Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
218. Jiwa Phoenix II


__ADS_3

"Kenapa Tuan Phoenix dirantai seperti itu ?" Tanya Lin Yue.


"Karena kesalahan..... " Ucap Lin Beishang dengan wajah muram.


"Apa maksudmu ?" Tanya Lin Yue sambil menoleh ke padanya dengan bingung.


"Ha ha ha ! Gadis kecil ini sangat pintar ! Aku memang melakukan sebuah kesalahan di masa lalu, jadi aku dihukum sedikit untuk mendinginkan tubuhku disini. " Ucap Jiwa Phoenix dengan tawa lebar.


"Tuan Phoenix, apa yang bisa kami lakukan untuk membantumu agar melepaskan rantai ini ?" Tanya Lin Yue.


"Gampang saja, kalian hanya perlu mengumpulkan beberapa senjata Iblis untukku dan 3 tetes darah murni dari Klan Lin kalian. " Ucap Jiwa Phoenix dengan santai.


Lin Yue tampak terkejut tapi Lin Beishang tampak acuh tak acuh, seolah olah tidak terkejut dengan permintaan Jiwa Phoenix.


Lalu berlutut di samping kolam dan memeriksa rantai tersebut dengan tangannya sendiri.


"Gadis kecil, jangan menyentuhnya ! Itu mengandung racun korosi paling buruk di dunia !" Seru Jiwa Phoenix.


Sementara Lin Beishang hanya melirik Phoenix yang banyak bicara itu dengan acuh tak acuh lalu memegang rantai itu.


Rantai itu mengeluarkan suara desisan tapi tidak menimbulkan efek apapun dan membuat Lin Yue dengan Jiwa Phoenix terperangah.


"Bagaimana ini semua bisa terjadi ? Bagaimana mungkin kamu bisa baik baik saja setelah menyentuh racun tengkorak ?" Tanya Jiwa Phoenix dengan tidak percaya.


Lin Beishang tidak menjawab justru menatap Jiwa Phoenix dengan tatapan dingin, bahkan roh tua seperti Jiwa Phoenix merasa ketakutan.


"Kamu berbohong. " Ucap Lin Beishang dengan dingin.


"Apa maksudmu ?" Tanya Jiwa Phoenix.


"Rantai ini, tidak memerlukan beberapa Senjata Iblis untuk membukanya, kamu sendiri bisa membukanya. Yang ingin kamu lakukan adalah menyerap kekuatan dari senjata Iblis dan kabur dari sini dengan Darah Keluarga Lin kami. " Ucap Lin Beishang dengan datar.

__ADS_1


"Hei ! Siapa yang akan merantai dirinya sendiri untuk hal bodoh ini selama 999 tahun ?!" Tanya Jiwa Phoenix dengan tidak puas.


"Tentu saja tidak ada, karena kamu tidak terkunci selama itu. Aku tebak bahwa kamu menyadari keberadaan kami ketika kami masuk dan langsung menyegel dirimu sendiri. " Ucap Lin Beishang dengan senyum sinis.


Pada saat itu, Lin Yue menoleh ke arahnya dan tampak tidak percaya dengan kata katanya. Lalu baru akan berbicara sebelum akhirnya Jiwa Phoenix tertawa dengan sangat lantang.


"Yue, kamu terlalu terpaku pada cerita yang ayah berikan. Kata kata ayah menceritakan bahwa Jiwa Phoenix sangat baik dan memberikan kebaikan pada keluarga Istana kita. Tapi, sama sekali tidak memiliki keburukannya, aku tidak percaya. " Ucap Lin Beishang dengan senyum acuh tak acuh.


"He he, gadis ini sangat pintar ! Tidak seperti para leluhur mu yang polos !" Ucap Jiwa Phoenix dengan bangga dan berjalan keluar dari kolam.


Perut yang rata dengan kotak kotak yang berjumlah delapan itu tampak berkilau setelah terkena air kolam yang berwarna keperakan.


"Langsung saja katakan apa yang kamu inginkan. " Ucap Lin Beishang dengan sinis.


"Jangan begitu tegang, aku tidak terburu buru. Jika kalian tahu bahwa kalian sangat membutuhkan ku maka memohonlah padaku. " Ucap Jiwa Phoenix sambil duduk di atas salah satu batu dengan senyum yang menawan.


Tapi, Lin Beishang hanya menatap dengan jijik kearah Jiwa Phoenix, orang ini mungkin memang tampan.


Wajah mungkin tampan tapi tindakan tidak selaras, itu memuakkan nya sampai mati.Menurutnya, hanya Bei Zhao yang layak untuk memasuki pandangan nya.


"Bagaimana mungkin kamu bisa begitu dingin pada seorang keindahan sepertiku ?" Tanya Jiwa Phoenix dengan kesal ketika melihat ekspresi jijik Lin Beishang.


"Keindahan ? Apa kamu tahu bahwa aku pernah menemui orang dengan wajah yang mirip denganmu ? Apa kau tahu apa yang dilakukan nya ?" Tanya Lin Beishang sambil menyeringai.


"Apa yang dia lakukan ?" Tanya Jiwa Phoenix dengan antusias.


"Dia melakukan sesuatu yang menjijikkan, seperti membangunkan Iblis Pemakan Jiwa. " Ucap Lin Beishang sambil menjilat bibirnya.


Wajah dan ekspresi Jiwa Phoenix tampak berubah dan tampak muram. Lalu terdiam sebentar dan tidak atraktif seperti tadi.


"Dia sudah dibangunkan ?" Tanya Jiwa Phoenix.

__ADS_1


"Ya, tidak hanya dibangunkan melainkan kekuatan nya juga telah dipulihkan. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis lalu memberi tanda pada Lin Yue untuk tetap diam.


Lin Beishang berusaha untuk memberi gertakan pada Jiwa Phoenix, Jiwa Phoenix telah menyegel Iblis Pemakan Jiwa 1000 tahun lalu.


Tentu saja takut apabila Iblis Pemakan Jiwa mendatangi nya untuk meminta bayaran padanya atau bahkan memusnahkan nya.


"Bagaimana dengan keadaan nya ?" Tanya Jiwa Phoenix dengan tidak terduga menanyakan keadaan Iblis Pemakan Jiwa.


"Tidak ada yang tahu kondisinya. " Balas Lin Beishang dengan ganjil.


Apakah ada seseorang yang begitu perhatian pada musuhnya ? Bahkan dengan kekhawatiran sedalam ini ?


Ini bahkan terlihat lebih mirip seperti kakak adik yang sudah lama tidak bertemu, melihat ini membuat Lin Beishang merasa agak canggung.


Bagaimana harus menanggapi hal ini ?


"Huft, kalian semua pasti bingung. Tapi, sebenarnya Iblis Pemakan Jiwa adalah adikku. Kami, roh Suci selalu memakan jiwa orang yang meninggal untuk meningkatkan kekuatan, tapi kami memiliki batasan yaitu 10 jiwa untuk satu bulan. Itu adalah batasan yang ditetapkan oleh alam semesta. " Ucap Jiwa Phoenix dengan lembut.


Lin Beishang dan Lin Yue yang mendengar ini tiba tiba terperangah, Lin Beishang tiba tiba merasa bahwa rencananya kali ini mungkin tidak berhasil.


"Tapi, adikku dilahirkan berbeda. Walaupun tidak ada bedanya dengan Phoenix yang lain dalam segi bakat dan rupa, tapi dia terlalu ambisius dan haus darah. Itulah yang membuatnya menjadi gila dan melanggar penetap yang telah ditetapkan. " Lanjut Jiwa Phoenix sambil menghela nafas dengan sedih.


"Lalu, kenapa kamu menyegel nya ? " Tanya Lin Yue dengan tidak tega.


"Karena jika Iblis Pemakan Jiwa tidak ditekan, maka jiwanya akan dihancurkan dan tidak akan pernah bisa bereinkarnasi lagi, seolah olah tidak pernah ada. " Ucap Lin Beishang menjawab.


"Benar, memang seperti itu. Tapi, sayangnya adikku tersayang tidak pernah mengerti hal ini dan terus menerus mencoba untuk menentang alam semesta." Ucap Jiwa Phoenix.


"Aku mengerti sekarang, jadi sekarang pilihan ada ditanganmu. Jika menunggu Surga yang bertindak maka tidak akan menunggu lama. Jika kamu ingin melindungi adikmu, maka keluarlah bersama denganku. " Ucap Lin Beishang.


"Adikmu, saat ini telah dipastikan keluar dan dimanfaatkan oleh seorang manusia yang jahat. Tidak tahu, seberapa banyak jiwa yang diserap nya. Pada saat itu, bahkan jika kamu ingin menyelamatkannya, itu telah terlambat. " Lanjut Lin Beishang tapi Jiwa Phoenix hanya tersenyum pahit.

__ADS_1


"Bahkan, jika aku ingin menyegel nya kembali seperti seribu tahun lalu, aku tidak memiliki kemampuan untuk itu. " Ucap Jiwa Phoenix dengan pahit.


__ADS_2