Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
192. Kabar Buruk


__ADS_3

"Baguslah jika kamu sudah tahu hal ini, sekarang dia pasti sangat membenciku. " Ucap Lin Xi dengan senyum lemah.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Bei Zhao dengan firasat buruk.


"Aku tidak sengaja meminum racun kejujuran dan mengatakan bahwa aku sangat merindukan Lin Yue, Bei Wang, aku hanya bisa mengandalkan mu untuk merawatnya. " Ucap Lin Xi sambil tersenyum pahit.


Bei Zhao yang mendengar ini langsung terkejut dan berlari dari aula Kekaisaran bahkan tanpa mengucapkan salam lagi pada Lin Xi.


Bei Zhao merasa bahwa tiba tiba jantungnya berdebar dengan kencang dan nafasnya menjadi berat, dia tidak mungkin terlambat bukan ?


Bei Zhao merutuki dirinya sendiri yang kurang cepat tanggap, Bei Zhao langsung berlari menuju Paviliun Qing Luo.


Disana sangat tenang dan tampak tidak ada tanda tanda kehidupan sama sekali, Bei Zhao langsung mendobrak pintu dan melihat bahwa tubuh Lin Beishang yang duduk dengan kedua kalinya sebagai alas di atas pecahan Vas.


Darah mengalir dengan deras dan tubuh Lin Beishang terkulai dengan ranjang sebagai tumpuan tubuhnya.


Wajah Lin Beishang pucat dan kedua tangannya terkulai di atas ranjang, Bei Zhao langsung mengangkat tubuh Lin Beishang dan membawanya pergi mencari Chu Yi.


Bei Zhao dengan kekuatan nya yang peling penuh, langsung berlari , berusaha untuk tidak terlambat. Untunglah, Chu Yi tinggal di tempat tamu juga sama sepertinya tapi di rumah yang berbeda.


"Chu Yi !" Panggil Bei Zhao.


"Kakak sepupu ?" Tanya Chu Yi dengan bingung.


"Cepat, tolong dia !" Ucap Bei Zhao dengan kepanikan.


Chu Yi yang sedang menyiram tanaman terkejut melihat kondisi Lin Beishang dalam pelukan Bei Zhao, Chu Yi langsung menjatuhkan ember nya dan membuka pintu.


"Bawa dia dan baringkan dia disini, kamu keluar dulu, aku akan merawat nya. " Ucap Chu Yi dengan sangat serius.


Chu Yi langsung mengeluarkan jarum dan berbagai macam peralatan lain, pertama tama adalah menghentikan pendarahan.


Lalu, mencabut pecahan Vas dan mulai memberi obat, itu semua adalah hanya luka luar yang tidak parah.


Yang parah adalah serangan dari Darah Seribu Racun yang dimiliki oleh Chu Yi, Chu Yi yang melihat bahwa denyut nadi Lin Beishang sangat lemah dan tidak beraturan langsung mengeluarkan satu rak yang penuh dengan obat.


Dengan telaten, Chu Yi memasukkan obat obatan yang telah diracik olehnya ke dalam mulut Lin Beishang dan memanggil Bei Zhao.


"Kakak sepupu. " Panggilnya dan Bei Zhao memasuki ruangan.


"Tolong seduh ramuan ini hanya perlu di seduh jangan merebusnya. " Ucap Chu Yi tanpa menoleh sambil memberikan satu buntalan kain yang berisi berbagai tanaman obat.


"Hm." Bei Zhao tidak bertanya lagi dan langsung menyeduh obat obatan itu.


Belasan botol obat dikeluarkan dan satu persatu dimasukkan ke dalam mulut Lin Beishang dan beberapa yang lain merupakan bubuk sehingga hanya bisa ditaburkan di atas luka milik Lin Beishang.

__ADS_1


Chu Yi tampak cemas tapi menyembunyikan nya sebelum akhirnya menjadi lega karena melihat kakak sepupunya yang membawa nampan yang berisi mangkuk dengan uap yang mengepul.


"Kakak sepupu, kemarilah. " Panggil Chu Yi sambil membawa satu toples yang agak lebih besar dari yang lain.


Di dalamnya ada madu dan ada sendok kayu dengan ukiran yang indah, Bei Zhao menatap ukiran kayu itu sejenak dan menemukan bahwa itu cukup familiar.


"Untuk apa madu itu ?" Tanya Bei Zhao dengan bingung.


"Obat ini sangat pahit, akan lebih baik jika menambahkan dua sendok madu. Karena, sebagian besar orang yang telah meminum obat ini tanpa madu langsung akan memuntahkannya karena rasa pahit yang sangat buruk. " Ucap Chu Yi.


"Seburuk itu ?" Tanya Bei Zhao.


Chu Yi hanya mengangguk kan kepalanya dan menambahkan dua sendok madu ke dalamnya, sementara Bei Zhao membantu menahan tubuh Lin Beishang yang pingsan.


Chu Yi meniup sendok yang berisikan ramuan yang telah diseduh oleh Bei Zhao itu dengan pelan pelan sebelum akhirnya yakin bahwa itu tidak panas lagi.


Chu Yi menahan rahang Lin Beishang dan menuangkan ramuan obat itu dengan hati hati. Lalu, itu terus berulang sampai akhirnya ramuan di mangkuk yang dipegang oleh Chu Yi kosong.


Setelah kosong , Chu Yi menyeka dahinya yang dipenuhi oleh keringat dan tampak sangat kelelahan.


"Kakak sepupu, aku akan beristirahat sebentar dan akan kembali setelah beberapa jam. " Ucap Chu Yi dan berjalan ke kamar lain.


"Hm. Terimakasih. " Ucap Bei Zhao sambil mengelus rambut Chu Yi.


"Tidak apa apa. " Ucap Chu Yi.


Elang ini, baru saja didapatkan oleh Bei Zhao dan baru saja di jinakkan olehnya dalam satu minggu belakangan ini.


Namanya, Bei Zhao belum bisa memikirkan nama yang cocok untuk Elang besar yang gagah dan tampan ini.


Bei Zhao lalu melihat di meja nakas dan disana ada kertas dengan tinta, tapi tidak ada kuas. Lalu, Bei Zhao menggunakan jari telunjuknya untuk menulis di atas kertas dengan serius.


Setelah menulis pesan singkat, Bei Zhao menggulung kertas tersebut dan Elang tersebut menjepit nya dengan paruhnya.


"Bawa kepada Kaisar Lin Xi, ya anak pintar. " Ucap Bei Zhao sambil mengelus kepala Elang tersebut.


Elang tersebut tampak sangat bangga karena dipuji oleh majikannya dan lalu terbang sambil mengibaskan sayap besarnya dengan penuh kesombongan.


Bei Zhao hanya tertawa kecil lalu menahan kepala Lin Beishang dan membiarkan Lin Beishang dalam posisi bersender di tubuhnya.


Tangannya bergerak untuk memilin rambut hitam tinta milik Lin Beishang yang tidak sadar, membawa gadis itu ke dalam pelukannya dan mencium aroma nya dengan rakus seolah olah jika tidak melakukannya maka dia akan berhenti bernafas.


Bei Zhao tiba tiba menyadari bahwa seandainya dia sadar lebih cepat maka semuanya tidak akan berkembang menjadi seperti ini.


Beishang tidak akan mengambil Bubuk Pemakan Emosi Surga, Beishang tidak akan mengetahui bahwa sebenarnya dia memiliki saudara lain yang terpisah di dunia yang luas ini.

__ADS_1


Bertemu dengan saudara dan ayah kandung tentu saja sangat membahagiakan bagi Beishang, tapi melihat kondisinya saat ini telah sangat melukai Bei Zhao.


Lebih baik untuk menjadi tidak tahu apa apa dibandingkan tahu lebih banyak dan terluka lebih banyak.


Itulah kenapa ada pepatah bahwa orang bodoh dapat hidup dengan bahagia, karena mereka tidak memahami apa yang terjadi di sekitar mereka, menjalani sesuai dengan apa yang terlihat di depan mereka, tidak memikirkan apa yang akan terjadi dan apa kemungkinan yang akan terjadi.


Tidak seperti mereka, berpikir apakah langkah yang mereka ambil benar atau salah. Apakah akan ada kemungkinan ini atau kemungkinan itu di masa depan.


Selalu mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Itulah mereka, termasuk dirinya sendiri apalagi ketika menjadi Jenderal.


Bei Zhao mengkhawatirkan semua orang yang ada di sekitarnya selalu takut bahwa suatu hari mereka yang berada di sekitarnya akan membawa pisau dan membunuhnya.


Termasuk Lin Beishang yang menjadi sasaran kecurigaan nya tapi sejak mengenal Lin Beishang dengan baik, Bei Zhao merasa bahwa itu semua tidak perlu.


Karena, tidak peduli seberapa waspada maka jika takdir telah mengatakan bahwa seseorang akan mengkhianatimu maka tidak akan berguna walaupun sudah sangat waspada.


Buktinya adalah Lin Beishang, dia telah sangat waspada sejak muda tapi masih menerima banyak pengkhianatan.


Lin Beishang tentu saja sangat sakit ketika melihat orang yang berada di sisinya, orang yang dipercayai nya, ternyata adalah orang yang mengkhianatinya.


Walaupun Lin Beishang selalu tenang dalam menghadapi pengkhianatan tapi Bei Zhao tahu dengan jelas bahwa Lin Beishang merasa sakit dari itu.


Lin Beishang hanya tidak ingin orang lain tahu bahwa dia adalah orang yang rapuh dan berhati lembut.


Sementara disisi lain, Lin Xi telah menerima pesan buruk yang dibawa oleh Elang Bei Zhao, awalnya Lin Xi tidak mengerti tapi ketika membaca isi pesan.


Tangan Lin Xi tampak mengepal dengan erat dan sedikit bergetar, wajahnya tampak sedih dan berusaha untuk tidak lepas kendali dalam kemarahan dan kemurkaan.


"Menyedihkan sekali, bahkan jika aku ingin melihat putriku yang terluka saat ini, aku tidak bisa melakukannya. " Gumam Lin Xi dengan suara serak layaknya binatang buas yang terluka.


Lin Xi merutuki dirinya sendiri karena meminum racun kejujuran yang diberikan oleh Selir miliknya, Lin Xi menggeram dengan marah.


Dia jelas jelas tidak menginginkan ini, karena Selir ini telah sangat berani untuk mencoba membunuhnya maka jangan salahkan dia karena kejam.


"Kasim Luo !" Perintah Lin Xi.


"Ya, Bixia !" Ucap Kasim Luo sambil berlutut di depannya.


"Bawa Selir Yu ke dalam penjara bawah tanah !" Perintah Lin Xi.


Kasim Luo tampak terkejut dengan keputusan tiba tiba Kaisar, bagaimanapun Kasim Luo tidak mengetahui insiden Lin Xi diracuni oleh Selir Yu.


Lin Xi tampak sangat menyesal di atas tahktanya sebelum akhirnya melempar cangkirnya yang jatuh ke tanah lalu bergelinding di undakan anak tangga berlapis emas miliknya.


"Bixia jangan marah, Kasim ini akan membawa Selir Yu ke dalam penjara bawah tanah. " Ucap Kasim Luo dengan ketakutan.

__ADS_1


Lin Xi membuang wajah dan memberi tanda pada Kasim Luo untuk segera pergi dari sini, Kasim Luo tidak menunggu lagi dan langsung pergi.


__ADS_2