
"Aku akan berada di ruang bawah tanah, jangan masuk tanpa mengetuk ya. " Ucap Lin Beishang.
Jika orang orang yang mendengarnya maka akan curiga tapi jika yang mendengarnya adalah Lan Xiang dan Bei Zhao maka mereka akan mengerti apa yang dimaksud dari kata kata Lin Beishang.
Lin Beishang tidak suka orang orang melihatnya ketika dia sedang menyiksa musuh, jadi karena itulah Lin Beishang menyuruh mereka untuk mengetuk pintu.
Karena, apapun yang akan dilakukan oleh Lin Beishang di ruang bawah tanah sudah bisa dipastikan bukan hal yang baik.
Sejak awal, diantara mereka semua, kemampuan untuk mengorek informasi adalah keahlian Bei Zhao, tapi lama kelamaan itu menjadi milik Lin Beishang.
Kemampuan Lin Beishang sangat cepat dan singkat, tapi penuh dengan darah. Tidak ada yang tahan dibawah siksaan nya yang gila.
"Baiklah, aku akan mengetuk pintu sampai kamu mengatakan ya, barulah aku berjalan masuk. Bagaimana ?" Tanya Bei Zhao.
"Ada bagusnya seperti itu. " Ucap Lin Beishang dengan seringaian di wajahnya.
Lalu mereka kembali berbincang ringan sebelum akhirnya sambungan telepon dimatikan, baru saja akan berbicara dengan Lan Xiang.
Kali ini, telepon Lan Xiang yang berbunyi dan berdering dengan sangat kencang yang membuat mereka berdua terkejut.
"Ibuku." Ucap Lan Xiang.
"Ah - Xiang !!! Apakah kamu baik baik saja ? Ibu baru saja membaca berita tersebut di televisi. " Seru Ibu Lan Xiang dengan kekhawatiran yang membanjiri suaranya.
"Ibu bisa tenang, aku baik baik saja, dengarlah suara ku yang ceria ini. Ketika ada penyerangan itu aku sangat takut, untunglah aku datang dengan Lin Beishang dan Beishang memelukku sembari menenangkan ku. " Ucap Lan Xiang dengan cerita yang dibuat buat.
__ADS_1
"Tidak hanya itu, walaupun Beishang gemetar tapi dia masih membawa ku keluar dan begitu keluar kami langsung berlari ke mobil lalu meninggalkan tempat itu, ini benar benar hal yang mengerikan. Tapi, saat ini aku dan Beishang ingin menenangkan diri dengan cara menginap di Villa Beishang yang ada di pinggiran kota, pemandangan disana sangat indah dan udara sangat segar. " Lanjut Lan Xiang.
"Untunglah kamu pergi berdua dengan Beishang sangat mengerikan untuk kalian, dua gadis. Selamat liburan dan nikmati liburan kalian, terima kasih karena telah menjaga Ah - Xiang. Beishang, datanglah kerumah nanti. " Ucap Ibu Lan Xiang dengan ramah.
"Santai saja, Bibi. Aku dan Lan Xiang telah berteman sejak kecil dan memandang satu sama lain sebagai saudari, jadi sudah kewajiban ku sebagai saudari yang lebih tua untuk menjaga Lan Xiang. Aku tentu saja akan datang ke rumah Bibi asalkan Bibi tidak keberatan dengan porsi makan ku yang sangat besar. " Canda Beishang.
"Kamu, gadis kecil ! Sejak kapan Bibi pernah meributkan nafsu makanmu ? Ada baiknya kamu dan Lin Yue makan dengan sehat tanpa harus ada paksaan, tidak seperti Ah - Xiang yang makan sangat sedikit setiap harinya, seolah olah dia seekor tikus. " Keluh Ibu Lan Xiang.
"Ibuuuu ! Aku tidak makan seperti tikus, hanya saja nafsu makan Beishang benar benar sangat besar. " Ucap Lan Xiang tidak terima dikatakan makan sangat sedikit.
"Baiklah, baiklah, kalian berdua jaga diri baik baik. Jika ada sesuatu maka kalian harus menelpon kami atau menelpon aparat keamanan. Saat ini masih kurang aman untuk jalan kemana mana. " Ucap Ibu Lan Xiang.
"Bibi tenang saja, aku telah menyiapkan semuanya dan akan sangat waspada. Karena villa ku tidak jauh dari Kota, jadi aku berpikir untuk membawa Lan Xiang kesana untuk melupakan ketakutan tadi. " Ucap Lin Beishang.
"Kalau begitu aku akan tenang, terima kasih Beishang. Selamat tinggal, selama menikmati liburan kalian !" Ucap Ibu Lan Xiang.
"Kata kata mu tentang aku yang gemetar dan membawa mu keluar dari lautan musuh, agak menggelikan. Sejak kapan, aku, Lin Beishang, mengalami ketakutan yang tidak masuk akal ?" Tanya Lin Beishang dengan bangga.
Lan Xiang mendengus dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil lalu memejamkan matanya.
"Jika tidak maka akan terdengar tidak masuk akal, dua gadis kecil tanpa pengalaman seperti kita berdiri layaknya seorang pahlawan di tengah kengerian semacam itu, aku pikir orang manapun tidak akan percaya. " Keluh Lan Xiang.
"Baiklah, baiklah, kamu benar. Untunglah kamu pintar kali ini, jika tidak maka aku akan kebingungan untuk menjawab. Saat ini, kita berada di titik yang cukup berbahaya, jika kita menunjukkan sedikit saja celah maka orang orang akan menemukan keanehan. "Ucap Lin Beishang dengan serius.
"Ya, aku mengerti dengan apa yang kamu maksud, Aku akan berhati hati seperti apa yang kamu katakan , hanya saja itu tidak mudah. Huft, ini seru tapi juga melelahkan. " Kata Lan Xiang dengan mata yang terpejam.
__ADS_1
"Jika sampai ke titik ini, maka kamu harus bisa melepaskan semuanya dan berdiri lalu menghadapi semua yang ada, dengan begitu maka dirimu akan baik baik saja. " Ucap Lin Beishang.
"Mudah untuk dikatakan, sulit untuk dilakukan. " Cibir Lan Xiang.
Mereka melintasi berbagai perjalanan tepi bukit dan melintas dengan kecepatan yang lumayan, sampai akhirnya ketika pada pukul 9 malam, mereka sampai di Villa milik Lin Beishang.
Villa itu sangat indah dan elegan, sesuai dengan ciri khas Lin Beishang yang selalu menjadi orang yang sangat elegan.
Pintu dibukakan oleh security milik Lin Beishang dan di dalam villa tersebut ada beberapa pelayan yang membersihkan. Ketika Lin Beishang turun, mereka berdua disambut oleh penjaga villa yang ditempatkan oleh Lin Beishang.
"Selamat datang, Nona. " Ucap semua nya sambil menunduk.
Lin Beishang memberi tanda pada mereka untuk mengangkat kepala mereka lalu Lin Beishang berjalan ke dalam, Lin Wei dan kembarannya sampai.
Kedua orang tua Hua Jin diikat di ruang bawah tanah dan menyisakan Lin Beishang dengan kedua orang itu.
Lin Beishang melihat bahwa disana ada cambuk yang terbuat dari tali jembatan, walaupun tidak akan sesakit ketika menggunakan Yue Shan.
Tapi, paling tidak akan membuat manusia manusia biasa ini menjerit kesakitan, kekuatan dari cambuk ini mungkin akan hanya sepersepuluh dari Yue Shan.
Sangat ingin untuk menempa Yue Shan kembali tapi sulit untuk dilakukan, Lin Beishang ingin mendapatkan Yanji lagi tapi tidak bisa melakukannya.
"Kalian semua bisa mendapat kematian yang baik, asalkan menurutiku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum lembut.
"Puihhh ! Kamu hanya seorang putri kaya tanpa otak, apa yang bisa kamu lakukan ?!" Teriak Shu Lian, ayah Hua Jin.
__ADS_1
Shu Lian meludah dan ingin meludahi wajah Lin Beishang, tapi Lin Beishang telah mundur terlebih dahulu.
"Tentu saja, banyak hal yang bisa aku lakukan. Jika kamu tidak menjadi anak penurut, maka kamu akan menyesal. " Ucap Lin Beishang, kali ini senyumannya membawa kengerian.