Yue mencari cari Lin Qiaofeng sebelum akhirnya menemukan Lin Qiaofeng sedang bertengkar dengan seorang pria yang tidak bisa dilihat wajahnya.


Pria itu tampaknya cukup akrab bagi Lin Yue setelah melihat lebih dekat ternyata itu adalah Yang Xin, wajah Lin Qiaofeng terlihat kesal.


"Jie ! Sampai kapan kamu akan terus menghindar ?!" Tanya Yang Xin dengan frustrasi.


"Menghindar apanya ? Aku bukan jie jie mu, kamu telah salah mengenaliku sebagai orang lain dua kali !" Ucap Lin Qiaofeng dengan marah.


"Jie, aku sudah tahu semuanya ! Aku telah mencari tahu semuanya dari Bei Wang !" Teriak Yang Xin.


"Yang Xin, tidak peduli kamu tahu apa tidak, ini bukan urusan mu untuk mencampuri urusan ku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan dingin dan berbalik badan.


"Jie ! Selama ini aku hanya mencintaimu ! Apakah kau puas mendengar itu semua ?! Aku berusaha untuk menghiburmu dan membahagiakan mu tapi pada akhirnya kamu memilih pria bajingan itu ! " Teriak Yang Xin.


Mendengar ini Lin Qiaofeng terdiam tapi tidak menunjukkan emosi yang berlebihan layaknya orang normal yang mendapatkan pernyataan cinta dari orang lain.


Sementara kedua orang itu bertengkar, orang lain yang ada di sana mendengarkan dengan mata yang berkaca kaca dan tangan yang terkepal.


Itu adalah Lin Yue, Lin Yue tertawa dalam hati dan menyesal karena telah datang kemari dengan begitu cepat.


Lebih baik untuk menemani mayat Xi Qi lebih lama dan Lin Yue tidak akan mendengarkan kenyataan yang menyakitkan ini.


"Yang Xin, aku menghargai perasaan mu tapi aku tidak ingin memberi harapan padamu karena aku tidak pernah menganggapmu lebih dari adikku sendiri. Yang Xin, aku memiliki orang yang aku cintai, kamu akan menemui orang yang lebih baik darimu. Bukankah kamu memiliki seorang gadis cantik sebagai muridmu ?" Tanya Lin Qiaofeng.


Wajah Yang Xin berubah menjadi gelap dan bersiap untuk mengatakan sesuatu tapi wajah Lin Qiaofeng berubah menjadi gelap juga dan segera menghentikan Yang Xin.


Lin Qiaofeng tahu bahwa ada Lin Yue disini dan dilihat dari wajah Yang Xin, kata kata yang akan di keluarkan oleh pemuda itu pastilah menyakitkan bagi Lin Yue.


"Jika kamu tidak suka maka jangan katakan hal yang menyakitkan. " Ucap Lin Qiaofeng sebelum akhirnya berjalan ke dalam kegelapan.


Yang Xin masih berdiri di belakang dan melihat punggung Lin Qiaofeng dengan tatapan yang nanar. Disisi lain, Lin Qiaofeng berjalan agak menjauh dari sana dan memandang ke salah satu atap.

__ADS_1


"Yue, sampai kapan kamu akan berdiri disana dengan tangan yang terkepal seperti itu ?" Tanya Lin Qiaofeng sambil menghela nafas.


__ADS_2