
Zhou Beishang melepaskan pelukan dan duduk di salah satu kursi, A Xiang pun mengikuti langkah Nona nya.
"Rumor tidak berdasar apa ?" Tanya nya dengan acuh tak acuh dan menyesap tehnya.
Meskipun penampilan luarnya menunjukkan bahwa dia tidak terlalu peduli, tapi dia sebenarnya cukup tegang.
Agak jarang untuk menemukan rumor tidak berdasar, paling tidak setengah dari rumor itu adalah kebenaran.
"Ini berkaitan dengan masa lalu Bei Wang, aku sendiri kurang mengerti. " Ucap A Xiang dengan ragu.
Dia sedikit mengerutkan dahi tapi tidak memotong ucapan A Xiang.
"Dikatakan bahwa ketika Bei Wang masih muda, dia telah bertemu dengan Putri Mahkota Dinasti Tang. Tapi, pada saat itu dia hanyalah putra kecil seorang paman Kekaisaran dan tidak pernah memiliki kemampuan untuk berinteraksi langsung dengan Putri Mahkota. " Ucap A Xiang.
"Dikatakan bahwa dia dulu sangat mengagumi Putri Mahkota Dinasti Tang dan berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Putri Mahkota. Tapi, wanita itu sangat sombong dan mengacuhkan keberadaan Bei Wang dulu. "
"Dikatakan bahwa sejak saat itu Bei Wang sangat berambisi untuk mengejar Putri Mahkota Dinasti Tang yang Agung, sampai sampai bisa memasuki militer di umurnya yang masih muda agar bisa segera mendapatkan posisi yang layak. "
Dia yang mendengar ini tidak merasakan apa pun atau bahkan dia telah menjadi mati rasa, dia memaksa dirinya bahwa dia tidak peduli.
"Bei Wang sendiri dikatakan sangat tergila gila dengan wanita itu bahkan sampai sekarang, bahkan aku menemukan jejak bahwa dia bertemu dengan Putri Mahkota Dinasti Tang sebulan 2 kali." Ucap A Xiang.
Dia yang mendengar ini tersenyum tipis dan mengingat sesuatu yang membuat jantungnya bergetar, hatinya jatuh kedalam jurang yang dalam.
"A Xiang, apa pakaian yang selalu digunakan oleh Putri Mahkota Dinasti Tang ?" Tanya nya.
"Putri Mahkota Dinasti Tang selalu menggunakan pakaian merah yang menunjukkan tanda berani dan mengikat rambutnya dengan ekor kuda. Kenapa nona menanyakan nya ?" Tanya A Xiang dengan bingung.
Hatinya jatuh semakin dalam, dia ingat bagaimana kata kata Bei Wang sebelumnya saat mengirimkan pakaian padanya.
Bei Wang ingin dia selalu menggunakan pakaian merah ketika keluar dan menyuruh nya untuk mengikat rambutnya seperti ekor kuda.
Tangannya terkepal, ini bukan masalah Bei Zhao suka pada orang lain. Tapi, sikap ini telah melukai harga dirinya !
Tidak peduli seberapa agung Putri Mahkota Dinasti Tang, apakah dia tidak memiliki harga diri dan perasaan sama sekali dan dia dibuat untuk menjadi duplikat ?!
Dia marah dan tidak bisa tidak memukul meja dengan sangat kuat, A Xiang tampak terkejut dengan pukulannya di meja.
__ADS_1
"Nona, apa yang terjadi pada anda ?" Tanya A Xiang.
"Aku ingin kau membakar seluruh pakaian merahku. " Ucapnya dengan dingin.
Dia menatap tajam dan berjalan pergi, harga dirinya sebagai Zhou Beishang telah terluka. Bagaimana mungkin dia melepaskan ini dengan mudah ?
Dia berjalan menuju tempat Bei Zhao dan Wen Yao sedang menjaga ruangan Bei Zhao.
"Bei Wangfei, Bei Wang sedang sibuk. " Ucap Wen Yao.
"Aku akan melihatnya. " Ucapnya dengan dingin, tatapan nya seolah olah bisa menembus tubuh Wen Yao.
"Tapi, Bei Wang melarang siapapun untuk masuk. " Ucap Wen Yao tampak khawatir.
"Tanggal berapa ini ?" Tanya nya pada Wen Yao.
"Hari ke 13 dari bulan ketujuh. " Ucap Wen Yao.
" Minggir, biarkan aku masuk. " Ucapnya dengan penekanan.
Wen Yao tampak ragu tapi dia sudah berjalan masuk terlebih dahulu bahkan tanpa mengetuk. Gaun putihnya menyapu lantai dan dia menutup pintu.
Mata serigala yang tegas dan alis pedang yang tajam, bahkan akan menakuti musuhnya sampai mati dengan tatapan tajam nya.
Rahangnya tegas, bibirnya tebal dan penuh, hidungnya tinggi dan mancung. Itu adalah suatu bentuk kesempurnaan.
Tapi, dia tidak memiliki waktu untuk mengurusi itu melainkan langsung berjalan mendekat menuju Bei Zhao yang sedang memejamkan mata sambil menopang kepalanya di meja.
"Bukankah sudah aku bilang tidak boleh biarkan siapapun masuk ?" Geram Bei Zhao.
Sepertinya pria itu tidak sadar kalau dialah yang masuk bukan Wen Yao atau orang lain.
"Apakah aku tidak boleh masuk ?" Tanya nya dengan dingin.
"Zhou Beishang ? Apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Bei Zhao dengan dingin.
Dia hanya mendengus dingin sementara dia mengambil belati dan menggores jari kanan nya, sementara tangan kiri nya menopang kepala Bei Zhao.
__ADS_1
Darahnya dengan cepat mengalir ke dalam mulut Bei Zhao, bahkan sebelum pria itu sempat untuk menolak.
"Jika Yang Mulia Putri ini tidak datang ke sini maka kau akan menanggung hal ini semalaman. " Ucapnya dengan dingin dan tak acuh.
Kata katanya angkuh dan tidak memiliki keraguan.
"Sakitnya akan hilang dalam 1 jam, kau tidak perlu khawatir. " Ucapnya dengan ringan.
"Apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Bei Zhao setelah kembali ke posisi semula.
"Mari tunggu kau menyelesaikan ini terlebih dahulu sebelum aku membahas masalahku. " Ucapnya dengan kaku.
Dia diam diam membalut lukanya agar darahnya tidak menetes lagi, lalu mengambilkan bantal yang ada di kasur Bei Zhao.
Dia merapihkan kasur yang berantakan dan tampak ada beberapa buku itu, dia melempar nya dengan asal ke lantai.
Lalu, berbicara dengan tidak ikhlas.
"Kau datanglah kemari dan beristirahat, itu akan membantu mu. " Ucap nya dengan malas.
Melihat Bei Zhao yang kesulitan bahkan untuk berdiri membuatnya menghela nafas kesal, tapi dia masih berjalan juga mendekati pria itu.
"Kau bahkan tidak bisa berdiri sendiri. " Ucapnya dengan ejekan.
Dia memapah tubuh Bei Zhao dan dengan hati hati menuntun tubuh pria itu, karena posisi mereka yang dekat.
Dia bahkan bisa mencium bau dari tubuh Bei Zhao yang memancarkan daun mint yang bercampur dengan keringat.
Dia yang mencium ini berusaha untuk tetap diam dan tidak peduli, padahal hatinya telah mendingin.
Karena sedikit tenggelam dalam lamunan nya, dia tanpa sadar sudah sampai di tepi kasur. Baru saja akan membantu pria itu untuk berbaring dengan pelan.
Bei Zhao tidak sengaja menginjak buku yang di lemparkan oleh Zhou Beishang ke lantai dan karena refleks, membuat pria itu menarik Zhou Beishang.
Zhou Beishang yang tidak tahu langsung terkejut ketika tubuh kecilnya di tarik oleh Bei Zhao.
Brukk
__ADS_1
Dia jatuh ke dalam pelukan Bei Zhao, wajah mereka hanya menyisakan beberapa centi. Jika maju sedikit lagi maka bibir mereka akan bertemu.
Dia membulatkan matanya karena terkejut tapi tidak bisa segera bergerak karena terlalu terkekut dengan apa yang di alami nya, dia menatap mata Bei Zhao yang saat ini telah terbuka lebar juga.