
Chu Huli tidak ingin menunda lebih lama dan naik ke atas kuda bersama dengannya , dia juga tidak menunda lebih lama lagi.
Lin Qiaofeng langsung memacu kudanya dengan cepat dan membelah hutan yang gelap ini , seharusnya ada dua atau tiga pelayan Chu Huli yang akan ikut dalam perjalanan mereka.
Tapi, Lin Qiaofeng mengatakan bahwa jika mereka membawa banyak orang maka itu akan menarik banyak perhatian.
Tidak menyangka bahwa ternyata kusir kuda yang mereka sewa ini adalah seorang penjahat, tapi dia harus berterima kasih pada Saudara Pandai Besi.
Karena mereka bertiga belas datang, Lin Qiaofeng memiliki kesempatan untuk melihat kekuatan Chu Huli walaupun sebentar.
Kekuatan Saudara ketiga belas tidak rendah, tapi dalam satu pukulan Chu Huli mampu membunuh Saudara ketiga belas dengan kejam.
Setelah memperkirakan, dia bisa melihat bahwa kekuatan Chu Huli berada diatas miliknya dan perbedaan kekuatan mereka tampaknya cukup jauh.
"Terima kasih Tuan Chu karena telah menolong ku." Ucapnya pada Chu Huli.
"Tidak masalah, bahkan jika aku tidak menolong, Nona Lin masih memiliki cara untuk menyelesaikan nya. Aku mengetahui bahwa tadi bahkan mungkin belum setengah dari kekuatan Nona Lin. " Ucap Chu Huli dengan sopan.
"Ha ha ha, Tuan Chu memandang ku terlalu tinggi dan membuat ku merasa sangat baik. " Ucapnya sambil tertawa.
Kedua kuda itu melaju bersamaan dengan kecepatan yang mengalahkan angin, daun kering yang berjatuhan menjadi pengiring langkah mereka dengan anggun.
Keindahan semacam ini tidak dapat ditemui di manapun, dua orang yang memiliki kecantikan dan ketampanan yang langka berjalan berdampingan sayangnya memiliki takdir yang berbeda.
Ketika malam tiba, seperti yang telah di ramalkan oleh Lin Qiaofeng, mereka tiba pada malam hari dan tidak menunggu esok hari.
Sebuah lembah curam yang dipenuhi dengan kesuraman tampak di depannya dan dia menatap Chu Huli.
Chu Huli mengerti dan menarik pinggang nya lalu membawanya untuk menginjak di beberapa tempat agar tidak menginjak jebakan.
Sampai akhirnya di bagian tengah Lembah terdapat sebuah bangunan berwarna hitam yang tinggi dan memiliki 3 lantai.
Tampak megah tapi juga mengerikan dan memiliki pagar yang sangat tinggi dan lebar, gerbang yang berwarna hitam elegan tampak seperti gerbang menuju Neraka.
__ADS_1
Tempat ini, adalah tempat yang indah tapi juga mengerikan, dijaga dengan sangat ketat, jika Lin Qiaofeng sendirian kesini maka belum tentu bisa masuk ke dalam.
Begitu Chu Huli berjalan mendekat, orang orang itu membuka pagar dan memberi jalan lalu berlurut di depan mereka berdua.
"Tuan Chu, ini adalah pemandangan yang tidak bisa ku temui bahkan saat kedatangan Kaisar. "Puji nya.
"Ha ha ha, itu adalah hal yang normal disini. Jika Nona Lin menginap disini selama 10 hari maka Nona Lin tidak akan merasakan hal ini sebagai hal yang luar biasa lagi. " Ucap Chu Huli dengan tenang.
"Aku mungkin tidak memiliki waktu untuk menginap selama itu. " Ucap nya dengan lembut.
Lin Qiaofeng berjalan masuk kedalam, lantai pertama penuh dengan barang antik yang langka. Harta berharga yang dianggap sebagai peninggalan Dewa pada nyatanya menjadi hiasan biasa disini.
Bahkan, aula Kaisar tidak lebih baik dari ini, ini bahkan lebih cocok disebut sebagai Aula Kaisar Surga.
"Apa yang ingin dilakukan oleh Nona Lin ?" Tanya Chu Huli.
"Aku ingin melakukan sesuatu, aku mungkin membutuh kan bantuan Tuan Chu nanti. " Ucapnya.
"Aku akan membahasnya nanti dengan Tuan Chu, aku tidak memaksa. Apakah Tuan Chu ingin membantuku dalam hal ini atau tidak, tidak akan mempengaruhi kerja sama kita dimasa depan. " Ucapnya pada Chu Huli.
Ini adalah masalahnya tentang meminta bantuan Chu Huli untuk membantunya mengacau di hari pertunangan Lin Yue, saudarinya.
Bahkan jika di masa lalu dia tidak mengenal Lin Yue, dia masih akan mengacau di hari pertunangan itu.
Bukannya Lin Qiaofeng tidak bisa melepaskan kasih sayang masa lalu, dia hanya merasa....... tidak senang, ya tidak senang.
Itu tentu saja bukan karena rasa cemburu atau hal semacam itu, dia bukan orang yang semacam itu tentu saja.
Mereka berdua melangkah sampai ke lantai tiga dimana tempat puncak gedung Paviliun Qiao Yao, Lin Qiaofeng di hadapkan dengan 12 kamar dengan pintu yang berbeda beda.
Chu Huli memimpin nya menuju tempat kamar dengan pintu berwarna biru laut, Chu Huli menekan beberapa mekanisme yang ada di pintu dan pintu itu terbuka.
Pintu tergeser sendiri sementara Lin Qiaofeng dan Chu Huli berjalan masuk kedalam, Lin Qiaofeng berjalan mendekat menuju ranjang dan matanya terbelalak.
__ADS_1
Kakinya membeku dan dia berhenti melangkah, Chu Huli menatapnya dengan bingung.
"Ba... bagaimana Bei Wang bisa menjadi anggota Paviliun Qiao Yao ?" Tanya nya dengan gemetar dan gugup.
Ya, orang yang terbaring dengan wajah pucat dan tanpa daya di atas ranjang Giok itu adalah Bei Wang, Bei Zhao !
Langkah kakinya menjadi gemetar, Lin Qiaofeng menatap dengan penuh ketakutan. Jelas jelas tiga hari lalu, mereka bertarung dan pemuda itu masih sehat sehat saja sementara sekarang pemuda itu terbaring disini layaknya orang mati.
"Itu adalah cerita yang panjang, aku lupa menceritakan hal ini pada Nona Lin. Aku lupa bahwa Nona Lin telah bertemu dengan saudaraku ketika berada di Kompetisi Pahlawan, ya dia adalah kakak ku. " Ucap Chu Huli.
Lin Qiaofeng berjalan mendekat dan duduk di samping tubuh Bei Zhao, tatapan nya rumit dan berubah menjadi muram setelah mengecek denyut jadi Bei Zhao.
"Dia tidak akan bisa di sembuhkan dengan Darah Seribu Racun, dia perlu pengobatan khusus. " Ucapnya dengan dingin.
"Apakah Nona Lin memiliki cara untuk melakukan pengobatan khusus ini ? Aku harap Nona Lin ingin membantuku, bagaimanapun saudaraku tidak memiliki orang tua lagi. " Ucap Chu Huli dengan sedih.
Lin Qiaofeng yang mendengar ini menghela nafas, Jenderal Bei tua memang dikatakan meninggal saat Bei Zhao masih muda.
"Aku memiliki cara, bagaimana dia bisa terkena racun kalajengking ini ?" Tanya nya.
"Itu semua..... berjanjilah untuk merahasiakan ini darinya, dia melakukan hal ini semua untuk mencari mantan istrinya, Zhou Beishang. Dia melakukan segala cara dan berubah menjadi sangat kurus, kesehatan nya perlahan lahan menurun dan saat dia pergi ke perbatasan untuk mencari Zhou Beishang dia secara tidak sengaja di serang oleh kelompok Kalajengking. " Ucap Chu Huli.
Lin Qiaofeng yang mendengar ini merasa tidak percaya dan keringat dingin mengalir di punggungnya, giginya bergetar yang menimbulkan suara seolah olah dia sangat kedinginan.
"Kenapa dia ingin mencari Zhou Beishang ? Bukankah dia membenci Zhou Beishang ?" Tanya nya dengan datar.
"Ya, pada awalnya seperti itu memang, tapi pada akhirnya dia jatuh cinta pada Zhou Beishang. Meskipun dia tidak pernah mengatakan ini secara langsung, tapi dari tindakan dan sikapnya itu telah tergambar jelas. " Ucap Chu Huli.
Kata kata Chu Huli bagaikan petir yang menyambar dirinya, senyum pahit muncul di wajahnya.
...----------------...
Bonus picture !
__ADS_1
Chu Huli