
Lin Beishang dan Bei Zhao tidak tahu dengan keinginan keras kepala yang dimiliki oleh Lei Qing Yi, jika mereka mengetahuinya, maka tidak perlu Lin Beishang, maka Bei Zhao yang akan menyelesaikannya.
Bei Zhao memang sungkan untuk melakukan kekerasan pada seorang wanita tapi jika wanita itu telah melewati batas dan menganggu orang yang disayanginya, maka Bei Zhao bisa bertindak dengan sangat gila.
Ayah Lei Qing Yi, Lei Chuan tampak bingung dengan keinginan putrinya lalu mendatangi kediaman Pasangan Bei.
"Ah, Pejabat Lei. Apa yang membawamu datang kemari secara tiba tiba ? "Tanya Sha Xi dengan ramah tapi tidak ada ketulusan dalam nada suaranya.
Sha Xi adalah orang yang pintar, melihat Lei Chuan datang ke depan pintu rumahnya tanpa peringatan terlebih dahulu dan membawa banyak hadiah hanya memiliki satu hal yang akan terjadi.
Yaitu, Lei Chuan memiliki sesuatu yang di inginkan olehnya. Sha Xi tidak berniat untuk tercampur dalam urusan politik, jadi tidak menerima hadiah ini.
Lei Chuan ini memiliki sifat yang licik bahkan putrinya juga tidak memiliki perilaku yang baik dan sopan santun yang cukup.
Sha Xi tidak berniat untuk memiliki hubungan mendalam dengan keluarga ini. Apalagi terlibat kedalam urusan keluarga mereka.
"Nyonya Bei, maafkan aku karena datang tanpa peringatan. Hari ini, pejabat tua ini membawa beberapa hadiah kecil. " Ucap Lei Chuan dengan tawa palsu.
Dari belakang, datang Bei Lin yang mengenakan pakaian santai. Seperti yang dikatakan, kedua Dokter ini tampak sangat santai dirumah.
Sementara Putra mereka, bekerja sangat keras, paling tidak sebelum bertemu Beishang. Dulu, Bei Zhao akan datang jam 7 pagi dan kembali jam 5 sore atau jam 6 sore.
Bei Zhao benar benar giat dalam mencari uang bahkan membuat kedua orang tuanya khawatir bahwa dia tidak akan mendapatkan jodoh sama sekali dan hanya membenamkan kepalanya dalam tumpukan uang.
Tapi, ternyata putra mereka berhasil menemukan seorang kekasih yang ternyata lebih cepat daripada perkiraan mereka.
"Selamat pagi, Pejabat Lei. Silakan masuk. " Ucap Bei Lin.
"Tentu saja, terimakasih Tuan Bei. " Ucap Lei Chuan dengan buru buru dan berjalan masuk.
Mereka duduk di ruang tamu dan saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya Bei Lin meminta seorang pelayan untuk mengirimkan makanan dan minuman ringan.
"Jadi, apa yang diinginkan Pejabat Lei sampai repot repot mendatangi rumah kecil ku ?" Tanya Bei Lin dengan ramah.
"Begini Tuan Bei, kita sudah berteman baik sejak lama. Jadi, Putriku dan Putra kalian sama sama menjadi Dokter bukan ? Aku berniat untuk menjodohkan mereka berdua. " Ucap Lei Chuan mengungkap kan keinginan nya.
Kedua pasangan Bei itu tidak mengubah ekspresi mereka, bahkan tampak lebih ke arah tidak peduli dan ini membuat Lei Chuan merasa canggung.
"Begini, Pejabat Lei, bukannya kami tidak ingin menerima hal ini, tapi perjodohan ini tidak dalam kendali kami. " Ucap Sha Xi dengan lembut tapi ada peringatan dalam suaranya.
"Ha ha ha, kalian berdua memang orang tua yang sangat pengertian. Aku belajar sangat banyak dari kalian, hanya saja kalian adalah keluarga terhormat, ada baiknya untuk terus menerus memperhatikan pasangan Putra kalian. Jika tidak maka siapa yang akan tahu jika dia akan menikahi seorang gadis malang yang yatim piatu ?" Tanya Lei Chuan berusaha untuk menjelekkan Lin Beishang.
Hanya saja, Lei Chuan tidak tahu bahwa Xia Ling adalah titik lemah bagi Sha Xi. Jadi, sekali Lei Chuan mengatakan ini.
Sha Xi langsung menjadi dingin dan keramah tamahan di wajahnya langsung hilang seolah olah ditelan oleh lautan.
"Apa salahnya menikahi seorang gadis yatim piatu ? Selama gadis itu baik dan sopan dan putraku menyukainya, maka aku tidak akan peduli apabila itu adalah gadis penjual bunga atau pengemis. " Ucap Sha Xi dengan dingin.
"Lagipula, Putraku tidak kekurangan uang dan tidak akan menjadi miskin karena membiayai kehidupan orang yang disukainya. Daripada menikahi seorang gadis yang kaya tapi tidak disukai olehnya, maka aku lebih memilih yang pertama. Tampaknya pemikiran yang dipegang oleh aku dan Pejabat Lei tidak sama. " Lanjut Sha Xi.
Kata kata Sha Xi menusuk di titik sakit dan menusuk dengan tepat, Sha Xi tidak pernah takut untuk menyinggung orang lain selama dia berpikir bahwa itu benar.
Apalagi ini terkait dengan Putra dan Putri dari sahabatnya yang baru saja meninggal, bagaimana mungkin Sha Xi bisa membiarkan hal ini terjadi ?
__ADS_1
"Pejabat Lei, apa yang dikatakan oleh istriku itu agak kasar tapi itu benar. Jika dari awal saja kita tidak memiliki pemikiran yang sama maka sulit untuk menjalin hubungan kekeluargaan di masa depan, lagipula kekasih dari putraku saat ini adalah orang yang layak. " Ucap Bei Lin buka suara.
"Jika Pejabat Lei tidak memiliki sesuatu yang lain untuk dikatakan maka Pejabat Lei bisa kembali dengan hadiah hadiah itu , kami tidak layak untuk menerima hadiah besar seperti itu. Bei ini tidak akan mengantar lagi, silakan. " Ucap Bei Lin dengan ramah tapi tegas.
Bei Lin memiliki pembawaan yang tenang sama persis seperti Putranya. Bei Lin adalah orang yang pintar dengan berbagai macam pikiran, jika tidak maka di masa lalu dia tidak akan menjadi seorang Jenderal terbaik.
"Baiklah jika begitu, Lei ini akan pamit terlebih dahulu. " Ucap Lei Chuan sedang menahan geram lalu berjalan keluar sambil menahan amarah.
Bei Lin menatap Istrinya yang sedang menatap kosong dengan tatapan penuh kemarahan, Bei Lin langsung merangkul bahu istrinya lalu menepuk nepuk nya dengan perlahan lahan.
"Istriku, jangan terlalu marah. Ini tidak baik untuk kesehatan mu, Bei Zhao tidak akan senang jika melihat mu seperti ini. " Ucap Bei Lin.
"Tidak , aku hanya kesal saja. Bagaimana dia bisa membedakan orang seperti itu ? Yang berbeda hanyalah status, manusia masihlah manusia. Sama sama makan nasi dan menghirup udara yang sama. Kenapa mereka membedakan dengan begitu buruk ?" Tanya Sha Xi dengan kesal.
"Memang, mereka selalu menganggap diri mereka tinggi padahal jika dilihat lagi, maka tidak ada yang berbeda. Tidak peduli serendah apapun status seseorang, selama masih memilik akal sehat maka itu masihlah manusia. Sebaliknya, setinggi apapun status seseorang, selama tidak memiliki akal sehat maka itu akan sia-sia. " Ucap Bei Lin menenangkan istrinya.
"Kamu benar, dia telah melakukan ribuan perbuatan jahat dalam kehidupannya. Hanya saja, aku takut bahwa dia akan menyakiti Beishang. Bagaimanapun, kedua orang tua Beishang telah pergi lebih awal dan kakaknya tinggal di Negara yang jauh. " Ucap Sha Xi sambil menghela nafas sedih.
"Jangan sedih, jika kamu memperhatikan lebih dalam, maka gadis itu tidak sesederhana yang kamu katakan. Dia cerdas untuk orang seumurannya, sama sekali tidak kehilangan kendali karena kesedihan. Bahkan masih bisa mengendalikan dengan sangat baik. "Ucap Bei Lin.
"Baguslah jika memang seperti itu, artinya Putra kita memiliki pandangan yang bagus dalam memilih seseorang. Aku juga merasa bahwa mereka sangat cocok seolah olah telah ditakdirkan oleh langit. " Ucap Sha Xi dengan antusias.
"Hm, dia juga mengendalikan perusahaan percetakan miliknya dengan sangat baik untuk seorang gadis yang baru berumur 17 tahun. Dan dia tidak kekurangan uang, nilainya juga selalu menjadi yang terbaik di kampusnya. Jadi, bisa dibilang ini adalah bakat langka yang jarang ada. " Balas Bei Lin.
Sementara Lei Chuan yang berada di jalanan yang ramai tampak terus mengumpat di dalam mobilnya.
"Sialan ! Dia pikir dia siapa ?! Jika bukan karena permintaan dari Qing Yi, apakah aku akan memasuki rumah kumuh mereka ?!" Bentak Lei Chuan dengan murka.
"Tuan jangan marah, bawahan ini memiliki ide. " Ucap supir Lei Chuan.
"Kirim seseorang untuk menculik Lin Beishang itu dan jadikan sandera, jika Bei Zhao tidak ingin menikahi Nona Muda maka kita akan membunuh Lin Beishang. Lagipula, kakaknya, Lin Yue, berada di Negara yang jauh dan tidak akan bisa membantu adiknya. " Ucap Supir Lei Chuan dengan senyum licik.
Lei Chuan tampak memikirkan hal ini, Lei Chuan hanya memiliki seorang putri dan tidak ingin mengecewakan putrinya.
Lei Chuan tidak keberatan untuk melakukan beberapa hal kotor ini untuk putrinya, selama putrinya bahagia maka Lei Chuan akan melakukan apa saja.
Hanya saja, Lei Chuan tidak tahu bahwa keputusannya kali ini telah membawanya ke depan pintu kematian yang telah dibuka oleh dirinya sendiri.
Seperti yang dikatakan oleh Bei Lin tadi, Lin Beishang tidak sesederhana yang kelihatannya jadi, Lei Chuan melakukan semua ini hanyalah mimpi belaka.
"Kirimkan 3 orang untuk membawanya. "Ucap Lei Chuan dengan bahagia karena merasa bahwa putrinya pasti akan memujinya karena idenya yang cerdas.
Ditambah lagi, tangan putrinya dipatahkan oleh Lin Beishang ini, Lei Chuan sangat ingin mematahkan tulang tulang Lin Beishang ini menjadi ribuan bagian.
"Sudah seharusnya aku menyingkirkan musuh putriku, siapapun yang menentang putriku harus di singkirkan !" Ucap Lei Chuan dengan tatapan yang kejam.
Sementara disisi lain, Bei Zhao dan Lin Beishang sedang naik diatas mobil dan bersiap siap untuk pergi ke arah mall yang besar.
Sebenarnya tidak bisa dibilang hanya berdua, karena ada satu orang yang tidak di undang dan memaksa untuk ikut, siapa lagi jika bukan Roh Racun Gu yang terus menempel layaknya lem pada Lin Beishang.
Mereka sampai di salah satu mall paling besar disini, dan mall yang paling banyak dikunjungi. Lin Beishang mengambil sesuatu dari tempat penyimpanan barang di mobil Bei Zhao,lalu memasukkan nya ke dalam saku pakaiannya bahkan sebelum seseorang bisa melihat tindakannya.
"Murong Yan, gunakan sarung tangan dan kamu akan baik-baik saja. Jika tidak maka kamu akan meracuni siapa saja yang memegang tanganmu. " Ucap Lin Beishang sambil memberikan sepasang sarung tangan.
__ADS_1
Murong Yan adalah nama dari Roh Racun Gu, yang baru di ketahui tadi. Wajah Murong Yan tampak cemberut setelah mendengar ini.
"Kenapa ? Kamu tidak ingin menggunakannya ?!" Tanya Lin Beishang dengan penekanan.
"Kamu menyiksa anak kecil dibawah umur !" Keluh Murong Yan.
"Tentu saja, kamu bisa melapor dan aku ingin melihat, orang mana yang akan membantumu. Untuk meminta bantuan seseorang maka minimal kamu harus berjabat tangan dengan orang itu, lalu orang itu keracunan dan mati di tempat, aku takut bukannya kamu mendapat keadilan. Kamu justru akan berakhir di penjara yang dingin dan gelap lalu menua bersama dengan tubuh ini. " Ucap Lin Beishang menakut nakuti Murong Yan.
Siapa yang menyangka bahwa Murong Yan akan sangat polos dan percaya dengan cerita yang dikarang oleh Lin Beishang dengan asal asalan.
"Jangan ! Jangan katakan lagi ! Aku akan menggunakan ini !" Ucap Murong Yan dengan panik.
Mereka bertiga turun sambil menggandeng tangan Murong Yan, tampak seperti keluarga yang bahagia. Dengan Murong Yan di bagian tengah membuat semua orang wanita yang ingin mendekati Bei Zhao langsung mundur dengan teratur.
Jika hanya berdua dengan Lin Beishang maka orang orang akan tahu bahwa mereka masih berpacaran dan akan ada banyak gadis muda yang mengambil kesempatan.
Tapi , setelah melihat bahwa mereka telah memiliki seorang "putra" yang berumur 5 atau 6 tahun membuat semua orang gadis itu mundur.
Lin Beishang memikirkan ini dengan baik dan memanfaatkan Murong Yan sebagai sasaran kebencian dari semua gadis penggemar Bei Zhao.
Lin Beishang tertawa dengan bangga pada dirinya sendiri karena berhasil memikirkan hal jenius semacam ini.
Lalu mereka duduk di sebuah restoran yang cukup ramai, lalu mereka duduk berseberangan dengan Murong Yan sendirian di depan.
"Apa yang ingin Tuan dan Nyonya pesan ?" Tanya seorang pelayan wanita dengan genit mengedipkan mata kepada Bei Zhao.
Lin Beishang memutar mutar menu makanan yang ada di tangannya lalu memandang ke arah pelayan itu ke arah Bei Zhao.
"Putraku yang baik, apa yang ingin kamu makan ?" Tanya Lin Beishang.
"Hah ? Aku ? Terserah. " Ucap Murong Yan dengan bingung tapi menyadari bahwa aura telah berubah menjadi dingin.
Pelayan itu tampak tidak puas dengan tindakannya tapi tidak bisa menghentikannya, Lin Beishang mendengus di dalam hati.
Mengedipkan mata dan memasang wajah genit seperti itu kepada seseorang yang telah memiliki pasangan, bagaimana seseorang bisa melakukan hal seperti itu ?
"Suamiku, apa yang ingin kamu pesan ?" Tanya Lin Beishang dengan kelembutan.
"Aku makan sama dengan mu saja. " Ucap Bei Zhao sambil menahan geli melihat tindakan cemburu Lin Beishang.
Lin Beishang yang melihat kilatan geli dimata Bei Zhao tampak ingin memotong pria itu menjadi beberapa bagian karena amarah. Bagaimana pria itu bisa menjadi tanpa rasa bersalah setelah membuat kekacauan semacam ini ?
"Karena kami adalah keluarga yang sangat bahagia, maka kami akan memesan menu yang sama. Kami ingin steak ini tiga dan tiga es teh tawar." Ucap Lin Beishang menekankan beberapa kata.
"Terima kasih. " Ucap Lin Beishang lagi.
Pelayan wanita itu pergi dengan kesal setelah melihat bahwa gagal untuk mendekati Bei Zhao.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu akan sangat mudah cemburu seperti itu. " Ucap Bei Zhao dengan geli.
"Jika aku tidak cemburu ketika melihat harimau harimau betina itu mendekati mu maka itu artinya aku tidak mencintaimu! Jika aku tidak mencintaimu, maka aku tidak peduli apakah ada 10 atau 12 orang gadis yang mendekatimu. Apakah kamu mau ?" Tanya Lin Beishang.
"Tidak, tidak, tentu saja tidak ! Jangan marah sayangku, aku hanya bercanda. " Ucap Bei Zhao dengan buru buru menenangkan amarah dari singa betina kesayangannya, alias Lin Beishang.
__ADS_1
...----------------...
Note : masih ada 1 chapter lagi ya, cuma agak malem, makasih