
"Adikku yang baik, kamu menjadi lebih dan lebih tampan. " Ucap Chu Linfei dengan lembut dan memeluk Chu Huli.
"Tentu saja kakak, aku telah menjadi lebih baik bukan ? Tentu saja jauh lebih baik dibandingkan pertemuan kita sebelumnya di penjara, hehe. " Ucap Chu Huli sambil terkekeh.
"Tuan Bei, apakah kamu yakin bahwa ini adalah Chu Huli yang melakukan ini semua ?" Tanya Lin Yue dengan suara yang rendah.
"Jangan hanya melihat tampangnya, walaupun dia tersenyum , dia bisa mencabut ratusan nyawa dengan ekspresi yang tersenyum seperti itu, apalagi hanya bersandiwara biasa ?" Tanya Bei Zhao dengan tenang.
Bei Zhao tampaknya tidak terpengaruh oleh 'keramahan' yang diberikan oleh Chu Huli, hanya saja sedikit terkejut bahwa Chu Linfei pernah memenjarakan Chu Huli.
Ada sebuah pepatah bahwa, 'bahkan induk harimau tidak akan memakan anaknya sendiri'. Untuk begitu kejam memenjarakan adik kandungnya sendiri, bukankah ini terlalu gila ?
Bei Zhao yang bisa disebut sebagai Chu Haoran ini tiba tiba merasa bahwa kepalanya pusing, bagaimana mungkin keluarganya bisa segila ini ?
Kedua kakak dan adik ini tentu saja yang paling gila lalu juga ada Chu Yi yang terobsesi padanya, saat ini Bei Zhao meragukan kewarasannya.
Kedua kakak dan adik itu saling berpelukan satu sama lain dan dengan hangat , tampak penuh dengan kasih sayang.
Medan perang yang berdarah ini bahkan terasa seperti tempat yang penuh dengan kebaikan, Bei Zhao menjadi lebih waspada.
Bagaimanapun, perubahan biasanya berkaitan dengan hal yang tidak baik, Bei Zhao tidak suka dengan perubahan.
"Apa yang kamu maksud ? Walaupun kamu dipenjara tapi kakak memperlakukan mu dengan baik, kakak hanya mengetes mu, tolong jangan masukkan ke dalam hati. " Ucap Chu Linfei sambil tertawa dengan lembut.
"Ha ha ha, bagaimana mungkin adik ini berani untuk mengambil ini ke dalam hati ? Sebenarnya aku harus berterima kasih kepada Chu Yi yang telah membantuku melewati 'tes' yang dibuat oleh kakak padaku. " Ucap Chu Huli sambil tersenyum lebar dan menoleh ke arah Bei Zhao dengan tatapan penuh makna.
"Chu Yi ? Gadis kecil itu sudah kembali ? Kemana dia pergi ? Kenapa dia tidak bersamanya ?" Tanya Chu Linfei dengan terkejut.
"Kakak yang baik harus bertanya kepada kakak sepupu untuk hal yang lebih jelas, kebetulan aku juga penasaran dengan cerita yang akan dikatakan oleh kakak sepupu. " Ucap Chu Huli dan berusaha untuk membuat citra Bei Zhao di depan banyak orang menjadi buruk.
"Chu Yi sendiri telah sangat bahagia saat ini, selama ini selalu ditahan oleh adik sepupu. Dia sendiri sangat senang karena bisa pergi dengan bebas saat ini dan tidak diajak bermain olehmu lagi. "Jawab Bei Zhao dengan ringan.
Lin Yue yang melihat ini semua terdiam dan berpikir di dalam hati, sampai kapan kakak dan adik ini akan melanjutkan kegilaan ini ?
Lin Yue bahkan telah lama muak dengan semua cerita ini. Bagaimana mungkin orang orang bisa menjadi sepalsu ini ?
Tidak, lebih tepatnya semua orang ini gila, tapi tidak ada yang menganggapnya aneh seolah olah itu adalah hujan di langit yang gelap.
Sebenarnya, yang gila adalah dirinya atau semua orang ini ? Lin Yue tiba tiba merasa bahwa ini semua menjadi lebih buruk, perasaannya diliputi oleh awan gelap yang menghampiri.
"Kaisar, lebih baik tetap menjadi diam dan tidak terlalu banyak bergerak. Jika dilihat dari kebencian yang mereka miliki maka mereka akan saling menyingkirkan satu sama lain. " Ucap Bei Zhao dengan tenang.
Lin Yue mengangguk dan menuruti keinginan Bei Zhao, lagipula Lin Yue tidak terlalu tahu bagaimana karakter dari kedua orang gila dibawah ini.
Jadi, hanya bisa bergantung pada Bei Zhao yang merupakan saudara dari kedua orang gila dibawah.
"Apakah mereka selalu segila ini, biasanya ?" Tanya Lin Yue.
"Tidak yakin, tapi masing masing dari mereka sangat manipulatif. Sangat buruk dan tidak bisa ditebak, hanya Beishang yang bisa menebak rencana aneh dari orang gila seperti mereka. " Ucap Bei Zhao sambil menghela nafas.
Lin Yue membelakkan matanya dan menatap Bei Zhao yang mengatakan hal ini tentang adiknya, Lin Beishang.
"Bukankah jika begitu maka kamu mengatakan secara tidak langsung bahwa Beishang sama gilanya dengan mereka ?" Tanya Lin Yue dengan ragu.
Lin Yue menoleh ke arah Bei Zhao dan Bei Zhao tampak menghela nafas lalu tidak terkejut dengan pertanyaan ini.
"Memang, Beishang sendiri telah mengatakan hal ini padaku. Tidak mungkin untuk menjadi tidak sedikit gila setelah mengalami berbagai hal yang menyakitkan semacam itu. Itulah kenapa Beishang selalu mengatakan bahwa dia telah terbiasa untuk berguling di dalam lumpur yang sama dengan mereka. " Ucap Bei Zhao dengan tenang.
Tapi, di wajahnya yang dingin tampak sedikit kesedihan yang sangat nyata dan pada saat ini Lin Yue menyadari bahwa Bei Zhao benar benar tulus mencintai adiknya, Lin Beishang.
"Beishang selalu mengatakan padaku bahwa dia harus menjadi sama dengan orang orang ini agar bisa menebak niat ini, jika tidak dipaksa oleh keadaan maka dia tidak akan pernah ingin memahami mereka. Dia juga berulang kali mengatakan bahwa dia iri padamu, sebagaimana kamu memandang sekitar dengan jujur dan optimis." Lanjut Bei Zhao.
Mendengar ini membuat Lin Yue malu, Lin Yue selalu iri dengan kemampuan Lin Beishang yang bisa memahami begitu banyak pikiran orang lain.
Tapi, tidak tahu bahwa bayaran untuk memahami semua orang termasuk musuh ternyata begitu besar.
__ADS_1
"Huft, seandainya dia ditemukan lebih cepat. Seandainya, aku mengetahui fakta ini lebih cepat maka mungkin dia tidak perlu mendapat semua penderitaan dan penghinaan itu. " Ucap Lin Yue dengan kesedihan yang luar biasa.
"Jika bisa memutar waktu maka aku akan membawanya ke Kediaman Bei Wang pada saat itu, bukannya mengembalikannya pada Keluarga Zhou." Ucap Bei Zhao dengan kesakitan di dalam suaranya.
"Kamu sudah pernah bertemu dengannya ketika dia masih kecil ? Bagaimana rupanya ? Apakah selalu murung seperti ini atau dia pernah menjadi orang yang ceria ?" Tanya Lin Yue sambil memandang kakak dan adik dari Paviliun Qiao Yao yang sedang beradu mulut beracun mereka.
Keadaan antara kubu Chu Huli dan Chu Linfei menjadi semakin memanas bahkan perang sudah hampir pecah.
Benar kata Bei Zhao, mereka hanya perlu menonton dan menunggu pasukan bantuan datang dari Dinasti Song.
Pada saat itu, salah satu akan keluar menjadi pemenang dan kekuatan mereka telah melemah semakin jauh.
"Dia pernah , dia pernah memiliki senyum tulus dan tatapan polos yang jernih. Dia pernah menjadi anak yang riang, tapi semuanya terhapus dalam waktu singkat, sayang sekali. " Ucap Bei Zhao sambil tersenyum sedih.
Sementara di sisi lain, di dalam gua yang gelap dan lembab. Huo Fenghuang duduk berseberangan dengan Lin Beishang.
Keduanya duduk dalam posisi bersila dengan telapak tangan yang mengarah ke atas dan ditaruh di atas lutut.
Mereka berdua duduk dalam mata yang terpejam erat tapi dahi Lin Beishang agak berkerut. Huo Fenghuang membuka matanya dan bergerak menjauh.
"Kamu akan segera memasuki Ilusi Kegelapan Phoenix, ini adalah rintangan yang dibuat oleh klan kami. Kamu akan masuk ke masa masa paling buruk dirimu , selama kamu bertahan selama 1 jam di dalam ilusi maka kamu akan keluar menjadi seorang ahli Tahap Dewa. " Ucap Huo Fenghuang.
"Tapi, jika kamu gagal untuk bertahan maka kamu akan terjebak sampai seseorang yang tulus denganmu masuk dan mengambil resiko untuk menyelamatkan mu. Jadi, jangan sampai tertelan oleh ilusi, apakah kau mengerti ?" Tanya Huo Fenghuang.
Lin Beishang tidak menjawab dan hanya mengangguk, Lin Beishang merasa bahwa dia berada ditempat yang sangat gelap.
Disisi lain, Lin Beishang sangat khawatir , apakah Lan Xiang bisa menjaga kerahasiaan ini ? Jika musuh tahu bahwa dia sedang di dalam sini dan mencoba untuk menyatukan kekuatan dengan Jiwa Phoenix.
Maka mereka pasti akan menyerang dengan sekuat tenaga, sebelum pasukan bantuan dari Jendersl Xie datang. Bagaimana mungkin mereka bisa menahan kekuatan penuh dari kedua pasukan ?
Lin Beishang membuka tatapan di sekitarnya dan melihat sekitar hutan ini sangat familiar dan setelah mengingat ngingat.
Lin Beishang langsung mengenali hutan ini, mustahil untuk melupakan hutan ini. Hutan yang menjadi tempat pertemuan 'pertama'nya dengan Bei Zhao.
(Note : Karena ingatan Lin Beishang di masa lalu buruk, jadi dia enggak ingat bahwa dia sudah nyelamatin Bei Zhao dimasa lalu. )
Lin Beishang melihat dirinya sendiri yang ada di masa lalu, lalu melihat 'dirinya' sendiri, itu tembus pandang !
Seharusnya dia tidak bisa terlihat oleh orang orang jadi Lin Beishang berhenti untuk mencoba bersembunyi dan berjalan mendekati dirinya di masa lalu.
Lin Beishang berjongkok dan mencoba untuk meraih dirinya sendiri di masa lalu yang terduduk dengan kaki penuh luka karena serangan dari Xie Bei Chuan.
Dirinya dimasa lalu tidak bisa lari ketika dikejar oleh harimau , ketika bersiap untuk dimakan oleh harimau.
Suara daging yang dipotong terdengar, Lin Beishang menoleh ke belakang dan melihat Bei Zhao yang masih muda , masih sangat gagah dan penuh dengan semangat muda.
Datang dan memenggal harimau itu. Lin Beishang menyadari bahwa kehidupan Bei Zhao sejak pertemuan mereka di saat ini adalah sangat tidak mudah.
Terlihat dari raut wajahnya disini yang masih menyimpan sedikit emosi manusia, berbeda ketika bertemu dengannya ketika mereka menikah.
Bei Zhao benar benar seperti patung yang bisa bergerak, tidak tampak seperti manusia yang hidup dan memiliki emosi.
(Untuk kenangan, akan diberikan tanda ' ', jadi jangan salah ya. )
'Bei Zhao' meraih tangan 'Lin Beishang' atau yang lebih tepatnya pada saat itu, namanya adalah ' Zhou Beishang'.
"Siapa namamu ?" Tanya 'Bei Zhao'.
"Beishang." Jawab 'Lin Beishang' dengan takut takut.
"Kesedihan ya ? Dimana rumahmu ? Bagaimana mungkin kamu berada di tengah hutan sendirian di usia yang begitu muda ? Bagaimana jika aku mengantarmu ke rumahmu ?" Tanya ' Bei Zhao'.
"Keluarga Zhou. "Jawab dirinya dimasa lalu dengan ragu.
Lin Beishang melihat bahwa 'Bei Zhao' menggendong dirinya dimasa lalu dengan senyum hangat.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa begitu nakal dan berlari kemari sendirian, kamu tidak bisa membiarkan keluargamu khawatir. "Ucap 'Bei Zhao'.
Sayang sekali bahwa Bei Zhao dimasa lalu tidak bisa melihat Lin Beishang kecil, wajah kecil itu telah berubah menjadi muram.
Lin Beishang yang menyadari perubahan ekspresinya di masa lalu, langsung tertawa terbahak bahak tapi tidak ada yang mendengar suaranya.
"Bahkan jika aku tidak kembali, maka tidak akan ada yang mengkhawatirkan ku !" Ucap Lin Beishang dengan tawa kecil.
"Ini adalah hal yang ingin kuucapkan sejak lama, hal yang tidak berani aku sampaikan padamu di masa lalu. Dimana kamu berpikir bahwa aku takut padamu, jika harus jujur maka aku tidak ingin kembali ke Keluarga Zhou !" Lanjut Lin Beishang , tawanya terus membesar dan menjadi lebih lebar sampai sampai air mata mengalir dari sudut matanya.
Lin Beishang melihat dirinya dimasa lalu yang semakin menjauh sampai akhirnya sepenuhnya menghilang.
"Tidak menyangka bahwa sebenarnya ini adalah hal yang sejak awal aku sesalkan. Seandainya aku lebih berani di masa lalu dan meminta dia untuk membawaku pergi. Seandainya waktu bisa kembali." Ucap Lin Beishang sambil menyenderkan kepalanya di pohon dengan mata yang terpejam.
Tanpa diduga duga ada suara derap sepatu mendekat, Lin Beishang membuka matanya hanya untuk melihat pria tampan yang berdiri di depannya sambil mengulurkan tangan padanya.
Lin Beishang membelalakkan matanya, itu adalah Bei Zhao ! Tidak mungkin, ini adalah ilusi. Ini pasti salah.
"Kembalilah bersamaku, bahkan jika kamu menyesali di masa lalu bahwa aku tidak membawmu kembali, maka aku akan membawamu kembali kali ini. " Ucap Bei Zhao.
"Kenapa kamu bisa ada disini ?" Tanya Lin Beishang.
"Kamu telah tertidur selama 3 jam, Huo Fenghuang khawatir dan mencari Lin Yue jadi aku mengajukan diri untuk memasuki ilusi ini dan mencarimu. " Ucap Bei Zhao.
"Selama itu ya ?" Tanya Lin Beishang.
"Aku tidak menyangka bahwa akan dibawa ke ingatan mu yang ini. Aku mungkin gagal menjagamu di masa lalu, tapi aku berani bersumlah bahwa aku bisa menjagamu di masa depan. " Ucap Bei Zhao dengan penuh keyakinan.
"Apa yang harus di sesali ? Semua ini hanyalah kenangan yang tidak akan pernah bisa diubah. "Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.
"Berhentilah membohongi dirimu sendiri, kamu mengatakan bahwa ini semua adalah ilusi belaka tapi kamu tetap duduk diam disini dan tidak mampu melepaskan kenangan ini !" Ucap Bei Zhao.
Kata kata Bei Zhao menusuk Lin Beishang di titik yang sakit, pada kenyataannya dia terlalu sering membohongi dirinya sendiri.
Lin Beishang tidak menjawab melainkan mengalungkan tangannya di leher Bei Zhao dengan senyum tipis.
"Gendong aku, seperti pada tahun itu. " Ucap Lin Beishang.
Bei Zhao melihat Lin Beishang dengan sedih, kondisi Beishang-nya saat ini tampaknya masih sangat terguncang.
Sekarang, Bei Zhao menyadari betapa pentingnya dirinya bagi Beishang. Betapa berperangaruh dirinya dalam kehidupan gadis itu.
"Seperti yang kamu mau. " Ucap Bei Zhao sambil menggendong Lin Beishang.
"Kakak yang baik, sebenarnya tidak ada yang menginginkan ku di Keluarga Zhou, bisakah aku mengikuti mu ?" Tanya Lin Beishang dengan suara seperti anak kecil.
Mendengar ini membuat hati Bei Zhao teriris, seolah olah merasakan penderitaan yang lebih buruk daripada tertusuk pedang.
"Baiklah, kakak akan membawamu bersama ku. Aku akan pastikan bahwa kamu mendapatkan kehidupan yang layak. " Ucap Bei Zhao dan membawa Lin Beishang menuju Kediaman Bei Wang.
Kediaman Bei Wang sama suramnya seperti ketika Lin Beishang menikah dengan Bei Zhao. Sesampainya di kediaman Bei Wang, Lin Beishang turun dari gendongan Bei Zhao dan melihat sekitar.
Lalu tersenyum senang seolah olah seperti anak yang baru saja selesai bermain dan siap untuk kembali.
"Sekarang, impianku telah tercapai dan aku telah mengatakan apa yang ingin aku katakan padamu pada tahun itu, ayo kembali ! "Ajak Lin Beishang.
Tapi, Bei Zhao tidak bergerak, pada kenyataan nya ini sedikit lucu. Ada beberapa orang yang menembus tubuh mereka.
Karena mereka sebenarnya hanya bayangan di dalam ilusi ini, bukan benar benar orang sesungguhnya.
"Bagaimana jika kita tetap menetap disini dan menjalani kehidupan yang baik dan melupakan semuanya ?"Tanya Bei Zhao sambil menggenggam Lin Beishang.
Mendengar ini membuat Lin Beishang tersenyum tipis lalu mengulurkan tangan untuk mengelus wajah mereka.
Karena mereka sesama orang yang berasal dari luar Ilusi ini maka mereka bisa menyentuh satu sama lain.
__ADS_1
"Bei Zhao, semua ini hanyalah penipuan terhadap diri sendiri. Semua luka itu, tidak pernah hilang. Kembalilah bersama ku, ayo jalani kehidupan yang baru dan lupakan semua masa lalu. " Ucap Lin Beishang dengan suara yang sangat lembut layaknya alunan musik dibawah cahaya bulan.