
Setelah membersihkan semuanya, Lin Beishang menatap langit dan menyadari bahwa itu masih siang.
Masih belum terlambat untuk menyelesaikan orang terakhir tapi tiba tiba tatapan Lin Beishang menjadi tajam dan menatap salah satu orang sebelum tersenyum dingin.
"Manusia memang tidak dapat dipercaya , tidak menyangka bahwa bawahan kecil ini menjadi tidak patuh sampai ke tingkat ini. " Gumam Lin Beishang dengan geli dan berjalan naik ke atas kereta kuda nya dengan seringaian mematikan miliknya.
Lin Beishang menatap ke arah Yan Long dan Liu Yan Ying yang terus memberontak dan tatapannya menjadi ramah lalu membelai wajah Yan Long.
Setelah memastikan apa yang ingin di ketahui olehnya, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Lin Beishang dengan tersenyum dengan acuh tak acuh dan membasuh tangannya dengan arak lewat jendela, ekspresinya menunjukkan rasa jijik.
Kereta kuda berjalan kembali menuju ibukota, dan sesampainya di ibukota, Lin Beishang langsung membawa mereka ke penjara dan ditahan.
Setelah memastikan bahwa semuanya telah ditahan, Lin Beishang secara pribadi memegang kunci penjara yang seharusnya tidak boleh dilakukan.
Tapi, Kaisar telah memberi perintah untuk menuruti apapun kata kata Putri Yingfei, Lin Beishang dengan santai berjalan menuju kediaman Selir Agung Yan Yue dengan sebuah tudung hitam.
Langkahnya ringan dan tidak menimbulkan suara apapun seolah olah dia tidak pernah ada disana, sesampainya di pekarangan milik Selir Agung Yan Yue.
Terlihat bahwa Yan Yue sedang berjemur di lantai dua kediamannya, dengan ilmu meringankan tubuh miliknya, langsung melompat ke balkon kediaman Selir Yan Yue.
Yan Yue yang sedang membaca tampak terkejut dengan kehadirannya dan ingin berteriak tapi sebelum bisa berteriak, Lin Beishang telah membekap nya terlebih dahulu.
Yan Yue jatuh pingsan dan Lin Beishang menyeret tubuh Yan Yue lalu melemparkan nya ke atas kasur Yan Yue.
Tok tok
Pintu diketuk dengan pelan dan pintu terbuka yang menunjukkan seorang pelayan, tapi sebelum pelayan itu bisa melihat dengan jelas.
Sebuah belati telah melayang dan menancap tepat di jantung pelayan itu, pelayan itu jatuh ke tanah dengan lemas.
Lalu perlahan lahan mulai kehilangan cahaya dan menghembuskan nafas terakhirnya, Lin Beishang berdiri dan mengambil belati nya yang berlumuran darah lalu berjalan ke lantai bawah dengan langkah yang tenang dan anggun.
Disana ada beberapa pelayan dan semuanya bernasib sama, tidak ada yang dibiarkan lolos. Tidak ada satupun saksi yang melihat bahwa tubuh Selir Agung Yan Yue yang pingsan telah diseret menuju penjara bawah tanah yang gelap dan tersembunyi, berbeda dengan penjara umum.
Tidak ada yang tahu kecuali penjaga penjara dan Lin Beishang melakukan semuanya tanpa memberitahu Lin Xi atau Yuan Long.
Lin Beishang tersenyum sinis dan melihat tubuh Yan Yue yang dirantai dan memegang kuncinya lalu setelah itu Lin Beishang kembali ke kediaman Yan Yue.
Disana, dia menggunakan topeng wajah yang telah disiapkan nya dan dengan pakaian milik Yan Yue, Lin Beishang berubah sepenuhnya menjadi Yan Yue.
Hari telah mulai gelap dan pelayan akan bekerja terakhir setelah mengantar makan malam dan sisanya akan di hentikan sampai keesokan hari.
"Jangan ada yang mengantar makan esok hari. " Perintah Lin Beishang yang menyamar sebagai Yan Yue.
"Ya, Selir Agung. " Ucap pelayan itu dengan patuh dan berjalan pergi.
Lin Beishang yang melihat pelayan itu berjalan menjauh perlahan lahan menghilang dalam kegelapan dan berjalan menuju kediaman Kaisar.
Gaun nya yang berat dan megah berayun seirama dengan langkah kakinya, yang membuatnya kesulitan adalah karena dia menggunakan dua lapis.
Tentu saja, untuk menahan Selir Agung Yan Yue, membutuhkan sedikit dorongan untuk memukul wanita itu untuk jatuh sepenuhnya tanpa bisa berdiri lagi.
Pada saat itu, bahkan reputasi pangeran pertama dan beberapa putri kerajaan akan jatuh sepenuhnya dan menjadi pembicaraan sehari hari, dimana mereka akan malu bahkan untuk menunjukkan wajah mereka.
Lin Beishang hanya membuka jalan untuk Lin Xi agar bisa menghukum pada bawahan yang tidak patuh dan telah melupakan tuannya ini.
__ADS_1
Mereka telah melupakan Lin Xi dan Dinasti Tang, lalu menganggap Paviliun Qiao Yao adalah Tuan mereka yang sebenarnya.
Dengan dia bekerja dalam kegelapan dan Paviliun Qiao Yao yang bekerja dalam kegelapan yang sama, bukankah mereka menjadi sama dan tidak bisa menebak satu sama lain ?
Sesampainya di kediaman Kaisar yang merupakan bangunan paling megah dan Agung dibandingkan yang lain.
Ada Kasim Luo yang menatapnya dengan terkejut karena kedatangan Selir Agung Yan Yue tanpa pemberitahuan.
"Selir Agung Yan Yue, ingin melayani Bixia. " Ucapnya dengan suara yang halus dan sopan seperti milik Yan Yue.
"Kasim ini akan mengatakan hal ini pada Bixia. " Ucap Kasim Luo dengan sopan dan segera berlari ke dalam ruangan Kaisar lalu mengatakan beberapa kata dengan Kaisar sebelum akhirnya berjalan keluar lagi.
"Silakan masuk Selir Agung, Bixia menunggu anda. "Ucap Kasim Luo.
"Tentu, jangan biarkan ada yang masuk, Kasim Luo." Ucap Selir Agung Yan Yue palsu dengan tawa nakal.
Orang yang mendengarnya akan salah paham, tapi memang ini niatnya agar tidak ada yang bisa menerobos masuk ke dalam ruangan Kaisar selama dia sedang mengobati Kaisar.
"Hamba ini tidak berani lalai. " Ucap Kasim Luo sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.
Lin Beishang tidak membuang kata kata lain dan berjalan masuk ke dalam, di dalam ruangan yang sangat luas ini.
Kaisar Lin Xi sedang duduk membelakangi nya sementara Lin Beishang menutup pintu rapat rapat.
"Apa yang diinginkan Selir Agung Yan Yue untuk datang ke kamar Zhen, malam malam ?" Tanya Kaisar Lin Xi sebelum akhirnya berbalik.
"Ini aku. " Ucap Lin Beishang tanpa berusaha untuk menyembunyikan suaranya.
Lin Beishang melempar topeng wajahnya dan melepaskan gaun berat milik Yan Yue dengan wajah kesal, di dalamnya ada pakaian pria yang lebih sederhana dan lebih nyaman untuk digunakan apabila sedang dalam misi penting.
"Hampir selesai tapi belum sepenuhnya selesai, aku penasaran apakah dulu marga Yan Xi bukanlah Yan ?" Tanya Lin Beishang sambil membasuh tangannya lalu mengeluarkan satu set jarum Perak.
"Memang, dulu Yan Xi bukanlah marga Yan melainkan Long, dia dulu juga memiliki dua putra tapi salah satunya meninggal lebih cepat. " Ucap Lin Xi dengan bingung karena dia tiba tiba menanyakan ini.
"Sepertinya tebakan ku benar, putra Yan Xi tidak meninggal. Kepala Pengawal Yuan bukanlah bermarga Yuan, melainkan Long !" Seru Lin Beishang.
Lin Xi tampak tidak percaya dengan kata katanya dan terkejut.
"Bagaimana itu mungkin ? " Tanya Lin Xi dengan bingung.
"Tadi, aku melihatnya membantu Keluarga Yan secara diam diam dan aku melihat bahwa gelagat nya aneh ketika sedang bertarung dengan Yan Long dan istrinya, Liu Yan Ying. Itu terlihat ganas tapi sebenarnya tidak berarti. Itu sangat mencurigakan , lalu ada seorang pengkhianat dari orang yang dibawanya. Mustahil baginya untuk tidak mengetahui hal ini. " Keluh Lin Beishang dengan penuh semangat.
"Long Yan, Long Yuan, nama yang mirip untuk anak kembar. " Ucap Lin Xi dan merasa bahwa itu lumayan masuk akal.
"Apa ?! Mereka adalah saudara kembar ? Kemungkinan besar adalah wajah yang ditunjukkan oleh Yan Long atau Long Yan itu bukanlah wajah asli karena aku memegang wajah nya sebelumnya dan disana ada selapis kulit palsu. " Ucap Lin Beishang sambil berpikir.
"Long Yan, Long Yuan, Long Xi, Long Yue. "Gumam nya sambil memikirkan hal ini.
"Sekarang, kunci penjara ada di tanganku dan Yan Yue ditahan di penjara bawah tanah, tidak akan ada yang bisa menyelamatkan nya. " Ucap Lin Beishang dengan serius.
"Setelah kamu mengatakan nya, semuanya menjadi lebih masuk akal, bagaimanapun asal usul Yuan Long agak mencurigakan tapi aku ingat bahwa bakatnya sangat baik sehingga dia di rekrut dan mengambil posisi pengawal rendah sebelum dengan cepat meroket. " Ucap Lin Xi sambil berpikir.
"Ayah, aku akan mulai melakukan teknik akuluntur milikku dengan Jarum Perak milikku, aku berharap bahwa ayah tidak keberatan untuk membuka pakaian ayah. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
Lin Xi melepaskan pakaian bagian atasnya yang menunjukkan punggung yang lebar dan kokoh tapi dipenuhi dengan bekas luka.
__ADS_1
Sama persis seperti dirinya, nasib orang yang sering berada di medan perang adalah seperti ini, Bei Zhao juga seperti ini.
"Ayah, kamu tidak merawat luka lukamu dengan baik. " Tegur Lin Beishang.
"Tidak apa apa, itu semua adalah luka lama dan tidak menimbulkan rasa lagi. " Ucap Lin Xi.
Lin Beishang hanya menggelengkan kepalanya dengan ringan lalu mengambil ember kayu yang telah dia siapkan, itu berisi air hangat dan dengan telaten dia membasuh kain bersih, lalu memerasnya.
Setelah itu, Lin Beishang dengan hati hati mengompres luka milik Lin Xi agar luka luka itu tidak sakit lagi dan membuat tubuh tua Lin Xi menjadi lebih tenang ketika jarum Perak di tancapkan.
Di mulut mungkin bisa mengatakan bahwa tidak takut dan tidak akan sakit tapi reaksi tubuh berbeda dengan apa yang dikatakan.
Setelah mengompres semuanya, Lin Beishang memberikan sedikit pijatan ringan sebelum akhirnya menancapkan Jarum Perak miliknya.
"Ayah, seandainya jika kita bertemu 10 tahun lalu, apakah hubungan kita akan menjadi se canggung ini ?" Tanya Lin Beishang.
"Mungkin ya dan mungkin tidak, tidak ada yang tahu. Takdir telah mengatakan bahwa kita akan bertemu di usia 21 tahun maka tidak akan ada yang bisa mengubahnya. " Ucap Lin Xi sambil mendesah pelan karena sedih.
"Hm, aku setuju. Lin Yue yang menanyakan ini padaku sebelumnya dan aku menjawab hal yang sama. " Ucap Lin Beishang setuju pada Lin Xi.
Meskipun sedang berbincang untuk mengalihkan perhatian Lin Xi dari rasa sakit karena tusukan Jarum Perak di titik akupuntur.
Perhatian Lin Beishang sebenarnya tidak hilang sama sekali, bahkan masih sangat tepat dan akurasinya sangat baik.
"Jika kamu dapat memilih di masa depan, maka akan menjadi apa kamu di kehidupan selanjutnya ?"Tanya Lin Xi.
"Menjadi petani, dengan kemampuan seni bela diri yang cukup untuk melindungi diri dengan ayah dan ibu yang lengkap, dan tentunya kakak perempuan. Tinggal jauh dari ibukota dan menikmati indahnya pemandangan pepohonan yang ada di tepi kota. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tulus.
"Sangat indah, di kehidupan masa depan apakah kamu masih ingin menjadi putriku ?" Tanya Lin Xi.
"Aku tentu saja ingin, hanya saja aku tidak ingin seperti ini, aku berharap bahwa aku tumbuh dibawah orang tua yang lengkap dan utuh, tidak terpisah seperti ini. Saat ini, bahkan jika aku ingin bermanja manja seperti anak anak yang tidak dapat ku lakukan di masa lalu, sudah terlambat. " Ucap Lin Beishang dengan tatapan yang meredup.
"Tidak yang yang terlambat. " Ucap Lin Xi dengan lembut.
"Memang tidak ada yang terlambat, hanya saja aku merasa hampa dan kesepian. Sesuatu yang sangat aku inginkan di masa lalu, pada akhirnya terasa sangat hampa bahkan jika aku telah mendapatkan nya. " Ucap Lin Beishang.
"Ayah, apakah kamu inginkan mendengar ceritaku ?" Tanya Lin Beishang sambil menambahkan Jarum Perak lain di tubuh ayahnya.
"Tentu." Ucap Lin Xi tanpa keraguan.
"Di masa lalu, ketika aku masih muda, aku sangat ingin menjadi seorang putri dan sekarang aku telah menjadi putri tapi aku masih merasa hampa. Lalu , ketika aku bertemu dengan Bei Zhao , aku berpikir untuk menikah dengannya di masa depan tapi ketika menikah dengannya, aku juga merasa hampa. Aku juga berpikir bahwa aku memiliki seorang ayah yang berkuasa, tapi ketika aku mendapatkan nya, aku juga merasa hampa. "
"Ketika aku tidak bisa berlatih seni bela diri, aku merasa sangat ingin berlatih seni bela diri, tapi ketika aku mendapatkan nya aku juga merasa hampa, karena harga yang harus aku bayar terlalu besar untuk semua ini. Setelah perenungan beberapa hari ini, aku menemukan tidak ada yang salah dengan keinginanku yang salah adalah hatiku. Hatiku telah membusuk sampai ke akar bahkan tidak akan bisa di sembuhkan lagi. " Ucap Lin Beishang dengan senyum sedih.
"Itu benar benar membusuk sampai ke akar dan menggerogoti secara perlahan lahan sebelum akhirnya tidak menyisakan apapun. " Lanjut Lin Beishang.
"Aku tidak percaya bahwa hatimu membusuk sampai ke akar, jika tidak maka kamu tidak akan memerdulikan aku, Lin Yue dan Bei Zhao. " Ucap Lin Xi dengan dahi yang berkerut.
"Aku yakin bahwa hatimu hanya tertidur untuk sementara dan akan bangun suatu hari nanti ketika kelelahan nya telah hilang sepenuhnya. "Lanjut Lin Xi.
"Aku juga berharap begitu, Ayah. Seandainya itu memang benar maka aku akan sangat senang, karena hidup seperti ini sangat melelahkan. Apakah kamu tahu betapa melelahkan nya itu ? Itu seperti tubuhmu yang tersayat sayat tanpa bisa menemui kematian. " Ucap Lin Beishang sambil mendesah ringan dan tampak sangat sedih.
Lin Xi tidak menemukan cara untuk menjawab sementara Lin Beishang sudah mulai mencabut Jarum Perak miliknya dan darah hitam mengalir dengan pelan di salah satu titik akupuntur yang telah ditusuk dengan Jarum Perak miliknya.
Tidak lama, Lin Xi memuntahkan seteguk darah yang sangat hitam pekat dan disana ada racun yang sangat dikenalnya, racun yang bahkan menjadi salah satu bagian dari tubuhnya, Racun Gu.
__ADS_1