
"Kalian sudah selesai ?" Tanya nya dengan ramah pada orang orang kediaman Bei Wangfei.
"Sudah, Bei Wangfei !" Ucap para pasukan itu dengan sopan.
"Sekarang, kalian harus lebih serius lagi karena pembunuh bayaran yang asli telah datang." Ucap nya dengan senyum tipis.
Wajah pasukan pasukan itu menjadi pucat pasi sebelum sekitar dua puluh orang meloncat dari atas atap dan mulai menyerang mereka.
Dia dengan cepat menghindar kala ada sekitar tiga orang yang menuju kepadanya, A Xiang melepaskan orang yang di sandera nya dan maju untuk melawan dua orang.
A Xiang ingin membantunya tapi ternyata ada dua orang lainnya yang menghalangi gadis itu, tidak lama muncul sepuluh orang lagi yang menyerang.
Orang yang sebelumnya di sandera oleh A Xiang ikut bertarung untuk melawan musuh mereka, dia mendecakkan lidahnya ketika orang orang ini dengan kasar menusukkan pedang mereka ke arahnya.
Dia tidak memiliki kemampuan meringankan tubuh, tidak memiliki kekuatan yang berlebih untuk menahan serangan pedang.
Sehingga hanya bisa bermain curang untuk pertarungan ini, dia melemparkan salah satu belati nya ke kepala orang itu.
Sedangkan dia melemparkan kipasnya ke belakang dan orang di belakang nya menghindar. Dia menangkap kipasnya, sebelum melemparkan belati lainnya, tepat di kepala.
Kresss
Lengan nya terluka karena goresan pedang, darah mulai mengalir tapi dia tidak peduli. Sudah terlalu sering luka fisik membuatnya mati rasa.
Jika dia tidak melihat langsung luka nya maka dia tidak akan tahu bahwa dia memiliki luka di lengan. Dia mengambil kesempatan itu dengan melempar belati lain.
Orang lain di sibukkan oleh orang orang yang baru datang, dada kanan nya dipukul dengan kuat. Dia terlempar ke belakang , menabrak kereta.
Brukkk
Dia menyender di kereta sedangkan dari sela sela jarinya keluar jarum jarum beracun yang mengincar kedua orang di depannya.
Jarum jarum itu dengan tepat menancap di tengah dahi mereka, darah mengalir di tepi bibirnya. Pasukan lain dan datang menyerang.
__ADS_1
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, orang orang kediaman Bei Wang mengeluarkan kembang api khusus yang bisa terlihat ke seluruh kota.
Orang orang yang melihat kembang api itu akan datang dan membantu. Di sudut lain, A Xiang meniup sebuah peluit dengan suara yang sangat melengking.
Beberapa orang datang, mereka dalam keadaan yang berbeda beda. Ada yang seperti seorang pedagang dan yang lainnya ada pengemis.
Pasukan baru yang datang berjumlah sekitar 50 orang sedangkan yang dipanggil oleh A Xiang hanya berjumlah 10 orang.
"Lindungi nona muda ! " Perintah A Xiang, orang orang itu maju ke depannya dan melindunginya.
Dari 50 orang yang baru datang, itu semua adalah musuh. Setengah dari mereka datang untuk menyerangnya.
Sementara ke sepuluh orang sedang bertarung di depannya, kemampuan mereka sama sekali tidak buruk.
Dia mengeluarkan belati lain dan mulai melemparkannya dengan cepat dan tepat, berkat kerja sama yang baik ini, musuh mereka mulai berkurang.
Sampai akhir nya, seseorang muncul dari belakangnya dan memukul punggungnya dengan kuat. Dia terhenyak maju ke depan yang ditangkap oleh orang orangnya.
"Nona !" Teriak mereka sama sama.
Kesepuluh orang orang nya datang dan menghalangi mereka, pasukan lain datang dan ini lagi lagi adalah musuh.
Orang orang kediaman Bei Wang dengan kalut mencoba untuk bertahan di tengah lautan musuh, sedangkan A Xiang sendiri melawan 5 orang sekaligus.
Saat ini, posisi nya dan ke sepuluh orang yang berada di sekitarnya sedang sangat terpojok. Orang berjubah hitam yang baru datang ini jelas jelas adalah seseorang yang ahli.
Sedangkan di belakang nya masih ada sekitar 15 orang yang mengacungkan pedang ke arahnya.
"Berikan Bei Wangfei padaku, dengan begitu aku akan melepaskan kalian semua. " Ucap pria berjubah hitam itu.
"Sampai mati pun tidak akan melakukan nya !" Teriak orang orangnya.
Dia merasa terharu dengan kesetiaan semacam ini, dia memungut pedang yang jatuh di dekat kakinya. Dia menggores jarinya sendiri.
__ADS_1
Darah mengalir membasahi seluruh tubuh pedang, orang orang nya mengerti apa yang di lakukan nya dan mulai menyerang pria berjubah hitam itu.
Dia berbalik dan melawan pasukan musuh yang sejak tadi seperti singa yang siap untuk menerkam nya. Dia merasa agak kaku saat memegang pedang, tapi ***** membunuhnya sudah sangat membantunya.
Dia dengan kasar memutar pedangnya dan mengincar leher musuh, dia menoleh ke belakang. Bahkan dengan sepuluh orang , pria berjubah hitam itu masih tidak kesulitan.
Dia sendiri terpojok pada akhirnya saat melawan orang orang yang bertenaga dalam ini, sedangkan dia tidak memiliki tenaga dalam.
Saat ini dia terus mundur sampai akhirnya dengan dengan dinding, sebelum terdengar suara ringkikkan kuda.
Kepalanya sudah terasa pusing sedangkan dia merasa tubuhnya terbang, sebelum menyadari bahwa ada seseorang yang menarik kerah belakang pakaiannya.
Begitu dia menoleh, yang dilihatnya adalah seorang pria yang sangat tampan dan gagah. Siapa lagi kalau bukan Bei Wang.
Sebuah tangan kasar dan kekar sedang memeluk pinggang kecilnya. Dia merasa aman setelah melihat Bei Zhao secara pribadi datang.
"Ayo pergi !" Pria berbaju hitam itu menggunakan ilmu meringankan tubuh nya untuk meloncat ke atas atap dan ke atap yang lainnya.
Bei Zhao tidak mengejar lebih jauh ke arah pria itu dan dia pun tidak mempermasalahkan nya. Seseorang yang memiliki kekuatan itu tentu saja bukan karakter sederhana.
Bei Zhao pasti tidak akan menyinggung seorang karakter yang begitu kuat hanya untuk dirinya. Setelah pria berbaju hitam itu pergi, orang orang yang memojokkan nya ikut pergi.
Dia melempar pedang ke orang yang paling terakhir. Pedang yang di tangannya menembus orang itu sampai mati dan tidak bergerak lagi.
"Melihat Wangye datang kemari ke sini membuatku merasa terharu. Sayang sekali bahwa aku tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaikku pada Wangye. " Sindirnya.
Jelas jelas pria ini sudah ada di sini sebelumnya, yang masalah kusir itu adalah perbuatan Bei Zhao pastinya. Itu bisa dilihat dari serangan orang orang kediaman Bei Wang yang tidak menggunakan tenaga dan orang yang di serang tampak terluka sangat parah.
Kusir itu juga pada akhirnya membantunya, jadi dia tidak memiliki jawaban lain selain mengarah pada Bei Zhao.
"Kau sudah tahu soal itu ? Aku pikir kamu cukup pintar, sekarang. " Ucap Bei Zhao dengan acuh tak acuh.
"Orang orang yang memiliki kekuatan sebesar itu tidak banyak, Wangye. Menurutmu, siapa yang rela untuk mengorbankan begitu banyak uang hanya untuk menangkap aku yang tidak berharga ?" Tanya nya sambil tersenyum.
__ADS_1
Dia memaksakan diri nya untuk tidak kehilangan kesadaran, dia sendiri memiliki luka internal yang besar karena pukulan tadi.