
Bei Zhao kembali ke kediamannya yang megah dan mewah, disana terparkir mobil ibu dan ayahnya. Dalam kehidupan ini, kedua orang tuanya masih lengkap.
Bahkan, orang tua Lin Beishang juga masih lengkap, Bei Zhao hanya merasa lebih bahagia. Kedua orang tuanya adalah Dokter sementara dia juga menjadi Dokter.
Tidak tahu apa yang menariknya untuk menjadi Dokter Spesialis Hematologi - Onkologi medik yang kebetulan berkaitan dengan penyakit yang diderita oleh Lin Beishang.
Ayahnya adalah seorang Dokter Bedah sementara Ibunya adalah Dokter Gigi, anehnya mereka berdua tidak seperti pasangan Dokter lain yang dikatakan
sangat sibuk.
Kedua orang tuanya sangat santai dirumah, bahkan selalu kembali lebih cepat darinya dan benar saja, ketika Bei Zhao sampai ke ruang tengah, ayahnya sedang duduk dan menonton televisi sementara Ibunya sedang memijat Ayahnya.
Kadang kadang, Bei Zhao kembali terbayang pada tahun itu, dimana ibunya pergi menyusul ayahnya yang telah meninggal lebih dahulu.
Bayangan dari masa lalu tumpang tindih dengan kondisi saat ini membuat hati Bei Zhao terbebani.
"Ayah, Ibu. " Panggil Bei Zhao dengan sopan lalu berjalan ke belakang dan mencuci tangan.
" Ah - Zhao, berapa umurmu tahun ini ? 27 ? " Tanya Ibunya, Sha Xi.
"Itu benar. " Ucap Bei Zhao dengan singkat.
Tidak lama Bei Zhao duduk di samping Ibunya yang masih cantik walaupun telah menginjak usia hampir 50 tahun.
"Malam ini, Ibu akan bertemu dengan sahabat Ibu sejak kecil. Dia memiliki putri yang cantik, bagaimana jika ibu memintanya menjodohkan putrinya denganmu. " Ucap Sha Xi dengan santai.
Bei Zhao yang mendengar ini menggelengkan kepalanya dengan tatapan datar, sayangnya Bei Zhao melupakan bahwa di masa lalu, Sha Xi dan Xia Ling adalah sahabat baik.
"Putrinya berumur 19 tahun, hanya lebih muda darimu 8 tahun. Dia juga cantik dan berbakat. " Ucap Sha Xi.
"Tidak." Jawab Bei Zhao dengan tegas.
"Apakah kamu telah memiliki seseorang yang kamu sukai di dalam hati ?" Tanya Sha Xi menggoda putranya.
"Ya, aku sudah memiliki seseorang. " Ucap Bei Zhao tanpa ragu.
"Oh ? Ibu tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang gadis, ibu tidak masalah apakah gadis itu kaya atau biasa saja. Yang penting dia baik dan berbudi luhur. "Ucap Sha Xi.
"Hm, Ibu tenang saja. Jika sudah waktunya maka aku akan membawanya bertemu dengan Ibu. " Ucap Bei Zhao dengan senyum misterius.
"Baiklah, baiklah, karena kamu sudah begitu yakin, ibu tidak akan ragu dengan pilihan dari orang pemilih sepertimu. Tapi, malam ini ikutlah dengan Ibu bertemu dalam reuni ini. " Ucap Sha Xi.
Dengan terpaksa, Bei Zhao mengikuti dan disisi lain, Lin Beishang yang baru kembali ke kediamannya, melemparkan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk.
"Siapa orang tadi itu ? Kenapa aku merasa bahwa aku pernah melihatnya ?" Tanya Lin Beishang sambil mengingat ngingat Dokter yang didatangi nya tadi.
Tanpa sadar, Lin Beishang jatuh tertidur dan memimpikan sesuatu yang aneh. Lin Beishang memandang dirinya sendiri dalam pakaian tradisional dan tampak penuh dengan luka dan darah, memeluk seseorang yang sama parahnya.
Kedua orang itu menangis dan ketika kepala pria yang di peluk oleh dirinya dalam mimpi itu terangkat, Lin Beishang tampak terhenyak.
Itu adalah Dokter tadi !
Lin Beishang langsung terbangun dari mimpinya dan menatap ke sekitar dengan nafas yang terengah engah, bahkan air matanya ikut mengalir.
"Sepertinya, aku terlalu kelelahan dan memimpikan hal aneh semacam itu. Aneh sekali bahwa Dokter tampan itu bisa masuk ke dalam mimpiku. " Ucap Lin Beishang sambil menghela nafas.
Lin Beishang merasa bahwa hatinya sakit dan memahami bahwa itu adalah medan perang, tapi apa hubungannya dengan Dokter itu ?
Tok Tok
Pintu diketuk sebelum akhirnya masuklah ibunya yang sangat cantik dan manis, wajah Ibunya sama persis dengannya.
"Ibu, kenapa ?" Tanya Lin Beishang.
"Ibu mendengar bahwa kamu sakit tadi dan Ibu baru kembali dari pertemuan bersama dengan klien, apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Xia Ling dengan khawatir dan membolak balikkan tubuhnya.
"Tidak apa apa, hanya konsultasi berkala untuk memastikan kesehatan ku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.
"Dokter Jun sedang pergi ke Luar Negeri dan akan kembali dalam waktu 3 tahun, kamu harus mencari seorang Dokter pribadi lain. " Ucap Xia Ling.
__ADS_1
"Ibu tenang saja, jika Beishang sudah merasakan Dokter baru yang cocok maka Beishang akan menyuruh ayah dan ibu untuk membawa Dokter itu menjadi Dokter pribadi Beishang. " Ucap Lin Beishang.
"Kalau begitu, ikutlah dengan Ibu nanti malam. Ibu akan bertemu dengan sahabat lama Ibu, dia adalah Dokter sekeluarga. Dia mungkin bisa memberikan rekomendasi. " Ucap Xia Ling sambil mengelus rambut Lin Beishang dengan penuh kasih sayang.
"Baiklah." Ucap Lin Beishang dengan bahagia.
"Bagus, pergilah bersama Ibu nanti jam 6 malam kita akan pergi. Ibu akan meminta pelayan untuk menyiapkan gaun untukmu. " Ucap Xia Ling dengan senyum tulus.
"Ya, Ibu. " Ucap Lin Beishang dengan patuh.
Lin Beishang menyenderkan kepalanya dan melihat bahwa ini sudah jam setengah lima dan sebentar lagi adalah waktu untuk pergi.
Setelah memastikan bahwa pintu telah tertutup rapat, Lin Beishang langsung menghela nafas berat.
Perasaan sedih tadi, masih belum hilang, seolah olah itu adalah salah satu bagian dari kenangannya.
"Perasaan ini...... aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.... " Ucap Lin Beishang dengan lirih.
Bayangan Dokter Bei itu dengan yang ada di mimpinya menjadi tumpang tindih, hati Lin Beishang menjadi berdebar debar.
Sulit untuk tidak mengakui bahwa Dokter Bei adalah seseorang yang sangat tampan, tapi Lin Beishang menyadarkan dirinya sendiri.
Bahwa, Dokter Bei itu bukanlah seseorang yang bisa dia dekati, aura pria itu terlalu dingin dan tampak seperti puncak es yang tidak dapat di sentuh.
Lin Beishang menghela nafas kasar, di umurnya yang sudah mencapai 17 tahun ini, Lin Beishang tidak pernah memiliki hubungan dengan siapapun.
Setelah melamun lebih dari 10 menit, Lin Beishang mengacak rambutnya sendiri dengan frustrasi lalu berjalan ke kamar mandinya dan mulai mandi.
Tepat sekali, setelah Lin Beishang selesai mandi dan dua orang pelayan telah datang untuk membantunya berpakaian dan merias dirinya.
Lin Beishang diberikan gaun berwarna biru muda, panjangnya berada di atas lutut sedikit dengan sepatu hak yang berwarna biru jernih.
Tampak seperti sepatu kaca milik Cinderella, wajah Lin Beishang didandani dengan tipis dan rambutnya di perbaiki.
Setelah selesai, dengan riasan setipis ini pun, Lin Beishang tampak seperti putri dari suatu Kerajaan.
Lin Beishang akhirnya pergi dengan Xia Ling dan sampai di hotel tempat pertemuan mereka, sesampainya di ruangan yang telah dipesan.
"Sha Xi, sudah 13 tahun kita tidak bertemu, sangat senang untuk bertemu denganmu lagi. " Ucap Xia Ling dan memeluk Sha Xi dengan erat.
"Xia Ling, kamu tidak berubah sama sekali, masih sama antusiasnya dengan tahun itu. " Ucap Sha Xi dan berbalik memeluk Xia Ling.
"Apakah ini putrimu yang kedua ? Lin Beishang ?" Tanya Sha Xi menunjuk dirinya dengan tatapan kagum.
"Nyonya." Panggil Lin Beishang dengan sopan dan menunduk dalam.
"Panggil aku Bibi Sha, sama seperti kakak mu. Kamu sangat mirip dengan Xia Ling ketika masih muda, sangat cantik. " Ucap Sha Xi dengan senyum puas.
"Terimakasih, Bibi Sha. " Ucap Lin Beishang.
"Apakah kamu sendirian ?" Tanya Xia Ling dengan bingung.
"Tidak, aku datang dengan Putraku. Ah, itu dia !" Ucap Sha Xi sambil menunjuk ke pintu masuk.
Seorang pria dengan balutan jas, wajahnya tampak dingin dan muram, Lin Beishang yang melihat ini langsung terkejut.
"Dokter Bei !" Panggil Lin Beishang reflek.
Lin Beishang merutuki dirinya sendiri yang membuatnya terkesan sangat dekat dengan Dokter ini.
"Nona Lin. " Ucap Bei Zhao tampak agak terkejut dan memahami apa yang telah terjadi, sedikit senyum tipis terbentuk di wajah tampan Bei Zhao.
Lin Beishang yang melihat ini merasa seperti mimpi karena ketika melihat lagi, senyum tipis itu telah hilang.
"Nyonya Lin. " Ucap Bei Zhao dengan sopan kepada ibunya.
"Bei Zhao, kamu menjadi semakin tampak sejak terakhir kali kita bertemu. Kalian berdua tampaknya saling kenal. " Ucap Xia Ling dengan senyum elegan.
"Ini adalah Dokter Bei , Dokter yang aku temui di rumah sakit hari ini. " Ucap Lin Beishang menjelaskan.
__ADS_1
"Ah, apakah sekarang kamu baik baik saja ?" Tanya Sha Xi dengan khawatir.
"Aku baik baik saja, hanya saja memang hanya melakukan konsultasi berkala pada Dokter. Aku mengidap Tekanan Darah Rendah dan Dokter ku yang sebelumnya mengatakan bahwa aku harus memeriksakan nya pada Dokter secara berkala untuk memastikan kesehatanku. " Ucap Lin Beishang dengan sopan dan lancar.
Lin Beishang adalah anak yang mudah bergaul, jadi berbicara dengan orang baru tidak pernah menjadi kesulitan bagi Lin Beishang.
"Ternyata seperti itu, syukurlah jika kamu baik baik saja. " Ucap Sha Xi.
"Kebetulan sekali bahwa Dokter Pribadi Lin Beishang sebelumnya sedang melanjutkan studinya, tidak tahu apakah Bei Zhao bersedia untuk menjadi Dokter Pribadi Beishang. " Ucap Xia Ling.
"Ini tidak buruk juga, bagaimana ?" Tanya Sha Xi menanyakan Putranya.
"Ehm, aku tidak masalah. " Ucap Bei Zhao dengan sopan.
Lin Beishang yang melihat ini salah paham dan berpikir bahwa Bei Zhao tampaknya terpaksa untuk menerima tawaran ini karena tidak enak pada Ibunya.
Jadi, setelah acara makan makan, mereka berdua disuruh untuk berjalan jalan bersama dan kedua Ibu mereka akan mengenang masa lalu.
"Dokter Bei, jika kamu keberatan maka aku akan membicarakan nya pada Ibu dan Bibi Sha. " Ucap Lin Beishang mengejar punggung Bei Zhao dengan tatapan yang polos dan jernih.
Bei Zhao berbalik setelah mendengar kan kata kata ini dan berjalan mendekat ke arah Lin Beishang, Lin Beishang merasa terintimidasi dan mulai berjalan mundur.
"Siapa bilang aku keberatan ?" Tanya Bei Zhao dengan datar.
Lin Beishang yang ditodongkan pertanyaan ini merasa bingung dan salah tingkah.
"Wajahmu, wajahmu tampak tidak setuju dengan kerja sama ini. Apakah kamu merasa bahwa aku terlalu berisik atau merepotkan ?" Tanya Lin Beishang dengan terus terang.
Beberapa orang telah berbicara bahwa dia sangat berisik dan tidak bisa diam atau tidak bisa berhenti mengoceh.
Lin Beishang duduk di atas ayunan yang ada di taman hotel dengan wajah cemberut tampak kesal ketika memikirkan ini.
"Kenapa kamu bisa berpikir begitu ?" Tanya Bei Zhao.
"Kamu sejak tadi bertanya kembali terus dan tidak menjawab ku, baiklah aku akan menjawabnya ! Orang orang mengatakan bahwa mereka senang dengan keceriaan ku tapi mereka akan mengejek ku secara diam diam dan mengatakan bahwa aku berisik , hanya kakak, ibu dan ayah yang benar benar tulus padaku. " Ucap Lin Beishang sambil menunduk.
Bei Zhao yang melihat ini merasa bahwa Lin Beishang yang ini sangat menggemaskan, masih sangat murni dan tidak ternoda oleh kebencian.
Tatapan terluka dan penuh kebencian milik Lin Beishang di kehidupan lalu tumpang tindih dengan bayangan Lin Beishang di kehidupan ini.
"Tidak, aku hanya merasa bahwa aku perlu waktu untuk beradaptasi." Ucap Bei Zhao dengan singkat.
"Jadi kamu tidak kesah karena keberisikan ku ? Baguslah ! Dengan begini maka kita akan bekerja sama dengan baik ! Jika kamu tidak suka padaku maka lebih baik katakan sejak awal atau kita akan menjalani kerja sama yang canggung di masa depan. " Ucap Lin Beishang dengan jujur.
Bei Zhao yang melihat kejujuran Lin Beishang tampak seperti menghadapi anak anak berumur 5 tahun.
Setelah itu, situasi menjadi canggung dan Bei Zhao duduk di samping Lin Beishang dan bermain ayunan bersama sama.
"Dokter Bei, berapa umurmu saat ini ?" Tanya Lin Beishang.
"27 tahun. " Jawab Bei Zhao.
"Benarkah ?! Kamu sangat muda dan hanya berbeda 10 tahun dariku, tapi kamu sudah bisa menghasilkan uang sendiri bahkan sangat sukses. Aku sebenarnya juga ingin menjadi Dokter , tapi aku tidak yakin dengan kemampuanku sendiri. " Ucap Lin Beishang sambil menggelengkan kepalanya dengan ringan.
"Jika kamu ingin, maka kamu harus mencobanya terlebih dahulu. Aku yakin, kamu akan menjadi seorang Dokter yang hebat. " Ucap Bei Zhao dan mengingat masa lalu lagi, dimana Lin Beishang adalah Tabib nomor satu.
"Dokter Bei, kamu tampaknya telah menjadi lebih santai. Kamu berbicara dengan begitu banyak dan otot wajahmu menjadi lebih santai. Bagaimana kamu bisa yakin bahwa aku bisa menjadi seorang Dokter yang hebat ?" Tanya Lin Beishang.
Wajah Bei Zhao menjadi tegang kembali setelah mendengar kata-kata Lin Beishang dan Lin Beishang menyesal karena telah mengatakan ini pada Bei Zhao.
"Tidak , aku hanya merasa saja. " Ucap Bei Zhao kembali menjadi dingin seperti sebelumnya.
Lin Beishang menatap langit yang berkilauan oleh bintang, lalu melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.
'Aku paling cantik ! Aku paling cantik !'
Itu bukan salah satu dari mereka yang berbicara, wajah Lin Beishang memerah dan melihat handphone nya yang berdering.
"Maafkan aku Dokter Bei. " Ucap Lin Beishang dengan malu karena nada dering handphone nya.
__ADS_1
Lin Beishang mengangkat telepon dari Ibunya sementara dalam kegelapan, Bei Zhao tampak tersenyum melihat Lin Beishang.
Dalam kehidupan ini, Bei Zhao menolak untuk melepaskan gadis itu lagi seperti dalam kehidupan selanjutnya.