Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
193. Gerbang Barat


__ADS_3

2 Minggu kemudian,


Lin Beishang telah sepenuhnya sembuh dan sadar lalu memutuskan untuk tidak kembali pada Paviliun Qing Luo tapi masih kembali ke Istana beberapa kali untuk membantu Lin Xi bekerja secara tidak langsung.


Sejak hari itu, ayah dan anak itu tidak pernah bertemu satu sama lain lagi. Lin Beishang tentu saja tidak suka jika harus bertemu dengannya.


Tapi, Lin Beishang masih memiliki hati nurani dan tidak bisa membiarkan ayahnya yang telah tua menghadapi berbagai permasalahan ini sendirian.


Sehingga Lin Beishang membantu mengurus beberapa berkas dengan Kasim Luo sebagai pengantara mereka.


Lin Beishang hanya memandang Lin Xi dari kejauhan dan memutar kembali jalannya, tidak berniat untuk menghampiri.


Lin Beishang kembali ke salah satu ruangan kerja yang disiapkan olehnya, lagipula Lin Beishang telah membeli sebuah rumah yang ada di sini jadi ketika matahari mulai tenggelam, Lin Beishang akan kembali ke kediamannya.


"Beishang !" Tepuk seseorang ketika dirinya sedang melamun.


Lin Beishang dengan cemberut menatap ke arah pelaku yang telah membuatnya terkejut karena menepuk bahunya diam diam.


"Bei Zhao, apakah kau ingin membuatku mati muda ?" Tanya Lin Beishang sambil cemberut.


"Kenapa kau masih memanggilku dengan begitu canggung ?" Tanya Bei Zhao dengan sedih.


"Lalu bagaimana aku ingin memanggilmu ? Ah - Zhao ? Zhao'er ?" Tanya Lin Beishang dengan tatapan jengah.


"Bagaimana dengan Baobei atau Laogong ?" Tanya Bei Zhao tanpa tahu malu.


(Baobei : Sayang / Laogong : Suami)


Wajah Lin Beishang langsung berubah menjadi merah karena malu.


"Dalam mimpimu !"Balas Lin Beishang dengan geram, sejak dia sadar, Bei Zhao menjadi lebih gencar untuk menggodanya.


Lin Beishang melihat keputusan keputusan yang harus dia ambil untuk Dinasti ini, setiap keputusan harus dipikirkan dengan baik dan bijak, kalau bisa jangan sampai terlalu merugikan salah satu pihak.


Lin Beishang juga harus memikirkan dampak untuk ke depannya dengan hati hati dan kemungkinan yang bisa terjadi jika dia mengambil salah satu keputusan.


Sejauh ini, Lin Xi puas dengan keputusan yang dibuat olehnya jadi dia masih terus melanjutkan pekerjaan sulit ini sepanjang hari.


Lin Beishang tidak mengerti, bahkan jika ini telah dibagi menjadi dua, setengah untuknya dan setengah yang lain untuk Lin Xi.


Ini masih sangat banyak dan membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mengurusnya, Lin Beishang tidak mengerti kenapa orang terus menerus berebut untuk duduk di atas tahkta yang merepotkan itu.


Lin Beishang pikir, bahkan hidup sebagai orang biasa masih lebih nyaman dan lebih santai. Tempat yang terlihat megah dan indah itu sebenarnya hanya penipuan, hanya ada kebusukan yang tersisa di balik kemegahan yang semu itu.


"Kamu telah bekerja sangat keras selama tiga hari ini, apakah kamu tidak merasa kelelahan ?" Tanya Bei Zhao sambil menyeka keringatnya.


"Anggap saja aku bekerja untuk Kaisad Lin Xi, dengan begini maka aku akan mendapatkan uang setiap bulannya. " Ucap Lin Beishang dengan asal asalan.


"Jika kamu tidak memiliki uang, maka aku akan membiayai mu dan memberikan mu uang. "Ucap Bei Zhao.


"Hentikan omong kosongmu, aku akan segera bekerja lagi. Jangan sampai karenamu aku tidak bisa memilih pilihan yang tepat karena di setiap keputusan yang sederhana ini menyangkut nyawa manusia. " Ucap Lin Beishang tanpa mengangkat kepalanya.


Lalu, Lin Beishang melihat sebuah laporan yang menuliskan bahwa ada pasukan yang menyerang dari Gerbang barat.


Lin Beishang langsung terkejut dan melihat bahwa itu telah tiga hari lalu, Lin Beishang langsung memukul meja dengan marah.


Bei Zhao melirik berkas itu dan langsung mengerti dengan apa yang membuat Lin Beishang marah besar.


Itu telah ditunda selama 3 hari, pasti ada pengkhianat yang sengaja untuk memperlambat nya.


Lin Beishang langsung berdiri dan pergi menuju Aula Kekaisaran, disana ada Kasim Luo yang tiba tiba terkejut dengan kehadirannya.


"Apa yang Gongzhu butu-" Ucapan Kasim Luo terpotong ketika Lin Beishang mengangkat berkas yang tadi dan menunjukkan nya di depan Kasim Luo.


"Siapa yang berani beraninya mencoba untuk menyembunyikan hal ini ?!" Bentak Lin Beishang, Kasim Luo langsung ketakutan melihat Lin Beishang yang begitu marah.


"Kasim Luo, lebih baik kamu segera mencari tahu kondisinya dan siapa 'orang hebat' yang mencoba untuk menutupi langit dengan satu telapak tangan ini. Jika kamu tidak berhasil melakukannya, maka jangan harap untuk bisa melihat hari esok lagi !" Perintah Lin Beishang dengan dingin.


"Ya, Gongzhu !" Ucap Kasim Luo dengan gemetar dan langsung berlari.


Sementara Lin Beishang langsung mendorong pintu Aula Kekaisaran dan disana ada Lin Xi yang sedang duduk dengan santai.


"Salam kepada Kaisar Lin Xi, bawahan ini membawa beberapa hal yang terkait dengan serangan terhadap Gerbang Barat. " Ucap Lin Beishang sambil menunjukkan berkas miliknya.


Lin Xi yang menerimanya tampak terkejut dan lebih terkejut lagi ketika melihat tanggal laporan itu dibuat.

__ADS_1


"Siapa yang begitu berani untuk menyembunyikan hal ini ?" Tanya Lin Xi dengan sangat marah.


"Kasim Luo sedang menyelidiki ini, tapi selain masalah siapa yang begitu berani. Ada hal yang lebih penting, yaitu menangani perang itu. "Ucap Lin Beishang dengan datar.


Tidak lama Kasim Luo kembali dengan keringat dingin. Kasim Luo membawa sebuah gulungan dan dibelakangnya ada seorang prajurit kecil dengan tubuh penuh darah.


"Bixia ! Perbatasan Barat telah dipenuhi oleh darah dan dikalahkan, akan segera berjalan menuju kota Lanyue. " Ucap prajurit itu dengan isak tangis.


"Bixia, dikatakan bahwa ini telah 3 hari berlalu dan keadaannya sangat buruk, kota Lanyue hampir tidak bisa bertahan. " Ucap Kasim Luo.


"Bixia, biarkan aku yang pergi untuk menangani ini. " Ucap Lin Beishang sambil menunduk rendah.


Prajurit itu tampak ragu ketika melihatnya tapi Lin Beishang tidak peduli, Lin Xi juga langsung setuju.


"Bixia, ini...... " Prajurit kecil itu tidak berani mengatakan bahwa dia tidak layak tapi juga tidak setuju.


"Beishang, bawalah 2000 prajurit dari Dinasti Tang." Ucap Lin Xi.


"Tidak perlu, itu memakan waktu yang lama. 700 orang telah lebih dari cukup untuk menangani hal ini, Bei Zhao kau tangani ini. Aku akan pergi terlebih dahulu. Kasim Luo, siapkan kuda perang untukku dan busur serta anak panah. " Ucap Lin Beishang tanpa menunggu hal lain lagi.


Dari kota perbatasan barat, menuju Kota Lanyue, dari Kota Lanyue akan langsung masuk ke Ibukota. Pada saat itu, akan lebih sulit untuk memukul mundur.


Kasim Luo tidak berani menunda dan tidak lama ada kuda perang berwarna hitam yang tampak sangat gagah.


Baju zirah untuknya dibawa dan Lin Beishang mengenakannya, rambutnya yang semula terurai dengan bebas langsung diikatnya seperti ekor kuda.


"Hati hati, aku akan segera menyusul ! Jangan terlalu agresif !" Ucap Bei Zhao dengan cemas.


"Tenang saja, ini tidak akan melukaiku. " Ucap Lin Beishang dengan kepercayaan diri yang mutlak.


Lin Beishang menerima anak panah serta busur, lalu meloncat ke atas kuda tanpa memiliki tanda tanda kelemahan seperti sebelumnya.


Jika sebelumnya tampak seperti pejabat wanita yang lemah lembut maka kali ini seperti Jenderal Perang, bahkan prajurit kecil itu merasa terpanah.


Prajurit kecil itu pernah mengikuti Lin Yue, tapi merasa bahwa aura yang dimiliki oleh Lin Beishang bahkan lebih kuat daripada Putri Mahkota mereka.


Lin Beishang menoleh ke belakang untuk sekali lagi sebelum akhirnya mencambuk kudanya dengan tapi kekang dan kuda itu mengangkat kedua kaki depannya sambil meringkik keras sebelum akhirnya melaju dengan sangat cepat.


Lin Beishang langsung memacu kudanya menuju barat, untuk menuju Kota Lanyue tidak lama hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam.


Kuda perang miliknya melaju dengan kecepatan tinggi dan membelah kerumunan orang orang, pengalaman berkuda dengan liar semacam ini, sangat dirindukan oleh nya.


Dimana dia merasa sangat bebas dan tidak terkekang oleh apapun, untuk menuju Kota Lanyue, Lin Beishang harus melewati hutan hutan yang rimbun.


Banyak penjahat disini jadi dia menjadi lebih waspada, kebanyakan pedagang kaya akan dirampok disini oleh bandit bandit.


Tapi, untungnya ketika dia lewat tidak ada sama sekali bandit tapi ini tidak membuatnya tenang tapi justru curiga.


Lin Beishang akhirnya sampai di Gerbang kota Lanyue, terlihat bahwa darah berceceran dimana mana dan mayat tersebar dimana mana.


Orang orang sedang memulihkan diri dan tampak terkejut dengan kehadirannya. Seorang pria tua menghampirinya.


"Kamu pastilah Jenderal Yu bukan ?" Tanya Lin Beishang.


"Bisakah aku mengetahui nama Nona ini ?"Tanya Jenderal Yu itu dengan waspada.


"Lin Beishang, Putri Kedua Dinasti Tang !" Ucap Lin Beishang sambil mengangkat tanda pengenal yang baru saja dibuat lagi.


Untunglah Lin Beishang mengingat untuk membawa benda ini jika tidak maka akan sulit untuk membuat kepercayaan dari prajurit prajurit ini.


"Salam kepada Yang Mulia Putri Kedua !" Ucap Jenderal Yu dan ingin berlutut tapi Lin Beishang segera menahannya.


"Tidak perlu berlutut kalian semua terluka dan perlu diobati. " Ucap Lin Beishang dengan tenang, beberapa orang berbisik dengan tidak puas karena yang dikirimkan oleh Kaisar hanya seorang gadis.


Orang orang mengatakan bahwa Kaisar tidak adil dan hanya mengirimkan seorang gadis yang dikatakan tidak berguna ini di kalangan masyarakat Dinasti Tang, orang orang memandang Lin Beishang dengan tidak senang dan ini membuat Jenderal Yu serba salah.


Lin Beishang hanya menatap dengan acuh tak acuh, lalu langsung mengangkat tangan ketika Jenderal Yu akan menegur bawahannya.


"Jenderal Yu, berapa banyak orang yang terluka ?" Tanya Lin Beishang.


"136 terluka parah, 512 terluka ringan, beberapa meninggal dan sekitar 200 orang tidak terluka sama sekali. " Ucap Jenderal Yu dengan sedih.


"Jenderal Yu tidak perlu khawatir, pasukan bantuan akan segera tiba, kali ini, siapa yang menyerang ?"Tanya Lin Beishang.


"Hamba tua ini tidak tahu, hanya mengetahui bahwa mereka bunga manusia gunung atau salah satu suku barbar. " Ucap Jenderal Yu dengan rasa bersalah karena tidak bisa membantu banyak.

__ADS_1


Lin Beishang menatap sekitar dengan tatapan menyipit lalu menyadari bahwa ini mungkin orang orang Chu Huli atau Chu Linfei.


Satu gunung tidak dapat dikendalikan oleh dua harimau pasti ada salah satu dari mereka yang tersingkir saat ini, tapi siapapun yang masih berdiri saat ini maka itu pastilah yang terkuat.


"Jenderal Yu, berapa lama lagi pasukan ini akan menyerang ?" Tanya Lin Beishang.


"Sekitar 2 jam lagi. Setiap 2 jam maka mereka akan kembali menyerang, kami kekurangan makanan dan kami kekurangan obat obatan. " Ucap Jenderal Yu.


Lin Beishang mengangguk paham dan turun dari kuda perang miliknya lalu mulai memeriksa orang yang terluka parah.


Dengan cekatan dan peralatan yang seadanya, Lin Beishang menghentikan pendarahan orang itu dan orang itu berada dalam kondisi yang aman sehingga tabib biasa pun dapat menyembuhkannya.


2 Jam kemudian


Selama 2 jam ini, Lin Beishang telah menyembuhkan sangat banyak orang, Lin Beishang mengangkat busurnya dan naik ke atas kuda perang nya.


Setelah berjalan menuju tengah kota, terlihat bahwa kota telah kosong karena dibakar dan digantikan oleh sebuah bendera dengan latar hitam dan bunga teratai merah terang di bagian tengah.


"Paviliun Qiao Yao." Desis Lin Beishang dengan tatapan penuh kebencian.


Orang orang musuh juga telah bersiap untuk kembali bentrok dengan mereka.


"Serang!!" Teriak Lin Beishang.


Orang orang mengangkat senjata mereka dengan buas dan menerjang ke depan sementara Lin Beishang dengan anak panahnya mulai memanah satu persatu.


Tidak ada yang bisa lolos dari serangan anak panahnya dan masing masing menusuk di jantung, tidak ada ekspresi apapun di matanya seolah olah ini adalah hal yang biasa.


Lin Beishang menerjang ke depan dan kudanya menginjak musuh tanpa ketakutan, setelah anak panahnya menipis, Lin Beishang melemparkan busur dan wadah anak panahnya kepada salah satu prajurit kecil yang sedang di keroyok oleh musuh.


Prajurit kecil itu menggunakan anak panah yang diberikan olehnya dan langsung menusuk musuh bahkan tanpa menggunakan busur.


Yue Shan melesat ke depan dan memberantas musuh layaknya sedang memotong rumput, Yue Shan melakukan gerakan memutar seolah olah itu adalah ular berbisa yang menakutkan.


Pasukan musuh yang berjumlah lebih dari 3 kali lipat itu menjadi sedikit di tekan dan posisi mereka berada di atas angin, tapi masalahnya tidak ada yang bisa menjamin apakah mereka akan menang atau tidak.


"Tidak akan kembali tanpa kemenangan !" Teriak Jenderal Yu.


"Tidak akan kembali tanpa kemenangan !" Teriak para prajurit dengan semangat.


Teriakan itu membakar semangat prajurit lagi dan kembali menyerang dengan ganas.


Lin Beishang melihat seorang berjubah hitam dan menemukan bahwa itu adalah orang yang memimpin pasukan musuh.


Lin Beishang langsung membuka jalan untuk dirinya sendiri dan mendekati orang berjubah itu, Lin Beishang membersihkan musuh di depannya dengan ganas sebelum akhirnya menemukan ada yang salah.


"Mundur !" Teriak Lin Beishang sekuat tenaga.


Tiba tiba panah dilepaskan dari balik tenda dan dengan dia sebagai orang dipaling depan, Yue Shan langsung mencambuk anak panah itu sekuat tenaga.


Walaupun tidak semuanya tertahan tapi paling tidak sebagian besar telah ditahan dan sisanya bisa dihindari oleh orang orangnya.


"Kalian semua mundur !" Teriak Lin Beishang.


"Putri !" Teriak Jenderal Yu dengan terkejut ketika melihatnya memblokir serangan yang tidak terkira itu.


"Kalian semua mundur !" Ucap Lin Beishang dengan geram, para pasukan itu mundur dan Lin Beishang juga perlahan lahan mundur.


Lin Beishang mengerahkan semua kekuatannya sebelum akhirnya ada satu panah yang melesat dari arah yang berbeda, pada saat itu bahkan Lin Beishang tidak bisa menghindarinya.


Crshhh !


Suara daging yang ditembus dan darah yang tumpah tidak mungkin tidak bisa didengarkan, disana Lin Beishang berdiri seorang diri dengan sebuah panah yang menancap di bagian bahunya, untungnya sedikit meleset jika tidak maka akan menancap tepat di jantungnya.


Lin Beishang menatap dengan dingin dan mengibaskan Yue Shan dalam kemarahan, orang yang telah memanah nya jatuh dari tembok dan tembok yang menjadi tumpuan bahkan berubah menjadi ribuan keping.


Lin Beishang membersihkan orang di depannya sebelum akhirnya berjalan mundur dengan perlahan lahan, Jenderal Yu menatapnya dengan khawatir dan takut.


"Gongzhu, bagaimana dengan lukamu ?" Tanamta Jenderal Yu dengan panik.


"Tidak apa apa, hanya luka kecil, aku bisa menangani nya. Kita harus terus menunda sampai pasukan bantuan datang, jika tidak maka semuanya akan sia sia. Tidak peduli seberapa kuat kita tapi dalam segi jumlah , kita telah kalah telak. " Ucap Lin Beishang dengan wajah yang sedikit pucat.


"Gongzhu, sebaiknya kamu beristirahat terlebih dahulu, kali ini kita tidak menderita terlalu banyak berkat dirimu. Orang orang itu tercela dan tidak memiliki hati nurani, pasukan kami tidak lagi memiliki pasokan senjata yang layak karena mereka mencurinya. Anak anak panah yang kami miliki setelah digunakan akan diambil oleh mereka. " Ucap Jenderal Yu dengan geram.


"Tidak apa apa, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana menangani serangan selanjutnya apabila Pasukan bantuan tidak datang tepat waktu." Ucap Lin Beishang lalu memuntahkan seteguk darah.

__ADS_1


Entah kenapa, Lin Beishang memiliki firasat bahwa Bei Zhao tidak akan datang dalam waktu yang singkat, tidak tahu apakah ini hanya ketakutannya atau bukan.


__ADS_2