
Lin Beishang memasang pita itu dan memasang selendang yang berwarna merah muda, hanya sedikit lebih muda dari warna merah terang yang ada di gaunnya.
Lalu, mengenakan sepatu yang terbuat dari kulit hewan yang dijahit dengan sangat baik dan sepatu hak yang terbuat dari kayu pohon plum, sangat baik dan indah, juga tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan sepatu sepatu hak lainnya.
(Sedikit informasi untuk para pemnaca, sepatu hak yang disebutkan bukan seperti yang ada di zaman modern seperti ini melainkan haknya terbuat dari kayu dan berada di tengah. )
Setelah memastikan bahwa itu sesuai dengan kakinya, Lin Beishang memasangkan mahkota rambut.
Mahkota ini sangat berat dan terbuat dari emas dan perak asli, tentu saja tidak bisa digunakan oleh semua orang.
Dengan sedikit usaha, Lin Beishang menyelipkan setiap jepit rambut yang membentuk seperti mahkota itu dengan hati hati agar tidak merusaknya.
Perlu waktu hampir sepuluh menit untuk menggunakan nya, belum merapihkan rambut bagian bawah.
"Apakah bagus ?" Tanya Lin Beishang.
Tanpa diduga duga, Lin Yue langsung menerjang dan memeluknya, Lin Beishang agar terdorong ke belakang sedikit, tapi setelahnya membalas pelukan milik Lin Yue.
"Maaf , maafkan aku. " Gumam Lin Yue.
"Memangnya apa yang kamu perbuat ? Aku tidak menemukan kesalahan apapun yang kamu perbuat sampai sampai kamu harus meminta maaf. " Ucap Lin Beishang dengan lembut dan menepuk punggung Lin Yue.
Lin Yue tampak bergetar dan menahan isak tangis agar tidak membasahi gaun milik Lin Beishang.
" Aku hanya merasa bersalah selama ini, bahwa aku selalu membanggakan diriku di depanmu. Entah kenapa aku merasa sangat buruk, merasa sangat tidak layak untuk menjadi kakak yang baik untuk mu." Ucap Lin Yue dengan suara yang bergetar.
"Kamu telah terlalu banyak berpikir, lihatlah bahwa menjadi Putri juga tidak mudah. Bahkan berpakaian harus di putuskan oleh Kaisar, jika memang kehidupan istana sangat nyaman seperti yang kamu katakan sebelumnya, kenapa kamu memilih untuk keluar dari Istana dan berkeliling denganku menjadi rakyat biasa ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut dan perhatian.
"Entahlah, aku.... aku hanya merasa bersalah setiap hari bahwa aku tidak menyadari ini lebih awal. Atau aku tidak pernah melindungimu selama ini. " Ucap Lin Yue dengan beberapa kali isakan.
Mata Lin Yue memerah tapi tidak ada air mata yang mengalir, mata Lin Yue berkaca kaca tapi air mata itu tidak mengalir sama sekali.
"Memang nya apa yang terjadi padaku ? Tidak banyak yang terjadi padaku, aku hanya agak kurang beruntung dibandingkan orang lain, itu saja. Hal hal yang aku katakan pada Kaisar Lin Xi sebelumnya hanya di lebih lebihkan karena amarah, aku harap Kaisar Lin Xi akan memaafkan ku nanti dan tidak memberikan hukuman mati pada orang rendah ini. Yue, ingatlah untuk membantuku nanti. " Canda Lin Beishang dengan santai.
"Beishang ! Bisa bisanya kau masih bercanda di saat saat seperti ini. " Keluh Lin Yue dengan cemberut.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan ? Berteriak kepada semua orang bahwa takdir memperlakukan ku dengan tidak adil ? Menangis dan meraung raung dan meminta keadilan ?" Tanya Lin Beishang dengan wajah polos.
"Tidak ada keadilan di dunia ini, ini adalah prinsip yang aku pegang sejak lama, jadi bahkan jika aku terpukul kemarin, itu hanyalah kemarahan sesaat, tidak akan bertahan lama. " Lanjut Lin Beishang dengan tenang.
"Beishang, apakah kamu tahu betapa aku khawatir ketika malam itu ?! Aku melihat bekas darah, aku tidak bisa tidak memikirkan mu tapi ketika aku mencari ke seluruh ibukota, kamu tidak ditemukan dimanapun. " Ucap Lin Yue dengan terengah engah.
"Maaf karena telah membuatmu khawatir, kamu tenang saja, aku tidak akan mati semudah itu, lagipula aku belum menikmati menjadi seorang putri Dinasti Tang, bukan ?" Canda Lin Beishang dengan asal asalan agar Lin Yue tidak khawatir.
"Kamu tenang saja, di bawah penjagaan ku dan ayah maka kamu akan baik baik saja. " Ucap Lin Yue.
"Yue, biarkan aku mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Daripada kamu mengkhawatirkan ku lebih baik untuk mengkhawatirkan dirimu sendiri dan Kaisar Lin Xi, dengan musuh di dalam kegelapan maka akan sangat sulit untuk mendeteksi mereka. Tapi, tidak masalah, karena mereka suka bermain di tempat yang gelap layaknya tikus maka aku tidak akan keberatan untuk membuat mereka tidak pernah melihat cahaya lagi. " Ucap Lin Beishang dengan tenang dan senyum dingin.
Lin Yue merasa hatinya menjadi dingin ketika mendengar kata kata adiknya, Lin Beishang, kata kata itu sama sekali tidak salah.
Musuh berada di dalam kegelapan sementara mereka berada di atas permukaan yang terang dan cerah.
"Kamu tenang saja, sekarang hanya perlu menunggu waktu dan musuh akan keluar. " Ucap Lin Beishang dengan senyum cerah seolah olah senyum dingin sebelumnya tidak pernah ada di wajahnya.
__ADS_1
Seolah olah itu hanya khayalan yang dimiliki oleh Lin Yue, Lin Beishang menggunakan segala macam perhiasan yang disiapkan dengan tenang.
Seharusnya ini adalah pekerjaan yang dilakukan oleh dua atau tiga pelayan tapi Lin Beishang menolak hal tersebut dan memilih untuk menggunakan nya secara langsung.
"Bagaimana dengan kesehatan Kaisar Lin Xi ? Aku dengar bahwa keadaan nya memburuk kemarin ?"Tanya Lin Beishang dengan acuh tak acuh.
"Kamu sebenarnya khawatir dengannya bukan ? Kenapa tidak melihatnya secara langsung ?" Tanya Lin Yue.
"Aku memang khawatir padanya, siapa yang tahu jika keadaan nya tiba tiba memburuk dan semua pihak tidak siap. Bahkan jika kamu adalah Putri Mahkota, masih sulit untuk langsung naik takhta dan menggantikan ayahmu. Masih ada Pangeran Pertama yang berada di dalam kegelapan dan berkolusi. Siapa yang tahu jika pangeran lain juga sama ?" Tanya Lin Beishang dengan tenang.
"Huft, sudahlah jika berdebat denganmu maka aku tidak akan menang. Ayo segera bersiap, jam keberuntungan akan dimulai dalam 1 jam lagi dan sebelumnya kita telah harus berada di sana. " Ucap Lin Yue dengan buru buru.
"Tenang saja, masih 1 jam lagi, tidak perlu terburu buru. " Balas Lin Beishang ketika sedang mengenakan riasan tipis.
Tidak lama kemudian Lin Beishang tersenyum tipis dan berdiri lalu berjalan keluar dan melihat bahwa Chu Yi sudah selesai dan berdandan menjadi pelayan nya.
"Maaf merepotkan mu seperti ini, Chu Yi. " Ucap Lin Beishang dengan rasa bersalah.
"Tidak apa apa, lagipula kakak sepupu yang memerintahkan untuk menjaga kakak ipar. " Ucap Chu Yi dengan sedikit godaan.
Lin Beishang hanya tertawa kecil ketika mendengar sebutan kakak ipar dan tidak menganggap nya dengan serius, lalu berjalan naik ke atas kereta kuda bersama dengan Lin Yue sementara Chu Yi naik kuda dan berjalan di sampingnya.
Lin Beishang duduk berhadapan dengan Lin Yue dan tampak sangat santai seolah olah akan berjalan jalan menuju taman.
Wajah Lin Beishang tidak seperti orang lain yang akan menerima penobatan apalagi penobatan sebagai Putri Kaisar.
Wajahnya hanya datar, tidak menunjukkan kesenangan berlebihan dan tidak menunjukkan kesedihan berlebihan.
Seolah olah itu bukan datang dari mahkluk fana melainkan seorang Dewi yang menjelma menjadi seorang manusia.
Lin Beishang sebenarnya merasa malu pada dirinya sendiri karena terlalu tidak terkendali hari itu yang menyebabkan serangan dari kedua racun ganas yang ada di tubuhnya.
Saat ini, tidak ada lagi yang tahu tentang racun ganas yang dimiliki olehnya, semuanya sudah meninggal dan menyisakan abu.
Lebih tepatnya, yang mengetahui dengan pasti kedua racun ganas yang bersarang di tubuhnya adalah Zhao Ye Shi.
Sekarang, Lin Beishang bisa merasakan bahwa pembatas yang dibuat oleh Zhao Ye Shi menjadi semakin rapuh karena kemarahannya dan kekecewaan nya yang tidak terkendali di masa lalu.
Lin Beishang menghela nafas dan tampak tidak begitu senang, sebelum akhirnya melihat bahwa tirai jendela miliknya terbuka yang menunjukkan wajah Chu Yi yang tertutup topeng perak.
"Beishang, kakak sepupu ada di depan. " Ucap Chu Yi dengan suara rendah.
"Oh ? Lalu apa yang harus aku lakukan ? Haruskah aku berjalan keluar dan menyambut Bei Wang dengan penuh hormat dan memasang karpet merah ?" Tanya Lin Beishang.
"Tentu saja undang dia untuk duduk di sebelahmu. " Bisik Chu Yi dengan penuh keyakinan.
Lin Beishang tertawa ringan dan membuka jendela untuk melihat Bei Zhao yang duduk di atas kuda dengan gagah, Chu Yi yang bisa membaca situasi dengan cepat berjalan lebih cepat dan Bei Zhao berjalan tepat di sebelahnya, menggantikan posisi Chu Yi.
"Bei Wang, kamu kembali lebih cepat daripada yang diperkirakan, apakah kamu merindukan seseorang sampai sampai kembali begitu cepat ?" Canda Lin Beishang.
"Tentu saja, aku merindukan mu. Aku takut , jika aku pergi terlalu lama maka kamu akan direbut oleh orang lain. " Balas Bei Zhao dengan serius.
"Ha ha ha, apa yang dimaksud oleh Bei Wang ? Apakah aku terlihat se berharga itu ? Siapa yang menyukai orang dengan tubuh yang buruk seperti ku ?" Tanya Lin Beishang dengan ringan.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu, cukup aku yang menyukaimu dan kamu tidak akan menemukan orang kedua yang menyayangi mu lebih dariku. "Jawab Bei Zhao dengan percaya diri.
Lin Beishang tertawa kecil dan tidak menganggap nya dengan begitu serius, Lin Beishang memandang ke arah jalan yang menunjukkan bahwa mereka telah mendekati pekarangan Istana.
"Jika begitu , maukah Bei Wang mengatakannya pada Kaisar Lin Xi ? Siapa yang bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh Kaisar Lin Xi ? Bagaimana jika Kaisar Lin Xi tidak setuju ?" Tantang Lin Beishang.
"Apakah jika aku mengantongi izin dari Kaisar Lin Xi maka Putri Kedua dari Dinasti Tang setuju untuk menikah denganku ?" Tanya Bei Zhao tidak ingin kalah.
"Tentu saja, jika Bei Wang bisa mengantongi izin dari Kaisar Lin Xi maka aku akan setuju !" Ucap Lin Beishang dengan percaya diri sebelum akhirnya , pakaiannya ditarik sedikit oleh Lin Yue.
"Ayah telah memberikannya izin sebelumnya, ketika kamu tidak sadar. " Bisik Lin Yue.
Mendengar ini membuat wajah Lin Beishang berubah menjadi sedikit memucat sebelum akhirnya kembali tersenyum.
"Kenapa ? Kamu menyesalinya sekarang, Putri ? Telah terlambat, Pangeran ini orang yang selalu menepati janji nya. " Ucap Bei Zhao dengan senyum nakal.
"Kalau begitu maka baiklah, lalu dimana kita akan tinggal ? Apakah kamu bisa menjamin hidupku ? Apakah aku bisa mengganrungkan hidupku yang rapuh ini pada Bei Wang yang terhormat ?" Tanya Lin Beishang.
"Jangan menggantungkan diri padaku, aku yang akan menggendong mu. " Ucap Bei Zhao.
"Kalau begitu maka tolong gendong aku, Bei Wang. Jangan sampai menjatuhkan ku seperti di masa lalu. " Sindir Lin Beishang.
"Tenang saja, jika kamu jatuh maka aku akan jatuh bersama dengan mu. " Goda Bei Zhao.
"Aku harap itu bukan hanya kata kata semata, walaupun itu hanya kata kata semata, orang lemah ini tidak akan mampu untuk melawan dan meminta keadilan. " Ucap Lin Beishang dengan dramatisir.
Tapi, Lin Beishang tahu bahwa itu tidak sepenuhnya salah, setelah 7 atau 8 tahun lagi, kekuatannya akan perlahan lahan menurun.
Jadi, selama dia masih bisa berkultivasi dan mengumpulkan tenaga dalam maka dia akan mengumpulkan sebanyak mungkin untuk memperpanjang kehidupan singkatnya.
Bei Zhao terdiam dan tersenyum penuh makna, lalu menatap wajah Lin Beishang yang sangat bersinar ketika diterpa oleh cahaya matahari seolah olah itu tidak dapat disentuh dan hanya lukisan semata.
"Tidak ada gunanya berkata kata disini, biarkan aku membuktikan nya secara langsung padamu. " Ucap Bei Zhao.
"Hm, lalu bagaimana jika kamu tidak berhasil membuktikan nya ? Bukankah yang akan terluka akhirnya adalah aku lagi ?" Tanya Lin Beishang dengan santai.
Bei Zhao menghela nafas, sepertinya pepatah memang benar bahwa, 'Sekali digigit ular maka akan takut pada tali tambang selama 10 tahun'
Kesalahan yang dilakukan oleh Bei Zhao cukup fatal, siapa yang menyangka bahwa sikap acuh tak acuh milik nya di masa lalu akan membuatnya menjadi seperti ini.
Bei Zhao merasa bahwa dirinya ingin menangis dan meraung raung tapi nyatanya tidak ada air mata yang mengalir.
Sementara Lin Beishang sendiri melihat istana yang sudah sangat dekat sebelum akhirnya kereta kuda berhenti dan tirai dibuka.
Bei Zhao meloncat dan mengulurkan tangannya, Lin Beishang tidak ragu ragu dan menyambut uluran tangan Bei Zhao.
"Terima kasih Bei Wang yang terhormat. " Ucap Lin Beishang dengan keanggunan dan kesopanan yang dimiliki oleh seorang Putri.
Ini tentu saja kesopanan yang memang dimiliki oleh seorang Putri, bukan Putri seperti Putri Huayang, yang terus berteriak dan mengutuk orang lain tanpa pandang bulu.
Bertingkah manja walaupun sudah dewasa dan tidak memiliki kemampuan apapun selain mengutuk orang lain.
Memikirkan Putri Huayang, tidak tahu apakah sudah dibunuh oleh Bei Shu atau belum, bagaimanapun orang pemarah seperti Bei Shu tidak akan tahan oleh mulut beracun milik Putri Huayang.
__ADS_1
Lin Beishang berjalan menuju aula Kekaisaran yang belum terbuka dengan tenang, waktu keberuntungan akan tiba dalam beberapa menit lagi dan pintu akan dibuka pada saat itu.
Ratusan atau bahkan ribuan pelayan membuat barisan di bagian luar dan memberi hormat padanya, Lin Beishang tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan apapun , seolah olah tidak memiliki keinginan.