Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
97. Shanxi


__ADS_3

Disisi lain, Lin Yue dan Lin Qiaofeng telah keluar dari kota Wuming dengan kecepatan yang mengalahkan kilat.


Mereka masuk ke dalam kota Shanxi yang berbatasan dengan kota Wuming, tapi dengan begitu maka akan jauh lebih aman.


"Aku yakin, disini jauh lebih aman. " Ucap Lin Yue.


"Hm, aku juga merasa begitu. Bagaimanapun Kota Shanxi bukanlah wilayah kekuasannya, dia tidak akan berani untuk melakukan sesuatu secara terbuka. " Jawabnya dengan santai.


"Bagaimana kalau kita mencari penginapan terlebih dahulu ?" Tanya nya sambil memegangi tangan Lin Yue.


"Ya, lebih baik untuk menyusun rencana di dalam penginapan. "Ucapnya setuju dengan usul yang diberikan oleh Lin Yue.


"Yue, berapa banyak orang yang tahu tentang dirimu di tempat ini ?" Tanyanya.


"Tidak banyak yang tahu nama asli ku disini, kebanyakan hanya memanggil gelarku. Tapi, Kaisar dan Bei Wang seharusnya tahu paling jelas. " Ucap Lin Yue.


"Hm, tapi nama Lin Yue seharusnya bukan hanya digunakan olehmu bukan ?" Tanyanya.


"Sebenarnya, nama ini sangat pasaran sekali. Di tempatku, ada beberapa kelompok bermarga Lin juga dan di setiap keluarga pasti ada yang bernama Yue. " Ucap Lin Yue dengan cemberut.


Dia yang mendengar ini tertawa, tapi memang mama Yue sangat mudah di temukan di kalangan penduduk biasa maupun kalangan bangsawan.


"Kalau begitu, maka akan lebih mudah untuk menyamar. " Ucapnya.


"Kau benar, akhirnya ada sisi positif dari nama yang sering digunakan oleh banyak orang. " Ucap Lin Yue.


"Jangan terlalu kesal, nama Yue masih bagus dan memiliki arti yang indah, bukan ? Daripada nama Beishang, aku pikir itu adalah nama terburuk yang pernah aku dengar. " Ucapnya dengan santai.


"Kau benar ! Nama adalah doa, bukan ? Tapi, si tua itu memberimu nama yang begitu buruk padamu, bukankah itu sama saja dengan mengutukmu ?!" Tanya Lin Yue dengan penuh kemarahan.


"Kenapa jadi kau yang marah ? Aku saja tidak marah dengan hal itu. " Jawabnya dengan santai.


Dia berjalan kedalam Penginapan Kristal Cinta, dia mengerutkan dahi ketika membaca kata kata yang tertulis dengan jelas di bagian depan bangunan.


"Tidakkah kamu merasa ada yang aneh dengan nama penginapan ini ?" Tanya nya pada Lin Yue.


Lin Yue yang awalnya tidak menyadari itu kembali menatap nama papan Penginapan dan membacanya, seketika Lin Yue langsung mengerutkan dahi juga.


"Ini mirip dengan nama rumah bordil, ini agak aneh. "Ucap Lin Yue dengan kerutan di dahi.


"Kita akan menginap selama satu malam saja, tidak masalah dan tidak peduli tempat apa ini. " Ucapnya dengan keputusan final.


"Permisi, apakah ada dua kamar untuk satu malam -" Tanya nya.


"Tentu saja, 2 tael perak. " Ucap pelayan itu.


Dia mengangguk dan memberikan 2 tael perak, dia diarahkan menuju kamar di lantai tiga yang agak sepi dan Lin Yue di sebelahnya.

__ADS_1


Dia masuk ke dalam kamarnya dengan tatapan tajam dan untuk memeriksa setiap sudut atau tempat tempat yang menurutnya mencurigakan.


Dia mengerutkan dahi kala mendengar di bagian sebelahnya yang terdengar suara ******* dan suara suara lenguhan seorang gadis.


Dia mengerutkan dahi, ini tentu saja bukan lama Lin Yue. Kamar Lin Yue berada di sebelah kanan dan ini berada di sebelah kiri.


Mungkinkah ini benar benar merupakan sebuah rumah bordil yang merangkap menjadi sebuah penginapan ? Tidak heran namanya seperti itu.


Dia menjadi ragu ragu untuk memakan, makanan yang di berikan oleh pelayan padanya. Siapa yang tahu apa yang terkandung di dalam makanan tersebut.


Sehingga dia hanya memakan apel dan pir yang masih tersisa, dia mencoba untuk merasakan kehangatan yang tersisa dari apel tersebut , seolah olah baru saja di berikan oleh Fang Ling padanya.


Seolah olah kematian Fang Ling adalah mimpi buruknya dan dia akan terbangun dari mimpi buruk ini di dalam istana Dinasti Song.


Seolah olah bahwa ini semua adalah hayalan, semua ini tidak nyata, karena ini terlalu menyakitkan untuk diterima sebagai kenyataan.


Dia adalah manusia, terbuat dari daging dan darah, memiliki perasaan dan bisa merasakan sakit. Mustahil baginya untuk tidak merasa sakit ketika di khianati oleh orang yang dipercaya olehnya.


Orang orang itu, benar benar memuakkan dan menjijikkan. Dia memperlakukan mereka dengan tulus, tapi mereka membalasnya dengan pengkhianatan yang pahit ini.


Dia menopang wajahnya dengan tangan dan menatap langit luar yang sudah berubah menjadi lebih gelap.


Meskipun tadi pikirannya sempat teralihkan pada pengkhianatan yang di terima olehnya, tapi sekarang pikirannya kembali pada Bei Zhao yang dilihatnya dari kejauhan


Pria itu tampak menjadi jauh lebih kurus daripada yang di ingatnya, tampak lebih dewasa dan penuh dengan karisma.


"Sialan." Desis nya dengan marah.


Dia tidak pernah semarah ini belakangan ini, hanya melihat pria itu dari kejauhan sudah membuatnya sangat kesal.


Dia tidak mau mengakui tapi hatinya tidak bisa berbohong, bahwa selama beberapa tahun belakangan ini Bei Zhao telah banyak berubah.


Itu berubah menjadi jauh lebih tampan dan tidak tergoyahkan, tidak tampak seperti orang yang sedang diancam atau sedang ditekan oleh Kaisar.


Tidak tampak seperti orang yang kekuatannya sedang dicabut, dia tertawa mengejek kala memikirkan betapa naifnya langkah yang diambil oleh Kaisar untuk Bei Zhao.


Dengan lumpuhnya kekuatan Bei Zhao, tidak ada taring yang tersisa di Chang'an, hanya mengandalkan empat jenderal yang tersisa ?


Keempat jenderal itu mungkin akan kesulitan hanya untuk menghadapi Lan Xiang sendirian, tanpa Bei Zhao Dinasti Qin benar benar bukan apa apa.


Tapi, dia harus berterima kasih pada otak bodoh Kaisar, dengan begini dia akan membersihkan semuanya lebih cepat.


Dia tidak berniat untuk membunuh Bei Zhao, untuk mencari seorang ahli tingkat Penguasa seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami.


Dia berharap Bei Zhao ingin bekerja sama dengannya dengan begitu maka dia tidak akan membunuh pria itu dan mereka tidak perlu untuk bertarung lagi.


Sebenarnya, tanpa orang sadari sebuah keajaiban terjadi di kota kecil Wuming. Kota yang biasanya hanya di duduki oleh Bei Wang itu, tiba tiba memiliki tiga ahli tahap penguasa.

__ADS_1


Dia melihat ke depan dan melihat seekor burung merpati dengan rantai emas yang khas di bagian kakinya, dia mengambil Yue Shan.


Yue Shan dengan cepat menahan burung merpati itu dan burung merpati itu tidak dapat melawan, dia mengambil gulungan kertas yang terikat di kaki burung merpati itu.


Burung merpati dengan rantai emas adalah alat komunikasi khas milik kelompok yang di buat olehnya, tentu saja ini adalah pesan dari Lan Xiang.


"Lan Xiang, kemana kamu ingin mengirimkan pesan ?" Tanyanya dengan senyum sinis.


Dia membuka gulungan itu dan membaca isinya, isinya kurang lebih berisi pujian dan rasa terimakasih karena Ibu Suri telah membantu Lan Xiang dan memberi tahu keadaan di Dinasti Song.


"Oh, ternyata dia bekerja sama dengan Ibu Suri dan Permaisuri. Pantas saja semuanya menjadi lebih cepat, kamu telah membuka pandanganku. Lihat bagaimana aku membuatmu menyesal dengan segala hal ini. " Ucapnya lagi.


Dia membakar gulungan kertas itu dan menulis yang lain, tulisannya dan Lan Xiang sama. Karena, bagaimanapun dia adalah orang yang mengajari Lan Xiang tentang cara menulis dan membaca.


'Ibu Suri, aku tidak berhasil mengendalikan Dinasti Song dengan baik, akan terjadi pemberontakan besar besaran. Lalu, Zhou Beishang melarikan diri ke Dinasti Qin, tolong bunuh dia. Dia sama seperti sebelumnya, tidak memiliki kekuatan tapi licik. Wajahnya berubah menjadi sangat buruk, setengah wajahnya hancur, dia juga bekerja sama dengan tiga selir baru, aku takut dia akan membuatmu ketakutan dan meneror mu. 'Tulisnya di sana.


Dia menggulung itu dan mengikatnya pada burung merpati dengan rantai emas itu dan membiarkan burung merpati rantai emas itu pergi ke tujuan aslinya.


"Aku justru merasa lucu dengan hal ini, aku adalah orang yang mengajarimu baca tulis, apakah kau pikir aku tidak bisa mengenali tulisanmu ?" Tanyanya dengan seringaian.


Ketika matahari telah sepenuhnya tenggelam dan digantikan oleh bulan, dia masih belum merubah posisinya sebelum akhirnya dia tidak tahan lagi dan keluar dari penginapan untuk berjalan jalan.


Dia ingin melihat lihat kondisi kota Shanxi yang semakin ramai ketika di malam hari, dimana ada sangat banyak lampu minyak yang dibawa oleh orang orang sebagai sumber penerangan.


Dia sejenak menatap kamar Lin Yue yang telah gelap, lilin lilin di dalamnya telah dipadamkan, itu artinya orang di dalam sudah tidur atau paling tidak sudah mencoba untuk tidur.


Dia menghela nafas dan memilih untuk pergi sendiri tanpa di temani oleh Lin Yue, dia berjalan di antara orang orang tanpa mengenakan topi bambu nya.


Dia sangat antusias kala melihat beberapa mainan anak anak, beberapa orang menatapnya dengan tatapan aneh sekaligus bingung.


"Lihatlah, jie jie ini sangat tidak ingat umur ! Dia sudah besar tapi dia masih ingin mainan semacam ini !" Ucap salah satu anak anak yang berdiri di sampingnya.


Baru pada saat itulah dia menyadari kenapa orang orang menatapnya dengan aneh, tapi dia tidak melepaskan batangan bambu yang membentuk kincir angin itu di tangannya.


"Berapa harganya ini ?" Tanya nya pada penjual.


"20 wen. " Ucap penjual itu.


Dia membayar dan mengambil kincir angin itu dengan semangat dan gembira, dia tersenyum lebar hampir seperti anak anak.


Ketika dia masih berumur 3 tahun, dia pernah sangat ingin mainan semacam ini karena itu di mainkan oleh Zhou Ling Ling.


Tapi, pada akhirnya dia tidak mendapatkannya. Ketika Zhou Ling Ling telah bosan dengan mainan itu atau mainan itu telah setengah rusak.


Kincir angin bambu itu akan dihancurkan sepenuhnya daripada diberikan padanya yang pada saat itu sangat dia inginkan.


Dulu, semakin dia menginginkan sesuatu maka semakin jauh itu darinya. Seolah olah setiap orang sangat senang ketika melihatnya menangis dan merangkak di bawah kaki orang lain.

__ADS_1


__ADS_2