Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
44. Kembali Ke Ibukota


__ADS_3

Saat ini, dia sedang duduk di ruangan Bei Zhao dan mengamati pria itu yang sedang menghitung pasokan makanan yang datang untuk meminimalisir datangnya 'tikus'


Jenderal lain tidak berani mengatakan apa pun terhadap keputusan yang di buat oleh Bei Wang ini.


"Beishang, kau terlihat ingin berkata kata sejak tadi. " Ucap Bei Zhao tanpa mengalihkan pandangan.


"Wangye, pembunuh bayaran itu mengetahui kelemahan anda. Bukankah itu berarti yang mengirimnya tahu tentang penyakit anda ?" Tanya nya pada Bei Zhao.


"Itu hanya kebetulan. " Ucap Bei Zhao dengan acuh tak acuh.


"Jika itu hanya kebetulan , kenapa orang itu begitu berani ? Dia pasti tahu bahwa ini adalah misi bunuh diri ? Bei Wang yang dibesarkan di medan perang sejak usia yang belum menginjak 8 tahun, mana mungkin tidak bisa menghindari lesatan anak panah sederhana semacam itu ?" Tanya nya dengan lembut.


"Lagipula, disini memiliki banyak penjaga. Sulit untuk membebaskan diri apalagi jika di kejar secara pribadi oleh Bei Wang. " Lanjutnya lagi.


Tatapan nya berkilat dengan tajam, dia tahu dengan jelas siapa yang meracuni Bei Zhao dan pria itu pasti tahu dengan jelas juga siapa yang meracuninya.


"Tidak peduli berapa kalipun kamu menolak itu adalah kenyataannya, pada permukaan dia bertindak baik tapi nyatanya dia menyembunyikan pisau di balik jubahnya. " Ucapnya lagi.


Bei Zhao tidak tampak terpukul dengan kata kata nya seolah olah sudah memperkirakan semuanya, entah sudah memperkirakan atau pengendalian diri pria ini sangat baik.


"Bukan urusanmu. " Ucap Bei Zhao dengan datar.


Dia yang mendengar ini mengutuk dalam hati, pria ini yang menyuruhnya bicara tapi sekarang berkata seperti ini ? Dia menahan keinginan nya untuk membunuh Bei Zhao di sini.


"Tentu saja, ini bukan urusanku. Lain kali, jangan menyuruhku untuk bicara lagi. " Ucapnya dengan senyum yang di paksakan dan penuh sindiran.


"Kenapa ? Kau tidak suka di suruh oleh Yang Mulia ini ?" Tanya Bei Zhao sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Hmph ! Terserah mu, kau bisa memikirkan apa saja yang kau inginkan. " Ucapnya tanpa repot repot memberi senyum palsu lagi.


Di depan banyak orang, pengendalian diri nya sangat baik tapi di depan Bei Zhao ini, dia merasa dirinya akan mati di usia muda karena darah tinggi.


Apa yang di lihat nya dulu sampai sampai dia bisa suka dengan bajingan semacam ini ?! Dia mengutuk dalam hatinya dan memberikan Bei Zhao tatapan penuh permusuhan.


Yang di tatap pun tidak merasa sehingga melanjutkan pekerjaan nya dengan damai, dia mendengus dan menyenderkan kepala nya di dinding.

__ADS_1


Dia kesal dan marah tapi hanya menutup matanya seolah tidak ada yang terjadi, hitung hitung untuk melatih kesabaran.


3 Bulan kemudian


Masalah manusia gunung telah di atasi dengan cepat. Berkat pasokan makanan yang tidak terhenti oleh Kaisar.


Semua orang tahu bahwa ini berkat rencana cerdas Bei Wang, tapi orang orang Bei Wang tahu bahwa ini adalah rencana Bei Wangfei mereka.


Saat ini, Zhou Beishang sedang duduk di atas kereta kuda dan memejamkan matanya. Dia tidak peduli dengan pujian remeh semacam itu.


Sebenarnya dia sudah mengira ini akan terjadi dan karena itulah dia meminta Bei Zhao yang melakukan nya.


Jika yang dikenal dia, maka Ibu Suri akan semakin waspada dengannya. Untuk apa mengejutkan musuh dengan masalah kecil semacam ini ?


"Apa kau tidak marah dengan kata kata orang ?" Tanya Bei Zhao yang duduk di seberangnya.


"Marah untuk apa ? Untuk pujian kecil itu, aku tidak menginginkan nya. " Ucapnya dengan datar.


Dia sudah tidak perlu minum racun lagi setiap harinya dan bisa menjalani hari harinya yang tenang untuk belakangan ini.


"Sepertinya bukan tidak senang melainkan memilih sabar untuk menangkap ikan yang lebih besar. " Sindir Bei Zhao.


Kedua orang di dalam kereta kuda itu terdiam tanpa ada yang membuka suara terlebih dahulu untuk memulai pembicaraan.


Sampai akhirnya mereka sampai di istana dan mereka turun sambil bergandengan layaknya pasangan mesra.


"Wangye, jangan terlalu kaku. Tindakan dan wajah mu tidak sejalan. " Bisik nya pada Bei Zhao yang berada di sebelah nya.


Tangan Bei Zhao menggandeng tangan milik nya tapi wajahnya tampak kaku dan dingin, serta enggan.


Bukankah semua orang bisa dengan mudah menemukan bahwa ini hanya kepalsuan semata ? Dia mengumpat dalam hati karena pria di sampingnya ini sangat kaku.


"Jika ingin berbohong maka jangan setengah setengah, lakukan dengan baik. " Ucap nya lagi pada Bei Zhao.


Wajah pria itu tampak tidak senang tapi dia tidak peduli, dia yakin pria kaku itu pasti tahu niat baik nya.

__ADS_1


Wajah Bei Zhao masih dingin tapi kehilangan rasa kaku dan enggan seperti sebelumnya, sekarang menjadi lebih nyata.


"Bei Wang dan Bei Wangfei sudah datang !" Ucap Kasim Luo dengan penuh semangat.


"Bei Wang dan Bei Wangfei benar benar pasangan serasi. " Jilat Kasim Luo saat berada di depan pintu.


Dia hanya tersenyum kecil, tampak malu malu untuk menanggapi ini semua. Dia yakin, setelah pulang maka otot pipi nya akan merasa pegal karena senyum palsu ini.


"Salam kepada Yang Mulia, semoga selalu panjang umur dan bertahan sampai ribuan tahun. " Ucap Bei Zhao yang di ikuti olehnya.


"Berdiri lah saudaraku, kau telah memimpin kemenangan lagi seperti sebelumnya. " Ucap Kaisar dengan senyum yang sedikit di paksakan.


Dia bisa menangkap ketidak relaan di dalam kata kata Kaisar dan itu di sembunyikan dengan baik.


"Terima kasih atas pujian Kakak Kekaisaran. " Ucap Bei Zhao bahkan tanpa senyum sedikitpun.


Bei Zhao berdiri dan berjalan ke tempat duduk , dia duduk di sebelah kiri Bei Zhao dan menuangkan arak untuk pria itu.


Dia menghirup sesuatu dan langsung mengerutkan dahi.


"Adik Kekaisaran, karena kita sudah lama tidak bertemu, alangkah baiknya jika kita saling bersulang. " Ucap Kaisar dengan senyum yang sedikit aneh.


"Jangan meminumnya. " Bisiknya dengan dahi yang berkerut.


"Ada apa ?" Tanya Bei Zhao dengan bingung.


"Ini tidak beres, aku mencium sesuatu yang salah di dalam arak ini. Biarkan aku yang minum lebih dulu, aku harus meminumnya untuk mengetahui apakah itu ada racun atau tidak. " Ucapnya dengan ringan.


" Yang Mulia, Wangye sedang tidak enak badan belakangan ini, cuaca di perbatasan sangat buruk dan menyebabkan Wangye terkena flu. " Ucapnya dengan sedih.


Dia berdiri dan meminta keadilan pada Kaisar.


"Yang Mulia, bagaimana jika aku yang mewakili Wangye untuk bersulang dengan anda ? Aku harap Yang Mulia memberi pengampunan pada Yang Rendah ini. " Ucap nya dengan sopan.


Dia berlutut di depan Kaisar untuk meminta izin Kaisar, dia tidak tahu untuk apa dia melakukan ini.

__ADS_1


Mungkin karena penasaran.


Bonus like 20 k : 1 / 3


__ADS_2